Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG RISIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Sari, Puput Antika; Maryati, Ida; Solehati, Tetti
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAK Kehamilan risiko tinggi merupakan faktor utama tingginya angka kematian ibu di seluruh dunia. Angka kematian di Indonesia salah satunya dikarenakan masih rendahnya pemanfaatan pelayanan antenatal sedangkan antenatal care yang merupakan salah satu cara untuk mendeteksi dini adanya risiko tinggi kehamilan. Di Kota Bandung kasus kematian ibu pada tahun 2010 mencapai 25 kasus dengan cakupan kunjungan pelayanan antenatal yang masih di bawah batas minimal yaitu 90,60% untuk K4. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang risiko tinggi kehamilan dan kepatuhan kunjungan antenatal care. Penelitian ini berbentuk deskriptif korelasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel yang terlibat adalah 66 ibu post-partum dengan riwayat kehamilan risiko tinggi yang sedang mendapatkan perawatan di ruang nifas RSKIA Kota Bandung pada bulan Mei 2011. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, sedangkan untuk analisis data menggunakan presentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 48,5% dari total responden berpengetahuan cukup tentang risiko tinggi kehamilan, 57,6% responden tidak mematuhi jadwal kunjungan antenatal care, dan terdapat hubungan yang rendah antara kedua variabel dengan p value 0,046. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan melalui pendidikan kesehatan sebagai rangkaian pelayanan antenatal care dan pemanfaatan buku KIA secara maksimal.   Kata Kunci : Antenatal care, Kepatuhan, Pengetahuan, Risiko tinggi kehamilan ABSTRACT High risk pregnancy is a major factor in high rates of maternal mortality worldwide. In Indonesia, maternal mortality rate followed by the low utilization of antenatal care, while antenatal care is one way to detect the early presence of high risk pregnancies. In Bandung, the maternal mortality case in 2010 reached 25 cases and coverage of antenatal care visits are still below the minimum limit, it was 90,60% for K4. This study aims to look at the relationship between maternal knowledge about high risk pregnancy and antenatal care visit adherence. This research was a descriptive correlational research with cross sectional study. The sample involved was 66 post-partum mothers with a history of high risk pregnancies who were getting treatment in postpartum ward of RSKIA Bandung. Questionnaires and observation sheets were used to collect the data. The results of this study showed that 48.5% of the total respondents knowledgeable enough about high-risk pregnancies, 57.6% of respondents did not comply with the schedule of antenatal care visits, and there was a low relationships between those two variables. From the results of this research, health services is expected to increase knowledge of high risk pregnant women about pregnancy through health education as a series of antenatal care and utilization of MCH book maximally. Keywords : Antenatal care, Adherence, Knowledge, High risk pregnancy
PERBANDINGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA Putri, Liana Deta; Solehati, Tetti; Trisyani, Mira
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.881 KB) | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1072

