Articles

Found 36 Documents
Search

PENGAMATAN REMATIK DI MASYARAKAT

Buletin Penelitian Kesehatan Vol 21, No 4 Des (1993)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatic diseases are a group of diseases with diverse etiology, characterised by pain in joints and musculo skeletal system, sometimes accompaned by swelling and stiffness resulting in difficulty of movements. Although seldom causing death, rheumatic diseases are an important public health problem as it causes disability with medical, psychological, economic and social impact The disease is knowm in the community as "encok", "pegel", "linu", "kemeng", "ngihi" (Javanese) or "cangkeul" (Sundanese). An epidemiological survey in Central Java in 1984 found a frequency of rheumatism among the adult population of 27% in ntral Bandungan and 24.8% in the city of Semarang. The complaints of rheumatism increases with age and the most frequent sites were the back and knees. Difficulties in carrying daily tasks were experienced by 11-14.4% of the women and 12.4 -22.1% of the men. Laboratory and X-ray examination of 75 patients gave the following results : 62 osteoarthritis, 9 rheumatioid arthritis, 3 gout and 1 ankylosing spondylitis.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN SMK DI DIY

Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Abstrak Penelitian ini bertujuan menggali informasi tentang bagaimana realisasi peran Komite Sekolah SMK di DIY sebagai bahan kaji ulang mekanisme kerja dan peranannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif feno-menologis rancangan multisitus yang dipilih berdasarkan dua pertimbangan, yaitu: objek penelitian tidak dimanipulasi dan data berupa kata-kata, kalimat, paragraf, dan dokumen. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengkajian dokumen, kemudian dianalisis secara induktif dan terus-menerus, melalui penggolongan, klasifikasi, dan reduksi. Subjek adalah pengurus komite sekolah terbaik di setiap Kabupaten/Kota di DIY berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite sekolah terpilih sangat aktif, namun belum melaksanakan semua perannya secara optimal, yaitu sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan sebagai mediator. Komite sekolah nampak sangat aktif dalam mendukung kebijakan sekolah tentang pengumpulan dana sekolah, cukup aktif sebagai mediator antara sekolah dengan DUDI, dan aktif sebagai pemberi pertimbangan, namun kurang aktif sebagai badan pengontrol dan belum ada yang mengembangkan mekanisme kontrol. Kondisi demikian kemungkinan terjadi karena komite dibentuk dan difasilitasi oleh kepala sekolah serta pengurus komite adalah mantan pengurus badan pendukung penyelenggaraan pendidikan yang perannya memang sebagai badan pendukung. Kata kunci: peran komite sekolah

Model evaluasi diri sekolah menengah kejuruan di Daerah Isitimewa Yogyakarta

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 3, No 1 (2013): Februari
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model evaluasi diri yang efektif dan dapat memberikan hasil yang akurat dan menunjukkan kelebihan dan manfaat untuk pengambilan keputusan pengembangan. Penelitian dilaksanakan di 8 SMK di DIY. Fokus penelitian untuk mengetahui problem internal sekolah yang dihadapi, tujuan yang akan dicapai, dan capaian program yang telah diperoleh, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sekolah mendatang secara berkelanjutan. Metode pengembangan melalui pendekatan R&D (Research and Development) yang dikembangkan oleh Borg and Gall terdiri 10 tahapan/langkah yaitu: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, membangun prarencana produk, uji pendahuluan, revisi produk, uji produk di lapangan, revisi produk operasional, uji operasional di lapangan, revisi produk akhir, dan tahap penyebaran dan pelaksanaan. Pengembangan untuk memperoleh komponen dan indikator mutu sekolah digunakan dua pendekatan, yakni teknik Delphi dan focus group discussion (FGD). Spesifikasi produk adalah model evaluasi diri yang dikembangkan berbasis teori, hasil riset, dan informasi yang dapat digunakan untuk menetapkan kinerja SMK berupa: Panduan Umum (Guideline), Instrumen, dan Panduan Pengisian Instrumen, analisis data dan hasil evaluasi. A MODEL OF SELF-EVALUATION FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOLS IN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAAbstractThe research aims to develop a model of effective self-evaluation, to provide an accurate result and to show the advantages of implementation within the decision making. The research wass conducted in 8 vocational high schools in Yogyakarta. The focus of the research is to find the internal problems that the school encounters, the objective that the school would like to achieve and the achievements that the school has accomplished so that the research might be used as the foundation for the school development in the future. The development method by means of Research and Development (R&D) developed by Borg and Gall consists of 10 stages namely: research and information gathering, planning, pre-plan product assembling, preliminary test, product revision, field test, operational product revision, operational field test, final product revision and implementation/distribution. The development for attaining the component and the indicator of quality is obtained by means of two approaches, namely Delphi and focus group discussion (FGD). The product spesification is a model of self-evaluation being developed based on the theory, the results of research and information. Then, the items that might be used evaluating the performance of vocational high school are: Guideline, Instrument and Instrument Manual, data analysis and results of evaluation.

