Ida Bagus Kade Suardana
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Perbandingan Sekuens Konsensus Gen Hemaglutinin Virus Avian Influenza Subtipe H5N1 Asal Unggas di Indonesia dengan Subtipe H5N2 dan H5N9

Jurnal Veteriner Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consensus sequence of hemagglutinin (HA) gene of avian influenza viruses of H5N1 subtype isolatedfrom fowl in Indonesia – hereafter named as H5N1_Indonesia – is compared with that of H5N2 and H5N9viruses. Sequence information were downloaded from the public database GeneBank. The genetic distancesand nucleotide as well as its deduced amino-acid sequence alignment were analysed. At nucleotide level,genetic distances of HA between H5N1_Indonesia to H5N2 and H5N9 are 16.2% and 9.6%, respectively.At amino-acid level, the distances are 9.7% and 6.8%. The genetic distances of HA1 fragments are 19.0%(H5N1_Indonesia – H5N2) and 10.9% (H5N1_Indonesia – H5N9). At amino-acid, level the genetic distancesof HA1 are 13.1% (H5N1_Indonesia-H5N2) and 8.8% (H5N1_Indonesia – H5N9). All three subtypes havedifferent glycosilation motive and variation of amino-acid sequence of four antigenic sites. The consequenceof those facts is discussed.

The Production and Use of Monoclonal Antibodies for the Detection of Avian Influenza Antigen in the in Infected Chickens

Jurnal Veteriner Vol 13, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A safe and appropriate diagnostic method for avian influenza virus (AIV) infection in chickens wasestablished using monoclonal antibodies (mAbs) against the virus. The virus used for the production of themonoclonal antibodies was an Indonesian AIV-H5N1 isolate. Immortal mouse myeloma cells were fusedwith the lymphocytes derived from the spleen of mice immunized with the virus. The mAbs were tested fortheir specificity by enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) and western blotting using formaldehydeinactivated virus and normal allantoic fluid as antigens. Twelve mAbs specific against AIV were isolatedand 8 mAbs were used for immunodetection of AIV antigen in chicken’s tissues. By indirect ELISA, themAbs were able to detect AIV antigen in allantoic fluid at the titre as low as 2-2 to 2-4 HA units per 0.1 ml.By immunoperoxidase staining AIV–antigen was detected in paraffin embedded tissues of AIV-infectedchickens. AIV antigen was not detected in chickens which were confirmed to be AIV negative. In theinfected chickens, high intensity of AIV antigen was detected in proventricle gland and small intestine.The AIV antigen with a lesser intensity was detected in lungs and spleen but hardly detected in muscle,brain and several other tissues. This study show clear evidences that mAbs produced in this study areapplicable for use in the detection of AIV antigen in infected chickens.

Pelacakan Kasus Flu Burung pada Ayam dengan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction* (DETECTION OF AVIAN INFLUENZA IN CHICKENS BY REVERSE TRANSCRIPTASE POLYMERASE CHAIN REACTION)

Jurnal Veteriner Vol 13, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avian Influenza (AI) or Bird Flu is a fatal zoonotic disease caused by highly pathogenic avian influenza(HPAI) virus of H5N1 sub-type. The disease is still endemic in Indonesia. This study was conducted toinvestigate AI cases in chickens in Bali. Virus isolation was performed in 9 day-old embryonated chickeneggs, and then followed by serologic testing by haemaglutination (HA) and Haemaglutination Inhibition(HI) assay using standard microtiter procedure. All of the samples were further tested with reversetrancriptasepolymerase chain reaction (RT-PCR). All work has been done in the Biomedical and MolecularBiology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, during the period2009-2011. A total of ten samples were examined A total of ten chicken samples consisting of 6 fieldsamples and 4 meat samples have been confirmed to be AIV H5N1. All field cases showed clinical signsand gross pathology that were typical to the infection of avian influenza. The result indicates that AI casesare still prevalent among chickens in Bali.