Abstract

Sekitar 50% infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dunia berasal dari kalangan remaja sebagai akibat kurangnya pemahaman kalangan remaja tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui metode ceramah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPK Sumedang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 190 orang dengan pembagian 95 orang pada kelompok metode ceramah tanya jawab dan 95 orang pada kelompok metode focus group discussion. Setelah diberikan intervensi, maka peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa bivariat. Menunjukkan bahwa pada metode focus group discussion  49 siswa (51.57%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukun. Pada metode ceramah tanya jawab sebanyak 60 siswa (63.16%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Metode pembelajaran ini dapat diterapkan di kalangan remaja sesuai dengan kebutuhan mereka. 
PENGARUH METODE SMS CENTRE PREGNANCY TERHADAP PENGETAHUAN KIA DALAM BUKU KIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTER KOTA BANDUNG Purnamasari, Siti Sarah; Ermiati, Ermiati; Solehati, Tetti
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 13, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Siti Sarah Purnamasari*Ermiati**Tetti Solehati** ABSTRAKSalah satu kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan pengadaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku KIA adalah sarana untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan, mencegah, mendeteksi secara dini, serta menanggulangi masalah kesehatan ibu. Metode SMS Centre Pregnancy mengajak ibu untuk membaca buku KIA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang KIA dalam buku KIA  sebelum dan sesudah metode SMS Centre Pregnancy pada ibu hamil. Rancangan penelitian menggunakan quasi experiment dengan pre-test and post-test group design. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling Uji hipotesis yang digunakan adalah Wilcoxon. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.000) antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan SMS Centre Pregnancy. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh metode SMS Centre Pregnancy terhadap pengetahuan tentang KIA dalam buku KIA pada ibu hamil. Saran untuk penelitian ini, bagi pihak puskesmas dapat menentukan kebijakan tentang penggunaan metode SMS Centre Pregnancy. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang KIA dalam buku KIA pada metode SMS Centre Pregnancy. Kata Kunci : Buku KIA, SMS, Ibu hamil ABSTRACT          One of the Government´s policies to reduce maternal mortality was the provision of Maternal and Child Health Handbook (MCH). Maternal and child health handbook is a means to improve the knowledge of pregnant women, which is expected to increase the autonomy of the family in the care of health, prevention, early detection, and solve the problem of maternal health. SMS Centre pregnancy methods invited mothers to read MCH. The purpose of this study was to determine differences in knowledge about MCH in MCH book before and after the SMS Pregnancy Center method in pregnant women Used a quasi-experimental research design with pre-test and post-test design group. Sampling used a purposive sampling technique. The number of respondents as many as 30 people. Hypothesis test used was Wilcoxon. Hypothesis test results showed a significant difference (p = 0.000) between the knowledge before and after the pregnancy center of SMS.The conclusion of this study was indicate that method of SMS Centre pregnancy influence to the knowledge of the MCH in MCH book for pregnant women. Suggestions for this study, Community Health Center can determine the policy on the use of the SMS Centre pregnancy methods. For further research are advised to examine the factors that affect maternal knowledge about MCH in MCH book on the method of SMS Center Pregnancy. Keywords : Maternal and child health book, SMS, Pregnant women
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SADARI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DI DESA GUNUNG SARI DAN DESA SINDANG SARI KECAMATAN CIANJUR Solehati, Tetti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:perempuan merupakan kelompok yang beresiko mengalami kanker payudara tetapi banyak dari mereka yang tidak mengetahui hal ini. Hal tersebut merupakan salah satu faktor penyebab masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Payudara merupakan organ yang berfungsi ganda, selain untuk keindahan juga untuk menyusui. Bila perempuan mengalami kanker payudara akan menyebabkan tidak dapat menyusui serta dapat menjadikan kwalitas hidup penderita menurun. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang SADARI terhadap pengetahuan dan sikap kader kesehatan. Metode: desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest design. Penelitian dilakukan di Desa Gunung Sari dan Desa Sindang Sari Kecamatan Cianjur. Jumlah sampel adalah 41 kader kesehatan dengan total sampling. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuisioner kepada 41 responden yang kemudian diolah menggunakan t test dengan melihat hasil sebelum dan setelah pendidikan kesehatan. Hasil: hasil penelitian ini menemukan perbedaan yang bermakna rata-rata peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah periode intervensi pendidikan kesehatan (p= 0.02). Kesimpulan: kesimpulan dari penelitian in adalah bahwa pemberian pendidikan kesehatan tentang SADARI  berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan. Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan agar adanya dukungan yang efektif baik dari pemerintahan desa, puskesmas, pusat pelayanan kesehatan maupun dari peran serta masyarakat dalam bentuk peran kader yang tergabung dalam posyandu sebagai upaya untuk mengatasi masalah kanker payudara. Disamping itu perlu adanya program tertentu yang intensif untuk mendukung program deteksi dini kanker payudara tersebut di masyarakat khususnya pada kelompok ibu ada di Desa Gunung Sari dan Desa Sindang Sari Kecamatan Cianjur. Program tersebut adalah program Pemberdayaan dan  PendampinganKader Kesehatan Posyandu Sebagai Upaya Pencegahan kanker payudara.
The impact of clean lifestyle health promotion on the attitude, motivation, and behaviour of village health cadres Solehati, Tetti; Rahmat, Agus; Kosasih, Cecep Eli; Hidayati, Nur Oktavia
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 31, No 3 (2018): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V31I32018.310-317

