0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ELECTRANS APTEKINDO
Yoyo Somantri
Articles
5
Documents
RANCANG BANGUN SISTEM SERVER PULSA ELEKTRIK UNTUK BISNIS PULSA PADA TINGKAT AGEN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2306.958 KB)

Abstract

Dalam dunia bisnis pulsa elektrik terdapat pengklasifikasian seller, dimana setiap seller ataupenjual memiliki tingkatan tertentu, mulai dari Master Dealer, Dealer, Sub Dealer, dan Agent/Retailer.Pelaku bisnis tingkat agen biasanya memiliki jaringan penjualan tertentu saja, mereka melakukanpenjualan hanya kepada orang-orang yang mereka kenal sehingga proses penjualan dapat dilakukantanpa harus bertemu langsung dengan pelanggan. Seorang pelanggan dari seorang agen bisameminta pulsa lewat SMS kepada agen, tetapi terkadang seorang agen tidak memegang handphonepenghasil uangnya, sehingga menyebabkan permintaan pulsa dari pelanggan datang terlambatbahkan sangat terlambat, hal ini merupakan gangguan diluar teknis perangkat network. Sistem serverpulsa elektrik untuk bisnis pulsa pada tingkat agen ini dirancang bertujuan untuk menghindariketerlambatan pemenuhan permintaan pulsa dari pelanggan kepada agen akibat dari kesalahan agentersebut, dimana sistem ini dibangun berbasiskan mikrokontroler ATMega8535 dengan Siemens M35isebagai terminal Receiver Transmitter-nya, dan bahasa program yang digunakan adalah bahasa C,menggunakan CodeVision V2.03.4 Standard Compiler dan komponen antar muka digunakan RS 232berfungsi sebagai penghubung antara ponsel dengan mikrokontroler. Daya yang dibutuhkan untukseluruh sistem 1,25 watt. Prinsip kerja :seorang pelanggan cukup mengirimkan SMS dengan formattertentu apabila ingin melakukan permintaan pulsa kepada agen , maka agen server system (HPSiemens M35i) akan merespon SMS pelanggan tersebut kemudian data tersebut diproses olehsistem minimum ATmega 8535 dan data tersebut dikirimkan kembali oleh HP Siemens M351 ke mainserver system. Lalu main server system merespon SMS dari agen dan akan mengirimkan pulsakepada pelanggan sesuai dengan jenis dan nominal yang diminta oleh pelanggan. Secara sederhanaproses kerja dari sistem ini hanya menggantikan permintaan pulsa dari agen ke server utama yangawalnya dilakukan dengan mengirimkan SMS secara manual menjadi otomatis, dengan syarat bahwaSMS yang dikirim oleh pelanggan sesuai dengan format yang ditentukan dan nomor ponselpelanggan tersebut terdaftar pada sistem server agen ini. Pengujian dilakukan terutama kesesuaianbaudrate antara ponsel dengan mikrokontroler, baudrate ponsel dengan mikrokontroler telah sesuai,yaitu sebesar 19200 bps dengan error 0%. Berdasarkan hasil pengujian tingkat keberhasilan sistemminimum ini masih belum maksimal, hanya mencapai 80% karena penyusunan program masih belumsempurna. Pada rancangan selanjutnya sistem minimum ini akan dikembangkan lagi dan diperbaikisehingga benar-benar dapat diaplikasikan sebagai server pulsa tingkat agen yang dapat berfungsisecara maksimal dan handal.Kata kunci : mikrokontroler, agen server system, dan main server system