Evaluasi pelaksanaan program SMK kelas jauh di MAN Karanganyar

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 3, No 2 (2013): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan program SMK Kelas Jauh di MAN Karanganyar.Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan pendekatan model context, input, process dan product(CIPP)yang dikembangkan oleh Stuflebeam.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif menggunakan persentase.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Hasil evaluasi context siswa termasuk cukup relevan (23,73), dan evaluasi context guru termasuk relevan (41,14). (2) Hasil evaluasi input siswa menunjukkan skor rata-rata sebesar 43,41 (kategori baik) dan skor rata-rata evaluasi input guru adalah 67,83 (kategori baik). Kurikulum yang digunakan sama dengan kurikulum SMK induk ditambah bahasa Arab dan keterampilan las. (3) Hasil evaluasi process, baik dinilai oleh siswa dengan skor 94,71 maupun oleh guru dengan skor 70,86, termasuk kategori baik. (4) Hasil evaluasi product menurut siswa adalah 9,56 dan menurut guru 15,00 sehingga secara keseluruhan termasuk kategori cukup baik. THE EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE DISTANCE CLASS PROGRAM OF VOCATIONAL SCHOOL IN MAN KARANGANYARAbstractThis study aims to evaluate of the implementation of the Distance Class of Vocational School (SMK) in MAN Karanganyar.This study was evaluation research using the context, the inputs, the processes, and the products (CIPP) model developed by Stufflebeam.The data were collected using a questionnaire, interview, observation, and documentation and then analyzed using the percentage descriptive quantitative technique.The findings of research are as follows. (1) The result of the evaluation on the student context is relevant enough (23.73) and the teacher context is relevant. (2) The result of the input evaluation of the students with an average of score 43.41% is in a good category, and the score of the input evaluation of the teacher is in a poor category but the number of the teachers is sufficient with very suitable qualifications. The curriculum used is equal to the curriculum of the center school with two extras: Arabic subject and welding skill. (3) The results of the process evaluation, both students (94.71) and teachers (70.86) are in a good category. (4) The results of the product evaluation are 9.56 (based on the students) and 15.00 (based on the teachers), so that the overall results are in a good category.

Evaluasi program SMK kelas jauh di Pondok Pesantren Darul Qur’an Kabupaten Gunungkidul