Abstract

Pangandaran is a popular tourism destination in West Java, which is annually visited by a high number of foreign and domestic tourists. It has set itself the vision of gaining the title ‘Healthy Village’. However, Pangandaran beach is still fighting the problem of waste, which is easily found along the coast. Thus, disease is mushrooming due to the lack of a Clean Lifestyle (Perilaku Hidup Bersih Sehat/PHBS) and the low awareness of PHBS in the Pangandaran local community. The efforts undertaken to overcome the problem of infectious disease due to the lack of PHBS require great support from various parties such as health service centres and via community participation and the role of cadres, who also manage the Community Health Centres (Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu). The study aims to determine the effect of the health promotion of PHBS on the attitude, motivation, and behaviour of the health cadres. The study was quasi-experimental, involving a pre-test and post-test design. The study was conducted in Pangandaran Village, Pangandaran Regency. This research involved the health cadres because they are the closest person to the community and they also run a health program. In addition, they are reliable people when it comes to overcoming health problems in the community. The total population of health cadres in Pangandaran Village amounted to 28 people, via total sampling. The instruments used in this study included a questionnaire, observation sheet, and a checklist. The data analysis used univariate and bivariate analysis. The result showed that the mean score of attitude ranged from 65.11 to 74.71 (p = 0,000), the mean score of motivation was 37.39 to 40.71 (p = 0,000), the mean score of genital hygiene behaviour was 67.96 to 80.61 (p = 0,000) and the mean score of the behaviour of CTPS was significant at 32.25 to 35.71 (p = 0,000). This study found there to be significant difference in the mean attitude, motivation and behaviour of the health cadres before and after the intervention period.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SKILL GURU SERTA PERSONAL HYGIENE SISWA SD Solehati, Tetti; Susilawati, Sri; Lukman, Mamat; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3678

Abstract

Banjir sering menimbulkan masalah kesehatan terutama pada anak. Hal ini diperparah dengan buruknya pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengetahuan Dan Skill Guru dan  personal hygiene siswa setelah diberikan edukasi. Penelitian dilkukan pada tahun 2014. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan di SDN VII dan X Dayeuhkolot Bandung. Sampelnya adalah 24 guru  dan 288 siswa kelas 3-6 SDN VII dan SDN X Dayeuhkolot. Instrumen menggunakan quesioner, lembar observasi, dan lembar cek list. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukan rerata personal hygiene siswa 77,78 sebelum intervensi meningkat jadi 89,54 (pv= 0.001). Rerata tingkat pengetahuan guru sebelum intervensi 52, rerata skill CTPS 64,17. Setelah intervensi mengalami peningkatan rerata tingkat pengetahuan menjadi 97, rerata skill CTPS 97,92 (pv= 0.001). Simpulan penelitian, ada perbedaan bermakna rerata pengetahuan dan skill guru serta personal hygiene siswa sebelum dan setelah periode intervensi. Floods often cause health problems especially in children. This is aggravated by poor pattern Clean and Healthy Lifestyle/ PHBS in the community. The aim is to determine the effect of education on knowledge, skill of  the teachers and hygiene of the elementary school students. The study conducted at 2014. The study was a quasi-experimental of pre-test and post-test design. The study was conducted in elementary school VII and X Dayeuhkolot. The sample is 24 teachers and 288 students in grades 3 to 6. The instrument used quisionare, observation sheet, and a check list sheet. Univariate and bivariate analysis was used to analyze the data. The mean score of personal hygiene students increased from77.78 to 89.54 (pv = 0.001). The mean score of teacher knowledge increased from 52 to 97 (pv = 0.001). The mean score of skill in teacher increased from 64.17 to 97.92 (pv = 0.001). Conclusion: This study found a significant differences of mean the knowledge and skill on teachers and personal hygiene students before and after the intervention (p = 0.001).
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pasien Stroke dan Keluarga: Peran, Dukungan, dan Persiapan Perawatan Pasien Stroke di Rumah Kosasih, Cecep Eli; solehati, tetti; Purba, Chandra Isabela
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.908 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.662

