Articles

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BUS TRAYEK TERBOYO – MANGKANG BERDASARKAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (STUDI KASUS : PERUM DAMRI UABK SEMARANG)

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 3, No.1, Januari 2008
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.423 KB)

Abstract

Perum DAMRI adalah institusi publik yang memberikan fasilitas transportasi. Selama enam tahun terakhir, penjadwalan bus dipegang oleh DAMRI, beberapa kali mengalami pergantian sistem, yaitu penggunaan sistem plafon (oleh observasi rit) dan sistem timetabled (oleh tiket). Penggantian sistem disebabkan meningkatnya biaya operasi jika menggunakan sistem sebelumnya. Tetapi pada waktu itu, DAMRI tidak melakukan evaluasi biaya operasi yang jelas. Evaluasi komponen sebagai bagian dari biaya operasi diperlukan. Selain itu juga diperlukan penelitian ekspektasi dari semua stakeholder untuk pilihan sistem.Hasil menunjukkan biaya operasi dari setiap bus-km yang diperlukan oleh Perum DAMRI lebih besar untuk penjadwalan sistem timetabled Rp 3.338,58 / bus-km dibandingkan dengan penjadwalan sistem plafon Rp 3.336,73 / bus-km untuk plafon. Perbedaan ini tergantung pada komponen biaya tidak langsung yaitu biaya petugas kru bus. Walaupun dalam kalkulasi biaya tidak ada perbedaan, tetapi secara operasional, hasil kuesioner merekomendasikan penggunaan sistem plafon yang dipilih oleh 64,29% kru bus, 53,33% staf DAMRI, dan 69% penumpang. Kata kunci : penjadwalan bus, biaya operasi, plafon, timetabled   Perum DAMRI is the public institution which facilitate people transportation. During the last sixth year, bus scheduling embraced by DAMRI, several times experience of the system commutation, that is use of plafond system (by rit observation) and timetabled system (by ticket). The system replacement because of increasing operating expenses if remain to the previous system. But during the time, in DAMRI itself there are no clear evaluation of the operating expenses. Evaluation to component representing the part of operating expenses is needed. Others, also need research of expectation of all stakeholder for the system choice.The result shows that, operating expenses of per bus-km released by Perum DAMRI is bigger for timetabled system scheduling compared to plafond system scheduling, that is Rp 3.338,58 / bus-km for timetabled and Rp 3.336,73 / bus-km for plafond. This difference relied on component of indirect expenses that is officer expense besides bus crew. Although in expense calculation there no difference, but operationally, the result from questionair recommended to used the plafond system which choosed by 64,29% of bus crew, 53,33% of DAMRI staff, and 69% of passenger Keyword : bus scheduling, operating expenses, plafond, timetabled

PENENTUAN RECEIVED DATE DENGAN LOAD-ORIENTED MANUFACRURING CONTROL

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 3, No.1, Januari 2008
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.348 KB)

Abstract

Salah satu kunci kompetitif sebuah perusahaan make to order adalah ketepatan dalam pemenuhan waktu penerimaan pesanan pada konsumen yang telah dijanjikan perusahaan ( received date). Penentuan received date yang selama ini dilakukan oleh JI  kurang tepat karena hanya memperkirakan waktu sekitar 10 – 12 minggu tanpa mempertimbangkan faktor produksi. Penelitian ini merancang received date dengan model load-oriented manufacturing control dimana penentuan received date didasarkan pada perhitungan manufacturing lead time yang mempertimbangkan waktu pengiriman order ke konsumen, kapasitas yang tersedia pada tiap stasiun kerja, waktu proses pada stasiun kerja dan aliran produksi di lantai produksi. Hasil validasi perhitungan  penentuan received date order sesuai  dengan sistem produksi PT JI dan lebih valid dibanding sistem awal. Kata kunci : make to order, received date, manufacturing leadtime, load-oriented manufacturing control  One of the competitive key of a make to order company is the accuracy in fulfilling orders which has been promised by the company towards the consumers (received date). Determining received date which has been applied by JI recently is not sufficient because it only predicts 10-12 weeks of time without considering production factors. This research designs received date with load-oriented manufacturing control model where determining received date is based on calculating manufacturing lead time that considers the time needed to deliver orders to the consumer, capacity available for each work station, work station process time, and production flow within the production floor.  Validation results from the calculations for determining received date order is adjusted to PT JI  production system and is more valid than the first system. Keywords : make to order, received date, manufacturing leadtime, load-oriented manufacturing control

