Irman Somantri
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNPAD Somantri, Irman
Majalah Keperawatan Unpad Vol 13, No 1 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProses keperawatan adalah suatu metode yang tersusun sistematis dan terorganisasi dalam pemberian asuhan keperawatan dengan fokus pada reaksi dan respons unik individu pada suatu kelompok atau perorangan terhadap gangguan kesehatan yang mereka alami, baik aktual maupun potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan diagnosa keperawatan oleh mahasiswa program A 2007 Fakultas Keperawatan UNPAD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Alat pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan focus group discussion (FGD) partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan Unpad sejumlah 10 partisipan dan cara pengambilannya dengan cara purposive sampling yaitu disesuaikan dengan kriteria yang sudah ditentukan dan dengan mengocok nomor pokok mahasiswa program A 2007 untuk mendapatkan 10 dari 150 orang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan panduan diskusi terarah dan alat perekam (handycam). Tema  yang didapatkan adalah pengetahuan, penetapan standarisasi, persepsi fasilitator, model pembelajaran yang digunakan dan motivasi. Diperlukan penelitian lanjutan dengan metode kuantitatif untuk dapat melihat kekuatan hipotesis yang diperoleh. Kata Kunci : Diagnosa, Keperawatan, Kualitatif   ABSTRACT The nursing process is a method of systematically arranged and organized in the provision of nursing care with a focus on the unique reactions and responses of individuals in a group or individual to the health problems they experience, both actual and potential. The aim of this study was to know the description of the factors that affect the determination of nursing diagnoses by the student Regular program A-2007 in Faculty of Nursing Unpad. This study uses qualitative research methods with phenomenological approach. Focus group discussion (FGD) was used  to explore in depth information about the factors that influence the determination of nursing diagnoses student. Subject in this study is a student of Nursing Faculty Unpad. Determination of the number of partisipants is done by quota sampling is to be taken 10 partisipants and how uptake by simple random sampling is to shuffle the basic number of students A 2007 program to get 10 of 150 people. The main instrument in this study is the researchers themselves by using a discussion guide focused and tape recorders (camcorders). The theme of this study are the knowledge gained, setting standards, the perception of the facilitator, the learning models used and the motivation was found. Further research is necessary to be able to see a quantitative method for hypothesis gained strength.   Keywords : Diagnosis, Nursing, Qualitative research
PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI TERHADAP QUALITY OF NURSING WORK LIFE (QNWL) PERAWAT RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG Puspita, Asih Purwandari W; Susilaningsih, F Sri; Somantri, Irman
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7475