Abstract

AbstractStroke patients face a number of problems that include physical, social, emotional, psychological, and spiritual which can cause a decrease in their well-being. Strengthening the role of the family, family support, and preparation for care by the family at home is needed. One effort is to increase the knowledge of stroke patients and families through health education. This study aimed to determine the effect of health education on the knowledge of stroke patients and families on the role, support, and preparation of care at home. The research method used a quasi-experimental design with a one group pre-post test design. The study was conducted at Al Islam Bandung Hospital in 2018. Respondents consisted of 16 stroke patients and 16 stroke family families. The instrument uses a questionnaire. Data analysis using univariate and bivariate analysis. The results showed that before and after the intervention there were significant mean differences in the level of knowledge of patients from 7.94 to 10.38 (p = 0.002), but in the variable readiness of stroke patients there was no significant difference in average seen from the mean value of 14.25 became 15.88 (p = 0.411). In the patient's family, it was shown that before and after the intervention there was a significant of mean difference in the level of knowledge from 5.19 to 6.81 (p = 0.012). Conclusion: health education has been shown to be influential in increasing the level of knowledge of patients and their families regarding stroke, readiness, the role of family carers for stroke patients, psychological support, and preparation for the care of stroke patients at home. However,health education does not affect the level of readiness of stroke patients for transition. Suggestion: readiness to accept the transition in stroke patients is not enough only by health education alone but family participation is needed in providing support to these patients therefore it is recommended that nurses always support the family to support stroke patients. AbstrakPasien stroke menghadapi sejumlah masalah yang mencakup fisik, sosial, emosional, psikologis, dan spiritual yang dapat menyebabkan penurunan kesejateraannya. Diperlukan penguatan peran keluarga, dukungan keluarga, serta persiapan perawatan oleh keluarga di rumah. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan pengetahuan pasien stroke dan keluarga melalui edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pasien stroke dan keluarga akan peran, dukungan, dan persiapan perawatan. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one group pre-post test design. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Al Islam Bandung pada tahun 2018. Responden terdiri dari 16 pasien stroke dan 16 keluarga pasien stroke. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dan setelah intervensi terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan tingkat pengetahuan pasien dari 7,94 menjadi 10,38 (p = 0,002), tetapi pada variabel kesiapan  pasien stroke tidak  terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan terlihat dari rata-rata nilai 14,25 menjadi 15,88 (p = 0,411). Pada keluarga pasien menunjukan bahwa sebelum dan setelah intervensi terdapat perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan yang signifikan dari 5,19 menjadi 6,81 (p = 0,012). Simpulan: edukasi kesehatan terbukti berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan pasien dan keluarganya mengenai stroke, kesiapan, peran keluarga pengasuh pasien stroke, dukungan psikologis, dan persiapan perawatan pasien stroke di rumah. Edukasi Kesehatan tidak berpengaruh terhadap tingkat kesiapan pasien stroke untuk transisi. Saran : kesiapan untuk menerima transisi pada pasien stroke tidak cukup dengan edukasi kesehatan saja tapi diperlukan peran serta keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien tersebut oleh karena itu disarankan agar perawat selalu mensupport keluarga agar melakukan dukunganpada pasien stroke.
GAMBARAN TINGKAT SELF-EFFICACY IBU POST SEKSIO SESAREA SAAT MENYUSUI DI RSKIA KOTA BANDUNG Komalasari, Masriyah; Solehati, Tetti; Widianti, Efri
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 2, No 2 (2016): Vol 2, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.675 KB) | DOI: 10.17509/jpki.v2i2.4744

