Articles

Found 26 Documents
Search

KAJIAN PENYERAPAN LOGAM BERAT AIR RAKSA (Hg) DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BATUBARA SUB-BITUMINUS YANG DIKARBONISASI (COALITE) Solihin, Solihin; Chamid, Chusharini; Sugarba, Garlan
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 9, No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of diversification usage of coal is made for carbon active. The main element in coal which is very useful for carbon active is carbon (C) as other raw materials such as bone, coffee bean, coconut shell, etc. This research used carbonized coal from PT.Bukit Asam as a media to absorb methyl mercury (CH3Hg+2) solution. The carbonized coal has iodine number of ± 386 mg/gram after it was activated at 9000C for 1 hour. It has an adsorption level of 70-80% because the SEM photograph showed a pore size of coarse fraction higher than fine fraction. The degree of saturation is influenced by the grain size of the coal carbon active where the saturation degree of coarse fraction was relatively faster than the fine fraction. Moreover, weightier and bigger debit of carbon active could adsorb higher MeHg concentration.
THE ISLAMIC BANKING AND THE ECONOMIC INTEGRATION IN ASEAN Solihin, Solihin; Achsani, Noer Azam; Saptono, Imam T
Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan Vol 19 No 1 (2016): JULY 2016
Publisher : Bank Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The efficiency level of the banking industry is the most important indicator to identify the soundness of banking system. This paper use non parametric frontier approach, DEA, to analyze the Islamic bank efficiency in ASEAN. We use price of deposit from customers, deposits and placements of banks, labor, and others operational expenditures as control variabel, and using financing, deposits and placements on other insitution, securities, others investment as output variabel. We found that the mix bank is the most efficient group within the observation period. Furthermore, the average Islamic banking efficiency in Indonesia, on intermediation approach, is lower than the average of ASEAN, unless they can reduce the cost of labor and other operational expenses. This paper also examines the determinant of efficiency of the Islamic Banking in ASEAN. Internal factors are Total Aset, ROA, BOPO, and ETA, and external faktor are Market Power and Inflation. Using Tobit regression, the result shows the factors that most influence to the Islamic banking efficiency in Indoneisa is the total size of the bank or its assets, OPEX/OR, and Market Power.
STUDI HULLFORM KAPAL IKAN 201 GT UNTUK DAERAH KOTA PEKALONGAN DENGAN RADIUS PELAYARAN 1000 MIL LAUT Kiryanto, Kiryanto; Samuel, Samuel; Solihin, Solihin
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.93 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya laut ( utamanya perikanan) di daerah kota Pekalongan maka perlu dilakukan kajian yang lebih dalam mengenai perencanaan suatu kapal yang mampu mencapai daerah di luar batas 12 mil laut dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Pada penelitian ini direncanakan desain lambung, penentuan volume tangki-tangki, hidrostatik, hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal yang sesuai dengan standart IMO. Ukuran utama kapal didapatkan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding. Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan linesplan, general arrangement, hambatan kapal, olah gerak kapal dan stabilitas kapal yang sesuai dengan standart IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal (Lpp) = 31,18 m, lebar kapal (B) = 6,82 m, tinggi kapal (H) = 3,12 m, sarat kapal (T) = 2,72 m, dan kecepatan kapal (V) = 11 knot. Volume tanki yang di butuhkan untuk pelayaran selama 20 hari dan menggunakan mesin 272 kw(370HP).Tanki bahan bakar = 47.82738 m3,Tanki minyak pelumas = 0,63628 m3,Tanki air tawar           = 29,8608 ton, Tanki harian = 1,496152 m3. Pada kecepatan maksimal 11 knot hambatan yang di terima sebesar = 30,97 KN dan powes sebesar 335,75 Hp. Nilai GZ  maksimum kapal = 27,3 – 39,1 deg dan nilai GM awal = 1,13 – 1,596 m
PENELITIAN HADIS (Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi) Solihin, Solihin
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.884 KB)

Abstract

Study of tradition (Sunnah) becomes very urgent to do, given is strategic position as one of the principal sources of Islamic teachings. Do not just study sanad but no less important to do well against matan. Because it’s central position is a study of hadith becomes important. This includes the study and understanding of the ins and out of the following hadith variety and its problems. Scientifically, the discourse requires format and accurate research methods to the study of this tradition.This article attempts to examine how the concept of tradition of research in ontology, epistemology and axiology, to then the study of hadith through research models type sanad and matan. The hope will give its own repertoire of how each researcher have the clarity of the concept in researching the traditions to be grounded. 
Pengaruh Kejelasan Job Description dan Job Specification terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT XYZ Solihin, Solihin
Jurnal Ilmiah Universitas Bakrie Vol 3, No 03 (2015): Agustus 2015
Publisher : Universitas Bakrie

