Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotek Indonesia

Absorption of N, P and K Nutrients of Sweet Corn Plants (Zea Mays Saccharata Sturt) Due to the Application of Urea, Sp-36, Kcl Fertilizers and Biofertilizer on Fluventic Eutrudepts from Jatinangor Sofyan, Emma Trinurani; Machfud, Yuliati; Yeni, Hilma; Herdiansyah, Ganjar
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.526 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1690

Abstract

Availability of nutrients in the soil greatly affect the condition of plants' growth and development. Fertilization is one of the exact ways to increase nutrients in the soil. Usage of inorganic fertilizer intensively and routinely can decrease soil fertility level and create residual that will damage to the environment. This research aims to determine the effect of fertilizer dose combination of N, P, K, and Biofertilizer to uptake N, P and K on sweet corns (Zea mays Saccharata Sturt) in Fluventic Eutrudepts from Jatinangor. Dose combination was expected can reduce fertilizer dose N, P, K without decreasing productivity and crop yields. This research was performed from January until April 2018 at Experimental Field Faculty of Agriculture, Padjajaran University, Jatinangor, Sumedang, West Java at 725 m asl. Experimental design used in this research is Randomized Block Design (RBD) with 10 treatments and 3 replications which consist of treatments 0 N, P, K + 0 biofertilizer; 1 N, P, K + 0 biofertilizer; 0 N, P, K + 1 biofertilizer; 1/4 N, P, K + 1 biofertilizer; 1/2 N, P, K + 1 biofertilizer; 3/4N, P, K + 1 biofertilizer; 1 N, P, K + 1 biofertilizer; 3/4 N, P, K + 1/4 biofertilizer; 3/4 N, P, K + 1/2 PHC; 3/4 N, P, K + 3/4 biofertilizer. Recommended dosage was 300 kg of urea, 150 kg of SP 36, and 50 kg KCl ha-1 and 5 L ha-1 biofertilizer. The results showed a significant effect of the combination N, P, K fertilizer and biofertilizer to uptake N, P, K, and best dose combination was showed by treatment 1/2 N P K + 1 biofertilizer
Pengaruh Pupuk Npk, Vermikompos Dan Hayati Terhadap Serapan N, Populasi Azotobacter sp. Dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merrill) Pada Inceptisols Yuniarti, Anni; Nurbaity, Anne; Sofyan, Emma Trinurani; Marihot, Gordon Pius Marihot Pius
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.397 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1372

Abstract

Inceptisol merupakan ordo tanah yang paling banyak di Indonesia. Masalah yang menjadi sorotan adalah  Inceptisol yang memiliki tingkat kesuburan rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah melalui penggunaan pupuk anorganik, organik dan pupuk hayati untuk meningkatkan kualitas tanah Inceptisol. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk N,P,K, vermikompos dan pupuk hayati terhadap serapan N, populasi Azotobacter sp., dan hasil kedelai Edamame pada Inceptisols. Percobaan ini dilaksanakan dari bulan Maret hingga Mei 2016 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang dengan ketinggian tempat ± 750 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini dilakukan menggunakan metode percobaan di lapangan dengan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Kombinasi perlakuan tersebut terdiri dari: kontrol (tanpa perlakuan), dosis rekomendasi Urea 100 kgha-1 + SP-36 150 kg ha-1 + KCl 125 kg ha-1;½ rekomendasi ha-1 N,P,K +5 ton ha-1 vermikompos;1 rekomendasi ha-1 N, P, K+5 ton ha-1 vermikompos;1½ rekomendasi ha-1 N,P,K +5 ton ha-1 vermikompos;½ rekomendasi ha-1 N, P, K+10 ton ha-1 vermikompos;1 rekomendasi ha-1 N,P,K+10 ton ha-1 vermikompos;1½ rekomendasi ha-1 N,P,K +10 ton ha-1 vermikompos;½ rekomendasi ha-1 N,P,K +5 ton ha-1 vermikompos + pupuk hayati  5 L ha-1;½ rekomendasi ha-1 N,P,K+10 ton ha-1 vermikompos + pupuk hayati  5 L ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk N,P,K, Vermikompos dan pupuk hayati berpengaruh terhadap populasi Azotobacter sp. dan bobot hasil kedelai Edamame namun tidak berpengaruh terhadap serapan N,½ dosis N,P,K+10 ton ha-1 vermikompos + pupuk hayati 5 L ha-1menghasilkan berat polong 114,45 g/tanaman(10,17 ton/ha) Kata Kunci : Azotobacter sp., kedelai Edamame, pupuk hayati, vermikompos,  pupuk NPK.
Pemanfaatan PCO Plus dengan N-P-K Untuk Perbaikan Sifat Kimia Inceptisols Bekas Galian Batu Bata pada Pertanaman Cabai Merah Besar Sofyan, Emma Trinurani; Sari, Stefina Liana
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.197 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1181

