Articles

Found 11 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU GAMBAR PADA KELOMPOK A TK KEMALA BHAYANGKARI 8

PAUD Teratai Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca bagi anak usia saat ini sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan berbagai pihak bagi orang tua maupun sekolah dasar. Oleh karena itu sejak TK. Kegiatan membaca permulaan sudah dilaksanakan hanya saja kegiatan bermain sambil belajar yang digunakan cenderung konvensional. Hal ini terjadi di TK Kemala Bhayangkari 8. Sehingga seringkali menimbulkan rasa bosa pada anak, semangat belajar kurang bagus, dan hasilnya kurang memuaskan.Tujuan penelitian adalah untuk : 1) untuk mendeskripsikan penerapan permainan kartu kata gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak, 2) Untuk mendeskripsikan penerapan permainan kartu kata gambar pada anak.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif berbentuk tindakan kelas dan dirancang dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Action), pengamatan (Observation), dan refleksi (Reflection). Subyek penelitian adalah kelompok TK A Kemala Bhayangkari 8 Kec. Pakal Benowo Surabaya. Metode pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama proses pembelajaran, wawancara tentang kesan-kesan anak, dokumentasi berupa foto selama pembelajaran.Hasil analisis penelitian kemampuan membaca permulaan pada pra tindakan diperoleh 39%. Pada siklus I dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan, pada pertemuan I dan II diperoleh rata-rata 65% dengan kategori B, dan pada siklus II diperoleh rata-rata 89% terdapat kenaikan skor sebesar 24%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan kartu kata bergambar dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Bagi guru TK disarankan agar pembelajaran lebih menyenangkan, tidak membosankan dan menarik minat anak, maka disarankan menggunakan permainan kartu kata bergambar.Kata kunci : penerapan permainan kartu Bergambar, Membaca Permulaan.INCREASE READING SKILL FOR CHILDREN TO PICTUREWORD CARD GAME APPLICATION OF GROUP AIN TK KEMALA BHAYANGKARI 8ABSTRACTSiti SofiahReading skill for early children has become a needs and demands of various parties for parents or elementary school. So that, since in the kindergarten beginning reading activities has implemented but learning whil playing activities that applied disposed conventional. This is happened Kemala Bhayangkari 8 . So, it often makes the children feel bored, the spirit of learning is nood good, and the results is not satisfied.The purpose of this research are : 1) To describe picture word card game application in increase the beginning reading skill of children, 2) To describe an increase in beginning reading skill by using word card game for children.The research method that used in this research is qualitative and quantitative classroom research and planned in 2 cycles, every cycle consist of 4 stages. Planning, action, observation and reflection. The subjects of his research is the children of Group A in TK Kemala Bhayangkari 8, Pakal, Benowo Surabaya. The data collection method is collected through the observation sheet of children activities during learning process, interview about the impression of children, picture documentation during learning process.The research analysis result of beginning reading skill before research is 39%. In cycle I implemented twice meeting, in the first and second meeting obtained an average of 65% in B category. And in cycle II obtained in average of 89% there is an increase about 24%.Based on the research result, it can be concluded that picture card game can increase beginning reading skill. For the teacher of kindergarten suggested that learning more fun, not boring and attract interest of children, it is advisable to use picture word game.Keywords : Picture Card Game Application, Beginning Reading

Sistem Informasi Penjualan dan Piutang Accessories Mobil PT. Varia Baru

Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta
Publisher : Jurnal Informatika dan Komputasi STMIK Indonesia Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang rancangan sistem informasi penjualan dan piutang accessories mobil pada PT. Varia Baru. Metodologi yang digunakan dalam penelitian meliputi : (1) Analisa sistem yang ada, (2) Perancangan, Pada tahapan analisa sistem menggunakan Diagram Alir Data (DAD) terutama diagram konteks, Pseudocode. Pada tahap Perancangan, menggunakan DAD sampai diagram rinci, Kamus data, Rancangan file, dan User interface. Hasil implementasi memberikan gambaran yang memuaskan pemakai, terutama dalam pembuatan Laporan yang lebih cepat, dan perekaman data transaksi yang lebih akurat. Kata kunci: sistem informasi, penjualan, piutang, sistem informasi penjualan dan piutang

Flowering and Fruiting Times on Four Species of Annona (Annonaceae) in Purwodadi Botanic Garden

