Bambang Soetopo
PPGN

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI GEOLOGI DAN LOGAM TANAH JARANG DAERAH AIR GEGAS BANGKA SELATAN Soetopo, Bambang
Eksplorium Buletin Pusat Pengembangan Geologi Nuklir Vol 34, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : PPGN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.295 KB)

Abstract

Tanah Jarang (RE) merupakan komoditas yang sangat berharga baik untukindustri maupun untuk PLTN. Secara kimia RE terdapat dalam dalam ikatan fosfat (P) yang padamineral monasit, xenotim, zirkon berasosiasi dengan mineral kasiterit, magnetit, ilmenit, rutil,anatas, apatit, kuarsa dan feldspar terdapat dalam endapan pasir aluvial sungai atau plaser pantai.Endapan RE dalam monasit, zirkon, xenotim di daerah Air Gegas, Bangka Selatan merupakanendapan aluvial sungai yang mempunyai kemudahan dalam eksplorasi dan penambangan. Secarageologi mineral monasit, xenotim, zirkon berasal dari Granit Klabat yang berumur Jura. Metodeyang dilakukan adalah pengamatan geologi, pengukuran radioaktivitas, pengambilan contoh,analisis laboratorium (mikroskopis dan XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa geologi daerahAir Gegas Formasi Tanjung Genting terdiri dari batupasir, lempung (Trias Awal), Granit Klabat(Jura Akhir–Trias Awal) dan endapan Aluvial (Kuarter). Endapan aluvial mengandung monasit0,071–3,574 %, zirkon 0,172–10,376 %, xenotim 0,15–3,023 % dari berat MB 10,73–168,072gram. Keberadaan logam tanah jarang (RE) berasal dari mineral monasit, xenotim, zirkon yangbersumber dari batuan Granit Klabat. Sebaran tanah jarang (RE) terdistribusi pada bagian timurdaerah penelitian yang menempati lembah sungai.Kata kunci: Geologi, monasit, xenotim, zirkon, tanah jarang, Bangka Selatan. Rare Earth (RE) is a valuable commodity both for industry and for the Nuclear PowerPlant (NPP). In RE chemical bonds present in the phosphate (P) are the mineral monazite,xenotime, zircon minerals associated with cassiterite, magnetite, ilmenite, rutile, anatase, apatite,quartz and feldspar sand deposits are found in alluvial river or beach placer. RE deposits inmonazite, zircon, xenotime in the Air Gegas of South Bangka area is an alluvial river that has theease of exploration and mining. Geologically, monazite, xenotime and zircon minerals are fromKlabat Granite aged Jurassic. The used method are the observation of geology, radioactivitymeasurement, sampling, laboratory analysis (microscopic and XRF). Results showed that thegeology of the area Air Gegas of Tanjung Genting Formation consists of sandstone, clay (EarlyTriassic), Klabat Granite (Late Jurassic-Early Triassic) and Alluvial sediments (Quaternary).Alluvial monazite containing 0.071 to 3.574%, zircon from 0.172 to 10.376%, xenotime from 0.15to 3.023% of the weight of MB from 10.73 to 168.072 grams. The presence of rare earth (RE)metals is derived from the mineral monazite, xenotime, zircon that was derived from granitic rocksof Klabat. Rare earth (RE) distributed in the eastern part of the study area which occupies thevalley of the river.Keywords: Geology, monazite, xenotime, zircon, rare earth, South Bangka.
STUDI DEPOSIT MONASIT DAN ZIRKON DALAM BATUAN KUARTER DI DAERAH CERUCUK BELITUNG Soetopo, Bambang; Subiantoro, Lilik; Sularto, Priyo; Haryanto, Dwi
Eksplorium Buletin Pusat Pengembangan Geologi Nuklir Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : PPGN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.295 KB)

