Articles

Found 35 Documents
Search

E-COMMERCE PADA UKM KOTA SEMARANG SEBAGAI MODEL PEMASARAN YANG EFEKTIF

Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.221 KB)

Abstract

Usaha kecil menengah (UKM) mempunyai kesempatan merebut pasar dengan menerapkan e-commerce sebagai salah satu media pemasaran yang efektif. Dalam penggunaan e-commerce di UKM perlu mendapatkan evaluasi berdasarkan analisis biaya-manfaat, perlu dibandingkan antara biaya atau investasi dan pemeliharaan dengan manfaatnya, yaitu apakah keberadaan e-commerce dapat meningkatkan produktivitas kinerja pemasaran perusahaan, baik secara individual maupun organisasional. Motivasi dilakukannya penelitian ini yaitu adanya fenomena research gap antara McGill (2003) dan Livari (2005) tentang model pengembangan sistem informasi yangdikembangkan oleh DeLone dan McLean (1992). Research gap muncul dari ketidaksesuaian dampak dari hasil penelitian mereka. Hal ini memberikan ruang pengujian studi empiris mengenai model pengembangan aplikasi ecommercedan dampaknya pada kepuasan user, kinerja individu dan kinerja organisasi (UKM). Penelitian ini menggunakan model pengembangan sistem yang dikemukakan oleh DeLone dan McLean (1992) dengan menggunakan Structural Equation Modelling dan LISREL. Sampel penelitiannya UKM yang menggunakan e-catalog melalui website sebanyak 127 perusahaan melalui fasilitas e-mail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi berpengaruh positif pada intensitas penggunaan sistem informasi. Variabel intensitas penggunaan sistem informasi berpengaruh positif pada faktor individu pengguna. Faktor individu pengguna e-commerce berpengaruh positif dan signifikan pada faktor organisasi.Kata kunci: Usaha Kecil Menengah, e-commerce, kualitas informasi, intensitas penggunaan, kepuasan pengguna,faktor organisasi

KAJIAN KOMPARASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN REGRESI LINIER DALAM MEMPREDIKSI HARGA SAHAM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR FUNDAMENTAL PADA SEKTOR INDUSTRI

Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.36 KB)

Abstract

Beberapa temuan terdahulu tentang prediksi harga saham dengan menggunakan studi komparasi (perbandingan) yang dirasakan masih relatif sedikit menjadikan motivasi untuk dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji sebaran data dan arsitektur jaringan dengan menggunakan artificial neural network dibandingkan dengan regresi; seberapa besar informasi yang diperoleh dari hasil prediksi menggunakan artificial neural network dibandingkan dengan regresi tentang pengaruh rasio keuangan fundamental pada sektor industri dalam mempengaruhi harga saham serta seberapa besar nilaimeasure square error dari hasil prediksi dengan menggunakan artificial neural network dibandingkan dengan regresi.Software yang digunakan untuk memprediksi harga saham untuk artificial neural network menggunakan Matlab dengan jumlah Sampel training sebanyak 156 data, validation sebanyak 34 dan testing sebanyak 34 data. Sedangkan software untuk regresi linier menggunakan SPSS dengan jumlah data penelitian sebanyak 224 yaitu 56 perusahaan selamaperiode 2006 – 2009 secara time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran data dengan menggunakan arsitektur jaringan artificial neural network menunjukkan data faktual dengan data fit. Sedangkan pada sebaran data menggunakan regresi linier menggunakan scatterplot diagram dapat dilakukan dengan melihat sebaran data yang beradadi atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Keterkaitan variabel input terhadap variabel output pada artificial neural network lebih besar dibandingkan dengan regresi linier. Begitu pula dengan melihat nilai measure square error dari hasil prediksi dengan menggunakan artificial neural network diperoleh nilai MSE (Mean Square Error) lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan regresi linier.Kata kunci : Prediksi, artificial neural network, regresi linier, faktor fundamental, dan harga saham.

PERBEDAAN pH SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH MENGGOSOK GIGI DENGAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG SORBITOL DAN XYLITOL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan naiknya kadar gula dalam darah. Penyakit tersebut ditandai salah satunya dengan menurunnya pH saliva. Penurunan pH saliva dapat meningkatkan resiko terkena penyakit rongga mulut yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pencegahan penyakit rongga mulut, salah satunya dengan meningkatkan pH saliva pasien DM. Peningkatan pH saliva dilakukan dengan cara menggosok gigi dengan pasta gigi yang engandung sorbitol dan xylitol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pH saliva sebelum dan sesudah menggosok gigi. Desain penelitian ini adalah Quasi experiment dengan jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 November – 20 Desember 2011. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pH saliva sebelum dan sesudah menggosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung sorbitol dan xylitol, dengan nilai (p < 0,05). Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah agar dilakukan observasi pH saliva pada pasien DM,  pencegahan penurunan pH saliva dengan rutin menggosok gigi 2-3 kali sehari dan pengontrolan kadar gula darah sehingga kesehatan mulut pasien DM tetap terjaga.   Kata kunci: Diabetes Mellitus, Derajat Keasaman Sebelum Menggosok Gigi, Derajat Keasaman Sesudah Menggosok Gigi, Pasta gigi yang Mengandung Sorbitol dan Xylitol

