Carlina Soetjiono
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Bandung

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Desain Bangunan Pelengkap Bendungan dengan Metoda Simpson Luas Penampang (Simpson’s Rule) Soetjiono, Carlina; Sunarto, Sunarto
KEAIRAN No. 2 - Tahun 12 Desember 2005
Publisher : KEAIRAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Design of headworks should be considered in the mitigation of hazards in Indonesia. Several aspects considered in design consist of design flood, influeczes to the structures, and the risk of earthquake. The external loads have a negative impact to the structures so the dimension of the structure should be bigger. In connection of the overdesign of structure, the cross section design should be optimum. The Simpson’s rule  is used to compute accurately the cross section area of the structure. This method is carried out by using the matematical of the existing condition and the reductions of the volume and the weight of the structures caused by the holes in the structures. Experimentally, the studies have been carried out in the Kalibumi weir and the tower of Cikukang dam. These studies present that the results of the stability analysis of the non orderly and non massive structures are quite satisfy. The out-come of the analysis is obtain the safety dams concerning with the program of safety dams in Indonesia.                            Keywords: optimum design, Simpson’s rule, head-works, dams, massive structurePermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/keairan/article/view/2733[How to cite: Soetjiono, C. dan Sunarto (2005). Optimasi Desain Bangunan Pelengkap Bendungan dengan Metoda Simpson Luas Penampang (Simpson’s Rule), Jurnal Keairan, 12 (2): 30-42]
Gagasan Revitalisasi Bendungan Urugan Dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air Soetjiono, Carlina
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.362 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.384

Abstract

Pengelolaan sumber daya air yang baik adalah suatu upaya pengelolaan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (seperti banjir, kekeringan, pencemaran, dan longsoran), dan tidak merusak sumber daya alam sendiri. Mengingat pembangunan bendungan urugan merupakan salah satu bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air, sebaiknya dituangkan dalam suatu konsep pengembangan wilayah berwawasan lingkungan. Perubahan iklim global secara perlahan berdampak pada perubahan sumber daya air terutama siklus hidrologi, jumlah dan pola presipitasi serta cuaca di dunia termasuk Indonesia. Karena itu, mulai sekarang diperlukan upaya adaptasi terhadap situasi tersebut dengan melibatkan peran aktif seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan manfaat kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Perubahan fenomena alam ini berdampak positif, juga berdampak negatif. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan waduk baik alami maupun buatan (bendungan). Bilamana pembangunan bendungan baru saat ini diperkirakan sulit dilaksanakan karena faktor keterbatasan (pendanaan, lahan dan faktor sosial), maka upaya revitalisasi bendungan yang sudah ada selayaknya diprioritaskan. Salah satu hal penting yang diperlukan dalam revitalisasi adalah melakukan evaluasi keamanan bendungan. Sebab, peran evaluasi keamanan bendungan dapat memberikan andil penting baik dalam pengelolaan sumber daya air umumnya maupun dalam menjaga fungsi dan keamanan bendungan khususnya, untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya air sebesarbesarnya bagi kesejahteraan rakyat.