Abstract

Geologically the study area lies in the distribution of granite in a single lane of Malaysian tin, Bangka-Billiton, Karimata which is containing monazite mineral. Monazite is one of the radioactive minerals containing uranium (U), thorium (Th), rare earth element (REE) in phosphate bonds. Heavy minerals sample that containing monazite 2.719% has radioactivity value until 3000 c/s. Petrographic analysis of granitic rocks contain minerals monazite 1-2% with radioactivity 200-400c/s. Based on these considerations, it is necessary for further research in the development and assessment of prospects for mineral monazite. The objective to be achieved is to localize the prospect area distribution of monazite and zircon in the area of 100 km2. The results of field studies showed that the presence of monazite contained in the sand, clay as alluvial deposits derived granitic rocks. Indications are reflected in the results of radioactivity measurements of soil / alluvial ranged between 50-375 c/s, measurement of radioactivity of heavy minerals (MB) ranged between 50-150 c/s at some point discovered the location of high radioactivity values ranged between 250-1000 c/s with background value of 25-150 c/s and dan contains Th (100 – 6.545 ppm) serta contains U (15 – 639,4 ppm). The results show that in the study area indicates that the potential for monazite and zircon area 31,680,000 m2.
KAJIAN ASPEK GEOLOGI DAN POTENSI MINERAL URANIUM DI KALIMANTAN BARAT UNTUK PERSIAPAN PLTN Suntoko, Hadi; Soetopo, Bambang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.601 KB)

Abstract

KAJIAN ASPEK GEOLOGI dan POTENSI MINERAL URANIUM DI KALIMANTAN BARAT UNTUK PERSIAPAN PLTN. Telah dilakukan kajian aspek geologi di wilayah pantai Kalimantan Barat yang merupakan dataran rendah, sebagian tersusun oleh batuan granit berumur Miosen sampai Kapur, dan tidak dilalui oleh patahan aktif. Tersingkapnya batuan granit dan metamorf di Kalan, Kecamatan Ella Ilir berumur Pra Tersier mengindikasikan adanya potensi mineral uranium berkisar antara 150–5.000c/s yang didominasi pada batuan metalanau dan metatuf berupa sisipan (urat) yang membentang dari arah timurlaut-baratdaya (NE-SW). Tujuan kajian adalah mendapatkan daerah-daerah yang tersusun dari batuan berumur tua dan tidak dilalui oleh patahan serta mengenali potensi kandungan uranium. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder terutama aspek geologi yang berasal dari publikasi peneliti dan konfirmasi lapangan. Konfirmasi memberikan informasi kandungan mineral uranium dikontrol pola tektonik yang mengisi bidang fraktur berupa sekistositas maupun breksiasi dengan ketebalan sentimeter-milimeter. Hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah pantai Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang merupakan daerah yang direkomendasikan menjadi tapak PLTN karena termasuk dalam wilayah batuan tua dan tidak dilalui oleh patahan, sedangkan Kalan, Kabupaten Melawi memiliki potensi mineral uranium pada mineral kalsit, gypsum dan kuarsa dengan ratio Th/U <1 dan cukup baik untuk persiapan bahan bakar PLTN di masa mendatang. Kata kunci: Aspek geologi, Mineral Uranium, PLTN
Studi Deposit Monasit dan Zirkon Dalam Batuan Kuarter di Daerah Cerucuk Belitung Soetopo, Bambang; Subiantoro, Lilik; Sularto, Priyo; Haryanto, Dwi
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.253 KB)