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BUS TRAYEK TERBOYO – MANGKANG BERDASARKAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (STUDI KASUS : PERUM DAMRI UABK SEMARANG)

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 3, No.2, Tahun 2008
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.785 KB)

Abstract

 Perum DAMRI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas memfasilitasi transportasi rakyat. Selama kurang lebih enam tahun terakhir, penjadwalan bus yang dianut Perum DAMRI beberapa kali mengalami pergantian sistem, yaitu penggunaan sistem Plafon (sistem pengawasan rit) dan sistem timetabled/sistem pengkarcisan. Penggantian sistem tersebut dikarenakan adanya kenaikan biaya operasional jika tetap memberlakukan sistem sebelumnya. Namun selama ini, di dalam DAMRI sendiri belum terdapat evaluasi yang jelas mengenai kenaikan biaya operasional tersebut. Oleh sebab itu diperlukan evaluasi terhadap komponen-komponen yang merupakan bagian dari biaya operasional. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian mengenai harapan semua stakeholder untuk pemilihan sistem yang diberlakukan. Dari hasil penelitian, besar biaya operasional per bus-km yang dikeluarkan oleh Perum DAMRI jika diberlakukan sistem penjadwalan timetabled lebih besar dibandingkan jika menggunakan sistem penjadwalan plafon, yaitu Rp 3.338,58/bus-km untuk penjadwalan timetabled dan Rp 3.336,73/bus-km untuk penjadwalan plafon. Perbedaan ini terdapat pada komponen biaya tidak langsung yaitu biaya pegawai selain awak kendaraan. Walaupun secara perhitungan biaya tidak ada perbedaan, namun secara operasional yaitu dari hasil kuesioner direkomendasikan untuk memberlakukan sistem plafon. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa bahwa 64,29% awak kendaraan, 53,33% staf Perum DAMRI UABK Semarang dan 69% penumpang bus DAMRI lebih memilih sistem plafon dibandingkan dengan sistem timetabled.Kata kunci : penjadwalan bus, biaya operasional, plafon, timetabled  Perum DAMRI is the public institution which facilitate people transportation. During the last sixth year, bus scheduling embraced by DAMRI, several times experience of the system commutation, that is use of plafond system (by rit observation) and timetabled system (by ticket). The system replacement because of increasing operating expenses if remain to the previous system. But during the time, in DAMRI itself there are no clear evaluation of the operating expenses. Evaluation to component representing the part of operating expenses is needed. Others, also need research of expectation of all stakeholder for the system choice. The result shows that, operating expenses of per bus-km released by Perum DAMRI is bigger for timetabled system scheduling compared to plafond system scheduling, that is Rp 3.338,58 / bus-km for timetabled and Rp 3.336,73 / bus-km for plafond. This difference relied on component of indirect expenses that is officer expense besides bus crew. Although in expense calculation there no difference, but operationally, the result from questionair recommended to used the plafond system which choosed by 64,29% of bus crew, 53,33% of DAMRI staff, and 69% of passenger. Keyword : bus scheduling, operating expenses, plafond, timetabled

DISAIN SISTEM DATABASE ORDER PRODUKSI PADA DEPARTEMEN LOOM – WEAVING 4, DIVISI DENIM PT APAC INTI CORPORA

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.363 KB)

