Iis Sriningsih
Nursing Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN SEBELUM OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RS TUGU SEMARANG

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.026 KB)

Abstract

Terkait adanya stressor pada saat dilakukan pembedahan dengan anestesi spinal sangat penting untuk membuat tubuh selalu dalam keadaan rileks dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat adalah melalui teknik relaksasi. Teknik relaksasi dapat dilakukan dengan metode meditasi, yoga, maupun aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang layak untuk dicoba karena cara tersebut diketahui dapat memberi stimulus positif ke otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Jenis penelitian quasy-experiement denganrancangan one group without control group design dilakukan pada 40 responden yang akan dilakukan operasi dengan spinal anestesi menggunakan Hamilton Rating Scale (HRS-A) untuk menggali kecemasan. Data penelitian dianalisis dengan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbanyak responden sebelum pemberian aromaterapi lavender mengalami cemas berat (40.0%), dan setelah pemberian aromaterapi terbanyak mengalami cemas sedang (42.5%). Hasil uji statisticdengan Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0.00 (<0.05). Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Disarankan agar pemberian aromaterapi dapat dijadikan sebagai alternative menurunkan tingkat kecemasan pada pasien sebelum dilakukan operasi (preoperative anxiety disorder).Kata Kunci: Aromaterapi, lavender, preoperasi, spinal anestesi.

FAKTOR DEMOGRAFI, PENGETAHUAN IBU TENTANG AIR SUSU IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mempunyai target program pemberian ASI eksklusif sebesar 80% dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan kejadian gizi buruk. Program pemberian ASI ekskusif di Kota Magelang tidak mencapai 40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan belah lintang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terhadap 113 ibu bayi usia 0-6 bulan dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling pada 27,4% responden yang memberi ASI eksklusif. Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang tentang ASI (72,6%). Ada hubungan antara  tingkat pendidikan ibu (p=0,043), tingkat penghasilan (p=0,021), dan pengetahuan ibu tentang ASI (p=0,015) dengan pemberian ASI eksklusif. AbstractTo decrease infant mortality and incidence of malnutrition, the Government of Indonesia fixed target of exclusive breastfeeding for 6 months was 80%. Breast-feeding program in the city of Magelang can not reach 40%. The purpose of this study was to determine the relationship between demographic factors, knowledges of mothers with exclusive breastfeeding. This study was an observational study using cross-sectional approach. The collection of data obtained through interviews with 113 mothers of infants aged 0-6 months using a questionnaire, sampling was done by stratified random sampling method. A lot of 27,4% of respondents gave breastfeeding exclusively. The majority of respondents are very poor in exclusive breastfeeding informations. There is relationship between mother education level (p = 0,043), family income (p = 0,021), and knowledge about exclusive breastfee-ding (p = 0,015) with exclusive breastfeeding.Keywords: Demography factor; Science; Exclusive breastfeeding

PENGALAMAN IBU YANG TERDETEKSI HIV TENTANG DUKUNGAN KELUARGA SELAMA PERSALINAN

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus ibu hamil dan melahirkan dengan HIV dari tahun ke tahun semakin meningkat baik di dunia maupun di Indonesia. Permasalahan penelitian adalah bagaimana pengalaman ibu yang terdeteksi HIV tentang dukungan keluarga selama persalinan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Tujuan penelitian untuk menggali pengalaman ibu yang terdeteksi HIV tentang dukungan keluarga selama persalinan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode penelitian survei, dengan delapan partisipan dipilih berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar partisipan mendapatkan dukungan keluarga berupa dukungan emosional, spiritual, financial, dan informasi, sedangkan sisanya tidak mendapatkan dukungan. Dukungan yang didapatkan ibu menimbulkan perasaan bahagia dan tenang. Beberapa partisipan mendapatkan perlakuan negatif akibat stigma dari keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan. Simpulan penelitian adalah perawat maternitas berperan menerapkan asuhan keperawatan melibatkan keluarga yang memperhatikan psikologi, sosial dan spiritual ibu selama persalinan. The number of cases of maternal HIV increased every year in the world or in Indonesia. The research problem was how mothers experience with HIV detectable on family support during delivery their baby with phenomenological qualitative approach. The purpose of the study to explore the experiences of mothers who detected HIV on family supports during delivery their baby with phenomenological qualitative approach. Survey research methods, with eight participants were selected based on purposive sampling. Collecting data using in-depth interviews and data analyzed by thematic analysis. The results showed most participants get family support for emotional, spiritual, financial, and information support, while the rest do not get support. Mothers which get support were feelings happy and calm. Some participants got negative treatment because of the stigma from family and health care providers. Research conclusion, maternity nurses can apply nursing care involves families with psychological, social, and spiritual attention for mother during delivery their baby.