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 4, No 1 (2014): Februari
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan dukungan lingkungan terhadap program kelas jarak jauh SMK yang diselenggarakan dipondok pesantren Darul Qur’an Kabupaten Gunung Kidul, 2) mendeskripsikan input program kelas jarak jauh SMK jika ditinjau dari pendidik serta dukungan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pondok pesantren Darul Qur’an Kabupaten Gunung Kidul, 3) mendeskripsikan proses pembelajaran kelas jauh SMK yang diselenggarakan oleh pondok pesantren Darul Qur’an Kabupaten Gunung Kidul, dan 4) mengetahui keberhasilan program pembelajaran kelas jauh jika dilihat dari segi manfaat yang di dapat oleh peserta didik, ketrampilan peserta didik serta persentase lulusan dari tahun ke tahun yang diselenggrakan oleh pondok pesantren Darul Qur’an di Kabupaten Gunung Kidul.Penelitian ini merupkan jenis penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPP. Subjek penelitian ini adalah 1 kyai, 1 kepala sekolah, 3 wali murid, 20 orang guru dan 59 siswa kelas 1 dan kelas 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket, observasi dan wawancara. Angket divalidasi dengan validitas konstrak (constract validity). Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan bantuam SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mendapatkan respon sangat baik dari masyarakat karena dapat membantu masyarakat bagi ekonomi lemah untuk menyekolahkannya ke jenjang sekolah yang tinggi, 2) rekruitmen tenaga pendidik yang sangat mengedepankan kompetensi kualitas dan kapabilitas hal ini dapat dilihat dari kemampuan pendidik, yaitu pemahaman pendidik mengenai konsep pembelajaran dalam penyusunan rencana pembelajaran dengan hasil 70% dengan kategori sangat baik dan aspek pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan hasil 75% dengan kategori sangat baik. Secara umum sarana dan prasarana yang ada di SMK Darul Qur’an sudah sangat memadai untuk menunjang lancarnya proses pembelajaran, 3) secara keseluruhan kegiatan pembelajaran di SMK sudah berjalan sangat baik, hal ini dapat dilihat dari pendidik dan peserta didik. Dari pendidik penerapan strategi pembelajaran oleh pendidik sudah sangat baik dengan hasil 70%, penggunaan media juga sangat baik dengan hasil 90% dan penyampaian materipun sangat baik dengan hasil 90%. Evaluasi kegiatan pembelajaran meliputi prosedur penilaian juga sangat baik dengan hasil 90% dan menerapkan prinsip penilaian juga sudah sangat baik dengan hasil 90%. Sedangkan dari peserta didik kegiatan pelakasanaan pembelajaran sangat baik dengan hasil 78% dan pengayaan juga sangat baik dengan hasil 78%, 4) keberhasilan pelaksanaan program sudah berjalan sangat baik hal ini dapat dilihat dari peserta didik dalam hasil belajarnya. Dalam muatan lokal mampu membaca menulis Al-Qur’an, hafal Al-Qur’an Bahasa Arab. Pendidikan life skill mampu merakit komputer, instal berdakwah dengan baik. Prestasi akademik maupun muatan lokal menjuari tingkat kecamatan, kabupaten dan propinsi. Tingkat kelulusan peserta didik setiap tahun mencapai 100%. LONG CLASS PROGRAM EVALUATION SMK PESANTREN DARUL QURAN IN DISTRIC GUNUNGKIDULAbstractThis study is aimed: 1) describe the environment to support classroom programs remotely hosted dipondok SMK Darul Quran Gunung Kidul, 2) describe the program input distance vocational classes when viewed from educators and support infrastructure boarding school owned by Darul Quran Gunung Kidul, 3) describe the process of classroom learning program organized by the far SMK Darul Quran Islamic boarding Gunung Kidul, and 4) determine the success of classroom learning much when viewed in terms of benefits in the can by the learner, the skills of learners and the percentage of graduates from year to year boarding school diselenggrakan by Darul Quran in Gunung Kidul. This was the type of research study evaluating the CIPP model. The subjects were clerics, principals, parents, 20 teachers and 59 students of class 1 and class 2. The data was collected by using questionnaires, observations and interviews. Validated questionnaire with construct validity (constract validity). Furthermore, the data were analyzed with product moment correlation technique. The results of the study show that: 1) get a very good response from the public because it can help for low-income people to send him to the high school level, 2) recruitment of educators who is promoting competence and capability of this quality can be seen from the ability of educators, namely understanding educators about the learning concepts in the preparation of lesson plans at 70% with very good categories and aspects of management of learning activities with results of 75% with a very good category. In general, the existing infrastructure at SMK Darul Quran is very adequate to support the smooth process of learning, 3) overall learning activities at SMK has been running very well, it can be seen from the educators and learners. From the application of instructional strategies educators by educators has been very good at 70%, the use of media is also very good with 90% and delivering results materipun very well with results of 90%. Evaluation of learning activities include the assessment procedure is also very good with the results of 90% and apply the principles of assessment has also been very good with 90% results. While exercising the activities of learners learning very well with the results of 78% and enrichment are also very well with the results of 78%, 4) the successful implementation of the program seen students with graduation rates of students every year who reach 100% and ratings are not out of the SMK half of all vocational schools in the district Gunungkidul, the interactions between learners are able to speak English and Arabic in addition to the achievement of students in various fields. Overall course grade vocational boarding school deep in Darul Quran has been going well.