Abstract

Penjadwalan dalam organisasi industri mempunyai peranan penting terutama pada level operasional. Untuk mencapai sebuah penjadwalan yang baik, semua data pendukung harus diatur untuk mendukung proses penjadwalan. Departemen Loom-Weaving 4, Divisi Denim, PT. APAC INTI Corpora, khususnya pada Departemen PPC membutuhkan sebuah sistem database untuk mendukung proses penjadwalan. Untuk menjalankan fungsinya, Departemen PPC membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan aktual untuk dibagi dengan bagian Marketing sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menerima atau menolak order dan menginformasikan status pembuatan order. Departemen PPC juga harus menyediakan informasi untuk pelaksanaan pembelian order oleh Departemen Produksi. Penelitian ini mengembangkan sebuat sistem database untuk memfasilitasi PPC dalam manajemen data dan menyediakan informasi order. Sistem database didesain untuk menyediakan bantuan dalam penyimpanan data order, pelaporan produksi dan merencakan perbaikan jika terdapat order tambahan. Kata Kunci: penjadwalan, order produksi, sistem database     Abstract   Scheduling in an industrial organization has an important role especially in operational level. To reach a good scheduling, all of the assistive data have to be arranged to support the scheduling process. Loom Department at Weaving 4 - Denim Division, PT Apac Inti Corpora, especially at PPC Department needs a database system to support the scheduling process. In running its function PPC Department required to provide the information quickly, accurate and actual to share with Marketing as base of decision making in accepting or refusing an order and inform the status of order workmanship. PPC Department also must provide the information for buyer order execution by Production Department. This research develops a database system to facilitate the PPC in managing data and provide the order information. Database system is designed to provide aid in archives of order data, production reporting, and plan revise when there is additional order. Keyword : sheduling, production order, database system

ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN KREATIVITAS INDUSTRI KERAJINAN BATIK

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.992 KB)

Abstract

Industri kreatif merupakan salah satu industri yang saat ini menjadi strategi pembangunan industri di Indonesia. Industri batik merupakan salah satu industri kreatif  yang termasuk dalam sektor kerajinan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kreativitas dan perbedaan faktor dominan pengembangan kreativitas di industri batik berskala kecil, menengah, dan besar, sehingga dari ketiga skala industri ini dapat dilakukan upaya-upaya pengembangan kreativitas. Penelitian dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan angket pada ketiga kelompok industri batik. Obyek penelitian adalah PT. Tri Ratna Batik (industri kecil), CV. Tobal Batik (industri menengah), dan PT. Batik Danar Hadi (industri besar). Variabel yang diteliti pada ketiga industri yaitu SDM kreatif, pekerjaan kreatif, konteks organisasi, lingkungan, dan inovasi produk. Berdasarkan data observasi dan penilaian angket yang telah valid dan teruji keandalannya, ketiga industri sama-sama kreatif, karena total nilai mean dan modus secara keseluruhan berada pada rentang 3.01 sampai 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada: (1) variabel SDM kreatif yaitu motivasi, bakat/minat, komunikasi, dan kompetensi; (2) variabel pekerjaan kreatif yaitu pekerjaan, kepemimpinan, dan kewirausahaan; (3) variabel konteks organisasi yaitu kinerja perusahaan, kebijakan, struktur dan budaya organisasi, serta sistem komunikasi; (4) variabel lingkungan yaitu pemberdayaan sumberdaya eksternal, teknologi, persaingan, dan peraturan pemerintah; (5) variabel inovasi produk yaitu desain, bahan, alat, dan pemanfaatan limbah batik. Secara keseluruhan, pada semua variabel terdapat faktor-faktor yang mendukung pengembangan kreativitas. Faktor dominan pada variabel SDM kreatif terletak pada komunikasi (IK, IB), dan motivasi (IB). Faktor dominan pada variabel pekerjaan kreatif adalah pekerjaan (IK) dan kepemimpinan (IM, IB).  Faktor dominan variabel inovasi produk adalah desain (IK, IM, IB) dan juga alat (IM). Faktor dominan variabel konteks organisasi ketiga industri, sama, yaitu kebijakan. Faktor dominan variabel lingkungan adalah sama pada ketiga industri yaitu pemberdayaan sumber daya eksternal. Ketiga industri termasuk dalam kategori kreatif, meskipun faktor dominan pengembangan kreativitas pada ketiga industri, berbeda. Kreativitas masih perlu ditingkatkan, terutama pada faktor kritis. Pada industri kecil dan besar, faktor kritisnya adalah alat. Kedua industri harus mengembangkan kreativitas mereka agar dapat membuat inovasi alat sendiri, sehingga tidak memiliki ketergantungan terhadap pengrajin alat dan impor luar negeri. Faktor kritis di industri menengah yaitu teknologi, dimana industri ini sebaiknya membuka diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Kata kunci : industri kreatif, industri batik, faktor-faktor pengembangan kreativitas   Abstract This research aims to identify the factors which influence the development of creativity and the differences of the dominant factors in the development of creativity in a small, medium, and large batik industry, so that from those kinds of industries can be practiced the efforts in the development of creativity. This research employed observational method, interview, and questioner on those kinds of batik industries. The subjects of this research were PT. Tri Ratna Batik as a small industry, CV. Tobal Batik as a medium industry, and PT. Batik Danar Hadi, as a large industry. The variables which are researched on those kinds of batik industries are the creative human resource, the creative work, the organizational context, the environment, and the product innovation. Based on the observational data and questioner that are valid and reliable, those kinds of batik industries are as creative as, because total mean value and modus is in the range 3.01 – 4. Overall, all of variables have supported factors in the development of creativity. The dominant factors on the creative human resource variable are communication (IK, IB) and motivation (IB). The dominant factors on the creative work variable are work (IK) and leadership (IM, IB). The dominant factors on the product innovation variable are design (IK, IM, and IB) and product (IM). The dominant factors on the organizational context variable for those kinds of industries are same, policy. And the dominant factors on the environment variable for those kinds of industries are same, external resource development. Three kinds of industries include on creative category, in spite of the differences among the dominant factor of the development creativity in those kinds of industries. The creativity needs increasing, especially in critical factor. In the small and large industries, the critical factor is product. These kinds of industries have to develop their creativity thus can produce their own product innovation, so that they don’t have a dependency with product maker and product import. The critical factor in medium industry is technology, where this industry should open itself in technology and era development. Key words: creative industry, batik industry, factors in development of creativity.  

