Articles

WATER SUPPLY AND SANITATION IN RURAL AREAS OF INDONESIA

Buletin Penelitian Kesehatan Vol 14, No 4 Des (1986)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data mengenai sarana air minum dan pembuangan kotoran diperlukan untuk perencanaan program sarana air minum dan jamban keluarga (Samijaga) di daerah pedesaan. Sampai pertengahan tahun 1982 belum ada data yang baik mengenai sarana tersebut, sehingga perlu diperoleh dengan cara sampel survai. Survai dilakukan di daerah pedesaan yang meliputi 9 provinsi dengan 8597 rumah tangga. Rumah tangga dipilih secara bertahap, dan tahap terakhir melalui systematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan ibu rumah tangga menggunakan kuesioner, dan pengamatan langsung fasilitas Samijaga. Dari sample rumah tangga didapat 28,3% memperoleh sumber air terlindung, dan 71,7% tidak ter­lindung seperti sumur gali, air hujan, kali, kolam, dan sumber lain. Dengan kriteria saniter, terdapat 12,2% rumah tangga yang telah memperoleh sumber air saniter, dan sisanya 87,8% memperoleh sumber air tidak saniter. Rumah tangga yang telah memperoleh sarana pembuangan kotoran dengan jamban adalah 36,7%, dan 63,3% masih membuang kotoran di sembarang tempat seperti di kebun, kolam, ladang, semak, kali, dan lain-lain. Dengan kriteria saniter terdapat 10,2 % rumah tangga menggunakan jamban saniter, dan 89,8% rumah tangga membuang kotoran di sembarang tempat.

Strategi Penguatan Perempuan dalam Pembangunan Perekonomian Subsektor Perikanan Aceh (Studi Kasus Agroindustri Perikanan di Desa Meunasah Keudee Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar)

Jurnal Agrisep Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 Nomor 1 Juni 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.026 KB)

Abstract

ABSTRACT. After Tsunami 2004, many local and international NGOs came to help Aceh community in rehabilitation and reconstruction processes in order to relief economic condition of the community. In the rehabilitation processes of coast community, NGO gave more attention to gender equity in their program, especially in the program aimed to increase knowledge and skill through  the training of small scale enterprise and giving fund for their business. In 2010, the rehabilitation and reconstruction processed was finished. How is the women role in economic sector? This research aimed to: (1) Describe the women role in fishery subsector before and after tsunami, (2) Analyze factors which caused the change of woman role in fishery subsector after tsunami, (3) Formulate the strategy to reinforce woman role in economic activity of fishery subsector. This research was a case study in Meunasah Keudee Village, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District by using a qualitative approach. The results showed that there were a movement in a role of men and women in fishery agroindustry. Many factors caused this movement: internal factors which are: (a) the increasing awareness of self potential, (b) the increasing of cosmopolitness in women activity after tsunami, (c) the movement of status and women role in their family (widow’s case); external factors which are: (a) NGO’s assistances and guidances in women economic activity, (b) the increasement of family needs, (c) the movement of reference group. Strategy to enhance women role are: (1) increasement of women education through training which includes gender issues in economic assitances to the community; (2) reformation of local or traditional institution which neglect women role; (3) advocate the men to give the same place and role to the women to involve on desicion making processes in the family, economic activity and public sphere.

Prospek Industri Garam Tradisional Ditinjau Dari Aspek Teknis, Aspek Finansial Dan Aspek Pasar Di Kabupaten Aceh Besar

Jurnal Agrisep Vol 15, No 2 (2014): Volume 15 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.495 KB)

Abstract

ABSTRACT. This study aims to determine whether the traditional salt industry already has the appropriate standard manufacture the technical aspects and prospects of development of the traditional salt industry reviewed of the financial aspects of feasibility and prospects of the market aspects Opportunities for the salt industry in Aceh Besar district is still wide open. These results indicate that the average farmer owned land measuring 468 M2. Salt processing is still done traditionally, wiyh an average production of 25 kg of salt per day. Financial analysis explains that the salt production is feasible, with the B/C ratio of 1.48. IRR of 37.60 percent, means that manufacture salt is able to produce a greater opportunity cost than the cost of capital so that the desired feasible. With NPV of Rp. 5,515,758 per year and a payback period of 11 months for 2 years. Opportunities for the salt industry in Aceh Besar district is still wide open. Until 2014, Aceh Besar can only produce as much as 117.74 tons of salt people or 117 740 kg per year. While the number of requests to salt over 572 835 kg per year.

