Hadi Soeroso
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MALIH PEDDAS

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MELALUI STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERKALIAN SISWA KELAS II SD NEGERI NGEMPON 02 KECAMATAN BERGAS, KAB. SEMARANG TAHUN 2011/2012

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak siswa yang mengalami kesukaran dalam memahami pelajaran matematika, khususnya materi perkalian, sehingga banyak siswa yang beraggapan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, perlu penerapan model STAD sebagai salah satu metode untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimana cara menerapkan model STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar materi pokok perkalian siswa kelas II SD Negeri Ngempon 02. (b) Bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD?. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa II SD Negeri Ngempon 02 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 17 laki – laki dan 13 perempuan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran melalui STAD dan variabel terikat hasil belajar materi perkalian. Dengan melalui 2 siklus diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II materi perkalian dan keaktifan siswa. hasil belajar siswa dapat meningkat ditunjukan nilai rata – rata pada siklus I adalah 64,7, siklus II 82,87. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I siswa yang tuntas belajar 17 siswa dan yang tidak tuntas 13 siswa, serta ketuntasan klasikal 56,67%. Siklus II yang yang tuntas belajar 27 siswa dan yang tidak tuntas 3 siswa, serta ketuntasan klasikal 90%. Hasil uji kompetensi siklus II lebih baik dari siklus I. Keaktifan siswa pun meningkat, hal ini ditunjukan keaktifan siswa pada siklus II > siklus I (75,2% > 66,6%), Hal ini tampak bahwa keaktifan siswa siklus II lebih Efektif dibanding siklus I. Melalui dengan menggunakan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar materi perkalian siswa kelas 2 SD Negeri Ngempon 02.KATA KUNCI : Model STAD, Pembelajaran dan Hasil Belajar.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MELALUI STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERKALIAN SISWA KELAS II SD NEGERI NGEMPON 02 KECAMATAN BERGAS, KAB. SEMARANG TAHUN 2011/2012

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 1 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.94 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak siswa yang mengalami kesukaran dalam memahami pelajaran matematika, khususnya materi perkalian, sehingga banyak siswa yang beraggapan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, perlu penerapan model STAD sebagai salah satu metode untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimana cara menerapkan model STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar materi pokok perkalian siswa kelas II SD Negeri Ngempon 02. (b) Bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD?. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa II SD Negeri Ngempon 02 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 17 laki ?óÔé¼ÔÇ£ laki dan 13 perempuan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran melalui STAD dan variabel terikat hasil belajar materi perkalian. Dengan melalui 2 siklus diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II materi perkalian dan keaktifan siswa. hasil belajar siswa dapat meningkat ditunjukan nilai rata ?óÔé¼ÔÇ£ rata pada siklus I adalah 64,7, siklus II 82,87. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I siswa yang tuntas belajar 17 siswa dan yang tidak tuntas 13 siswa, serta ketuntasan klasikal 56,67%. Siklus II yang yang tuntas belajar 27 siswa dan yang tidak tuntas 3 siswa, serta ketuntasan klasikal 90%. Hasil uji kompetensi siklus II lebih baik dari siklus I. Keaktifan siswa pun meningkat, hal ini ditunjukan keaktifan siswa pada siklus II > siklus I (75,2% > 66,6%), Hal ini tampak bahwa keaktifan siswa siklus II lebih Efektif dibanding siklus I. Melalui dengan menggunakan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar materi perkalian siswa kelas 2 SD Negeri Ngempon 02.KATA KUNCI : Model STAD, Pembelajaran dan Hasil Belajar.