REDISAIN LAYOUT DAN PROSEDUR UNTUK REDUKSI WAKTU SETUP GUDANG KOMPONEN

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.318 KB)

Abstract

Gudang berperan sebagai distributor untuk menyalurkan bahan baku menuju jalur produksi. Respon gudang dalam menyuplai bahan baku berkaitan dengan proses penyiapan yang mempengaruhi waktu setup komponen bahan baku untuk dikirim ke lini perakitan. Jumlah produksi dari lini perakitan yang bertambah dari 160 unit menjadi 200 unit per bulan menuntut waktu setup yang lebih pendek dari pihak gudang bahan baku. Selama ini waktu set-up yang diperlukan untuk 1 lot produksi atau 40 unit produk adalah berkisar antara 5 – 7 hari. Dalam penelitian ini dilakukan pengaturan ulang tata letak dan perbaikan terhadap prosedur setup di gudang bahan baku untuk mengurangi waktu penyiapan komponen rakitan sebelum masuk ke jalur produksi. Hasil dari pengaturan ulang tata letak dan perbaikan prosedur ini adalah penghematan ruang sebesar 5 %, eliminasi aktivitas setup yang tidak perlu yang menghasilkan waktu setup yang lebih pendek, dan  prosedur baru penyiapan komponen yang lebih efisien. Kata kunci: gudang bahan baku, proses penyiapan, tata letak, waktu setup.     Abstract   Storage have a function to distribute materials to production line. Storages respon in time supplying materials influenced by preparation process  known as component setup  process. Increased production quantity in production line from 160 units to 200 units per month press for shorter storages setup time. All this time setup time for one production lot or 40 units range from five to seven days. This research try to improve setup prosedur to reduce component preparation time before entered production line. Research include redesign of storage layout. The results show improvement by 5 percent saving in space, elimination of unnecessary preparation activity resulting in shorter setup time, and the new preparation procedure  that more efficient. Key word: layout, materials storage, preparation process, setup time.

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI TOKO EMAS

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 5, No.1, Januari 2010
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.442 KB)