Dampak Peningkatan Upah Minimum Provinsi Terhadap Inflasi Dan Pasar Kerja Di Provinsi Aceh

Jurnal Agrisep Vol 15, No 2 (2014): Volume 15 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.923 KB)

Abstract

ABSTRACT. This research was conducted in the Province of Aceh. The purpose of this study was to analyze the factors that affect inflation, the provincial minimum wage, labor supply and labor demand in the Province during the period from 1998 to 2012. The data used in this study is secondary data time series obtained from the Central Statistics Agency of Aceh, Department of Labor and Population Mobility Aceh, Department of Trade and Industry Aceh and Aceh Pertamina. The model used is the model of simultaneous equations by the method of 2SLS (Two Stage Least Square) is used to analyze the function of each equation in this study. The results showed that the provincial minimum wage impact on inflation and the increase in labor supply and the impact on the demand for labor in the province. Economically, the regression results indicate that for each of the variables that affect inflation, the provincial minimum wage, labor supply and demand in the province of Aceh has not been all in accordance with the sign the expected coefficients and variables in each equation only population significant effect on labor supply, whereas the other variables did not significantly affect the endogenous variables. However, simultaneous testing for functionality inflation equation has no real effect, whereas the function of the provincial minimum wage equations, labor supply and labor demand in the province has a real impact.

PERENCANAAN MESIN PEMECAH BIJI KOPI MENTAH

MESIN TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pemecah biji kopi mentah ini merupakan salah satu alternatif peralatan guna menunjang usaha industri pertanian, Khususnya petani-petani kecil di daerah pedesaan. Mesin ini menggunakan dua buah rol pemecah yang memiliki diameter yang sama dengan putaran yang berbeda. Pada dasarnya proses pemecahan yang terjadi karena adanya gesekan antara dua buah rol yang dilapisi karet dengan kulit biji kopi kering, dimana akan menimbulkan tekanan dan gesekan pada kulit kopi kering sehingga biji kopi akan tertinggal dari kulitnya. Dari perhitungan kapasitas mesin dengan perencanaan diameter rol pemecah 200 mm dua buah, dengan panjang rol 400 mm didapat panjang barisan (jejeran) kopi sekitar18, dan dari surfey pengukuran dilapangan panjang biji kopi yang didapat sebesar +18 mm. Sehingga dari hasil perkalian antara panjang biji kopi yang berbaris dengan panjang ukuran kopi didapat sekitar 324 mm. bila dihitung dalam satu putaran rol pemecah sebesar 11 rpm dikalikan panjang barisan 18 butir maka yang dihasilkan sekitar 198 butir permenit. Dari hasi perhitungan dua buah rol pemecah didapat sekitar 34,8 lapisan biji kopi dan untuk mendapatkan berapa biji butir kopi maka di kalikan dengan 18 sehingga  didapat sekitar 628 butir biji kopi. Untuk Putara rol 11 rpm dikali dengan hasil perhitungan 628 butir permenit maka didapat sebesar 6908 butir permenit. Dari hasil penimbangan dilapangan 1 Kg biji kopi kering sekitar +1750 butir. Dari pehitungan kapasitas didapat sebesar 3,9 Kg/menit, Hasil tersebut adalah  pembagian antara butir permenit dengan 1 Kg biji kopi kering. Kata kunci : mesin pemecah biji kopi 

ANALISA PRESTASI KERJA TURBIN UAP PADA BEBAN YANG BERVARIASI

MESIN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kebutuhan konsumen akan daya listrik bervariasi dari waktu ke waktu yang menyebabkan beban mekanis yang dipikul oleh poros Turbin turut bervariasi pula. Perubahan pada beban mekanis ini menyebabkan perubahan langsung pada kerja yang dilakukan oleh poros Turbin.Pengurangan atau penambahan beban dari beban rancangan akan menurunkan unjuk kerja suatu Turbin yang dalam hal ini dilihat dari nilai konsumsi kalor per daya yang dihasilkan terminal generatornya atau Heat Rate Turbin pada variasi titik pembebanan tertentu.Dengan mengetahui prestasi kerja Turbin pada beban yang bervariasi maka kita dapat mengetahui batas-batas (range) beban yang masih dapat dipikul oleh suatu Turbin uap dengan Heat Rate Turbin yang cukup rendah.Pada kondisi normal Turbin unit 1 - 4 UBP Suralaya memiliki unjuk kerja yang baik pada beban operasi puncak 400 MW atau lebih, dimana pada beban tersebut konsumsi kalor turbin atau Heat Rate Turbin cukup rendah berkisar antara 1833,278 – 1871,901 Kcal/kWh. Heat Rate tertinggi terjadi bila turbin dioperasikan pada beban rendah 260 MW dengan nilai Heat Rate mencapai 1958,554 Kcal/kWh. Kata kunci: turbin uap