DETERMINAN KINERJA GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN

Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran faktor situasional, faktor psikologis, dan kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (2) menemukan pengaruh faktor situasional dan faktor psikologis terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (3) merumuskan hubungan kausal kepe-mimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian korelasional dan bersifat ex-post facto. Sampel sejumlah 155 ditentukan dengan Formula Cohen dengan teknik proportionale random sampling. Data dikumpulkan dengan inventori, lembar pengamatan, dan self assessment. Validasi isi dilakukan dengan expert judgment. Validasi konstruk dilakukan dengan analisis faktor dan reliabilitas ditentukan dengan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis regresi dan analisis jalur. Interpretasi hasil analisis data menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ke-pemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru ter-masuk dalam kategori tinggi. Kata kunci: kinerja guru, Sekolah Menengah Kejuruan, faktor psikologis, faktor situasional ______________________________________________________________DETERMINANT OF SMK TEACHERS’ PERFORMANCE IN THE FIELD OF MECHANICAL ENGINEERING EXPERTISEAbstract This study was aimed at: (1) describing the situational factors, psychological factors, and vocational high school teachers’ performance; and (2) revealing determination of situational factors (principal’s leadership, school culture, and compensation), and psychological factors (teachers’ ability, teachers’ commitment, teacher’s work motivation) to vocational high school teachers’ performance, (3) revealing causal effect of principal’s leadership, school culture, compensation, teachers’ ability, teachers’ commitment, and teacher’s work motivation to vocational high school teachers’ performance. This ex-post facto research was done at mechanical engineering program in technological and industrial vocational high schools at Yogyakarta Special District. The population was 187 teachers and samples of 155 teachers were determined using the Cohen formula and proportional random sampling technique. Data were collected through inventory, observations, and self assessment. Analysis of content validity was conducted by expert judgment and construct validity was conducted using factors analysis. Reliability analysis was conducted using Cronbach Alpha formula. The data were analyzed using descriptive methods, correlations, regression, and path analysis. The result of descriptive analysis showed that principal’s leadership, school culture, compensation, teachers’ ability, teachers’ commitment, teachers’ work motivation, and vocational high school teachers’ performance was in high category.Keywords: teachers’ performance, vocational high school, psychological factors, situational factors

Faktor determinan pemanfaatan tik dan pengaruhnya terhadap kinerja guru SMK di Kabupaten Gunungkidul

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 4, No 3 (2014): November
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh faktor sosial terhadap pemanfaatan TIK; (2) pengaruh kemudahan penggunaan terhadap pemanfaatan TIK; (3) pengaruh kesesuaian tugas terhadap pemanfaatan TIK; (4) pengaruh harapan hasil terhadap pemanfaatan TIK; dan (5) pengaruh pemanfaatan TIK terhadap kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto, dilaksanakan pada empat SMK yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 di Kabupaten Gunungkidul. Teknik pengambilan sampel dengan proportionale random sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel Krejcie dan Morgan, untuk populasi sebanyak 377 maka sampel yang diambil sebanyak 191 guru. Validitas instrumen diketahui berdasarkan penilaian pakar dan analisis butir. Reliabilitas diketahui dengan menghitung koefisien Cronbach Alpha. Teknik analisis data dengan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor sosial berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK; (2) kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK; (3) kesesuaian tugas berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK; (4) harapan hasil tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK; dan (5) pemanfaatan TIK berpengaruh terhadap kinerja guru. DETERMINANT FACTORS OF ICT UTILIZATION AND THE EFFECT ON TEACHER PERFORMANCE OF SMK IN GUNUNGKIDUL DISTRICTAbstractThis study aimed to determine: (1) the effect of social factor on the ICT utilization; (2) the effect of ease of use on the ICT utilization; (3) the effect of job fit on the ICT utilization; (4) the effect of outcome expectancy on the ICT utilization; and (5) the effect of ICT utilization on the teachers performance. This study was an ex-post facto research, conducted in four SMKs that have implemented ‘Kurikulum 2013’ in Gunungkidul district. The sampling technique was proportionale random sampling. Based on Krejcie and Morgan’s table for determining sample size, for a population of 377 the sample could be taken as many as 191 teachers. The validity of the instrument was known based on expert judgment and item analysis. Reliability coefficient was determined by calculating Cronbach’s Alpha. The data analysis technique used was Partial Least Square (PLS). The results of this research show that: (1) the social factor affects the ICT utilization; (2) the ease of use affects the ICT utilization; (3) the job fit affects the ICT utilization; (4) the outcome expectancy doesn’t affect the ICT utilization; and (5)the ICT utilization affects the teachers performance.