Abstract

Toko emas merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli perhiasan emas yangmemiliki karakteristik bisnis yang spesifik. Kegiatan bisnis yang ada antara lain pembelian emas darisupplier maupun pelanggan, penyimpanan emas, baik berupa emas batangan maupun emas berdisain,penjualan emas, dan sistem gadai. Pada penelitian ini, dirancang sistem informasi untuk memenuhikebutuhan administrasi dari proses transaksi emas tersebut termasuk mengakomodir pergerakan emassecara FIFO. Hasilnya berupa sistem informasi Toko Emas berbasis web untuk efisiensi empat fungsipelayanan yaitu fungsi pembelian, penyimpanan, penjualan dan pegadaian.Kata kunci: Sistem Informasi, Toko Emas, FIFO. Gold store is a kind company move in gold jewelry selling that have a specific businesscharacteristic. Its business process involve buying gold from the suppliers or customers, gold inventory,including solid gold or designed one, gold selling, and pawn system. This research designing aninformation system to fulfill administration need from gold transaction process, including inaccommodate FIFO flow transaction. The result is a web-based information system for gold store thatsupporting in four service functions there are buying, storing, selling and pawning function.Key words: Information system, Gold store, FIFO.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER UNTUK EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PAKAN PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.679 KB)

Abstract

Dalam usaha penggemukan sapi potong, upaya meningkatkan produktivitas ditentukan oleh faktor makanan. Hal ini dikarenakan harga jual sapi ditentukan oleh berat badan hidup dan kualitas dagingnya, sehingga pengaturan dan manajemen pakan yang baik akan berpengaruh secara signifikan pada efisiensi usaha. Demikian pula dengan berbagai pakan alternatif yang murah namun memiliki nutrisi yang tinggi, memunculkan peluang, untuk melakukan perbaikan ransum pakan ternak. Proses penggemukan sapi juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi ternak, yang bersifat unik satu dengan yang lain. Ketiadaan sistem informasi yang tepat untuk menentukan kebutuhan komposisi pakan ternak yang sesuai mengakibatkan upaya penggemukan tidak berjalan optimal. Untuk itu diperlukan dikembangkan suatu bentuk sistem informasi yang mampu mencatat secara akurat kebutuhan pakan sapi berdasar kenaikan beratnya, dan juga mampu menentukan komposisi pakan yang tepat dari berbagai alternatif pakan murah bernutrisi tinggi. Dengan adanya perangkat lunak CAFA System (Cattle Fattening System) yang memanfaatkan basis data pakan dan ternak diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemberian pakan ternak. Kata kunci: perangkat lunak, CAFA System, basis data, efisiensi, pakan ternak    In the fattening of cattle, efforts to increase productivity is determined by dietary factors. This is because beef prices are determined by the weight of living and quality of the meat, so the arrangement and management of good food will impact significantly on business efficiency. Similarly, various alternative feed is cheap but has a high nutrition, led to opportunities, to improve livestock feed rations. The process of fattening cattle is also influenced by various conditions of livestock, which are unique to one another. The absence of appropriate information systems to determine the need for animal feed composition according to lead the efforts of fattening is not running optimally. Therefore we need to develop a form of information system which is able to record accurately the needs of increasing severity based cattle feed, and also able to determine the exact feed composition of the various alternatives cheap high nutritious food. With this software CAFA System (Cattle Fattening System) which utilizes a database of feed and livestock is expected to improve efficiency and effectiveness of feeding livestock. Keywords: software, CAFA System, database, efficiency, animal feed

ANALISIS EFISIENSI DISTRIBUSI LISTRIK UNIT PELAYANAN JARINGAN DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) Studi Kasus di Area Pelayanan Jaringan Kudus, PT. PLN (Persero)

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.678 KB)