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.085 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejelasan job description dan job specification yang telah diterapkan atau jalankan oleh PT XYZ terhadap kepuasan kerja karyawan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kejelasan job description dan job specification, sedangkan untuk variabel terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 60 responden yang merupakan karyawan PT XYZ. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat dengan melalui proses uji asumsi klasik dan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan antar variabel baik secara parsial ataupun secara simultan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kejelasan job description dan job specification memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial dan secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan hasil R2 sebesar 0,756 dan menunujukan bahwa variable job description dan variable job specification pada penelitian ini memberikan proporsi kepada variabel kepuasan kerja sebesar 75,6%. Kata Kunci: job description, job specification, kepuasan kerja karyawanThis study aims to determine the effect the clarity of job description and job specification which has been applied or run by PT XYZ on employee job satisfaction. The independent variable in this study is the clarity of job description and job specification, while the dependent variable in this research is the employee satisfaction. This study used a sample of 60 respondents who are employees of XYZ. The analytical method used is multiple regression analysis to determine the effect of independent variables on the dependent variable through the process of classical assumption and hypothesis testing to determine the relationship between variables either partially or simultaneously. Results of this study stated that the clarity of job description and job specification has a significant effect partially and simultaneously on employee job satisfaction. Based on the results R2 of 0.756 an shows that variable job description and job specification variables in this study provide a variable proportion of the job satisfaction of 75.6%. To improve job satisfaction for employees of XYZ Company should be able to perform periodic evaluation of job descriptions of each position according to the needs and abilities and softskills tests conducted to support  the ability of workers in doing task or job. Keywords:    job description, job specification, empoloyee job satisfaction DAFTAR PUSTAKA   Akbar, A. (2009). Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Organisasi, dan Karakteristik Individu terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bank Swasta di Provinsi Sulawesi Selatan. ISSN 0852-8144, 6, 183-192. Ardana, I. K., Mujiati, N. W., & Utama, I. W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia (1st ed.). Yogyakarta: PT Graha Ilmu. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Chang, I.-W. J., & Kleiner, B. H. (2002). How to Conduct Job Analysis Effectively. Management Research News, 25, 73-81. Damodar, G. N. (2004). Basic Econometrics (4th ed.). New York: Mc-Graw Hill. Dessler, G. (2011). Human Resource Management (13th ed.). New Jersey: Pearson Prentice Hall. Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS (4th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro. Hariandja, M. T. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Hasan, I. (2008). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hasibuan, M. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (Dasar dan Kunci Keberhasilan). Jakarta: PT Bumi Aksara. Jackson, S. E., Schuler, R. S., & Werner, S. (2010). Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat. Kaswan. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Bersaing Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kreitner, R., & Kinicki, A. (2005). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat. Luthans, F. (2005). Organizational Behavior (10th ed.). New York: Mac-Graw Hill. Mangkunegara, A. P. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mangkunegara, A. P. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia (7th ed.). Bandung:  Remaja Rosdakarya. Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2009). Human Resource Management: Essential Perspective. South Western: Nelson Education. Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2006). Human Resource Management (10th ed.). Jakarta: Salemba Empat. Milkovich, G. T., & Newman, J. M. (2005). Compesation (8th ed.). New York: McGraw-Hill. Mondy, R. W. (2010). Human Resource Management (11th ed.). New Jersey: Pearson Education. Noe, R., Hollenbeck, J., Gerhart, B., & Wright, P. (2011). Fundamental of Human Resource Management (4th ed.). New York: McGraw-Hill. Panggabean, M. S. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia (2nd ed.). Bogor: Ghalia Indah. Priyatno, D. (2010). Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS (1st ed.). Yogyakarta: Media Kom. Riduwan, & Kuncoro, E. A. (2007). Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur (Path Analysis). Bandung: Alfabeta. Rivai, V. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan (1st ed.). Jakarta: Raja Grafindo. Rivai, V. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sedarmayanti. (2009). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung:  Mandar Maju. Sembiring, J. J. (2010). Smart HRD: Perusahaan Tenang, Karyawan Senang. Jakarta: Visimedia Pustaka. Siagian, S. P. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Sihotang, A. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Pradnya Paramita. Simamora, H. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia (3rd ed.). Yogyakarta: STIE YKPN. Snell, S. A, & Bohlander, G. W. (2013). Managing Human Resource (16th ed.). South Western: Cengage Learning. Soemantri, A., & Muhidin, S. A. (2006). Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia. Sofyandi, H. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. (1st ed.). Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. (2006). Statistika Untuk Penelitian. (7th ed.). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. (12th ed.). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitati fdan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sumarsono. (2004). Metode Penelitian Akuntansi Beserta Contoh Interpretasi Hasil Pengolahan Data. Surabaya: UPN Veteran Jawa Timur. Supangat, A. (2007). Statistika dalam Kajian Deskriptif Inferensi dan Nonparametrik (1st ed.). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Umar, H. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Salemba Empat. Umar, H. (2008). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Jakarta: PT Raja Grafindo. Wibowo. (2007). Manajemen Kinerja, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Yuniarsih, T., & Suwatno. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta. Zikmund. W. G. (2011). Business Research Method (9th ed.). South Western: Cengage Brain. Zinyemba, A. Z., & Sai, J. P. (2014). Characteristic, Uses, and Implementation Job Descriptions in Organizations in Zimbabwe. International Journal of Research in Social Science, 4, 660-674. 
EKSTRAKSI LOGAM EMAS/PERAK DARI LARUTAN BIJIH EMAS/PERAK DENGAN SISTEM PENYERAPAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BATUBARA SUB-BITUMINUS (COALITE) Solihin, Solihin; Guntoro, Dono
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 4 No.1 (Januari 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metoda dalam rangka penganekaragaman (diversifikasi) pemanfaatan batubara adalah dijadikan karbon aktif. Hal ini dapat dilakukan karena batubara merupakan suatu material yang unsur utamanya adalah karbon (C) yang sangat diperlukan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif, sebagaimana bahan baku lainnya seperti tulang, biji kopi, tempurung kelapa, serbuk gergaji, kulit kacang dan lain-lain.Penelitian ini, mencoba membuat karbon aktif dengan bahan baku berasal dari batubara sub-bituminus yang telah dikarbonisasi (coalite). Coalite tersebut kemudian diaktifasi pada temperatur 9000C (secara bertahap) pada kondisi tanpa oksigen yang kemudian dialirkan uap air. Batubara hasil aktifasi tersebut kemudian dicoba digunakan sebagai media penyerap logam emas/perak dalam larutan bijih emas sianida (AuCN), yang pada industri pertambangan proses ini sering disebut carbon in leah (CIL). Mengingat pemakaian karbon aktif dalam industri yang sangat beragam dan telah diakui keandalannya, penelitian ini diharapkan memberikan hasil, antara lain sebagai berikut:1. Coalite yang telah dikarbonisasi, diharapkan dapat dijadikan bahan baku pembuatan karbon aktif. 2. Coalite setelah diaktifasi menjadi karbon aktif, diharapkan dapat digunakan sebagai media penyerap logam emas/perak, yang saat ini masih diimport. Dari penelitian ini, diharapkan dapat diketahui besaran optimum karbon aktif (gram), waktu penyerapan (jam) dan ukuran butir karbon aktif batubara (mesh). Untuk mengetahui kandungan emasnya, larutan kaya hasil pelindian dianalisis dengan spektrofotometri serapan atom (SSA). Setelah diketahui adanya penyerapan logam emas/perak terhadap butiran karbon aktif batubara baik sebelum ataupun setelah penyerapan, dilihat dengan scanning electron microscop (SEM).
Kajian Pengaruh Distribusi Ukuran Butir terhadap Kualitas Daya Serap Karbon Aktif yang Dibuat dari Batubara Terkarbonisasi (Coalite) PT. Bukit Asam Tanjung Enim Sumatera Selatan Solihin, Solihin
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 2 No.2 (2004) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