Journal of Tropical Life Science Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Annona is a genus belongs to Annonaceae family, consisting of numerous species that produce edible fruit.   Four species namely A. glabra, A. montana, A. muricata and A. squamosa collections of Purwodadi Botanic Garden  were recorded for its flowering and fruiting times, since November 2010 to April 2013. The data were scored and complemented with climate data (temperature, rainfall intensity, humidity) then analyzed using multiple linear regression analysis.  The result showed that humidity was the most affected climate factors on the flowering and fruiting times of those species.  Specifically, rainfall intensity (0-550 mm) affected to  Annona muricata, temperature (25,56-28,33 °C) and humidity (66,83-85,02%) to  Annona squamosa, and  humidity to  A. glabra (71,62-85,02% )  and  A. montana (71,62 to 82,94 %) as well. Flowering time of A. glabra occurs three times a year in wet and dry, and fruiting occurs twice a year in the same month. Annona muricata is flowering throughout the year and fruiting twice a year in wet. A. montana and A. squamosa recorded one a year during the wet month.

ASPEK BIOLOGI IKAN BUTINI (Glossogobius matanensis) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.446 KB)

Abstract

Penelitian aspek biologi ikan butini (Glossogobius matanensis) di Danau Towuti, Sulawesi Selatan dilakukan sejak Maret 2002 sampai April 2004 dengan menggunakan contoh yang diambil dengan eksperimental jaring insang (ukuran mata jaring ¾, 1, 1¼, dan 1½ inci). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuibeberapa aspek biologi yang meliputi tingkat kematangan gonad, indeks somatik gonad, fekunditas, diameter telur dan kebiasaan makanan. Kematangan gonad diduga secara morfologi, dan fekunditas dihitung secara gravimetrik. Isi lambung diamati dengan menggunakan mikroskop pembesaran 50 kali. Analisis dilakukan untuk mengetahui nisbah kelamin (J/B), indeks somatik gonad (GSI), Indeks isi lambung (ISC), indeks kesukaan (IP) dan indeks similaritas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan butini yang tertangkap terdiri atas 193 jantan dan 219 betina. Nilai nisbah kelamin bervariasi, namun secara umum tidak berbeda nyata dengan 1:1 (α = 0.05).Musim pemijahan diduga sekitar Maret-April dan Oktober-desember, dengan puncak sekitar Maret dan November. Fekunditas berkisar antara 20 667–178 133. Diameter telur berkisar antara 0.04 sampai 0.65 mm. Berdasarkan pola distribusi diduga pola pemijahan ikan ini adalah pemijah sebagian-sebagian. Nilai ISC ikan butini berdasarkan bulan pengambilan contoh berkisar antara 0.02-2.93% (jantan) dan 0.02- 3.20 (betina), dan keduanya diperkirakan lebih aktif mencari makan pada bulan April dan Oktober. Berdasarkan nilai IP, makanan utama ikan butini adalah udang baik pada ikan jantan (77.54%) maupun betina (68.74%). Berdasarkan Indeks similaritas, jenis makanan ikan butini jantan dan betina adalah serupa (0.91).Kata kunci: kematangan gonad, kebiasaan makan, ikan butini, danau Towuti, Sulawesi Selatan.

HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY METHOD VALIDATION OF α-MANGOSTIN ASSAY IN MANGOSTEEN (Garcinia mangostana L.) FRUIT RIND EXTRACT FORMULATED IN ORAL SOLUTION

ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 11, No 1 (2015): Alchemy jurnal penelitian kimia
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangosteen fruit rind extract contain a lot of antioxidants. α-Mangostin is a component in mangosteen fruit rind that has highest antioxidant effect. The oral solution containing mangosteen fruit rind extract is required an assay method for quality assessment. Determination of a very low concentration of analyte in sample with very complex matrix, such as α-mangostin in oral solution, needs a selective and sensitive method, such as high performance liquid chromatography (HPLC). In this study, α-mangostin assay was performed by reverse phase HPLC system using octadecylsilane (C18) as stationary phase,  methanol-water (90:10) as mobile phase, the flow rate is 1.0 mL/min, and the UV detector at 316 nm. The retention time of α-mangostin was 9.622 minutes. Peak of α-mangostin was well separated with resolution of 1.725. Linearity was in the range of 1.67-5.01 ppm with correlation coefficient of 0.9986. The relative standard deviation (RSD) was 1.30 %, the recovery was in the range of 95.80-100.76 

POLA PENYEBARAN, KELIMPAHAN DAN ASOSIASI BAMBU PADA KOMUNITAS TUMBUHAN DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG BAUNG JAWA TIMUR [Distribution Pattern, Association and Abundance of Bamboo in Plants Community in Mount Baung Natural Tourism Park East Java]

BERITA BIOLOGI Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.259 KB)