Dinamika Bisnis Veteriner Peternakan Kambing Perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng Tahun 2014

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari peternakan kambing perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Variabel yang digunakan adalah input (biaya produksi) dan output (hasil produksi). Variabel operasional dari penelitian ini mencakup analisis produksi, ekonomi veteriner, dan peternakan kambing perah. Data dikumpulkan dengan cara wawancara yang dilakukan kepada setiap responden dengan menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan sebagai panduan. Jumlah responden yang diwawancarai adalah sebanyak 21 peternak yang merupakan anggota dari kelompok tani ternak Sumber Rejeki di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode analisa deskriptif melalui survei dan observasi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner dengan responden. Disimpulkan bahwa peternakan kambing perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng pada tahun menghasilkan pendapatan pengelola per ekor per bulan rata-rata Rp 277.500.

Respon Imun Itik Bali Pascavaksinasi Newcastle Disease

Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon imun itik terhadap vaksinasi Newcastle Disease (ND), serta waktu yang diperlukan agar terbentuk titer antibodi yang protektif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan waktu sebagai perlakuan. Objek penelitian menggunakan serum itik Bali. Pengambilan darah pravaksinasi dilakukan pada umur tiga minggu, pada umur empat minggu dilakukan vaksinasi secara sub kutan. Pengambilan darah pascavaksinasi dilakukan empat kali dengan interval waktu satu minggu, diambil dari vena tibialis cranial dengan spuite satu cc, dan serum dipindahkan ke dalam tabung Eppendorf. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI), dan dinyatakan dalam Geometric Mean Titer (GMT) dengan satuan Log 2. Rerata titer antibodi pravaksinasi adalah 0,83±0,408 Log 2. Sedangkan rerata titer antibodi minggu ke-1,2,3 dan 4 pasca vaksinasi adalah 2±0,632 Log 2, 5,5±1,225 Log 2, 1,2±0,983   Log 2, dan 0,16±0,408 Log 2. Dapat disimpulkan titer antibodi protektif (?2?) pada minggu ke-2 pascavaksinasi.

Penambahan Tepung Temulawak dalam Pakan Meningkatkan Respon Imun Ayam Pedaging Pascavaksinasi Flu Burung

Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flu burung merupakan penyakit viral pada unggas yang bersifat zoonosis, akut, dan mematikan yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Masalah yang sering terjadi saat vaksinasi, tidak semua vaksin akan menghasilkan titer antibodi yang tinggi akibat berbagai sebab. Oleh karena itu diperlukan penggertak sistem imun (immunomodulator) tambahan. Salah satu senyawa dalam tanaman yang bersifat immunomodulator adalah kurkuminoid yang banyak terkandung pada temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.). Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam pedaging umur 14 hari yang dibagi menjadi 4-empat kelompok, yaitu kelompok kontrol (P0), kelompok yang diberikan penambahan tepung temulawak 10 g/kg pakan (P1), penambahan tepung temulawak 20 g/kg pakan (P2), penambahan tepung temulawak 30 g/kg pakan (P3). Pengambilan sampel darah dilakukan satu kali yaitu pada umur 25 hari. Pemeriksaan titer antibodi AI dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Titer antibodi selanjutnya dianalisis menggunakan uji sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian didapatkan titer antibodi 5,6 HI log 2 (penambahan tepung temulawak 10 g/kg pakan), 5,8 HI log 2 (penambahan tepung temulawak 20 g/kg pakan) dan titer antibodi tertinggi yaitu 6 HI log 2 (penambahan tepung temulawak 30 g/kg pakan), hal ini menunjukkan bahwa penambahan tepung temulawak pada pakan dapat meningkatkan titer antibodi pascavaksinasi (P<0,05).

Titer Antibodi Pada Anjing Ras dan Persilangan 6 Bulan Pasca Vaksinasi Rabies

Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan vaksinasi terus ditingkatkan untuk memberantas penyakit rabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi 20 ekor anjing ras dan persilangan, 6 bulan pasca vaksinasi Rabisin Merial Prancis yang dilakukan di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Darah diambil dari vena cephalica kemudian dibiarkan agar terjadi pemisahan serum dan darah. Serum dipindahkan ke dalam eppendorf dan disentrifugasi kemudian diuji ELISA dengan metode Pusvetma, Surabaya. Hasil penelitian didapatkan bahwa 19/20 sampel (95%) memiliki antibodi protektif dengan rata-rata nilai OD 0,9 IU (nilai OD > 0,5 IU), sedangkan sisanya tidak memiliki antibodi protektif dengan nilai OD 0,4 IU. Tingginya persentase antibodi protektif, menunjukkan bahwa pelaksanaan vaksinasi telah memberikan respon imun yang baik.