Abstract

Secara geologis daerah penelitian terletak dalam sebaran granit dalam satu jalur timah Malaysia, Bangka-Belitung, Karimata yang mengandung mineral monasit. Monasit, adalah salah satu mineral radioaktif yang mengandung uranium (U), thorium (Th), unsur tanah jarang (REE) dalam ikatan phospat. Konsentrat mineral berat yang mengandung monasit 2,719 % memiliki nilai radioaktivitas 3000 c/s. Analisis petrografi batuan granit mengandung mineral monasit 1-2 % dengan radioaktivitas 200 – 400 c/s. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daerah prospek sebaran monasit dan zirkon pada area 100 km2. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan monasit terdapat dalam pasir dan lempung sebagai endapan aluvial yang berasal batuan granit. Indikasi tersebut tercermin pada hasil pengukuran radioaktivitas soil/ aluvial berkisar antara 50 – 375 c/s, pengukuran radioaktivitas mineral berat (MB) berkisar antara 50 – 150 c/s pada beberapa titik lokasi ditemukan nilai radioaktivitas tinggi berkisar antara 250 – 1.000 c/s dengan nilai latar 25 – 150 c/s, memiliki kadar Th (100 – 6.545 ppm) dan kadar U (15 – 639,4 ppm). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah potensial monasit dan zirkon seluas 31.680.000 m2. Geologically the study area lies in the distribution of granite in a single lane of Malaysian tin, Bangka-Billiton, Karimata which is containing monazite mineral monazite.Monazite is one of the radioactive minerals containing uranium (U), thorium (Th), rare earth element (REE) in phosphate bonds. Heavy minerals sample that containing monazite 2.719% has radioactivity value until 3000 c/s. Petrographic analysis of granitic rocks contain minerals monazite 1-2% with radioactivity 200-400 c/s. Based on these considerations, it is necessary to for further research in the development and assessment of prospects for mineral monazite. The Objectives to be achieved isobjective to be achieved is to localize the prospect area distribution of monazite and zircon in the area of ​​100 km2. The results of field studies showed that the presence of monazite contained in the sand, clay as alluvial deposits derived granitic rocks. Indications are reflected in the results of radioactivity measurements of soil / alluvial ranged between 50-375 c/s, measurement of radioactivity of heavy minerals (MB) ranged between 50-150 c/s at some point discovered the location of high radioactivity values ​​ ranged between 250-1000 c/s with background value of 25-150 c/s and dan contains Th (100 – 6.545 ppm) serta contains U (15 – 639,4 ppm). The results show that in the study area indicates that the potential for monazite and zircon area ​​31,680,000 m2.
Studi Geologi dan Logam Tanah Jarang (RE) Daerah Air Gegas, Bangka Selatan Soetopo, Bambang
EKSPLORIUM Vol 34, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.65 KB)

Abstract

Tanah Jarang (RE) merupakan komoditas yang sangat berharga baik untuk industri maupun untuk PLTN. Secara kimia RE terdapat dalam dalam ikatan fosfat (P) yang pada mineral monasit, xenotim, zirkon berasosiasi dengan mineral kasiterit, magnetit, ilmenit, rutil, anatas, apatit, kuarsa dan feldspar terdapat dalam endapan pasir aluvial sungai atau plaser pantai.  Endapan RE dalam monasit, zirkon, xenotim di daerah Air Gegas, Bangka Selatan merupakan endapan aluvial sungai yang mempunyai kemudahan dalam eksplorasi dan penambangan. Secara geologi mineral monasit, xenotim, zirkon berasal dari Granit Klabat yang berumur Jura. Metode yang dilakukan adalah pengamatan geologi, pengukuran radioaktivitas, pengambilan contoh, analisis laboratorium (mikroskopis dan XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa geologi daerah Air Gegas Formasi Tanjung Genting terdiri dari batupasir, lempung (Trias Awal), Granit Klabat (Jura Akhir–Trias Awal) dan endapan Aluvial  (Kuarter). Endapan aluvial mengandung monasit 0,071–3,574 %, zirkon 0,172–10,376 %, xenotim 0,15–3,023 % dari berat MB 10,73–168,072 gram. Keberadaan logam tanah jarang (RE) berasal dari mineral monasit, xenotim, zirkon yang bersumber dari batuan Granit Klabat. Sebaran tanah jarang (RE) terdistribusi pada bagian timur daerah penelitian yang menempati lembah sungai. Rare Earth (RE) is a valuable commodity both for industry and for the Nuclear Power Plant (NPP). In RE chemical bonds present in the phosphate (P) are the mineral monazite, xenotime, zircon minerals associated with cassiterite, magnetite, ilmenite, rutile, anatase, apatite, quartz and feldspar sand deposits are found in alluvial river or beach placer. RE deposits in monazite, zircon, xenotime in the Air Gegas of South Bangka area is an alluvial river that has the ease of exploration and mining. Geologically, monazite, xenotime and zircon minerals are from Klabat Granite aged Jurassic. The used method are the observation of geology, radioactivity measurement, sampling, laboratory analysis (microscopic and XRF). Results showed that the geology of the area Air Gegas of Tanjung Genting Formation consists of sandstone, clay (Early Triassic), Klabat Granite (Late Jurassic-Early Triassic) and Alluvial sediments (Quaternary). Alluvial monazite containing 0.071 to 3.574%, zircon from 0.172 to 10.376%, xenotime from 0.15 to 3.023% of the weight of MB from 10.73 to 168.072 grams. The presence of rare earth  (RE) metals is derived from the mineral monazite, xenotime, zircon that was derived from granitic rocks of Klabat. Rare earth (RE) distributed in the eastern part of the study area  which occupies the valley of the river.
Interpretasi Deposit Uranium Berdasarkan Data Tahanan Jenis dan Polarisasi Terinduksi di Sektor Rabau Hulu, Kalan, Kalimantan Barat Haryanto, Dwi; Supriyanto, Supriyanto; Soetopo, Bambang; Karunianto, Adhika Junara
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 36, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.019 KB)