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting namun masih ditemukan inefisiensi dalam proses distribusi listrik, salah satunya bisadilihat di Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) dari sistem distribusi listrik. Inefisiensi dapat terjadi dalam 2 (hal) terutama pada penggunaan sumber daya (asset) dalam upaya distribusi , dimana ada kemungkinan terdapat UPJ tidak mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia dalam penyampaian listrik, dan kedua kerugian. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis efisiensi untuk UPJ sehingga perusahaan dapat mengambil langkah-langkah menuju perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan produktivitas dapat dioptimalkan operasi dan mengurangi kerugian. Untuk menentukan efisiensi masing-masing UPJ dalam penelitian ini menggunakan Data Supplier Analysis (DEA) method. DEA merupakan metode non parametik berbasis program linier yang bekerja dengan langkah-langkah untuk mengidentifikasi unit yang akan dievaluasi, unit input dan output. Kemudian menghitung nilai produktivitas dan mengidentifikasi unit yang tidak menggunakan input secara efisien atau efektif menghasilkan output. Dari penelitian ini kami menemukan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi diantara jaringan tegangan menengah panjang (1& 3 fase), panjang jaringan tegangan rendah, kapasitas transformator (1 & 3 fase), jumlah gardu, panjang sambungan rumah (1 & 3 fase), energy listrik yang terjual. Kemudian dari delapan UPJ yang diteliti ada tiga UPJ efisien. Perbaikan menurut DEA dapat dilakukan dengan meningkatkan atau menurunkan variabel dari studi ini sepi, tetapi operasional untuk meningkatlan efisiensi bisa dilakukan dengan pemeliharaan asset yang ada, mengubah konfigurasi jaringan atau dengan promosi .Kata Kunci: Kerugian, Efisiensi, Analisis Data Supplier (DEA), Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Electricity is one of the most vital needs, but still found inefficiencies in this electrical distribution process, one of which can be seen in the Unit Pelayanan Jaringan(UPJ) of the electrical distribution system. Inefficiencies can occur in 2 (two) things: first on the use of resources (assets) in its distribution efforts, where there may exist a UPJ is not optimizing the use of available resources in the electricity delivery, and second, the losses. Hence, it required an analysis of efficiency for UPJ so that companies can take steps towards continuous improvement for increased productivity can be optimized operations and reduce losses. To determine the efficiency of each UPJ in this study used the Data Envelopment Analysis (DEA) method. DEA is a non-parametric method based on linear programming that works with steps to identify the units that will be evaluated, the input and output units. Then calculate the value of productivity and identify the units which do not use inputs efficiently or effectively produces no output. From this research we found that the factors affecting inefficiency are among the long medium voltage network (1 & 3 phase), the length of low voltage network, the capacity of transformer (1 & 3 phase), the number of substations, the length of house connections (1 & 3 phase), the electrical energy ready to sell as well as electric energy sold. Then from eight UPJ under study there are three UPJ inefficient. Improvements according to the DEA can be done by raising or decreasing the variable of this study for its slack but operationally to improve efficiency can be done with the maintenance of existing assets, change the network configuration or with a promotion.Key Word : Losses, Efisiensi, Data Envelopment Analysis (DEA), Unit Pelayanan Jaringan (UPJ)

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JASA BERBASIS LAYANAN PELANGGAN (STUDI KASUS PT. GLORA KARYA MAKMUR, BAWEN)

J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 1, No.3, September 2006
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.208 KB)

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang industri akan mengakibatkan persaingan atau kompetisi menjadi semakin ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi pada perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang atau manufaktur saja. Persaingan juga terjadi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Untuk memenangkan persaingan tersebut semua perusahaan, dalam hal ini yang bergerak di bidang jasa, tentu saja harus meningkatkan pelayanannya kepada konsumen. PT. Glora Karya Makmur adalah perusahaan yang  bergerak di bidang jasa transportasi barang.. Dalam melaksanakan kegiatannya PT. Glora Karya Makmur mendistribusikan produk Coca – Cola berdasarkan delivery order yang diberikan oleh pihak Coca Cola ke sales centre –sales centre tersebut. Permasalahan yang dihadapai adalah perusahaan belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan akan informasi yang cepat dan akurat, hal ini  disebabkan karena belum adanya sistem informasi berbasis layanan pelanggan yang handal dalam menangani delivery order dari pelanggan.                 Sistem informasi yang akan dikembangkan adalah sistem informasi transportasi (SITASI) yang menggunakan arsitektur database client-server. Dalam merancang sistem ini lebih dulu dilakukan analisis sistem yang lama dengan menggunakan IDEFø. Pemodelan IDEFø juga digunakan pada saat merancang sistem yang baru Setelah dilakukan perancangan sistem yang baru dan mengembangkannya dalam bentuk perangkat lunak, dihasilkan dua interface utama yaitu interface untuk perusahaan (PT. GKM) dan interface untuk pelanggan (PT. Coca –Cola) yang saling terhubung dengan database yang sama. Dengan adanya perangkat lunak SITASI ini maka prosedur kerja antara kedua perusahaan akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat, dan pelanggan akan lebih puas dengan kinerja yang diberikan oleh perusahaan. Kata kunci    : client-server,IDEFø,SITASI,layanan pelanggan.