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN SEBELUM OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RS TUGU SEMARANG

Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terkait adanya stressor pada saat dilakukan pembedahan dengan anestesi spinal sangat penting untuk membuat tubuh selalu dalam keadaan rileks dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak.Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat adalah melalui teknik relaksasi.Teknik relaksasi dapat dilakukan dengan metode meditasi, yoga, maupun aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang layak untuk dicoba karena cara tersebut diketahui dapat memberi stimulus positif ke otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Jenis penelitian quasy-experiement dengan rancangan one group without control group design dilakukan pada 40 responden yang akan dilakukan operasi dengan spinal anestesi menggunakan Hamilton Rating Scale (HRS-A) untuk menggali kecemasan. Data penelitian dianalisis dengan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbanyak responden sebelum pemberian aromaterapi lavender mengalami cemas berat (40.0%), dan setelah pemberian aromaterapi terbanyak mengalami cemas sedang (42.5%). Hasil uji statistic dengan Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0.00 (<0.05).Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Disarankan agar pemberian aromaterapi dapat dijadikan sebagai alternative menurunkan tingkat kecemasan pada pasien sebelum dilakukan operasi (preoperative anxiety disorder).

Oksitocyn Massage and Decreasing Height of Uterin Fundus in Multiparous Women

Jurnal Riset Kesehatan Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.885 KB)

Abstract

Uncontrolled hemorrhage that contributes for approximately 20 % -25 % of maternal death makes it the most serious risk. The efforts to prevent hemorrhage postpartum can be done since the third and fourth stage of delivery by giving oxytocin through oral, intra - nasal , intra - muscular , or with a massage that stimulates the release of oxytocin hormone, which cause the involution process. This study aims to determine the effect of oxytocin massage on uterine involution to woman with multiparous postpartum. Research design was an experimental Quasy Case control with 36 respondents. The results shows that the treatment mean from the measurement of the reduction of TFU in the 7th (seven) days was 8.56, the mean of group control was 6.33, p value was 0.0001, t value was 4.919. In conclusion, the oxytocin massage significantly decrease of the Height Uterin Fundus in multiparous postpartum women. While on the remeasurement on the 14th day the treatment mean was 10.00, mean value of control was 9.50, p value was 0.038, t value was 2.513 means that oxytocin massage is no longer significantly decrease the Hight Uterin Fundus for women with multiparous postpartum.

The Influence of Aromatheraphy on the Client’s Anxiety Level Prior To Spinal Anesthesia Operative Procedure

Jurnal Riset Kesehatan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6860.397 KB)

Abstract

A quasy-experimental research with one group without control group design was applied to 40 samples who planned to be operated by a spinal anesthesia using the HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Data of the research was analyzed by using Wilcoxon rank signed. Research results showed that 40% samples experienced severe anxiety level before receiving aromatherapy, and 42.5% samples experienced moderate anxiety level after intervention. Statistical analysis showed that there was a significant effect of aromatherapy on the client’s anxiety level prior to spinal anesthesia operative procedure (p = 0.00). It is recommended to give lavender to clients before getting an operative procedure as a part of a standard operating procedure.

PENGARUH IMMOBILISASI DAN KOMPRESI BANTAL PASIR TERHADAP PENCEGAHAN PERDARAHAN AKSES FEMORAL PASCA PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PCI)

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.01 KB)

Abstract

Immobilisasi dan kompresi bantal pasir merupakan suatu alat dan metode untuk mencegah perdarahan pada akses tusukan pasca tindakan Percutaneus Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan stent koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tindakan immobilisasi dan kompresi bantal pasir dalam mencegah perdarahan pada akses femoral pasca PCI di RSUP Dr Kariadi Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimen terhadap 15 responden paska tindakan PCI yang ditentukan dengan teknik total sampling dalam kurun waktu 1 bulan. Penelitian ini dilakukan dengan observasi sebelum dan sesudah immobilisasi dan kompresi bantal pasir dan hasilnya diolah menggunakan tabel silang dan uji hipotesis Mc Nemar Test dengan SPSS. Hasil yang didapatkan dari uji Mc Nemar diperoleh nilai p = 0.03. Dengan demikian ada pengaruh immobilisasi dan kompresi bantal pasir terhadap pencegahan perdarahan akses femoral pasca PCI di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sehingga disarankan immobilisasi dan kompresi bantal pasir dapat tetap digunakan tetapi harus disertai dengan pengawasan untuk komplikasi lain yang bisa terjadi saat dilakukan perlakuan.Kata kunci: Immobilisasi, Kompresi Bantal Pasir, Pencegahan Perdarahan, Pasca PCI