Abstract

Daerah Rabau Hulu, Kalan, Kalimantan Barat merupakan daerah potensial uranium yang telah dieksplorasi secara detil dengan berbagai metode. Metode tahanan jenis dan polarisasi terinduksi dapat diterapkan dalam eksplorasi deposit uranium yang mineralisasinya berasosiasi dengan mineral sulfida. Pengolahan, analisis, dan interpretasi data tahanan jenis dan polarisasi terinduksi dilakukan untuk dapat mengidentifikasi sebaran deposit uranium dan litologi batuan di daerah penelitian. Deposit uranium di daerah Rabau Hulu pada umumnya berasosiasi dengan sulfida, turmalin, dan terdapat dalam batuan favourable. Indikasi mineralisasi uranium dijumpai dalam bentuk-bentuk tidak teratur dan tidak merata yang terdiri atas mineral uraninit, pirit, kalkopirit, pirhotit, molibdenit, dan ilmenit. Pengambilan data menggunakan konfigurasi dipole-dipole pada area sekitar 36 hektare, terdiri atas 46 lintasan dengan panjang + 425 m. Pengambilan data polarisasi terinduksi dalam kawasan frekuensi dengan titik dan lintasan yang sama dengan data tahanan jenis. Pengolahan data menghasilkan nilai tahanan jenis dan faktor logam yang selanjutnya dibuat penampang 2 dimensi. Penentuan nilai tahanan jenis dan polarisasi terinduksi dilakukan dengan mengkorelasi data sumur bor dengan hasil pengolahan data. Tahanan jenis pada zona deposit uranium bernilai kurang dari 2.000 Ωm dan nilai faktor logamnya lebih besar dari 90 mho/m. Zona deposit uranium ini semakin meluas seiring dengan kedalaman. Distribusi deposit uranium berarah barat daya–timur laut dan berbentuk lensa. Kata kunci: deposit uranium, tahanan jenis, polarisasi terinduksi, Rabau Hulu
Kajian Awal Prospek Bahan Galian Monasit di Kendawangan Kalimantan Barat Subiantoro, Lilik; Soetopo, Bambang; Haryanto, Dwi
EKSPLORIUM Vol 33, No 2 (2012): November 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.466 KB)