Abstract

Perawat sebagai SDM dengan jumlah terbanyak di rumah sakit,mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan dan kualitas rumah sakit. Untuk bisa mencapai tujuan rumah sakit memerlukan perawat yang memiliki komitmen organisasi dan kinerja yang baik, Quality of Nursing Work Life (QNWL) adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi komitmen dan kinerja perawat. Permasalahan perawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung (RSMB) terindikasi memiliki Quality of Nursing Work Life (QNWL) kurang baik yang berdampak pada kurang baiknya komitmen dan kinerja perawat. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait QNWL perawat RSMB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran QNWL perawat RSMB, mengetahui gambaran demografi beserta pengaruhnya terhadap QNWL perawat RSMB Penelitian deskriptif cross- sectional survey ini, melibatkan 94 perawat yang diambil dengan cara kuantitatif. Data dikumpulkan dengan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann Whitney. Penelitian ini dilakukan pada akhir bulan Januari 2017 di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. ‘Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawat di RSMB memiliki nilai QNWL secara keseluruhan dan dimensi-dimensi QNWL yang berada dalam kategori baik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tiga faktor demografi berpengaruh signifikan terhadap QNWL perawat, yaitu: faktor jenis kelamin (p=0.04), umur (p=0.006) dan lama bekerja sebagai perawat (p=0.009). Sedangkan, dari segi status pernikahan (p=0.71), tingkat pendidikan (p=0.71) dan lama bekerja sebagai perawat di RSMB (p=0.173) tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian ini adalah perlu adanya upaya perbaikan komponenkomponen dan faktor-faktor QNWL yang masih bermasalah. Kunci utama terletak pada upaya penerapan sistem penilaian kinerja perawat yang dihubungkan dengan jenjang karir perawat dan sistem penggajian perawat. ABSTRACTNurses as the highest number of human resources in hospital have an important role in achieving the goals and qualities of hospital. In order to achieve the goals, hospitals require nurses who are committed to the organization and have a good performance. Quality of Nursing Work Life (QNWL) is one of the important factors which affect the nurses’ organizations’ commitment and performance. The problem of nurses at Muhammadiyah Hospital Bandung (RSMB) can be identified from the low number of nurses’ QNWL which affect the nurses’ commitment and performance. Therefore, further researches related to QNWL in RSMB nurses are needed. This study aimed to investigate the nurses’QNWL in RSMB, discover demographic factors and its influence on nurses’ QNWL in RSMB. This descriptive cross-sectional survey was conducted on 94 nurses taken by a quantitative manner. The Data were collected through questionnaire and analyzed using non-parametric test of Mann Whitney. This research was conducted at the end of January 2017 at Muhammadiyah Hospital Bandung.The results of this research showed that nurses at Muhammadiyah Hospital Bandung overall have a good level of Quality of Nursing Work Life (QNWL) in each dimensions. The results also showed that three demographic factors significantly influence QNWL of nurses, which are gender (p = 0:04), age (p = 0.006) and length of work as a nurse (p = 0.009). Meanwhile, there is no significant relationship in terms of marital status (p= 0.71), educational level (p= 0.71) and length of work as nurses in RSMB (p=0.173). The implication of this research is the need to improve the problematic components dan factors of QNWL. The main key lies in promoting the evaluation performance system linked to the nurses’ career development opportunities and nurses’ salary.
Efektifitas Terapi Mendongeng terhadap Kecemasan Anak Usia Toddler dan Prasekolah Saat Tindakan Keperawatan A’diilah, Nidaa’; Somantri, Irman
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.27 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i3.287

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa hospitalisasi menjadi saat yang memberikan perasaan tidak nyaman bagianak yang dapat mengakibatkan kecemasan. Hasil studi pendahuluan pada Ruang Anak RS X ditemukan 6 pasienkategori toddler-prasekolah menunjukkan reaksi cemas ketika akan dilakukan tindakan keperawatan, sedangkan4 pasien sebaliknya. Peran perawat dalam hal ini adalah mendukung perilaku koping anak, menstimulasiperkembangannya, dan mengurangi ketidaknyamanan, salah satu caranya dengan terapi mendongeng. Tujuanpenelitian untuk mengetahui pengaruh terapi mendongeng terhadap tingkat kecemasan anak usia toddlerdan prasekolah selama tindakan keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desaineksperimen semu ini menggunakan pendekatan posttest design with a comparison group. Variabel yang digunakanadalah terapi mendongeng dan tingkat kecemasan. Sampel penelitian menggunakan teknik quota purposivesampling, yaitu 15 sampel untuk tiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan mean skor kecemasan toddler4.40, sedangkan prasekolah 1.80, artinya skor kecemasan prasekolah lebih rendah dibandingkan toddler setelahterapi mendongeng. Simpulan penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skor kecemasan pada usia toddlerdan prasekolah setelah pemberian terapi mendongeng. Namun, terapi lebih efektif diberikan kepada prasekolah.
GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEBERSIHAN TANGAN OLEH PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI Ningsih, Shely Silfia Ratna; Noprianty, Richa; Somantri, Irman
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7486