an other coal usage diversification that can be considered
PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIADINI Solihin, Solihin
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar (JPSD) UNTIRTA
Publisher : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.685 KB)

Abstract

 Pengembangan moral, sosial, dan penanaman nilai-nilai agama merupakan salah satu aspek pengembangan anak usia dini yang menjadi tanggung jawab pendidikan. pengembangan program pendidikan seks memiliki kontribusi positif untuk mencapai tanggungjawab pendidikan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalsis pendidikan seks pada anak usia dini yang dirumuskan melalui kegiatan: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) penilaian; serta (4) masalah dan solusi pembelajaran seks. Untuk merumuskan kerangka konseptual dan menemukan data empiris sebagai landasan pengembangan program pendidikan seks pada anak usia dini, dilakukan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berlokasi di TK Bina Anaprasa Melati Kwitang Jakarta.Teknik pengambilan data penelitian ini melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi dianalisis dengan cara reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan deskripsi dan analisis data hasil penelitian ditemukan bahwa; (1) perencanaan pembelajaran seks belum sepenuhnya disusun berdasarkan langkah-langkah pembuatan perencanaan; (2) pelaksanaan program pendidikan seks menggunakan pendekatan terpadu yang diorganisasikan melalui tema-tema pembelajaran untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor pada anak; (3) penilaian pembelajaran seks dilakukan selama proses berlangsung dan disusun menjadi laporan untuk orang tua dan dokumentasi untuk sekolah; dan (4) masalah dan solusi yang ditemukan pada penelitian ini adalah berkaitan dengan kompetensi guru, keragaman potensi anak, dan kerjasama dengan orang tua serta tokoh agama. Penelitian ini direkomendasikan kepada: (1) guru kelas, agar memperhatikan langkah-langkah pembuatan perencanaan pembelajaran seks secara komprehensif; (2) orang tua, yaitu agar menciptakan lingkungan rumah yang dapat membantu perkembangan seksualitas pada anak sebagai wujud kerjasama dengan pihak sekolah; (3) peneliti selanjutnya, agar dapat melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada salah satu kegiatan pendidikan seks atau mencari metode yang dapat memadukan antara pola asuh orang tua dengan bimbingan guru untuk pengembangan pembelajaran seks pada anak atau meneliti efektifitas media elektronik terhadap perkembangan seksualitas anak usia dini. Key word: Pendidikan Seks, dan Anak Usia Dini The Development Of Moral, Social, And Cultivation Of Religious Values Is One Aspect Of Early Childhood Development Is The Responsibility Of Education. Development Of Sex Education Programs Have A Positive Contribution To Achieving The Educational Responsibility. Therefore, This Study Aimed To Describe And Analyze  Sex Education In Early Childhood Are Formulated Through The Following Activities: (1) Planning; (2) Implementation; (3) Assessment; And (4) Problems And Learning Solutions Sex. To formulate the conceptual framework and find empirical data as a basis the development of sex education programs in early childhood, conducted a study using a qualitative approach with case study method which is located in TK Development Budget AnaprasaKwitangJakarta.Teknik this research data collection through observation, interviews and studies documentation was analyzed by means of data reduction, data display, conclusion and verification. Based on the description and analysis of research data found that; (1) sex lesson planning is not yet fully prepared on the steps of making planning; (2) the implementation of sex education programs using an integrated approach that is organized through the themes of learning to develop the cognitive, affective, and psychomotor in children; (3) sex learning assessment conducted throughout the process and compiled into a report for parents and documentation for schools; and (4) problems and solutions found in this study is related to the competence of teachers, the diversity of the potential of children and cooperation with parents and religious leaders. Thisresearchwas recommended to: (1) the classteacher, sopay attention tothe steps to createa comprehensivelearning plansex; (2) parent, which is tocreate a home environmentthat can helpthe development ofsexualityin childrenasa form of cooperationwith the school; (3) further research,in order toconductfurther researchwith a focus onone of the activitiesof sex educationorlooking formethods thatcancombineparenting parentswiththe guidance of teachersto developteachingsexto childrenorexaminethe effectiveness of theelectronic mediaon the development ofsexualityearly childhoodKeyword: Sex EducationandEarly Childhood
SYNTHESIS OF NICKEL CONTAINING PIG IRON (NCPI) BY USING LIMONITE TYPE OF LATERITIC ORE FROM SOUTH EAST SULAWESI Solihin, Solihin
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.009 KB)