Abstract

Daerah Kendawangan termasuk dalam cakupan area geologi regional Ketapang yang teridentifikasi mengandung endapan mineral radioaktif berupa monasit yang mengandung uranium (U), thorium (Th) dan unsur tanah jarang (REE). Hasil analisis butir contoh mineral berat menunjukkan kandungan butiran mineral monasit mencapai 63% dan zirkon mencapai 40%, hasil analisis butiran dari contoh batuan terdapat contoh mengandung monasit 0,11%. Kajian ini dilakukan terhadap data sekuder yang mencakup aspek geologi, batuan sumber, perangkap dan interpretasi sebaran endapan plaser mineral berat mengandung monasit dan zirkon. Tujuan yang ingin diperoleh adalah karakter geologi dan sebaran sumberdaya bahan galian monasit dan zircon. Batuan sumber bahan galian monasit, berupa granit berumur 77–15 juta (Yura – Kapur Akhir), termasuk tipe S dari kelompok granit alkali yang terbentuk pada fasa pegmatitik (pegmatitic stage) yang terdefrensiasi tingkat lanjut pada suhu 550 °C–600 °C. Granit mempunyai nilai radioaktivitas anomali 400 c/s - 9200 c/s dengan mineral penciri berupa K-felspar, kuarsa dan plagioklas, mineral penyerta berupa thorit, monasit, zirkon dan alanit. Kadar uranium batuan granit berkisar dari 2,5 ppm - 64,8 ppm. Sebaran lateral endapan plaser aluvial mengandung monasit menempati dataran lembah banjir antar perbukitan, mengkuti pola sebaran batuan granit. Daerah prospek monasit terletak pada dataran lembah banjir seluas 225.040 Ha terdistribusi di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Kendawangan (107.800 Ha), DAS Sungai Airtanah dingin (27.610 Ha), DAS Sungai Tapah (42.010 Ha) dan DAS Sungai Naning (45.010 Ha). Daerah potensial tersebut merupakan target prospeksi bahan galian pada tahap penelitian lapangan  selanjutnya. Kendawangan areas is included in the regional geological coverage area of Ketapang that is identified have monazite deposits with radioactive minerals contain is uranium (U), thorium (Th) and rare earth element (REE). Results of grain counting analysis shows the content of the mineral monazite and zircon in heavy mineral grains reached 63% to 40% (of total grains), the analysis of rock samples contained grains of 0.11% monazite. The study was conducted on secondary data covering aspects of geology, source rock, traps and interpretation of heavy mineral distribution placer contain monazite and zircon. Objectives to be obtained is information about the character of the geology and distribution of monazite mineral resources with Thorium-contain and zircon. Source rock of monazite minerals is a granite 77-150 million age (Jurassic - Late Cretaceous), including the S type of the alkaline granites, formed in pegmatitic stage which advanced differentiated at a temperature 550-6000C. The anomalous radioactivity of Granite has a value of 400 c/s-9200 c/s with the characterized minerals are K-feldspar, quartz and plagioclase, minerals accompanying the form as thorite, monazite, zircon and alanite. Uranium range of the granitic rocks is 2.5 ppm - 64.8 ppm. The lateral distribution of alluvial deposits containing monazite placer occupy at flood plains valley between of hilly land area 225,040 Ha, obeying the distribution pattern of granitic rocks. Monazite propek area lies in the valley flood plain of the watershed at Sungai Kendawangan (107,800 Ha), Sungai Airtanah dingin (27,610 Ha), Sungai Tapah (42,010 Ha) dan Sungai Naning (45,010 Ha).The potential is area target to ore deposit prospection at the next stage field investigation.
Kajian Awal Prospek Bahan Galian Monasit Mengandung U dan Elemen Asosiasinya di Semelangan Ketapang, Kalimantan Barat Subiantoro, Lilik; Soetopo, Bambang; Haryanto, Dwi
EKSPLORIUM Vol 32, No 155 (2011): Mei 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.347 KB)