Abstract

ABSTRAKKeselamatan pasien merupakan variabel untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan keperawatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencegah infeksi rumah sakit dengan menjaga kebersihan tangan dengan teknik enam langkah dan lima momen di rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kebersihan tangan oleh petugas kesehatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit Dustira Cimahi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode observasional. Sampel penelitian ini berjumlah 288 kali pengamatan kegiatan oleh petugas kesehatan (dokter, perawat dan mahasiswa praktek) yang terbagi pada shift pagi dan shift sore dengan 84 pengamatan, dan shift malam berjumlah 120 kali pengamatan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan menggunakan work sampling. Hasil menggambarkan bahwa : 1) sebelum kontak dengan pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa yaitu sebesar 89,8 % pada shift malam, 2) sebelum tindakan terhadap pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa sebanyak 89,8% pada shift malam, 3) sesudah kontak dengan pasien sebagian besar kegiatan hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore, 4) sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh mahasiswa sebanyak 82,4% pada shift pagi, dan 5) sesudah kontak dengan lingkungan pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore. Berdasarkan hasil observasi, ketidak patuhan pelaksanaan kegiatan kebersihan tangan disebabkan karena media yang digunakan kurang memadai seperti campuran air pada sabun yang terlalu banyak, tisu yang jarang tersedia, antiseptik berbasis alkohol murni sehingga menimbulkan bau yang menyengat dan terasa panas ditangan serta lengket. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk memperhatikan kembali sarana dan prasarana untuk menunjang kebersihan tangan dan bagi petugas kesehatan disarankan untuk membaca kembali standar operasional prosedur (SOP) dari setiap tindakan yang akan dilakukan, karena setiap tindakan yang dilakukan ada SOP untuk mencuci tangan. ABSTRACTPatient safety is a variable for measuring and evaluating the quality of nursing services. One of the effort that should be done is to prevent hospital infections with hand hygiene using six-step hand hygiene technique and five moments at the hospitalization rooms. This study aims to describe the implementation of hand hygiene practice by healthcare provider in patient safety activities atmale medical ward on Dustira Cimahi Hospital. The study was a descriptive exploratory with the observational method. The research sample numbering 288 times observation activities from health workers (doctors, nurses, and students college) that divided on the morning shift totaling 84 observation activities, totaling 84 observations afternoon shift and night shift activities amounted to 120 times the observation activities. The instrument of this study using observation tool which contains a table check list on the implementation of hand hygiene by using work sampling.The overall results describe that: 1) not doing hand hygiene activities before making contact with the patient, were 89,8% for college students at the night shift, 2) before taking action at the patient most of the hand hygiene activities were not done 89,8% for college students in night shift, 3) after making contact with the patient, most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift, 4) after making contact with patients body fluids most of the hand hygiene activities were not done 82,4% for the college students in the morning shift, and 5) after making contact with the patients environment most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift. Based on the observation, disobedience on implementation of hand hygiene due to insufficient media used liketoo much water in the mixture of water and soap, tissue is rarely available, pure alcohol-based hand rub is causing bad smell, hot at the skin and sticky hands. It is advised for the hospital to pay attention at infrastructure that support hand hygiene, and for health workers is advised to re-read the standard operating procedures (SOP) on any action to be performed, for every action there is SOP towash the hand. 
Pengalaman Perawat dalam Pelaksanaan Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional di RSUD Cibabat: Studi Fenomenologi Oyoh, Oyoh; Somantri, Irman; Sekarwana, Nanan
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.405 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i3.678