Abstract

ABSTRAK Rendahnya cakupan pemberian ASI ekslusif di Indonesia disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis ibu. Faktor fisik yang dapat menghambat ibu untuk menyusui dapat disebabkan oleh metode persalinan salah satunya seksio sesarea. Sedangkan faktor psikologis yang berpengaruh terhadap menyusui adalah self-efficacy ibu. Self-efficacy dalam menyusui dapat berpengaruh pada komitmen dalam menyusui, daya tahan ibu dalam mengatasi hambatan yang muncul saat menyusu dan fokus ibu pada aspek positif atau negatif dalam menyusui. Dengan diketahuinya self-effiacy ibu, petugas kesehatan dapat memberikan intervensi berupa motivasi dan pendidikan kesehatan dengan segera agar ibu tetap berkomitmen untuk menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self efficacy ibu dalam menyusui pada ibu post seksio sesarea di ruang nifas RSKIA Kota Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian melibatkan 77 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada teori self-efficacy dalam menyusui Bandura (1997) dan Dennis (2003) serta teori menyusui Murray & McKinney (2014). Analisa data menggunakan mean.. Berdasarkan dimensi teknik lebih dari setengah responden memiliki tingkat self-efficacy rendah (54.5%) dan pada dimensi kepercayaan intrapersonal juga didapatkan lebih dari setengah responden memiliki tingkat self-efficacy rendah (53.2%). Kondisi tersebut menggambarkan bahwa masih rendahnya keyakinan ibu akan pemahamannya dalam menyusui dan rendahnya keyakinan ibu untuk melaksanakan tugas menyusui sebagaimana melaksanakan tugas lainnya. Sedangkan berdasarkan dimensi dukungan, lebih dari setengah responden memiliki tingkat self efficacy tinggi (50.6%). Kondisi tersebut menggambarkan bahwa dukungan untuk menyusui yang ibu dapatkan dirasa telah optimal. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan rendahnya tingkat self-efficacy ibu dalam menyusui. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa masih rendahnya komitmen dalam menyusui, rendahnya daya tahan ibu dalam mengatasi hambatan yang muncul saat menyusu dan fokus ibu pada aspek negatif dalam menyusui. Oleh karena itu, petugas kesehatan sebaiknya memberikan psikoedukasi mengenai menyusui pada satu persatu ibu secara lebih optimal. Kata kunci: Menyusui, Seksio sesarea, & Self-efficacy.  ABSTRACT The low rate of exclusive breastfeeding in Indonesia are caused by mothers physical and psychological factors. Physical factors that may inhibit mothers to breastfeed can be caused by the delivery  methods. One of them was cesarean section method. Psychological factors that influenced breastfeeding mother was self-efficacy. Breastfeeding self-efficacy would determine the success of breastfeeding. This studied aims to described the level of breastfeeding self-efficacy on post caesarean section mothers in RSKIA Bandung. The design of this studied used descriptive quantitative. Sampling technique of this studied used purposive sampling. The studied involved 77 respondents. The instrument used was an instrument made by researchers with Cronbach alpha value is 0.97 and a validity value in the range of 0.516-0.911. Data was analyzed used mean. The results showed that more than half of respondents (51.9%) had a low level of self-efficacy, while less than half of respondents (48.1%) had higher levels of self-efficacy. Based on techniques dimensions, more than half of respondents had a low level of self-efficacy (54.5%). Based on intrapersonal trust dimensions, more than half of respondents had a low level of self-efficacy (53.2%). While based on the support dimensions, more than half of respondents had a high level of self-efficacy (50.6%). The conclusions of this studied showed that low breastfeeding self-efficacy level can lead to breastfeed failure. Therefore, health professionals should provide psycho-education about breastfeeding at one by one mother optimally. Keywords: breastfeeding, caesarean section, self-efficacy
KANGAROO MOTHER CARE PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH : SISTEMATIK REVIEW Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Rais, Yulia; Fithriyah, Noor; Darmayanti, Darmayanti; Puspitasari, Neneng Ratnanengsih
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2018): PROMOTIF - JUNI
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.983 KB)

