Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

RESPON LIMA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) PADA APLIKASI PYRACLOSTROBIN Amin, Adi Wiyono Basori; Kuswanto, Kuswanto; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.627 KB)

Abstract

Aktivitas nitrat reduktase dapat ditingkatkan oleh pyraclostrobin. Penyerapan nitrogen pada tanaman dipengaruhi oleh aktivitas nitrat reduktase. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari respon lima varietas jagung pada aplikasi  pyraclostrobin. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai Oktober 2011. Bahan tanam yang digunakan ialah benih jagung varietas NK-22, NK-6326, P-21, BISI-2, dan BISI-816 dan pyraclostrobin  400 ppm berfungsi sebagai perlakuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan Pyraclostrobin  tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Lima varietas uji menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan hasil karena pengaruh genetik masing-masing varietas. Interaksi perlakuan pyraclostrobin  dan beberapa varietas mempengaruhi pertumbuhan tanaman pada tinggi tanaman umur 8 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 5 minggu setelah tanam, dan umur muncul bunga betina.
POLA PEWARISAN SIFAT WARNA POLONG PADA HASIL PERSILANGAN TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS INTRODUKSI DENGAN VARIETAS LOKAL Oktarisna, Frizal Amy; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.786 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola pewarisan sifat warna polong tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) dari tanaman buncis introduksi (Cherokee sun dan Purple queen) ke tanaman buncis varietas lokal (Gogo kuning, Gilik hijau, Mantili). Penelitian masa tanam buncis pertama, terdiri dari lima varietas (dua introduksi dan tiga lokal ) dengan 6 kombinasi perlakuan (persilangan). Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 30 tanaman. Penelitian masa tanam buncis kedua dilakukan dengan menggunakan metode single plant dan terdiri dari 12 hasil persilangan, dua introduksi, tiga lokal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa F1 hasil persilangan varietas introduksi I1 dengan varietas lokal L1, L2, L3, masing-masing memiliki perbandingan yang sesuai dengan nisbah teoritis Mendel, sedangkan resiprok tidak sesuai dengan nisbah teoritis Mendel. Hal ini menunjukkan bahwa persilangan pada introduksi I1 dipengaruhi oleh maternal effect, sedangkan untuk hasil persilangan introduksi I2 tidak dipengaruhi oleh maternal effect (tetua betina). Untuk hasil perhitungan Chi-Kuadrat, F1 hasil persilangan diperoleh data bahwa peluang dari nisbah teoritis Mendel 3:1 memiliki persentase lebih besar dari nisbah lainnya. Hal ini menunjukkan adanya gen tunggal dominan yang mengendalikan karakter warna polong.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN GALUR HARAPAN TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) BERPOLONG UNGU Septeningsih, Cicik; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.472 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji daya hasil terhadap galur harapan kacang panjang berpolong ungu hasil seleksi tahun 2012. Uji daya hasil pendahuluan dilakukan pada galur-galur baru yang umumnya merupakan hasil persilangan atau introduksi dari daerah lain. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai daya hasil dan seleksi pada kacang panjang berpolong ungu yang merupakan galur harapan yang bila nantinya menjadi varietas baru akan dilepas untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Malang, pada bulan April-Agustus 2012. Bahan yang diuji adalah 90 galur harapan kacang panjang berpolong ungu. ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok dengan perluasan (augmented design). Rancangan percobaan terdiri dari 6 blok yang diacak pada setiap blok terdiri dari 15 galur dan 3 varietas kacang panjang. 3 varietas kontrol ditanam pada setiap blok sedangkan masing-masing galur hanya ditanam satu kali pada setiap bloknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 galur yang diuji terdapat keragaman genetik antar galur harapan, sehingga dapat dilakukan seleksi. Diperoleh 15 galur harapan kacang panjang berpolong ungu berdaya hasil tinggi yaitu UBPU1-55, UBPU1-41, UBPU1-130, UBPU1-139, UBPU1-222, UBPU1-365, UBPU2-41, UBPU2-52, UBPU2-202, UBPU2-237, UBPU2-400C, UBPU3-45, UBPU3-286, UBPU3-153, UBPU3-194. Kata kunci : daya hasil, galur harapan, kacang panjang berpolong ungu, seleksi
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER KOMPONEN HASIL PADA POPULASI F2 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) HASIL PERSILANGAN VARIETAS INTRODUKSI DENGAN VARIETAS LOKAL Jameela, Hajroon; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.785 KB)