Rancang Bangun Trainer Mikrokontroler Berbasis Sensor Passive Infrared Receiver

ELECTRANS Vol 12, No 1 (2013): Volume 12, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sebuah trainer mikrokontroler terdiri dari delapan modul eksperimen yaitu minimum sistem mikrokontroler, modul LED, modul LCD, modul seven segment, modul keypad, modul driver motor, modul LDR, modul sensor pendeteksi gerak (PIR). Hasil pengujian dan pengukuran ini dikonsentrasikan pada aplikasi sensor, untuk membedakan dengan aplikasi pada trainer mikrokontroler yang dibuat peneliti sebelumnya. Hasilnya sensor PIR bekerja dengan baik pada pengujian  tiga jarak pembacaan  yang berbeda menghasilkan tegangan yang tetap dan Kelebihan dari trainer yang menggunakan aplikasi PIR dan LDR dibandingkan dengan LED dan Photo Dioda, dapat dilihat dari jarak pembacaan, sensitivitas, dan tegangan yang dihasilkan oleh sensor, tetapi ada juga kekurangannya yaitu untuk sensor PIR hanya dapat mendeteksi pergerakan manusia saja. 

Rancang Bangun Magnetic Door Lock Menggunakan Keypad dan Solenoid Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno

ELECTRANS Vol 12, No 1 (2013): Volume 12, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.292 KB)

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi mikrokontroler saat ini, sistem keamanan dapat dilakukan dengan menggunakan alat elektronik sebagai pengganti sistem keamanan kunci konvensional. Alat keamanan pintu ini menggunakan solenoid dan mengendalikannya melalui keypad. Alat ini dirancang dengan memanfaatkan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengendali utama, dimana keypad berfungsi sebagai alat input kode password dan memberikan perintah pada mikrokontroler untuk mengendalikan relay. Alat ini bekerja ketika ada masukan berupa kode password melalui keypad, dan jika kode password yang dimasukkan benar maka mikrokontroler akan memberikan input high pada relay untuk mengaktifkan solenoid. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa magnetic door lock ini dapat bekerja dengan baik, hal ini dibuktikan dengan software IDE Arduino bahwa mikrokontroler dapat mendeteksi input keypad dengan baik, delay yang diterapkan untuk mengaktifkan solenoid dapat berjalan dengan baik, dan fitur untuk mengubah dan menyimpan kode password baru dapat berjalan dengan baik.

Pengembangan Microcontroller Embedded System untuk Training Kits

ELECTRANS Vol 14, No 1 (2016): Volume 14, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.124 KB)

Abstract

this paper describes the results of microcontroller training kit without personal computers (PC) in the programming process.  This device is more effective and efficient to apply and have the same performance if the user to program the microcontroller using a PC. Distance measuring sensors added to this device, as an increased feature. This device is used as a training or learning media microcontroller, equipped with component I/O: keypad, push button, LED, seven segment displays, LCDs, stepper motors and sensors. Experiments carried out by conducting trials addition of a proximity sensor on the input. This training kit can function according to design specifications, and performed well as a range discoverer.

Rancang Bangun Inverter sebagai Driver Motor Induksi 3 Fasa

ELECTRANS Vol 14, No 1 (2016): Volume 14, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the last 10 years the development of energy conversion technology has been developing very fast. This is due to the continuous penetration in power electronics to power plants. Estimated more than 85% from every single type of motor which used in industries and domestic applications, induction motor is the most selected choice. The majority of drive in industries are using AC induction motor because of its robust, reliable, and relatively cheap. Induction motor mainly used in constant speed application because voltage supply for frequency variable was not available. The designed inverter circuit in this research was used as a three phase induction motor driver which needs voltage supply of 380 Volts. Besides, the designed inverter was expected to handle a continuous load of 1000 VA. In the design process and the research which conducted consists of simulation stage and building the prototype of inverter circuit as a three phase induction motor driver. At the design and the research that conducted in this paper are consisted of three components, which are sinusoidal PWM circuit, inverter circuit, and low pass passive filter circuit. To reduce the harmonics in the waveform of inverter’s output, then used sinusoidal PWM switching scheme. Therefore the purpose of this research is to know how to design an inverter, the specification of inverter design, and the switching scheme that is used in the inverter. The reason for conducting this research is to pursue the needs of inverter utilities in the industries. The research method that is used in this research is a qualitative method which the inverter design data is compared with the tested prototype.