Hasnel Sofyan
Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi - BATAN

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

MONITORING DOSIS RADIASI PERORANGAN MENGGUNAKAN LENCANA DOSIMETER GELAS Sofyan, Hasnel
Buletin Alara Vol 13, No 2: Desember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2172.277 KB)

Abstract

Abstrak Tidak Ada
Pengukuran Konsentrasi Thoron (220 Rn) di Udara Dalam Ruangan Secara Kontinu Menggunakan Pylon Model WLx Sofyan, Hasnel
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.174 KB)

Abstract

Konsentrasi thoron ( 220 Rn) pada lokasi tertentu lebih besar dari pada radon ( 222 Rn), namun keberadaannya selalu terabaikan. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam kalibrasi dan diskriminasi antara radon dengan thoron. Dari model biokinetik dan dosimetrik, kontribusi dosis efektif thoron terlihat dominan pada paru-paru. UNSCEAR memperkirakan dosis thoron berkontribusi antara 5–10% dosis tahunan yang diterima masyarakat umum dengan tingkat risiko 4,4 kali lebih besar dari radon. Oleh karena itu perlu dilakukan studi untuk mengetahui nilai konsentrasi thoron di udara dalam rumah dan tempat kerja. Konsentrasi radon-thoron di udara dalam ruangan dapat diketahui dengan metode langsung menggunakan alat Pylon Model WLx dan metode pasif menggunakan detector SSNTDs (Solid State Nuclear Track Detector). Pengukuran thoron pada penelitian ini dilakukan dengan alat Pylon Model WLx yang sensitif terhadap radon secara kontinu selama 24, 65, 72, 116 dan 154 jam dalam ruangan yang berbeda-beda. Hasil pengukuran memperlihatkan nilai rerata konsentrasi working level thoron sebesar 2,53 ± 0,67 Bq/m 3 dalam ruangan-1 dengan konsentrasi maksimum dan minimum adalah 3,37 Bq/m 3 dan 2,22 Bq/m 3 . Dari pengukuran pada lokasi berbeda diperoleh rerata konsentrasi anak luruh thoron yang terbesar dan terkecil masing-masing sebesar 0,83 ±0,23 Bq/m 3 dan 0,29 ±0,64 Bq/m 3 , sedang nilai konsentrasi maksimum dan minimum masing-masing adalah 7,80 Bq/m 3 dan 0,01 Bq/m 3 . Pylon Model WLx tidak dapat digunakan dalam jangka waktu lama dengan cakupan daerah survei yang luas secara bersamaan, sehingga masih diperlukan pengukuran menggunakan detektor pasif SSNTDs yang sangat sensitif terhadap emisi partikel alfa dan dapat mengukur konsentrasi thoron secara kumulatif.
PERBANDINGAN TANGGAPAN DOSIMETER TERMOLUMINISENSI LiF:Mg,Ti DAN LiF:Mg,Cu,P TERHADAP DOSIS DALAM APLIKASI MEDIK Sofyan, Hasnel; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.902 KB)

Abstract

PERBANDINGAN TANGGAPAN DOSIMETER TERMOLUMINISENSI LiF:Mg,Ti DANLiF:Mg,Cu,P TERHADAP DOSIS DALAM APLIKASI MEDIK. Kemajuan peralatan medik telahmenyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan thermoluminescence dosimeter (TLD),khususnya dalam pemantauan dosis rendah. Selama ini, TLD LiF:Mg,Ti yang sangat sensitiftelah mendominasi pemakaian dosimeter di bidang medik. Akan tetapi, TLD LiF:Mg,Cu,P yanglebih sensitif dan biasa digunakan untuk pemantauan dosis personal dan lingkungan juga perludipertimbangkan untuk pengukuran dosis rendah dalam aplikasi medik. Pada penelitian ini,dilakukan penyinaran TLD LiF:Mg,Ti dan LiF:Mg,Cu,P dengan sumber 60Co pada jarak 1 meterdengan dosis masing-masing sebesar 100 mGy dan 10 mGy untuk mengetahui sebarantanggapan TLD. Selain itu, dilakukan juga penyinaran TLD LiF:Mg,Cu,P dengan dosis 5 mGymenggunakan pesawat sinar X. Tanggapan kedua jenis TLD terhadap dosis rendah dalamaplikasi medik dievaluasi pada pasien pemeriksaan kedokteran nuklir dan radiodiagnostik.Setiap TLD dibaca dengan alat TLD Reader Harshaw model 2000A/B. Tanggapan TLDLiF:Mg,Cu,P terhadap penyinaran dengan 60Co lebih baik dan homogen dibandingkan LiF:Mg,Ti.Besarnya deviasi tanggapan adalah 6,85% dan 9,42%, masing-masing untuk LiF:Mg,Cu,P danLiF:Mg,Ti. Pada dosis rendah, diperoleh bahwa sensitivitas LiF:Mg,Cu,P 23 kali lebih tinggi dariLiF:Mg,Ti. Dengan tingkat sensitivitas lebih tinggi dan deviasi tanggapan rendah, maka TLDLiF:Mg,Cu,P layak dipertimbangkan penggunaannya dalam aplikasi medik dengan dosis rendah.
RADIONUKLIDA PRIMORDIAL UNTUK PENANGGALAN GEOLOGI DAN ARKEOLOGI Sofyan, Hasnel; Akhadi, Mukhlis
Buletin Alara Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.115 KB)