Evaluasi program talent scouting guru SMK tahun 2013 Direktorat P2TK Dikmen Kemdikbud

Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 4, No 3 (2014): November
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) relevansi pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek konteks; (2) kesesuaian pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek input; (3) efektifitas pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek proses; dan (4) pencapaian hasil pelaksanaan Program Talent Scouting Guru SMK tahun 2013 ditinjau dari aspek produk. Jenis penilitian ini adalah evaluasi program dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian: (1) pencapaian relevansi program termasuk dalam kategori “sangat relevan” dengan persentase pencapaian 85%; (2) kesesuaian input SMK sasaran program, peserta program dan penyelenggara program termasuk dalam kategori “sesuai” dengan persentase pencapaian 76,38%; (3) keefektifan proses sosialisasi, seleksi dan pembekalan, proses pelaksanaan program serta proses monitoring dan pelaporan termasuk dalam kategori “efektif” dengan persentase pencapaian 74,52%; (4) pencapaian produk teaching dan non teaching termasuk dalam kategori “sangat tercapai” dengan persentase pencapaian 84,35%. AN EVALUATION OF THE TALENT SCOUTING PROGRAM FOR SMK TEACHERS IN 2013 DIREKTORAT P2TK DIKMEN KEMDIKBUDAbstractThis study aims to know: (1) the relevance of the Talent Scouting program for SMK teachers in 2013 in terms of the aspect of context, (2) the appropriateness of the Talent Scouting program for SMK teacher in 2013 in terms of the aspect of input, (3) the effectiveness of the Talent Scouting program for SMK teacher in 2013 in terms of the aspect of process, and (4) the attainment of the Talent Scouting program for SMK teacher in 2013 in terms of the aspect of product. This research is an evaluation of the program using CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The results of this study: (1) the relevance of the program achievement is included in the category of “very relevant” with the achievement percentage of 85%, (2) the input appropriateness of vocational program targets, program participants and program providers are included in the category of “appropriate” with the percentage achieved is 76.38%, (3) the effectiveness of the process of socialization, selection and provisioning, implementation process, monitoring and reporting process are included in the category of “effective” with the achievement percentage of 74.52%, (4) teaching and non-teaching product attainment are included in the category of ”very attainable” with the achievement percentage of 84.35%.

ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SEKOLAH LUKMANULHAKEEM YALA THAILAND

Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengembangan sekolah Lukma-nulhakeem Yala, Thailand meliputi: perencanaan kebijakan, implementasi kebijakan, hasil kebijakan, dan dampak kebijakan agar diperoleh kebijakan pengembangan sekolah yang berdampak efektif. Analisis kebijakan pengembangan sekolah ini meneliti implementasi kebijakan yang dilihat dari input, dan proses, policy outcome yang dilihat dari hasil, dan dampak yang terkait dengan pengembangan sekolah. Sumber informasi adalah manajer sekolah, kepala sekolah, dua pengurus yayasan, 10 orang guru termasuk lima orang tenaga administrasi sekolah Lukmanulhakeem Yala, Thailand. Pengumpulan data dilakukan mela-lui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dokumen dan laporan. Data yang diperoleh adalah data utama melalui interaksi sosial. Data yang diperoleh adalah dari dokumen-dokumen dan tanggapan terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan dampak kebijakan dari warga sekolah dan Yayasan Lukmanulhakeem Yala. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: 1) peren-canaan kebijakan  pengembangan sekolah belum efektif, 2) berbagai input pengembangan sekolah sudah mencukupi kebutuhan warga sekolah, 3) pelaksanaan kebijakan sekolah ter-kendala karena kebijakan yang tidak komprehensif, 4) outcome kebijakan berdampak negatif sehingga sekolah tidak mengembangkan sesuai kapabilitas yang dimiliki.Kata kunci: kebijakan  pengembangan, perencanaan, pelaksanaan, hasil kebijakan, dan dampak dari kebijakan.

Prevalensi dan intensitas infeksi cacing tambang di Daerah Yogyakarta dan Surakarta

Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 5, No 01 (1973)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

keywords: prevalensi, penyakit cacing tambang