PERENCANAAN PEMANAS AIR TENAGA SURYA KAPASITAS 80 GALON PER HARI

MESIN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi matahari adalah sumber energi yang gratis, sehingga dapat dimanfaatkan seefisien mungkin, walaupun butuh biaya tinggi dalam pemanfaatannya. Dalam hal ini energi matahari digunakan untuk memanaskan air dengan suhu keluaran 430C dengan kapasitas 80 gal per hari yang digunakan untuk industri rumah apartemen (bukan gedung apartemen) sebanyak kurang dari 20 apartemen, dengan 80 galon per hari setiap apartemennya.Proses pengumpulan panas dilakukan oleh kolektor dengan menyerap panas matahari, sehingga mengalir secara konduktif mengenai pelat penyerap (tembaga dengan lapisan chrom hitam), dengan suhu 1280C, dan melalui dinding silinder kemudian panas dipindahkan ke fluida didalam saluran pipa – pipa dengan cara konveksi paksa, pelat penyerap yang panas itu melepaskan panas kepelat penutup kaca dengan cara konveksi alamiah dan diteruskan ke atmosfir dengan cara radiasi yang hal ini merupakan salah satu kerugian kalor yang mencapai 4,4 W/(m2.K). Dan bersirkulasi terus selama perbedaan antara suhu di kolektor dan tangki penyimpan masih selisih 140C.Dari hasil penelitian dilapangan bahwa suhu air masuk sebesar 270C dan suhu air hangat 430C. Dan hasil perhitungan seperti radiasi matahari yang ditangkap pada kolektor dengan posisi 60LS (wilayah DKI Jakarta) sebesar 1047,9 W/m2 dan panas yang diperoleh sekitar 80% dengan kerugian total pada kolektor sebesar 5,14 W/(m2.K). Waktu yang diperlukan untuk memanaskan air hingga suhu keluaran mencapai 430C sebesar 1 jam dengan membutuhkan dua buah kolektor, dengan kerugian kalor pada tangki sebesar 20% dari panas yang diterima kolektor. Kata kunci: kolektor, energi matahari

Ornaments of Flora and Fauna on Traditional Acehnese House

Jurnal Natural Volume 14, Number 2, September 2014
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.734 KB)

Abstract

This study was aimed to explore ornaments on the Traditional Acehnese House (TAH) in Banda Aceh. Data were obtained by direct survey and interview methods to TAH and owners, carpenters, and community leaders. Secondary data were obtained from literatures, manuscripts, and museums. Ornaments on the TAH are dominated by elements from flora more than fauna. Other ornaments are dominated by clouds, stars, mountains, curved lines, straight lines and geometry. Few numbers of ornaments from fauna were also influenced by the Islam regulation.

PENGARUH KECEMASAN BERKOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI ANGKATAN 2013 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Jurnal Biotek Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Biotek
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kecemasan Berkomunikasi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2013 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, untuk mengetahui Prestasi Akademik Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2013 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, dan untuk mengetahui Pengaruh Kecemasan Berkomunikasi terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2013 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2013 Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar berjumlah 120 mahasiswa sedangkan sampelnya adalah 50% dari populasi berjumlah 60 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel “Simple Random Sampling”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan berkomunikasi dan dokumentasi dalam bentuk indeks prestasi semester (I dan II). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, kecemasan berkomunikasi diperoleh nilai rata-rata 82,73 berada pada kategori sedang dari nilai ideal 100 diperoleh nilai terendah 60, nilai tertinggi 110 dengan presentase 68,33%. Untuk hasil prestasi akademik diperoleh nilai rata-rata 3,34 berada pada kategori memuaskan dari nilai ideal 4,00 diperoleh nilai terendah 2,28, nilai tertinggi 4,00 dengan presentase 70%. Adapun hasil analisis statistik inferensial dengan uji regresi sederhana, diperoleh koefisien korelasi nilai sebesar 13,139 sedangkan nilaisehingga  = 3,16. Jadi, dapat disimpulkan bahwa > yakni 13,139>3,16, makaditolak dan diterima yang berarti terdapat pengaruh yang positif antara kecemasan berkomunikasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2013 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dengan sumbangsih sebesar 18,5 %.

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PRODUK AGROINDUSTRI PERIKANAN (Studi Kasus Pemasaran Ikan Teri di Desa Meunasah Keudee Kabupaten Aceh Besar)

Jurnal Agrisep Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.823 KB)

Abstract

Efficiency Analysis of Marketing in Fisheries Agro-industry(A Case Study: Marketing of Dried Anchovy in Meunasah Keudee village, District of Aceh Besar)ABSTRACT. The issue of marketing efficiency is still an important topic to be discussed in agribusiness. The specific goals of this research are: (1) identifying marketing channel of dried anchovy and (2) analyzing market performance of dried anchovy (includes margin, profit margin, share as well as value chain). This research is quantitative and qualitative researches using observations, in-depth interviews and questionnaires. Field research was conducted in Meunasah Keudee Village, Aceh Besar District, Aceh Province. This location is selected from areas that are most popular as a central production of dried Anchovy in Aceh. Results from this research indicated that the marketing margin in all channels was enormous and unwell distributed yet. Increasing marketing efficiency at market level in local market through reducing marketing cost (transportation, handling, packing and loss) is important. Similarly, encouragement of investment in those efficiency activities are still essential.