Abstract

One of bamboo forests which are located in a conservation area in Indonesia is Mount Baung Natural Tourism Park, East Java. Bambooforest is a uniqueness/distinctiveness in this area. Study of bamboo ecology in Mount Baung Natural Tourism Park was very important inconservation purposes. The objectives of the research were to assess the distribution pattern, association and abundance of bamboo species at Mount Baung Natural Tourism Park. A systematic quadrat method was used in this study. The distribution pattern of bamboo was calculated using Morisita Index by calculating the Chi-square formula while plant association was calculated using the contingency table. The results indicated that: (1) there were 11 plant species (bearing the Importance Value Index >10%) associated with bamboo, and showing a clumped distribution pattern, (2) bamboo supported the highest importance value, in which Bambusa blumeana was the dominant. The population structure of bamboo in this area showed pre-reproductive phase, indicating the dominance of young stage (D clump < 5m).

Pengolahan Palawija Sebagai Bahan Makanan (Pengeringan Ubi Jalar)

Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4558.164 KB)

Abstract

Suatu percobaan untuk mengolah ubi jalar menjadi berbagai produk seperti “Chip”, tepung dan pati telah dilakukan. Untuk memperoleh “Chip” yang berwarna putih, irisan ubi jalar direndam dalam larutan NaCl,CaO, CaOCl2, dan Na2S2O5 masing-masing 0,2;0,3;0,4;0,6;0,8 dan 1% (berat/volume). Perendaman dilakukan selama 10 menit dan semalam. Hasil yang paling baik diperoleh dengan perendaman dalam Na2S2O5 0,3-0,4% selama 10 menit. Tepung ubi jalar dapat dibuat dengan menggiling “Chip” ubi jalar sampai kehalusan 60 mesh dan suhu gelatinisasinya 690-700C. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai pengganti ubi rebus dalam pembuatan kue basah. Kue yang dibuat dapat diterima dalam hal warna yang lebih baik (beda nyata) sedang tekstur, aroma dan rasa tidak berbeda nyata.

Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture)

Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2391.94 KB)

Abstract

Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan  6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%.

Exploration of Flora Diversity and Recommending Species for Reclamation of Coal Mining with Biodiversity Concept in Besiq Bermai Forest, East Borneo

Journal of Tropical Life Science Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to gather basic information to support recovery coal mining area with study of flora biodiversity. Plants inventory were conducted explorative in Besiq Bermai forest. Some observations were conducted on plants as integral part of the documentation process. The result showed that there are 203 numbers of plant. They consist of 51 families of flora collection to be conserved in Purwodadi Botanic Garden. There are 53 species of orchid that collected from this forest, including of rare species and endemic orchid. There are 70 numbers of 1000 specimen floras to be collected in Nursery of coal mining to be used in reclamation program. There are 20 species of flora that be conserved because it is threatened species that based on IUCN. Ten species can be chosen to become pioneer species in reclamation of coal mining area. Biodiversity concept can be used in reclamation of post mining area. Prospective conservation area that called Arboretum is provided for in-situ conservation program. Some practical considerations are suggested for fu-ture reclamation projects.

Efek Antioksidan Larutan Kosolven Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Tikus dengan Parameter MDA dan SOD

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 1 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dalam bentuk kapsul telah dipasarkan. Telah diketahui bahwa a-mangostin, senyawa aktif dari G. mangostana memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan membandingkan efek antioksidan a-mangostin dalam bentuk sediaan larutan kosolven terhadap bentuk sediaan ekstrak. 25 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok: kontrol negatif (I), kontrol positif (II), larutan kosolven (III), ekstrak (IV) dan ekstrak® (V). Sediaan uji diberikan selama 14 hari dan diinduksi menggunakan CCl . MDA dianalisis menggunakan metode thiobarbituric acid, sedangkan SOD dianalisis menggunakan adenochrome assay. Didapatkan kadar MDA 1,0±0,19; 0,3±0,05; 0,4±0,04; 0,6±0,04 dan 0,5±0,00 nmol/μL sedangkan aktivitas SOD 17±0,0; 123±25,3; 107±19,0; 73±18,9 dan 97±27,0 U/mL untuk kelompok I, II, III, IV dan V . Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan kadar MDA yang bermakna antara kelompok III dengan IV dan V (P>0,05), menunjukkan kemampuan penurunan MDA kosolven lebih tinggi dibandingkan kedua kelompok ekstrak. Terdapat perbedaan SOD yang bermakna antara kelompok III dan IV (p>0,05) menunjukkan peningkatan SOD kosolven lebih tinggi dibandingkan ekstrak. Penelitian menunjukkan kosolven memiliki efek antioksidan yang lebih tinggi dengan potensi penghambatan pembentukan MDA sebesar 70% dan potensi peningkatan aktivitas SOD sebesar 623%.