Abstract

Masa bayi merupakan masa pertama dalam fase kehidupan seseorang, dimana pada masa ini memerlukan adaptasi terhadap lingkungan. Bayi Berat Lahir Rendah adalah bayi baru lahir yang memiliki berat saat lahir kurang dari 2500 gram. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dan lebih sering terjadi di negara berkembang atau dengan sosio ekonomi rendah. Angka kematian BBLR 35x lebih tinggi di banding pada bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. untuk mensistensis penelitian-penelitian secara empiris sehingga dapat mengidentifikasi perawatan dengan metode kangaroo mother care pada BBLR. Sistematik review ini dilakukan melaui tahapan : membuat pertanyaan penelitian, mencari sumber data dan ektraksi serta seleksi artikel. Pencarian artikel menggunakan database elektronik yaitu google scholar, Pub Med, SINTA, Kandaga, Nejm, Science Direct dengan kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris adalah “BBLR” atau “Low birth weight”, “Kangaroo Mother Care (KMC)”. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu yang diplubikasikan full text, dalam rentang waktu 2014-2018, jenis penelitian kuantitatif, kriteria peneliti minimal S1 Keperawatan, artikel yang memiliki konten utama intervensi Kangaroo Mother Care untuk perawatan BBLR. Hasil pencarian ditemukan 1.625 artikel pada Google Scholar 201 artikel, NEJM 12 artikel, Pub Med 633 Artikel, dan Science Direct 779 artikel. Setelah disesuaikan dengan kriteria inklusi maka artikel yang tersisa sebanyak 8 artikel. KMC dalam perawatan BBLR berpengaruh signifikan terhadap peningkatan respon fisiologis BBLR. Disarankan KMC sebagai terapi untuk perawatan BBLR  yang dapat dilakukan oleh ibu secara langsung, tanpa biaya dengan pemberian pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlebih dahulu. 
GAMBARAN SUMBER INFORMASI PHBS PADA KADER KESEHATAN Kosasih, Cecep Eli; Solehati, Tetti; Rahmat, Agus
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2018): PROMOTIF - JUNI
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.155 KB)

Abstract

Desa Pangandaran merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Barat memiliki visi menjadi Desa Sehat. Sayangnya kesadaran ber-PHBS masyarakat Pangandaran masih rendah menyebabkan tingginya angka diare dan kecacingan di daerah tersebut kemungkinan karena kurangnya mendapatkan informasi tentag PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi PHBS pada kader kesehatan. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Jawa Barat. Populasi penelitian adalah semua kader kesehatan yang terdapat di Desa Pangandaran sejumlah 28 orang. Sample menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah quisioner yang terdiri dari data karakteristik dan sumber informasi. Analisa yang digunakan deskriptif berupa frekuensi dan prosentase. Seluruh responden pernah mendapatkan informasi PHBS sejumlah 28 orang (100%). Pada variabel genital hygiene diperoleh bahwa sebagian kecil responden mendapatkan informasi dari media cetak sejumlah 6 orang (21,4%), hampir seluruh responden mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sejumlah  24 orang (85,7%). Pada variabel CTPS diperoleh bahwa seluruh responden pernah mendapatkan informasi 28 orang (100%), hampir setengahnya responden mendapatkan informasi dari orang tua sejumlah  8 orang (28,6%), sebagian kecil responden mendapatkan informasi dari saudara sejumlah 3 orang (10,7%), sebagian kecil  responden mendapatkan informasi dari teman sejumlah  2 orang (7,1 %), hampir setengahnya responden mendapatkan informasi dari media sosial sejumlah 12 orang (42,9%), hampir seluruh responden mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sejumlah 23 orang (82,1%). Kesimpulan: Seluruh responden mendapatkan informasi. Walaupun sumber informasi lebih banyak diperoleh dari petugas kesehatan dan media sosial namun masih ada informasi didapat dari teman. Perlu pendekatan yang lebih kreatif dalam pemberian informasi dari petugas kesehatan misalnya dengan menggunakan media sosial.