Abstract

ABSTRAK Nickel contain pig iron (NCPI) merupakan bahan baku penting dalam pembuatan baja tahan karat dan baja paduan lainnya. Sumber alami NCPI adalah bijih laterite. Cadangan bijih laterit dalam jumlah besar telah ditemukan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bijih laterit kadar tinggi dari wilayah ini telah diproses untuk menghasilkan ferronikel, sedangkan bijih laterit kadar rendah, karena kadar nikelnya yang terlalu rendah, tidak digunakan dalam pembuatan ferronikel. Dalam penelitian ini bijih laterit kadar rendah telah dicoba dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan NCPI. Terhadap bijih laterit dilakukan proses reduksi pada berbagai temperatur. Hasil pengamatan menunjukan bahwa reaksi reduksi meningkat seiring dengan naiknya temperatur proses. Pada temperatur 1200oC telah tebentuk secara signifikan fasa logam. Hasil peleburan terhadap hasil reduksi menghasilkan NCPI dengan kadar nikel dan besi masing-masing 3,7 dan 86,8%. Analisa morfologi terhadap hasil peleburan menunjukan bahwa NCPI yang dihasilkan mengandung lapisan kaya besi-kromiun dan butiran besi kromium yang kaya belerang dalam matrik paduan besi nikel.  Abstract Nickel containing pig iron (NCPI) is one of important materials for stainless steel and other iron-nickel alloys production. The natural source of NCPI in Indonesia is laterite ore. Large deposit of laterite ore has been found in South East Sulawesi.  High grade laterite ore (saprolitic type of laterite ore) in this region has been used for ferronickel making, whereas low grade laterite ore (limonitic type of laterite ore) has not been processed, due to its too low nickel content.  Through this recent research, low grade laterite ore has been utilized as raw material in nickel pig iron making experiment.  Laterite ore was reduced by carbon at various temperatures.  It has been found that reduction reaction increases with an increasing in temperature. At 1200oC, metal phase has been formed significantly. The melting of reduced ore results in NCPI that contains 3.17% nickel and 86.8% iron. The analysis to NCPI morphology shows that microstructure of NCPI consist of iron-chromium layer and rich sulfur iron chromium grain in the matrix of iron nickel.
Permodelan Kesesuaian Habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus) di Koridor Satwa Kapuas Hulu Kalimantan Barat Prayogo, Hari; Thohari, Thohari; Machmud, Achmad; Solihin, Solihin; Duryadi, Dedy; Prasetyo, Prasetyo; Budi, Lilik; Sugardjito, Sugardjito; Jito, Jito
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.645 KB)

Abstract

ABSTRACTKapuas Hulu, as conservation districts, established regional wildlife corridor that connected Betung Kerihun and Danau Sentarum National Park as a Strategic Area District which highlight aspects of the environment. This wildlife corridor holds a prominent role in the movement of animals, especially orangutans of both national parks. This research was conducted to identify the impact of land use policies on the distribution of orangutans in the corridor. Although it has been designated as a wildlife corridor, many land conversion disconnecting wildlife corridors such as road construction, large-scale plantations development, land clearing for settlement, cultivation, and deforestation. However, the two national parks still offers a secure place for orangutans. A remote sensing technology was used to map the distribution and habitat suitability for the orangutan in the wildlife corridor. Seven parameters were observed to study the habitat of orangutans. The results revealed that the habitat suitability level of wildlife corridor was 49.94%, 46.61% and 3.46% for high, moderate and low level of suitability respectively. The results were supported by validation of 32.29% and 67.71% for moderate and high suitability respectively.Key words : Corridor, habitat, orangutan, wildlife suitabilityABSTRAKKabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi telah menetapkan daerah koridor satwa yang menghubungkan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum sebagai Kawasan Strategis Kabupaten yang menonjolkan aspek lingkungan. Koridor satwa ini memiliki peranan yang penting bagi pergerakan satwa terutama orangutan dari kedua taman nasional ini. Studi ini dilakukan untuk memahami dampak tata guna lahan terhadap sebaran orangutan, di koridor satwa. Pembukaan jalan, perkebunan skala besar, pembukaan lahan untuk pemukiman, perladangan serta penebangan hutan telah menjadi penyebab terputusnya habitat orangutan. Wilayah yang masih aman sebagai habitat orangutan adalah di dalam kawasan taman nasional. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh untuk memetakan sebaran dan kesesuaian habitat orangutan di kawasan koridor satwa. Tujuh parameter habitat orangutan digunakan dalam analisis spasial kesesuaian habitat. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kawasan koridor memiliki tingkat kesesuaian habitat yang tinggi sebesar 49.94%, tingkat kesesuaian sedang sebesar 46.61% dan kesesuaian yang rendah sebesar 3.46%. dan hasil ini ditunjang dengan besaran nilai validasi untuk kelas kesesuaian sedang sebesar 32.29% dan kelas kesesuaian tinggi sebesar 67.71%.Kata kunci : Habitat, kesesuaian, koridor, orangutan, satwa