Abstract

Pelayanan kesehatan bermutu merupakan salah satu wujud dari tuntutan masyarakat di era globalisasi saat ini. Implementasi Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional (SP2KP) sebagai salah satu upaya dalam peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit. Penerapan SP2KP yang tidak sesuai standar akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian yang mengkaji tentang pengalaman perawat dalam melaksanakan SP2KP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam pelaksanaan SP2KP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview. Partisipan adalah perawat yang terlibat dalam pelaksanaan SP2KP di ruang penyakit dalam yang berjumlah 7 partisipan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive. Analisis dilakukan dengan metode Colaizzi. Dari hasil penelitian teridentifikasi 5 tema, yaitu: 1) Ketidaksamaan persepsi tentang SP2KP. 2) Hambatan melaksanakan SP2KP dengan baik. 3) Tanggung jawab dan tuntutan organisasi, 4) Hambatan menyeimbangkan tanggung jawab dan tuntutan organisasi. 5) Perlu peningkatan keterampilan profesional dan reward. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan SP2KP belum berjalan optimal karena beberapa kendala diantaranya: kurangnya komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, perspektif antar perawat yang masih beragam dan unik. Untuk itu hendaknya pihak menejemen rumah sakit meningkatkan dukungan terhadap perawat SP2KP, melakukan penyelelarasan perspektif antar perawat, melakukan supervisi dan pengawasan dalam pelaksanaan SP2KP di ruangan, melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan pasien dan merekrut perawat agar jumlah tenaga perawat sesuai dengan jumlah pasien, sehingga pelaksanaan SP2KP bisa berjalan optimal dan mutu pelayanan rumah sakit lebih meningkat.Kata kunci : Fenomenologi, perawat, SP2KP.  Nurse Experience in the Implementation of Professional Nursing Services System at Cibabat Hospital: Phenomenology Study AbstractQuality health services is one manifestation of the demands of society in this current era of globalization. Implementation of Professional Nursing Services System (SP2KP) as one of the efforts in improving the quality of service in the Hospital. Implementation of SP2KP that does not meet the standards will affect the quality of health services. Researches on the experience of nurses in implementing SP2KP are barely conducted. Therefore, this study aims to explore the experience of nurses in the implementation of SP2KP. This research uses qualitative method with phenomenology approach. Data collection is collected by in-depth interview. Participants were nurses who are involved in the implementation of SP2KP in the internal disease room which amounted to 7 participants. Sampling is collected by purposive method. The analysis was done by using Colaizzi method. As a result, there were identified 5 themes, namely: 1) Inequality of perceptions about SP2KP. 2) Obstacles to implement SP2KP well. 3) Responsibilities and demands of the organization, 4) Obstacles to balance organizational responsibilities and demands. 5) Need improvement of professional skill and reward. The results showed that the implementation of SP2KP has not run optimally because of several obstacles such as: lack of commitment and support from various parties, nurse perspectives are still diverse and unique. As a solution for the problem, the hospital management should increase the support to SP2KP nurses, to align the perspectives between nurses, to supervise and supervise SP2KP implementation in the room, to complete the facilities according to the needs of the patients and to recruit the nurses so that the number of nurses in accordance with the number of patients, so that the SP2KP implementation can run optimally and the quality of hospital services will increase. Keywords: Phenomenology, nurse, SP2KP. 
The Professional Quality of Life of Nurses who Work in the Intensive Care Unit and Emergency Unit Wulandari, Astri Eka; Susilaningsih, F. Sri; Somantri, Irman
Journal of Nursing Care Vol 1, No 3 (2018): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.207 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v1i3.18983

Abstract

 Nurses need compassion when providing health services. Compassion felt by nurses can be Compassion Satisfaction (positive aspects) and Compassion Fatigue (negative aspects), and may affect nursing care and Nurses’ Professional Quality of Life. The tendency to negative aspects will be felt by the nurses themselves, patients and hospitals. The purpose of this study was to determine the quality of life of professionals (Professional Quality of Life) nurses in the Intensive Care Unit (ICU) and Emergency Room (ER) of the Kota Bandung Hospital. This research was a quantitative descriptive study. Involving 62 nurses from ICU and ER through total sampling technique with a response rate of 97%. Data was collected using Professional Quality of Life (ProQol) version 5 then analyzed with descriptive statistics. The results showed that 20.97% had a positive Professional Quality of Life according to the Stamm combination interpretation while outside of Stamm's interpretation, 32.26% tended to be positive. According to the results of the average score of each sub-variable, Compassion Satisfaction was in the medium category. The highest average score of compassion satisfaction was ICU nurses, the highest secondary traumatic stress was PICU/NICU nurses and the highest average score of burnout was emergency nurses. Hospitals need to conduct regular reviews of nurse Professional Quality of Life and conduct counseling programs for nurses who have ProQol towards negative and risky aspects.
HAMBATAN PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) UNTUK MENJALANI REHABILITASI JANTUNG Saripudin, Nurul Fatimah; Emaliyawati, Etika; Somantri, Irman
Jurnal Perawat Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Mei 2018, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.969 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.37