Abstract

Inceptisols merupakan salah satu jenis tanah dengan sebaran yang cukup luas di Indonesia. Pemanfaatanya untuk pertanian pun masih luas, salah satunya Inceptisols di Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Namun eksploitasi tanah secara terus-menerus dalam jumlah yang sangat besar melalui penggalian untuk pembuatan batu bata merah terjadi di wilayah ini dan mengakibatkan menipisnya lapisan tanah karena hilangnya top soil (lapisan atas) dengan kedalaman 2 – 4 meter. Sehingga tanah kehilangan kesuburanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan PCO plus bersama N-P-K terhadap beberapa sifat kimia tanah Inceptisols bekas galian batu bata merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai dengan Mei 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 perlakuan tanah terdegradasi bekas galian batu bata dan 1 perlakuan tanah normal yang diulang 3 kali dengan susunan perlakuan sebagai berikut; A = Kontrol (tanah terdegradasi, tanpa pupuk), B = 0% PCO + 1 NPK, C = 0.25% PCO + 1 NPK, D = 0.50% PCO + 1 NPK, E = 0.75% PCO + 1 NPK, F = 1.00% PCO + 1 NPK, G = 0.5% PCO + 3/4 NPK, H = 0.5% PCO + 1/2 NPK, I = 0.5% PCO + 1/4 NPK, J = 0.5 PCO + 0 NPK, dan K = 1 NPK tanah normal. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan PCO plus bersama dosis N-P-K yang lebih tinggi (konsentrasi 0.5%, 0.75%, dan 1.00% bersama N-P-K standar) berpengaruh terhadap peningkatan C-organik, KTK dan KB tanah serta penyerapan N, P dan K oleh tanaman pada tanah terdegradasi bekas galian batu bata merah, akan tetapi peningkatan tersebut belum mampu mengembalikan sifat kimia tanah (C-organik, KTK dan KB tanah) serta penyerapan N, P dan K seperti pada tanah normal.Kata kunci : pupuk cair organik, pupuk N-P-K, sifat kimia tanah
Konsorsium Pupuk Hayati Dan Amelioran Organik Terhadap Nitrogen Tanah Serta Pertumbuhan Padi (Oryza sativa L.) Pada Tanah Inceptisols Amanda, Adinda Putri; Fitriatin, Betty Natalie; Sofyan, Emma Trinurani
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.763 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1373

Abstract

Biofertilizer and organic ameliorant can be used alternative material to increase sustainable soil fertility  and yield for agricultur. This study aimed to investigate the effect of application biofertilizer consortium and organic ameliorant on chemical and biological character of soil and yield of rice in Inceptisols. The experiment was conducted in experimental field of Agriculture Faculty Universitas Padjadjaran from June until October 2017. Experimental design used a randomized block design of single faktor with twelve treatments and three replications. The treatments consist of control, solid biofertilizer, liquid biofertilizer, combination solid biofertilizer with organic amelioran (straw compost, charcoal husk and cow manure), liquid biofertilizer with organic amelioran, and organic amelioran independen. The result showed that biofertilizer consortium and organic ameliorant has significant effect on N soil and growth of rice. Solid biofertilizer and straw compost was the best treatment increase N soil.In general, biofertilizer consortium and organic ameliorant gave a significant influence for soil chemical and growth of rice. Key words: Biofertilizer, organic ameliorant, N soil and growth of rice.
Aplikasi Amelioran Organik Terhadap Populasi Rhizobacteriadan Status Kecukupan Hara (N,P,K) Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Inceptisols Sinaga, Juli Enita; Sofyan, Emma Trinurani; Simarmata, Tualar
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.19 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1379

Abstract

Amelioran organik memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman. percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi amelioran organik dan pupuk N,P,K terhadap populasi Rhizobacteria dan status kecukupan hara tanaman jagung. Penelitian dilakukan dari Oktober 2017 sampai Januari 2018 di Lahan Percobaan Departemen Ilmu Tanah, Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan metodeRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah populasi total bakteri, populasi bakteri pelarut fosfat (BPF), populasi bakteri penambat nitrogen (BPN), dan kadar N,P,K tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang nyata pada populasi Rhizobacteria dan kadar hara (N,P,K). Populasi tertinggi pada total bakteri, BPF, dan BPN secara berurutan terdapat pada perlakuan ¼ N,P,K + 1 amelioran organik (2,89 x 1010 cfu/g), ¼ N,P,K + 1 amelioran organic (8,02 x 109 cfu/g), dan ½ N,P,K + 1 amelioran organik (2,32 x 107 cfu/g).Perlakuan ½ N,P,K + 1 amelioran organik memberikan hasil tertinggi padakadar hara (N,P,K). Status hara tanaman dapat digolongkan menjadi sedang (N), sangat tinggi (P), dan rendah (K). Kata Kunci : amelioran organik, rhizobakteria, NPK, status hara, inceptisols
Pengaruh Jenis Amelioran Dalam Berbagai Taraf Pemberian Dosis Cd Terhadap Tanah Dan Tanaman Mulyani, Oviyanti; Sofyan, Emma Trinurani; Nurbaity, Anne
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.33 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1163