Co-Authors Abdul Rohmad, Abdul Adityo R Afina Fauziyyah, Afina Aga Kurniawan Agus Yuni Kristanto, Agus Yuni Ahmad Harris Erdiawan, Ahmad Harris Ahmad Kamil Ahmad Nur Ismail Aldo Ghufron Hermawan Amalia Amalia Analisa Listanti, Analisa Ananda Wien Dinasty Apik Budi Santoso Apriyanto, Mulono Apriyanto, Mulono Arfan Bakhtiar Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Aries Andjar Sulistyono Ario Rahadhi, Ario Ary Arvianto Astutik, Sri Dewi Atyoko Utomo Audy Yumna Ardila, Audy Yumna Bambang Purwanggono Bayu Nugroho Berkah Fajar Tamtomo Kiono Berty Dwi Rahmawati Bowie Adriano, Bowie Bregas Widya Pratama, Bregas Widya Cahyaningrum, Salsabila Mayori Chairani Chairani Darminto Pujotomo Demas Haryo Bismantoko, Demas Haryo Denny Nurkertamanda Dessy Tri Astuti Dewi, Arum Kusuma Diana Puspita Sari Dimas Haryo Adrian Dwi Novita Purnaningtyas Dyah Ika Rinawati Earliera Putri Dwianita, Earliera Putri Eka Nurul Ilahiyyah, Eka Nurul Eko Adi Saputro Estie Susanti Faisal Adi Surya Efendi, Faisal Adi Surya Fitria . Galih Setyo Pambudi, Galih Setyo Garda Kharisma Sidanta, Garda Kharisma Gema Mahardhika, Gema Gemilangdewa Anjarani Adhi, Gemilangdewa Anjarani Ghazi Naufal Mu’azd, Ghazi Naufal Hadi Hadi Hadi, Miftakhul Handayani Tri Wijayanti Hanifah, Utik Milati Hasan Mastrisiswadi Helaria Ardelia Wigi Kusuma, Helaria Ardelia Hermawan, Arief Yulianto Heru Prastawa Hery Suliantoro Imanuel, Andy Khaerunnisa, Enis Khoiri Rozi Komsi Koranti Kumara Pinastika Dharaka, Kumara Pinastika Lestiyono, Sidik Mochammad Sidiq Saifuddin Prasetyo, Mochammad Sidiq Saifuddin Monika Suhalim muhammmad abror, muhammmad Mulianto Pandiangan Munawwaroh, Siti Muthiah Hanifah, Muthiah Mutia Manarisa Naela Karima Nahdiar Rezky Marsya Ni Putu Sriyusielani D Nia Budi Puspitasari Nor Chasanah Novie Susanto NUR FADILAH Nurjoko, Nurjoko Pentika Pulung Sari Pramudityo Imam Nugroho Prasista Astasari Priambudi Surya Saputra, Priambudi Surya Projo Mukti Rifai, Projo Mukti Purbasari, Intan Purwadi Suhandini Putra Indra Prayogo, Putra Indra Putri, Nurrahim Adhadina Eka R Purwaningsih, R Rachel Yessica Winarti, Rachel Yessica Rani Rumita Raymond Binsar Pandiangan Reza Akbar Yoesoef, Reza Akbar Riri Indah Lestari, Riri Indah Riwanda Sayudha Graha Rizky Kurnia Gusprita Rochmatun, Habibah Sahri Sahri Samrotul Rizqiyah, Samrotul Sarsa Surya Rizkita, Sarsa Surya Shinta Priani Priani Sholiha, Arina Sinaga, Geertaria Siti Almaidah, Siti Soegiarto Soegiarto, Soegiarto Sri Harmianto Sri Hartini Sri Karnila Suharti Suharti Suhartoyo Suhartoyo, Suhartoyo Sunarko Sunarko Suroso Suroso Susatyo Nugroho W.P Sutardji Sutardji Sutedi, Sutedi Tiara Candra Devi Tjaturahono Budi Sanjoto Tridoyo Tridoyo Tukidi Tukidi, Tukidi Utami, Hilda Wahyu Setyaningsih Wati, Titin Koesmia Wiwik Budiawan Yogi Octavian MP Yuhari Andrika Zainal Fanani Rosyada