Abstract

Pada tahun 2012, telah dilakukan persilangan antara buncis varietas introduksi dengan varietas lokal dengan tujuan untuk mendapatkan buncis yang berproduktivitas tinggi dengan warna polong kuning dan ungu. Individu F1 dari persilangan tersebut kemudian diselfing sehingga didapatkan generasi F2. Pada generasi F2, tanaman akan mengalami segregasi, sehingga akan menyebabkan keragaman. Keragaman genetik yang luas dan tingkat heritabilitas akan mempengaruhi keberhasilan seleksi. Pada penelitian ini dilakukan pendugaan nilai keragaman genetik dan heritabilitas beberapa karakter komponen hasil pada populasi F2 buncis hasil persilangan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan April hingga Juli 2013. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode single plant dengan menanam Populasi F2 (Cherokee Sun × Gilik Ijo) dan dua populasi tetua (Cherokee Sun dan Gilik Ijo). Hasil penelitian menunjukkan karakter umur awal berbunga, umur awal panen, jumlah polong per tanaman, dan berat polong per tanaman memiliki keragaman genetik luas dengan nilai heritabilitas tinggi. Karakter panjang polong dan berat polong memiliki keragaman genetik sempit dengan nilai heritabilitas sedang, sedangkan karakter diameter polong memiliki keragaman genetik sangat sempit dengan nilai heritabilitas rendah. Karakter kualitatif cenderung memiliki keragaman genetik sempit dengan nilai heritabilitas tinggi. Kata kunci: buncis, keragaman genetik, heritabilitas, komponen hasil
HUBUNGAN ANTARA HASIL DAN KOMPONEN HASIL PADA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F2 Rizqiyah, Dewi Amaliatur; Basuki, Nur; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.589 KB)

Abstract

Buncis merupakan tanaman hortikultura yang dikenal sebagai sayuran buah. Keber-hasilan usaha untuk memperoleh ta-naman buncis yang memiliki kualitas dan kuantitas hasil yang baik sangat ditunjang oleh ke-mampuan pemulia tanaman untuk mem-peroleh genotip-genotip unggul dalam ta-hapan seleksi. Tujuan penelitian adalah me-ngetahui keeratan hubungan antara ka-rakter komponen hasil dengan hasil pada enam populasi F2 buncis hasil persilangan varietas intro-duksi dan lokal dan menge-tahui karakter yang dapat digunakan untuk meningkatkan bobot polong per tanaman. Penelitian dilaksanakan di Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu-Malang pada bulan Mei–Juli 2013. Percobaan menggunakan metode pe-ngamatan single plant dengan menanam 6 populasi F2 hasil persilangan varietas lokal dengan varietas introduksi berpolong ungu dan kuning. Jumlah tanaman pada masing-masing populasi F2 sebanyak 200 tana-man. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai keeratan hubung-an pada enam populasi F2. Jumlah polong per tanaman dan bobot per polong ber-korelasi positif-sangat nyata dan memiliki nilai pengaruh langsung positif serta besar-nya hampir sama maka perbaikan sifat bobot polong per tana-man pada enam populasi F2 buncis hasil persilangan antara varietas lokal dengan varietas introduksi dapat di-tekankan pada perbaikan jumlah polong per tanaman dan bobot per polong. Kata kunci :buncis, populasi F2, korelasi, sidik lintas
EFEK XENIA PADA PERSILANGAN BEBERAPA GENOTIP JAGUNG (Zea mays L.) Wardhani, Rahmi Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.077 KB)

Abstract

Persilangan merupakan salah satu cara untuk menimbulkan keragaman genetik yang diperlukan di dalam program pemuliaan tanaman jagung. Pada pewarisan sifat, ekspresi gen hasil persilangan dari tetua jantan dan tetua betina baru dapat diekspresikan pada generasi berikutnya. Namun adanya efek xenia, hasil persilangan dapat diekspresikan secara langsung pada organ tetua betina saat persilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek xenia berpengaruh nyata terhadap karakter warna biji dan tipe biji sedangkan untuk karakter panjang tongkol (cm), panjang tangkai tongkol (cm), diameter tongkol (cm), diameter janggel (cm), diameter rachis (cm), jumlah biji per baris, jumlah baris biji, panjang biji (mm), lebar biji (mm), tebal biji (mm), susunan baris biji, warna janggel dan bentuk tongkol tidak terdapat pengaruh xenia. Urutan dominansi warna biji adalah ungu, putih, ujung kuning, oranye, merah, loreng, kuning, ujung putih, dan coklat sedangkan urutan dominansi tipe biji adalah semi gigi kuda, mutiara, gigi kuda dan semi mutiara. Kata kunci: jagung, persilangan, xenia, dominansi
EFEK XENIA PADA BEBERAPA PERSILANGAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) TERHADAP KARAKTER BIJI Hariyanti, Ismi Dahlia; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.723 KB)