Abstract

Ditinjau dari proses terbentuknya, unsurunsur radioaktif atau radionuklida yang ada di lingkungan dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan besar, yaitu radionuklida alam dan radionuklida buatan yang keduanya dapat berperan sebagai sumber radiasi lingkungan. Dikatakan sebagai radionuklida alam karena sumber radiasi itu sudah ada semenjak alam ini terbentuk. Berbeda dengan radionuklida alam, radionuklida buatan adalah sumber radiasi yang proses terbentuknya melibatkan intervensi manusia, baik sumber tersebut sengaja dibuat untuk maksud-maksud tertentu atau merupakan hasil samping dari pemanfaatan teknologi nuklir oleh umat manusia, yang sebenarnya tidak disengaja atau bahkan tidak dikehendaki kemunculannya.
PERKIRAAN DISTRIBUSI DOSIS EKIVALEN FOTON PADA PASIEN RADIOTERAPI LINAC 15 MV Febriantoko, Adiar; Noor, Johan Andoyo Effendi; Sofyan, Hasnel
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linac (linear accelerator) telah digunakan dalam radioterapi eksternal. Pengoperasiannya dengan energi lebih dari 8 MV akan menimbulkan radiasi sekunder berupa neutron maupun prompt gamma. Penelitian ini dilakukan pengukuran dosis ekivalen foton untuk mengetahui distribusi dosis pada bagian permukaan tubuh pasien dan bagian organ kritis pasien ketika proses radiasi berlangsung, yang menggunakan detektor pasif TLD-100H (LiF:Mg, Cu, P). Distribusi dosis ekivalen foton pada bagian permukaan (depan) diperoleh dari penyinaran mesin linac 15 MV dengan dosis target 2 Gy dan 3 Gy pada berkisar antara 0,35 mSv- 452 mSv dan antara 0,44 mSv – 474 mSv dengan ketidakpastian ±3% yang diperoleh dari kalibrasi TLD-100H. Dosis ekivalen foton di bagian dalam fantom yang diperoleh dari penyinaran mesin linac 15 MV dengan dosis target 2 Gy dan 3 Gy berkisar antara 0,28 mSv – 2074 mSv dengan ketidakpastian ±3% dan antara 0,37 mSv- 2980 mSv dengan ketidakpastian ±3%. Variasi dosis tersebut dipengaruhi oleh letak titik pada fantom. Selain itu, diketahui pula bahwa besar dosis ekivalen sebanding dengan dosis terapi yang diberikan.
PENENTUAN DOSIS FOTONEUTRON PADA PASIEN TERAPI LINAC 15 MV MENGGUNAKAN TLD-600H DAN TLD-100H Ibadurrohman, Muhammad; Noor, Johan A.E.; Sofyan, Hasnel
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan dan mengetahui dosis fotoneutron yang dihasilkan linac 15 MV pada pasien terapi kanker menggunakan TLD-600H dan TLD-100H. TLD memiliki tingkat keseragaman sebesar 3% dan setiap kali pemakaian dilakukan annealing untuk semua TLD dengan suhu lebih rendah dari yang direkomendasikan (240oC) yaitu pada suhu 210oC selama 10 menit. Hal ini dilakukan agar sensitivitas TLD selama penelitian dapat dipertahankan sama. Pasangan TLD diletakkan pada posisi organ kritis menggunakan fantom antropomorfik berbahan polietilen sebagai pengganti pasien terapi kanker. Penyinaran menggunakan foton linac dengan dosis 2 Gy dan 3 Gy pada isocenter tubuh. Kemudian tanggapan TLD dibaca dengan alat baca TLD Harshaw Model 3500. Dosis fotoneutron didapatkan nilai bervariasi dengan dosis tertinggi sebesar 53±1,6 mSv untuk dosis foton 2 Gy dan 83±2,5 mSv untuk dosis foton 3 Gy. Nilai dosis neutron yang didapatkan menurun seiring dengan semakin jauhnya jarak dari isocenter tubuh. Ketidakpastian pengukuran sebesar ±3% berdasarkan keseragaman dan pengelompokan TLD. Semakin tinggi dosis foton yang diberikan saat terapi, kemungkinan dosis fotoneutron yang dihasilkan oleh linac juga tinggi dan semakin banyak yang akan berinteraksi dengan tubuh pasien.   Kata Kunci : TLD LiF:Mg,Cu,P, fantom antropomorfik, fotoneutron, linac 15MV, isocenter