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang dihasilkan dari efek negatif sistem budidaya pertanian.Aplikasi pemupukan dan penggunaan pestisida berlebih dapat menyumbangkan kandungan Cd yang tinggi sehinggadapat menurunkan produktivitas tanah dan mutu hasil pertanian. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpengaruh macam amelioran dalam pemberian berbagai taraf dosis Cd terhadap C Organik, Cd total tanah, serapanCd serta hasil tanaman selada (Lactuca sativa L) pada Andisols asal Lembang. Rancangan yang dilakukan dalampenelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua puluh perlakuan dan dua kali ulangan, sehinggaseluruhnya berjumlah empat puluh perlakuan. Faktor pertama yaitu macam amelioran yang terdiri dari tanpaamelioran (kontrol), kompos serasah daun jagung, arang sekam, zeolit dan dolomit. Sedangkan faktor kedua yaituberbagai taraf dosis Cd, yang terdiri dari larutan Cd 0 ppm, larutan Cd 1 ppm, larutan Cd 2 ppm dan larutan Cd 3ppm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara macam amelioran dan taraf dosis Cdterhadap semua parameter akan tetapi memberikan pengaruh secara mandiri untuk Cd total, serapan Cd dan hasiltanaman selada. Pada perlakuan amelioran dolomit, dapat memberikan rata-rata hasil tanaman selada tertinggi yaitu41,58 gr.Kata Kunci : Amelioran, keberlanjutan, pencemaran tanah
Kombinasi Pupuk N, P, K Denganpupuk Organik Granul (Pog) Untuk Meningkatkan P-Tersedia Dan Serapan Hara Jagung (Zea mays L.) Pada Typic Eutrudept Hermawan, Mega Kartika; Sofyan, Emma Trinurani; Machfud, Yuliati
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.511 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1374

Abstract

Balanced fertilizing is a site-specific nutrient management concept that takes into consideration the ability of soils to provide nutrients naturally and nutrient recovery previously uptaked by plants. The concept is a response to the various negative impacts caused by intensive and continuous inorganic fertilizing. This study aims to determine the combinantion of N, P, K fertilizer with Granular Organic Fertilizer (POG) that can give the best effect on available phosphate in soil, nutrient uptake and the growth of maize (Zea Mays L.)in Typic Eutrudept. The research used rendomized block design (RBD) with ten treatments and three replications. The results showed combination of ½ N, P, K + 1 POG gave significant effect to increase available-P and nutrient uptake of maize (Zea Mays L.). Keywords: Granular Organic Fertilizer, Maize, Nutrient Uptake, Typic Eutrudept.
Optimasi Pupuk Organik Cair Dan Npk Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Hasil Jagung Di Lahan Tercemar Limbah Clarifier Mulyana, Muhammad Agus; Sofyan, Emma Trinurani; Suryatmana, Pujawati
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.339 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1171

Abstract

Degradation of rice fields ecosistem from industrial waste contamination has caused harmful impact for farmingsustainability and developing crop production. This study aimed to investigate the effect of various treatment of NPKand Liquid Organic Fertillizer towards several chemical compound in the soil and Vegetatif and generative Growth ofSweet Corn (Zea mays) in clarifier contaminated rice fields from industrial waste. The experiment was conducted in thecontaminated clarifier ricefield of PT PUPUK KUJANG CIKAMPEK from June to August 2017. Randomized blockdesign with nine single treatment, that is A = 0 NPK and 0 ml/L POC, B = 1 NPK and 0 ml/L POC, C = 1 NPK and 2,5ml/L POC, D = 1 NPK and 5 ml/L POC, E = 1 NPK and 7,5 ml/L POC, dan F = 1 NPK and 10 ml/L POC, G = 3/4NPK and 5 ml/L POC, H = 1/2 NPK and 5 ml/L POC, I = 0 NPK and 5 ml/L POC each with three replicates was usedas experimental design in this research. The result showed that the application NPK and Liquid Organic fertilizer hassignificant effect on increasing several chemical compound in the soil and Vegetatif and generative Growth of SweetCorn (Zea mays).Keywords : NPK, Liquid Organic Fertillizer