Abstract

AbstrakTingkat kepatuhan dan partisipasi pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) jantung pasca revaskularisasi dalam menjalani rehabilitasi jantung masih sangat rendah yang dipengaruhi oleh berbagai hambatan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan penyakit serta menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatandari pasien PJK dalam menjalani rehabilitasi jantung di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metoda penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 42 responden yang menggunakan accidental sampling selama 1 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Cardiac Rehabilitation Barrier Scale dari Grace et.al tahun 2011 yang telah diterjemahkan. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan rerata skor. Hasil penelitian diperoleh bahwa hambatan berdasarkan aspek logistik menjadi hambatan dengan rata-rata skor (mean) tertinggi yaitu 2,29. Selanjutnya adalah hambatan berdasarkan aspek waktu dengan rerata skor 2,24, kemudian berdasarkan aspek pelayanan kesehatan dengan rerata skor 2,19 dan yang paling rendah memperoleh rerata skor adalah berdasarkan status fungsional pasien yaitu 2,14. Jarak dan ketidaktahuan pasien mengenai rehabilitasi jantung menjadi dua hambatan yang memiliki rerata skor tertinggi yaitu 2,52 dan 2,38. Hambatan berdasarkan aspek logistik yaitu jarak menjadi hambatan yang paling banyak terjadi. Maka dari itu, peneliti menyarankan untuk dapat menerapkan rehabilitasi jantung dengan setting rumah yang disesuaikan dengan karakteristik pasien. Kata Kunci: Hambatan, PJK, Rehabilitasi Jantung AbstractBarrier Of Coronary Artery Disease (Cad)Patient Who Undergoing Cardiac Rehabilitation At Cardiac Clinicrsup Dr. Hasan Sadikin Bandungthe. The level of adherence and participation of patients coronary artery disease (CAD) post revascularization  who undergoing cardiac rehabilitation was still very low which is influenced by various barriers.  This may lead a recurrence of disease  and decrease of the quality of life . This research aims to know about barrier of CAD patient who undergoing cardiac rehabilitation in Cardiac Clinic RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. This research used a descriptive quantitative method and involved 42 respondent were taken by accidental sampling technique which held in a month.  The research instrument used Cardiac Rehabilitation Barrier Scale from Grace et.al in 2011 that has been translated into Indonesian.  Analysis of  data used  distribution of frequencies and mean score. The results obtained that the barrier  based on logistic aspect with mean 2.29 become highest mean score . Then the barriers based on  aspect of time with mean value score 2.24, then based on the aspect of health care with mean score 2.19 and the lowest mean score is based on the patient's functional status 2.14. Distance and patient's ignorance about cardiac rehabilitation came in two barriersand the  highest mean value was 2.52 and 2.38. The barriers based on the logistic aspect was  distance, the most happened in cardiac rehabilitation. Researchers suggested that for apply the home based cardiac rehabilitation with adjusted of characteristic patient.  Keyword: Barriers, CAD, cardiac rehabilitation
PENGALAMAN HIDUP PASIEN DENGAN LUKA BAKAR Prasetyo, Agus; Ibrahim, Kusman; Somantri, Irman
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. VI, No. 2, September 2014
Publisher : STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu kejadian yang memberikan trauma terhadap pasien. Kondisi ini menyebabkan bukan hanya masalah fisik, tetapi juga masalah psikososial dan spiritual. Perawatan pasien luka bakar telah digambarkan sebagai sesuatu yang mempunyai tantangan dan situasi yang emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mendapatkan data pengalaman hidup pasien maksimal selama satu tahun sejak kejadian. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan yang terdiri dari 5 laki– laki dan 2 perempuan, usia antara 27 sampai dengan 49 tahun. Analisis data menggunakan metode Colaizzi.Tema yang dihasilkan meliputi nyeri akut dan kronis selama perawatan luka bakar, keterbatasan aktifitas sehari–hari, keterbatasan dalam ritual keagaman, perubahan pemenuhan kebutuhan seksual, jenuh dengan perawatan luka yang lama, perubahan pada harga diri, perubahan pada citra tubuh, perubahan pada peran, sumber dukungan dari keluarga dan lingkungan, dukungan petugas kesehatan, mekanisme koping dengan penguatan spiritual dan motivasi terhadap diri sendiri. Hal baru yang ditemukan pada penelitian ini adalah informan mudah mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan, dan mekanisme koping yang digunakan informan didasarkan pada penguatan spiritual.
The Differences of Nurses’ Work Stress in The Intensive Care Unit and Inpatient Room in A Psychiatric Hospital Somantri, Irman; Hernawaty, Taty; Multisari, Ratna
Journal of Nursing Care Vol 2, No 1 (2019): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.733 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v2i1.19046

