Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Sains Natural

KERAGAMAN FENOTIPA IKAN NILA BEST F4,F5 DAN IKAN NILA NIRWANA 2 HASIL SELEKSI DENGAN ANALISIS TRUSS MORFOMETRIK

Jurnal Sains Natural Vol 3, No 2 (2013): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.39 KB)

Abstract

Phenotype Diversity of BEST Nila Fish of F4, F5 and The Nirwana 2 Nila Fish Using Truss Morphometric Analysis          In the framework of the management of genetic resources for long-term development and sustainability of cultivating nila tilapia fish for the evaluation of population genetic resources needs to be done. The purpose of this research was to know the fish of nila tilapia BEST phenotype diversity of F4, F5 and the nila tilapia fish of Nirwana 2 using Truss Morfometrik. The fish from populations of Tilapia BEST fish of F4, F5 and a Nirwana 2 fish each sample taken as many as 20 tails. The measurement was done by specifying points along the body of the fish assay based on morfometrik truss method. The dots were connected one with the others so retrieved 21 characters measuring results. The analys was done using cluster analysis. The observations indicated levels of similarity of truss morfometrik BEST Fish of F4, F5 and the Nirwana 2 fish tilapia very high character except on B6, B3, A3, B1, C1 and D6 that significantly different (p ≤ 0.05).The results gave an indication of the quantity of fish body that  BEST fish was  shorter and rounder than the fish of Nirwana 2 tilapia. Based on the inter population relationship the fish of Nirwana 2 tilapia separated  from BEST nila of F4 and F5.Keywords : BEST tilapia, Nirwana tilapia, truss morfometrik, diversity ABSTRAK         Dalam rangka pengelolaan sumber genetik jangka panjang dan pengembangan budidaya untuk kelestarian ikan nila maka evaluasi sumber daya genetik populasi perlu dilakukan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ragam fenotipe ikan nila BEST F4, F5 dan ikan nila Nirwana 2menggunakanTruss Morfometrik. Ikan nila dari populasi nila BEST F4,F5 dan nila Nirwana2 masing-masing diambil contoh sebanyak 20 ekor. Pengukuran dilakukan dengan menentukan titik-titikacuan sepanjang tubuh ikan uji berdasarkanmetode Truss Morfometrik. Titik-titik dihubungkan satu dengan lainnyasehingga diperoleh 21 karakter hasil pengukuran. Analisis dilakukan dengan menggunakan cluster analysis. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kemiripan truss morfometrik Ikan nila BEST F4, F5 dan ikan nila Nirwana 2 sangat tinggi kecuali pada karakter B6, B3, B1, A3, C1 dan D6 yang berbeda nyata (p≤0,05).Hasil tersebut memberikan indikasi bahwapola badan ikan nila BEST lebih pendek dan bulat dibandingkan ikan nila Nirwana2 yang lebih panjang. Berdasarkan hubungan interpopulasi ikan nila Nirwana 2 terpisah dengan kelompok nila BEST F4 dan F5.Kata kunci : nila BEST, nila Nirwana, truss morfometrik, keragaman

PERFORMA GENOTIP IKAN TAMBAKAN Helostoma temminckii (CUVIER, 1829) POPULASI SUMATERA, JAWA DAN KALIMANTAN DENGAN METODE RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA (RAPD)

Jurnal Sains Natural Vol 4, No 1 (2014): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.725 KB)

Abstract

Genotype performance of Tambakan, Helostoma temminckii (Cuvier, 1829) from Sumatera, Java and Kalimantan Polulation using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD)        Tambakan, kissing gourami (Helostoma temminckii) is well known as a freshwater tropical  species from Southeast Asia. In Indonesia, tambakan is an important commodity. However, total production of tambakan tends to decrease. Therefore, domestication has urgently to be done to solve the problem of Tambakan population. Three different tambakan populations from Sumatera, Java and Kalimantan were observed to find good genetic resources for culture activity. This study aimed to investigate the genetic variation of tambakan especially from West Java, Jambi, and South Kalimantan province using RAPD. The result showed that the highest polymorphism and heterozygosity was from South Kalimantan population among others. The three population observed had the fragment size ranged from 100- 2000 bp. The highest genetic distance was between Sumatera and Kalimantan (0,2877), while the lowest was between Kalimantan and Java (0,1961). Key words: Helostoma temminckii, genetic, heterozigosity, genetic relationship ABSTRAK        Ikan tambakan (Helostoma temminckii) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang berasal dari wilayah tropis, tepatnya Asia Tenggara. Di Indonesia ikan tambakan merupakan salah satu ikan komoditas penting. Saat ini, jumlah produksi ikan tambakan cenderung menurun. Sehingga domestikasi sangat diperlukan untuk mengatasi masalah peneurunan populasi tambakan Tiga populasi ikan tambakan dari Sumatera, Jawa dan Kalimantan diobeservasi untuk mendapatkan sumber genetic terbaik yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya.. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetika populasi ikan tambakan Jambi, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan menggunakan metode RAPD. Hasil menunjukkan bahwa polimorfisme dan heterosigositas tertinggi terdapat pada populasi ikan tambakan Kalimantan Selatan jika dibandingkan dengan populasi ikan tambakan lainnya. Ukuran fragmen DNA teramplifikasi berkisar antara 100-2000 bp. Jarak genetik paling jauh adalah antara populasi tambakan Sumatera dengan Kalimantan (0,2877), sedangkan jarak genetik terendah adalah tambakan Kalimantan dengan Jawa (0,1961).Kata kunci: Helostoma temminckii, genetik, heterosigositas, kekerabatan