Abstract

Daerah Semelangan termasuk dalam cakupan area geologi regional Ketapang. Analisis kadar geokimia contoh sedimen yang menunjukkan bahwa daerah Semelangan, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang teridentifikasi mengandung endapan mineral radioaktif berupa monasit yang mengandung uranium (U) dan unsur tanah jarang (rare earth elements, REE) yang cukup potensial. Keberadaan elemen radioaktif telah teridentifikasi dari hasil analisis granulometri beberapa sampel mineral berat yang mengandung mineral monasit mencapai 63% dan beberapa sampel mengandung butiran zirkon mencapai 40% (dari jumlah butiran), hasil analisis butiran dari contoh batuan terdapat contoh yang mengandung monasit 0,11%. Studi di daerah ini dilakukan dengan melakukan kajian data sekunder dan evaluasi data laboratorium. Kajian mencakup aspek geologi, batuan sumber, perangkap dan interpretasi sebaran plaser monasit mengandung U, Th dan zirkon beserta REE. Tujuan yang ingin diperoleh adalah informasi tentang karakter geologi dan sebaran sumberdaya bahan galian monasit mengandung Th dan U serta REE dalam monasit dan zircon. Batuan sumber bahan galian monasit, berupa granit berumur 77–115 juta (Yura – Kapur Akhir), termasuk tipe S dari kelompok granit alkali yang terbentuk pada fasa pegmatitik (pegmatitic stage) yang terdefrensiasi tingkat lanjut pada suhu 550 – 600°C. Nilai radioaktivitas anomali batuan granit biotit (400 c/s - 9200 c/s) dicirikan kandungan oleh mineral berupa K-felspar, kuarsa dan plagioklas (rasio K-felspar terhadap plagioklas bervariasi dari 80 – 100 berbanding 10) mengandung mineral penyerta berupa thorit, monasit, zirkon dan alanit. Kadar U batuan granit berkisar dari 2,5 ppm- 64,8 ppm. Sebaran lateral sedimen plaser aluvium mengandung monasit menempati dataran dari lembah banjir antar perbukitan, terletak terpisah dari dataran pantai mengikuti pola sebaran batuan granit (sumber monasit). Daerah propek monasit terletak pada dataran lembah banjir dari DAS S. Pawan, DAS S. Tulah dan DAS S. Laur dengan luas total 2.113.500 Ha. Semelangan study area included in the regional geology Ketapang. Geochemical analysis of sediment samples that represented showed that the region Semelangan Ketapang, District Nanga Tayap, Ketapang identified monazite deposite containing radioactive mineral. The monazite minerals containing rare earth element are potential. The presence of radioactive elements have been identified by the analysis granulometry of some pan consentrate samples. They containt of monazite grain mineral to reach 63% and some sample content of zircon grain mineral up to 40% (from total grains), grain analysis of rock samples are samples containing monazite 0.11 %. Activities study in this area is done by studying ecxisting data and laboratory data evaluation, which covering studies geological aspects, source rock, trap and plaser monazite deposits containing U, Th and REE and zircon. The objective is to obtain information about the character of geological and mineral resource distribution of monazite containing Th and U and rare earth elements in monazite and zircon. Source rock of the monazite minerals is a granite with aged 77-15 million (Yura - Late Cretaceous), including the S type granite group that formed in the alkali granite pegmatitic stage, which highly differentiated advanced at a temperature 550-6000°C. The radioactivity anomalous values is 400 c/s – 9200 c/s (biotite granite) with a mineral character of the form K-feldspar, quartz and plagioclase (K-feldspar to plagioclase ratio varies from 80-100 versus 10), containing minerals association such as thorit, monazite, zircon and alanit. The U content in granite rock ranging from 2.5 ppm - 64.8 ppm U. Lateral distribution plaser alluvial sediments contain monazite occupy flood plains of the valley between the hills, is located separately from the coastal plain and following the granite distribution pattern (source monazite). Monazite prospect region lies at the flood plains of the valley catcment area S. Pawan, S. Tulah and S Laur with a total area of 2.1135 million hectares.
Interpretasi Deposit Uranium Berdasarkan Data Tahanan Jenis dan Polarisasi Terinduksi di Sektor Rabau Hulu Haryanto, Dwi; Supriyanto, Supriyanto; Soetopo, Bambang; Karunianto, Adhika Junara
EKSPLORIUM Vol 36, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.981 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2015.36.2.2774

Abstract

Daerah Rabau Hulu, Kalan, Kalimantan Barat merupakan daerah potensial uranium yang telah dieksplorasi secara detil dengan berbagai metode. Metode tahanan jenis dan polarisasi terinduksi dapat diterapkan dalam eksplorasi deposit uranium yang mineralisasinya berasosiasi dengan mineral sulfida. Pengolahan, analisis, dan interpretasi data tahanan jenis dan polarisasi terinduksi dilakukan untuk dapat mengidentifikasi sebaran deposit uranium dan litologi batuan di daerah penelitian. Deposit uranium di daerah Rabau Hulu pada umumnya berasosiasi dengan sulfida, turmalin, dan terdapat dalam batuan favourable. Indikasi mineralisasi uranium dijumpai dalam bentuk-bentuk tidak teratur dan tidak merata yang terdiri atas mineral uraninit, pirit, kalkopirit, pirhotit, molibdenit, dan ilmenit. Pengambilan data menggunakan konfigurasi dipole-dipole pada area sekitar 36 hektare, terdiri atas 46 lintasan dengan panjang + 425 m. Pengambilan data polarisasi terinduksi dalam kawasan frekuensi dengan titik dan lintasan yang sama dengan data tahanan jenis. Pengolahan data menghasilkan nilai tahanan jenis dan faktor logam yang selanjutnya dibuat penampang 2 dimensi. Penentuan nilai tahanan jenis dan polarisasi terinduksi dilakukan dengan mengkorelasi data sumur bor dengan hasil pengolahan data. Tahanan jenis pada zona deposit uranium bernilai kurang dari 2.000 Ωm dan nilai faktor logamnya lebih besar dari 90 mho/m. Zona deposit uranium ini semakin meluas seiring dengan kedalaman. Distribus deposit uranium berarah barat daya–timur laut dan berbentuk lensa. Rabau Hulu area, Kalan, Kalimantan Barat is a potential area of uranium that has been explored in detail by various methods. Methods of resistivity and induced polarization can be applied in the exploration of uranium deposits in which its mineralization associated with sulphide minerals. Processing, analysis, and interpretation of resistivity and induced polarization data conducted in order to identify the distribution of uranium deposits and lithology of the rocks in the study area. Uranium deposits in the area Rabau Hulu is generally associated with sulphides, tourmaline and contained in favorable rocks. Symptoms of uranium mineralization encountered in other forms of irregular and uneven consists of uraninite, pyrite, chalcopyrite, pyrrhotite, molybdenite, and ilmenite minerals. Data acquisition using dipole-dipole configuration in an area of ​​approximately 36 hectares, 46 lines along + 425 m. Acquisition of induced polarization frequency domain data which the same points and lines with resistivity data. Data processing produces resistivity and metal factor values and subsequently made two-dimensional section. Determination of resistivity and induced polarization are done by correlated boreholes data with the results of data processing. Resistivity of uranium deposits zone worth less than 2,000 Ωm and the value of metal factor greater than 90 mho/m. Uranium deposit zone is expanding along with the depth. Uranium deposits distribution trending Southwestern-Northeast and shaped lens.
Tinjauan Umum Potensi Sumberdaya Monasit di Daerah Ketapang Kalimantan Barat Soetopo, Bambang; Syaeful, Hery; Marzuki, Anang; Sudarto, Slamet
EKSPLORIUM Vol 32, No 2 (2011): November 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.264 KB)

