Soetarno Soetarno
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Gaya Pedalangan Sunda Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
RESITAL : JURNAL SENI PERTUNJUKAN Vol 12, No 2 (2011): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami gaya pedalangan Sunda pada dasarnya adalah sebuah upaya penjelajahan dan pemetaan jagatpedalangan Sunda yang kaya dengan nilai-nilai tradisi dan permasalahan-permasalahan uniknya. Salah satunyaadalah permasalahan gaya pedalangan yang identik dengan keberadaan paguron-paguron dalang dengan tokohtokohdalang yang mencirikan warna paguronnya masing-masing. Berkaitan dengan gaya pedalangan itulah, maka pada akhirnya mucul bentuk gaya mendalang perseorangan yang lazim disebut gaya mandiri. Penelitian ini membahas berbagai gaya mandiri yang berkembang di wilayah Jawa Barat.Kata Kunci: wayang golek, gaya pedalangan, paguron dalangABSTRACTSundanese Puppetry Style. Understanding Sundanese puppetry style is basically venturing and mapping Sundanesepuppetry world which is rich of traditional values and distinctive problems. One of the problems is related to puppetrystyle in which the puppet masters are characterized by their mainstream or school. Such style has later developed intoindependent styles of Sundanese puppetry. This research discusses various independent styles of Sundanese puppetry.Key words: Sundanese wayang, wodden puppet
Konsep “Nyari” dalam Ranah Estetika Pertunjukan Wayang Golek Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.67

Abstract

ABSTRACTThis paper is a part (portion) of one topic of dissertation research by the author as a preparation for the final exams of doctoral program. The focus of the study in this paper is directed to study aspects of the aesthetic values of the elements contained in the puppet show as a puppeteer working area in performing his style. The aesthetic analytical theory which is used in this study is the concept of "Nyari" that may indicate the value or aesthetic qualities of an art work. The aesthetic reality that can be found in the form of a working of a puppet show as the result of the puppeteer creative manner, indicates the wealth of traditional values as a priceless source of artistic inspiration for the artists-creators.Keywords: Wayang Golek, concept of “Nyari”, performance working ABSTRAKTulisan ini merupakan sempalan (bagian) dari salah satu topik bahasan hasil penelitian disertasi yang penulis lakukan sebagai bahan persiapan menempuh ujian akhir program doktor. Fokus pengkajian pada tulisan ini diarahkan kepada aspek penelaahan nilai-nilai estetik yang terdapat pada unsur-unsur pertunjukan wayang golek sebagai aspek wilayah garap dalang dalam menyajikan gaya pertunjukannya. Pisau bedah analisis estetik yang dijadikan pemberangkatan pada pengkajian ini adalah konsep “nyari” yang dapat menunjukkan nilai atau kualitas estetik dari sebuah karya seni. Realitas estetik yang dapat dijumpai pada bentuk garap pertunjukan wayang hasil dari olah kreatif seorang dalang tersebut, mengindikasikan kekayaan nilai-nilai tradisi sebagai sumber inspirasi berkesenian bagi para seniman-kreator yang tak ternilaikan keberadaannya.Kata kunci: wayang golek, konsep “nyari”, dan garap pertunjukan
Konsep “Nyari” dalam Ranah Estetika Pertunjukan Wayang Golek Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.67

Abstract

ABSTRACTThis paper is a part (portion) of one topic of dissertation research by the author as a preparation for the final exams of doctoral program. The focus of the study in this paper is directed to study aspects of the aesthetic values of the elements contained in the puppet show as a puppeteer working area in performing his style. The aesthetic analytical theory which is used in this study is the concept of "Nyari" that may indicate the value or aesthetic qualities of an art work. The aesthetic reality that can be found in the form of a working of a puppet show as the result of the puppeteer creative manner, indicates the wealth of traditional values as a priceless source of artistic inspiration for the artists-creators.Keywords: Wayang Golek, concept of “Nyari”, performance working ABSTRAKTulisan ini merupakan sempalan (bagian) dari salah satu topik bahasan hasil penelitian disertasi yang penulis lakukan sebagai bahan persiapan menempuh ujian akhir program doktor. Fokus pengkajian pada tulisan ini diarahkan kepada aspek penelaahan nilai-nilai estetik yang terdapat pada unsur-unsur pertunjukan wayang golek sebagai aspek wilayah garap dalang dalam menyajikan gaya pertunjukannya. Pisau bedah analisis estetik yang dijadikan pemberangkatan pada pengkajian ini adalah konsep “nyari” yang dapat menunjukkan nilai atau kualitas estetik dari sebuah karya seni. Realitas estetik yang dapat dijumpai pada bentuk garap pertunjukan wayang hasil dari olah kreatif seorang dalang tersebut, mengindikasikan kekayaan nilai-nilai tradisi sebagai sumber inspirasi berkesenian bagi para seniman-kreator yang tak ternilaikan keberadaannya.Kata kunci: wayang golek, konsep “nyari”, dan garap pertunjukan
Perkembangan Seni Pedalangan dalam Perspektif Perubahan Sosial Soetarno, Soetarno
Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang Vol 5, No 1 (2008)
Publisher : Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses about the development of puppety recently (2008) which based on an observation, it tends to develop forwards entertaining form as commercial commodities. The problem will be analyzed with Raymon William theory about 3 cultural powers is one historical period. From the analysis, it can be found that pupperty art can influence society and on the contary, pakeliran can be influenced by any changes in society. Nowadays, wayang performance anticipates social changes.Mean while pakeliran also change along with the changer in society. Keyword : development, social culture, wayang 
Wayang Gedhong Dan Perkembangannya Soetarno, Soetarno
Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang Vol 3, No 1 (2006)
Publisher : Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-