EFEKTIVITAS RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF-ASISTIF: SPHERICAL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di negara maju, setelah penyakit jantung dan kanker. Sekitar 2,5% meninggal dan sisanya cacat ringan maupun berat. Salah satu dampak yang terjadi pada pasien stroke adalah mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh. Oleh karena itu, pasien stroke memerlukan rehabilitasi yaitu latihan rentang gerak/ROM. Latihan untuk menstimulasi gerak pada tangan  salah satunya berupa latihan menggenggam yang merupakan latihan fungsional tangan. Latihan ROM spherical grip dilakukan secara aktif-asistif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ROM aktif-asistif: spherical grip terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional selama 7 hari dengan perlakuan 2 kali sehari. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden dengan mengukur kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji statistik Wilcoxon Match Pairs diperoleh nilai p rata-rata pada hari ke-2 sore sebesar 0,014 (< 0,05), selanjutnya pada hari ke-3 sore sebesar 0,046 (< 0,05), hari ke-4 pagi sebesar 0,046 (< 0,05), dan hari ke-6 pagi sebesar 0,046 (< 0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan kekuatan otot antara  sebelum dan sesudah latihan ROM aktif-asistif: spherical grip di RSUD Tugurejo Semarang.   Kata Kunci: Stroke, ROM aktif-asistif: spherical grip, peningkatan kekuatan otot

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS SENTRAL DAN DISLIPIDEMIA TERHADAP KEJADIAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI) DI RS TELOGOREJO SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kejadian AMI di dunia merupakan pembunuh nomor satu, bahkan pada negara berkembang seperti Indonesia yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut Honolulu Heart Study, risiko AMI didapatkan lebih tinggi pada kelompok obesitas sentral dibandingkan non obesitas sentral. Penelitian multiple risk factor intervention trial mengatakan, kenaikkan kadar kolesterol dalam hal ini dislipidemia, berbanding lurus dengan peningkatan terjadinya AMI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara obesitas sentral dan dislipidemia dengan kejadian AMI dan mengidentifikasi karakteristik pasien AMI di RS Telogorejo Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif, dengan jumlah sampel 20 responden dengan teknik populasi sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan dislipidemia terhadap kejadian AMI di RS Telogorejo Semarang. Terlihat dari hasil crosstab variabel obesitas sentral sebesar 70% (p < 0,01), dan pada crosstab variabel dislipidemia sebesar 100% (p < 0,01). Karakteristik responden pasien AMI dengan usia > 60 tahun sebanyak 11 responden (55%), usia ≤ 60 tahun 9 responden (45%), responden laki-laki 17 (85%), pada perempuan 3 responden (15%). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar menghindari faktor risiko AMI seperti (obesitas sentral dan dislipidemia) dan melakukan diet rendah lemak.Kata kunci: AMI, obesitas sentral, dan dislipidemia

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKANAN DARAH HEMODIALISIS PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIK (STUDI KASUS DI RS TELOGOREJO SEMARANG)

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) kini telah menjadi persoalan serius kesehatan masya­rakat di dunia. GGK sering menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya pada kardiovaskuler. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang sering menyebabkan mortalitas pada klien GGK yang menjalani cuci darah (hemodialisis). Pada tahun 2010 di Indonesia terdapat sekitar 220.000 klien yang menjalani hemodialisis dan kemungkinan mortalitas akibat gangguan kardiovaskuler hampir 40%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tekanan darah hemodialisis pada klien dengan gagal ginjal kronik di RS Telogorejo Semarang. Desain penelitian ini adalah explanatory, jumlah sampel 48 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, jenis kelamin, penggunaan obat antihipertensi, dan UFR dengan tekanan darah klien yang menjalani hemodialisis (p>0,05). Sedangkan untuk riwayat keluarga, diet dan IDWG memiliki pengaruh yang signifikan dengan tekanan darah klien yang menjalani hemodialisis (p<0,05). Dari ketiga variabel yang signifikan tersebut yang mempunyai hubungan paling kuat adalah diet, dengan hasil B pada regresi logistik (B = 2.495). Rekomedasi hasil penelitian ini adalah diharapkan klien dapat memperhatikan diet baik makanan maupun minuman agar tidak terjadi pertambahan berat badan lebih dari yang diharapkan sehingga tidak terjadi komplikasi pada kardiovaskuler.   Kata Kunci: GGK, Tekanan Darah, Hemodialisis  

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KETERGANTUNGAN ACTIVITY DAILY LIVING DENGAN DEPRESI PADA PASIEN STROKE DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, timbul berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia.  Salah satu contohnya adalah penyakit stroke. Dampak dari penyakit stroke di antaranya keterbatasan aktivitas dan depresi. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan antara tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) dengan depresi pada pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang.  Metode penelitian menggunakan deskriptif korelatif.  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 20 responden.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dengan ADL pasien stroke.  Terlihat dari hasil variabel depresi sebagian besar responden mengalami depresi sedang (60%) dan pada variabel ADL sebagian besar termasuk kategori ADL  sangat tergantung (45%).  Hasil analisis Spearman Rank dinyatakan ada hubungan  antara depresi dengan ADL pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perawat lebih memperhatikan, mengerti, dan dapat memberikan asuhan keperawatan.terhadap kondisi ADL yang dialami pasien stroke.   Kata kunci: Depresi, ADL, Stroke