Abstract

Pemuliaan jagung hibrida memiliki peluang yang besar untuk berperan dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman jagung. Perakitan  kultivar  unggul  yang mempunyai potensi hasil tinggi dapat  dilakukan  dengan salah satu caranya yakni dengan memanfaatkan efek xenia pada persilangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek xenia pada beberapa persilangan jagung manis (Zea mays L. Saccharata) terhadap karakter biji. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Maret 2013 sampai Juli 2013 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Single Plant, dengan perlakuan persilangan pada 11 Tetua Betina dan 4 Tetua Jantan. Evaluasi efek xenia dilakukan dengan menghitung persentase efek xenia dan uji t test pada masing masing kombinasi persilangan. efek xenia yang nyata pada karakter kuantitatif, yakni pada karakter-karakter bobot tongkol, bobot 100 biji, kadar gula dan jumlah biji dalam setiap kombinasi persilangan. Pada karakter kualitatif efek xenia mempengaruhi bentuk dan warna biji jagung. Galur A2 sebagai tetua jantan memberikan efek xenia dominan pada beberapa parameter, yakni pada bobot tongkol, bobot 100 biji, jumlah biji, kadar gula, perubahan warna dan bentuk biji. Begitupun halnya dengan galur ungu pekat sebagai tetua jantan memberikan efek xenia pada karakter, jumlah biji, bobot  100 biji, bobot tongkol, jumlah biji,  kadar gula, perubahan warna dan bentuk biji. Kata kunci: Efek Xenia, Kuantitatif Karakter, Kualitatif Karakter, Jagung Manis.
KONFIRMASI GEN YANG MENCIRIKAN EKSPRESI ANTOSIANIN PADA BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Balladona, Freta Kirana; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan buncis dari luar negeri membuat beberapa varietas lokal tersisih karena varietas introduksi yang berasal dari luar negeri tersebut memiliki kandungan gizi lebih banyak dari varietas lokal. Salah satu cara meningkatkan kualitas buncis lokal adalah persilangan antara varietas lokal dan varietas introduksi Namun identifikasi secara fenotipik memiliki beberapa kelemahan. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi molekuler pada tetua dan hasil persilangan buncis tersebut. Tujuan: mengonfirmasi keberadaan gen antosianin pada beberapa aksesi buncis berdasarkan penanda gen antosianin melalui pendekatan tetua dengan keturunan berikutnya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 isolat DNA buncis persilangan lokal dan introduksi dan 3 primer SSR (MdMYB9, MdMYB12 dan MdMYB17). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil amplifikasi terlihat bahwa ketiga primer tersebut bersifat polimorfis. Hal ini membuktikan bahwa primer spesifik antosianin tersebut dikonfirmasi pada buncis. Berdasarkan panjang pita DNA yang ditinjau pada Purple Queen dan Gogo Kuning (tertua,) sama dengan keturunannya GK x PQ, PQ x GK, PQ x GI, GI x PQ dan GK x CS.
KARAKTERISASI TUJUH GENOTIP JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) HIBRIDA Wigathendi, Agatha Eritza; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.59 KB)

Abstract

Karakterisasi merupakan tahapan penting dalam pemuliaan tanaman jagung sebelum dilakukan pelepasan varietas. Karakterisasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai genotip yang memiliki produksi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter ketujuh genotip jagung manis (Zea mays L.) hibrida. Tujuh genotip jagung manis hibrida yang digunakan adalah KF9 x Self nganjuk, KG1 x Bon 1, Nganjuk x Bon 1, LIA x Bon 1, K15 x Bon 1, KA11 x Self nganjuk, BIA3 x Bon 1. Sampel penelitian terdiri dari 20 tanaman. Terdapat 5 dan 24 karakter yang diamati pada sifat kualitatif dan sifat kuantitatif. Analisis data terhadap sifat kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan terhadap sifat kuantitatif menggunakan analisis statistik (ANOVA) dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ciri umum  pada karakter kualitatif yaitu pada bentuk percabangan malai dan warna biji, serta ciri khusus pada bentuk ujung daun pertama, penutupan klobot dan bentuk ujung tongkol. Pengamatan pada karakter kuantitatif menunjukkan hasil berbeda nyata, kecuali pada sifat umur berbunga jantan.   Kesimpulan penelitian ini adalah masing-masing genotip menunjukkan nilai pengamatan yang berbeda dan memiliki keunikan pada sifat tertentu, sehingga ketujuh genotip bisa diajukan untuk dilakukan pengujian pelepasan varietas. Kata kunci : Karakterisasi, genotip, jagung manis, hibrida
The Yield Potential Of F6 Generation Of Yellow Common Bean (Phaseolus vulgaris L.) Soegianto, Andy; Fikry, Bima
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The yield potential test is an important step in breeding activity in creating new varieties through evaluation the desired genes on some lines (Basuki, 1995). The value of heritability could indicate that every character observed was genetically influenced which inherited from the parental lines and its interaction with environmental factors. On this basis, this research was conducted at the Sawaulan, Tawang Agro Village, District Karangploso, Malang, East Java. The used materials in this research were three lines of yellow pod common beans of F6generation (CS x GK 50-0-24; CS x GI 63-0-24; and CS x GI 63-33-31), three parental varieties and Lebat-3 variety as check varieties. The completely randomized block design was used by observed 10 samples of plants per plot. This research showed that the three lines of common bean tested had uniformity in all characters evaluated by using quantitative and qualitative analysis. The value of GCV (Genotypic Coefficient of Variance) in every characters evaluated of the tested lines were low criteria and these values were lower than in the check varieties. The low variation indicated the small variation, i.e that the lines were already uniform. The heritability value of some characters observed in the lines were lower, while some other characters still had high heritability value. The heritability in the three lines tested were influenced by environment and genes as well. The character that had high heritability could inherit uniformly the character in concern on the next generation. The high heritability shows that the plant breeding program especially the selection program has been succesful.