Abstract

Inpatient room in a psychiatric hospital is divided into the acute (intensive) room and non-acute (inpatient) room. Several types of research showed different levels of work stress experienced by nurses in those rooms. The work stress is a form of individual response towards physical and psychological demand caused by the interaction of an individual to the working environment. This research aimed to know the difference in the work stress levels of nurses in psychiatric intensive care unit and inpatient room at a Psychiatric Hospital in West Java Province. This research used a comparative analytical design. The 104 samples were chosen through proportional random sampling technique. The data were collected through New Brief Job Stress Questionnaire (New BJSQ) instrument containing 29 items. The technique of data analysis used was the Mann-Whitney test. The results showed that job stress levels of nurses in psychiatric intensive care unit and inpatient room were low with the median score 42 (SD=7.706 for the intensive care unit and in the inpatient room was 38 (SD=6.167). The results of the Mann-Whitney test found p-value (0.047) < 0,.5. In conclusion, there is a bit different in the job stress level of nurses in psychiatric intensive care unit and inpatient room. Maintaining the mechanism of adaptive coping, adding the number of nurses, and the policy regarding nurse room rotation schedules would be solutions to overcome with work stress. 
Nurses’ Mental Workload in Critical Care Rooms and Emergency Department Aprilia, Tia Dwi; Somantri, Irman; Mirwanti, Ristina
Journal of Nursing Care Vol 2, No 3 (2019): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.804 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v2i3.20372

Abstract

Nurses who work in intensive care unit and emergency rooms have excessive workload, and they are required to carry out nursing interventions appropriately and quickly. The heavy workload has an impact on the nurse's mentality, however limited information about the nurse's mentality related to workload. The aim of the study was to identify the mental workload of nurses in intensive care and emergency rooms. Method, this research is quantitative descriptive study with total sampling technique, 63 nurses who worked in ICU, PICU / NICU, and IGD of RSUD Kota Bandung involved in this study. The research instrument was NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration-Task Load Index). Data were analyed using descriptive analysis in the form of frequency distribution and mean. The results showed that nurses in the emergency room (42.9%) had high mental workload, and the moderate mental workload identified in nurses who works the PICU / NICU and ICU rooms. Conclusion, critical care rooms and emergency room should consider nurses’ working balance and fulfill their rest needs. Further research is needed to examine the efforts that can be made to reduce nurses' mental workload.