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RS PANTI WILASA CITARUM SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembedahan adalah salah satu tindakan pengobatan dengan penyembuhan penyakit dengan cara memotong, mengiris anggota tubuh yang sakit. Pembedahan dilakukan dengan anestesi general maupun regional. Anestesi general yaitu anestesi yang bertujuan untuk menghilangkan  sensasi di seluruh tubuh dan kesadaran. Pembedahan akan menimbulkan respon psikologis yaitu kecemasan. Untuk mengurangi kecemasan dapat diatasi dengan menggunakan relaksasi otot progresif, karena dapat menekan saraf saraf simpatis di mana dapat menekan rasa tegang yang dialami oleh individu secara timbal balik, sehingga timbul counter conditioning (penghilangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan  tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan general anestesi sebelum dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. Desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental, dengan rancangan penelitian “one group pre test – post test design”. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 30 orang. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif dengan p= 0,000 atau < 0,05. Rekomendasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagi salah satu alternatif  dalam mengontrol tingkat kecemasan pasien pre operasi.   Kata kunci: Kecemasan, relaksasi otot progresif, dan pre operasi

HUBUNGAN ANTARA CYBERSEX DENGAN PERILAKU MASTURBASI PADA REMAJA DI SMA KESATRIAN 1 SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak yang menyebut masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Karena remaja mudah terpengaruh oleh teman, lingkungan, dan beberapa diantaranya menjerumus pada hal-hal yang negatif. Contohnya adalah menggunakan media internet untuk mengakses situs-situs porno atau yang biasa disebut dengan cybersex. Jika cybersex dilakukan dengan cara chatting, fantasi seks akan menjadi semakin parah. Karena merasa seolah-olah benar-benar berhubungan seks dengan partner online-nya. Karena kedua pasangan sama-sama saling merangsang. Kalau sudah begini, dorongan seksual pun bertambah susah dibendung. Untuk menyalurkan dorongan itu, kegiatan seksual mandiri seperti masturbasi mau tidak mau dilakukan. Semakin sering terangsang, semakin bermasturbasi. Masturbasi disebut sebagai upaya memuaskan diri sendiri dengan rangsangan seksual yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cybersex dengan perilaku masturbasi pada remaja di SMA Kesatrian 1 Semarang. Desain penelitian ini adalah analisis deskriptif, jumlah sampel 92 responden yang menggunakan tekhnik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah cybersex dan variabel terikat adalah perilaku masturbasi pada remaja. Hasil korelasi adalah nilai p= 0,000 (<0,05) dan r= 0,437 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara cybersex dengan perilaku masturbasi dimana semakin lama sesorang mengakses situs cybersex maka orang tersebut berkemungkinan melakukan masturbasi. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah untuk menjelaskan dampak buruk dari masturbasi. Sedangkan masturbasi sendiri memiliki efek yang negatif pada psikologi maupun fisik, antara lain nyeri punggung dan selakangan, rasa letih sepanjang hari, kebotakan, impotensi dan kebocoran katup air mani.   Kata Kunci: Cybersex dan perilaku masturbasi

HUBUNGAN ANTARA LOKASI PENUSUKAN INFUS DAN TINGKAT USIA DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RSUD TUGUREJO SEMARANG

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1: Juni 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi intravena digunakan untuk memperbaiki kondisi pasien dalam mempertahankan cairan tubuh. Salah satu komplikasi adalah flebitis. Flebitis merupakan peradangan dinding vena yang disebabkan karena iritasi kimia, bakteri maupun mekanik yang ditandai dengan nyeri, kemerahan dan kadang sampai timbul bengkak lokal sekitar area penusukan. Pemilihan lokasi penusukan sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) di vena yang ideal dapat mengurangi kejadian flebitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lokasi penusukan infus dan tingkat usia dengan kejadian flebitis di ruang rawat inap dewasa RSUD Tugurejo Semarang. Metode yang digunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan tanggal 5-30 November 2011 menggunakan purposive sampling dengan sampel 70 responden. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan lokasi penusukan infus dengan kejadian flebitis terlihat dari p value 0,014. Tidak ada hubungan usia dengan kejadian flebitis terlihat dari hasil p value 0,237. Pada analisa multivariat p value 0,00 dan Kendall W 0,421 yang berarti memiliki hubungan keeratan asosiasi yang cukup kuat antar keseluruhan pasangan variabel. Direkomendasikan dalam pelaksanaan pemberian terapi intravena harus sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP), meskipun dalam pemilihan lokasi vena sudah ideal apabila tidak memperhatikan faktor lain maka flebitis dapat terjadi.   Kata Kunci: Lokasi Penusukan Infus, Usia, Kejadian Flebitis