Abstract

Monasit adalah salah satu mineral yang mengandung unsur thorium dan unsur tanah jarang. Secara geologi daerah penelitian terdapat indikasi mineral radioaktif yaitu monasit pada endapan aluvial yang bersumber dari batuan granit. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perolehan informasi karakter geologi, sebaran dan potensi sumberdaya bahan galian mineral radioaktif dan perolehan informasi tersedianya area prospek mengandung monasit guna ditindak lanjuti penyelidikan eksplorasi detail. Hasil penelitian di Daerah Pangkalan Telok, Ketapang menunjukkan bahwa secara geologi batuan terdiri dari satuan lempung, satuan granit Sangiyang, satuan granit Sukadana, satuan diorit, satuan basalt dan aluvial. Akibat proses pelapukan, transportasi dan sedimentasi, maka batuan granit, mineral monasit serta zirkon terlepas dan terendapkan sebagai aluvial yang tersebar berarah Utara – Selatan. Hal ini tercermin dari nilai pengukuran radioaktivitas mineral berat, yang berkisar antara 100 – 700 c/s dan nilai radiometri soil sebesar 100 – 300 c/s. Nilai radiometri tersebut terdapat di bagian timur yang diperkirakan berasal dari granit Sukadana.  Pola penyebaran radiometri soil, mineral berat dan kadar U dan Th mempunyai arah relatif barat laut – tenggara, dengan luas area 91.511.200 m2 mempunyai kadar Th rata-rata 1,97 – 46,98 ppm/gram. Monazite is one of the minerals that contain thorium and rare earth element (RE). Geologically at study area there are indications radioactive minerals that is monazite in alluvial sediments sourced from granitic rocks. The purpose of this study to obtain information of geological character, distribution and mining of mineral resource potential of radioactive materials and availability information area prospects containing monazite detailed in order to further follow-up exploration. The results in Pangkalan Telok Base Areas, Ketapang show that the geological rock unit consists of clay unit, Sangiyang granite unit, Sukadana granite unit, diorite unit, basalt unit and alluvial. Due process of weathering, transport and sedimentation, then the granitic rock, monazite minerals and zircon separated and deposited as alluvial directional spread North – South. This is reflected from the radioactivity measurements of heavy minerals, which ranged between 100 – 700 c/s and value of soil radiometric of 100 – 300 c/s. Radiometry values are included in the eastern part of which is predicted to originate from Sukadana granite.  Patterns of distribution of soil radiometry, heavy mineral and content of U and Th have the relative direction of northwest – southeast, at area of 91,511,200 m2 has an average Th content of 1.97 to 46.98 ppm/gram.