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN SEBELUM OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RS TUGU SEMARANG

Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.396 KB)

Abstract

Terkait adanya stressor pada saat dilakukan pembedahan dengan anestesi spinal sangat penting untuk membuat tubuh selalu dalam keadaan rileks dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak.Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat adalah melalui teknik relaksasi.Teknik relaksasi dapat dilakukan dengan metode meditasi, yoga, maupun aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang layak untuk dicoba karena cara tersebut diketahui dapat memberi stimulus positif ke otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Jenis penelitian quasy-experiement dengan rancangan one group without control group design dilakukan pada 40 responden yang akan dilakukan operasi dengan spinal anestesi menggunakan Hamilton Rating Scale (HRS-A) untuk menggali kecemasan. Data penelitian dianalisis dengan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbanyak responden sebelum pemberian aromaterapi lavender mengalami cemas berat (40.0%), dan setelah pemberian aromaterapi terbanyak mengalami cemas sedang (42.5%). Hasil uji statistic dengan Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0.00 (<0.05).Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang. Disarankan agar pemberian aromaterapi dapat dijadikan sebagai alternative menurunkan tingkat kecemasan pada pasien sebelum dilakukan operasi (preoperative anxiety disorder).

Aromatherapy Ginger Use in Patients with Nausea & Vomiting on Post Cervical Cancer Chemotherapy

KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chemotherapy is an effective treatment for cancer. However, it causes some side effects which include nausea and vomiting. More than 70% of patients experience nausea and vomiting after chemotherapy. The purpose of this study was to determine the effect of ginger aromatherapy in nausea, and vomiting patients on post cervical cancer chemotherapy. We used a pretest-posttest control group design, using purposive sampling of 60 respondents. We used anti-emetics measurement tool according to Multinational Association of Supportive Care in Cancer (MASCC) to assessed patients complaints. The result showed significant difference in nausea and vomiting group before and after given aromatherapy (p = 0.000); nausea score (p = 0.005) and vomiting score (p= 0.013) from intervention and control group. No significant difference was observed in nausea (p = 0.279), and vomiting (p = 0.276) on control group. Ginger aromatherapy can be used as alternative medication to reduce post-chemotherapy nausea and vomiting.

FAKTOR DEMOGRAFI, PENGETAHUAN IBU TENTANG AIR SUSU IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mempunyai target program pemberian ASI eksklusif sebesar 80% dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan kejadian gizi buruk. Program pemberian ASI ekskusif di Kota Magelang tidak mencapai 40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan belah lintang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terhadap 113 ibu bayi usia 0-6 bulan dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling pada 27,4% responden yang memberi ASI eksklusif. Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang tentang ASI (72,6%). Ada hubungan antara  tingkat pendidikan ibu (p=0,043), tingkat penghasilan (p=0,021), dan pengetahuan ibu tentang ASI (p=0,015) dengan pemberian ASI eksklusif. AbstractTo decrease infant mortality and incidence of malnutrition, the Government of Indonesia fixed target of exclusive breastfeeding for 6 months was 80%. Breast-feeding program in the city of Magelang can not reach 40%. The purpose of this study was to determine the relationship between demographic factors, knowledges of mothers with exclusive breastfeeding. This study was an observational study using cross-sectional approach. The collection of data obtained through interviews with 113 mothers of infants aged 0-6 months using a questionnaire, sampling was done by stratified random sampling method. A lot of 27,4% of respondents gave breastfeeding exclusively. The majority of respondents are very poor in exclusive breastfeeding informations. There is relationship between mother education level (p = 0,043), family income (p = 0,021), and knowledge about exclusive breastfee-ding (p = 0,015) with exclusive breastfeeding.Keywords: Demography factor; Science; Exclusive breastfeeding