Purwito Soegeng
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung
Articles
3
Documents
RANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMANFAATAN KAMAR OPERASI (OK) RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 47, No 118 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2009
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini permintaan penggunaan ruang operasi (OK) di Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA) Semarang semakin meningkat. Selama ini ruang operasi yang elektif dan cito digunakan dalam skala besar, rata-rata 450 kali dalam sebulan baik untuk ruang rawat inap maupun rawat jalan. Tingginya intensitas penggunaan OK tersebut berisiko pada terjadinya tumpang tindih pemanfaatannya terlebih jika hal itu tidak didukung oleh sistem informasi yang akurat dan terpercaya. Untuk menemukan model sistem yang sesuai, dilakukan penelitian kualitatif menggunakan tahapan SDLC dengan teknik wawancara. Hasil yang diperoleh, kebutuhan manajemen adalah perlunya diterapkan sistem  informasi pemanfaatan kamar operasi. Tahapan ini berbentuk design model dan database. Input untuk design model meliputi data-data pasien, operator, jenis-jenis operator dan logistik. Output untuk design model meliputi jadwal, sumber daya manusia, kesediaan logistik, lapotran rutin (mingguan, bulanan, setiap tiga bulan sekali). Penelitian ini menyimpulkan bahwa telah terbentuk rancangan sistem informasi untuk penggunaan ruang operasi di RSISA Semarang. Penelitian lebih jauh diperlukan dalam pembangunan sistem, penerapan dan pengopersian Kata Kunci    :  Sistem Informasi, Rancangan Model dan Perancangan    Basis Data.

RANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMANFAATAN KAMAR OPERASI (OK) RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 44, No 118 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2009
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.169 KB)

Abstract

Dewasa ini permintaan penggunaan ruang operasi (OK) di Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA) Semarang semakin meningkat. Selama ini ruang operasi yang elektif dan cito digunakan dalam skala besar, rata-rata 450 kali dalam sebulan baik untuk ruang rawat inap maupun rawat jalan. Tingginya intensitas penggunaan OK tersebut berisiko pada terjadinya tumpang tindih pemanfaatannya terlebih jika hal itu tidak didukung oleh sistem informasi yang akurat dan terpercaya. Untuk menemukan model sistem yang sesuai, dilakukan penelitian kualitatif menggunakan tahapan SDLC dengan teknik wawancara. Hasil yang diperoleh, kebutuhan manajemen adalah perlunya diterapkan sistem  informasi pemanfaatan kamar operasi. Tahapan ini berbentuk design model dan database. Input untuk design model meliputi data-data pasien, operator, jenis-jenis operator dan logistik. Output untuk design model meliputi jadwal, sumber daya manusia, kesediaan logistik, lapotran rutin (mingguan, bulanan, setiap tiga bulan sekali). Penelitian ini menyimpulkan bahwa telah terbentuk rancangan sistem informasi untuk penggunaan ruang operasi di RSISA Semarang. Penelitian lebih jauh diperlukan dalam pembangunan sistem, penerapan dan pengopersian Kata Kunci    :  Sistem Informasi, Rancangan Model dan Perancangan    Basis Data.

Risk Factors of Acute Respiratory Infections in Practice Area for Community of Medical Students in Semarang

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 11, Issue 4, May 2017
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute respiratory infection (ARI) ranks first of 10 major diseases in Primary Health Care Bangetayu with the highest percentage in Penggaron Lor Subdistrict. Skill to learn distribution and frequency of diseases as well as determinant factors that affect human health is needed in determine the most effective intervention to increase public health level. This study aimed to determine dominant factors related to ARI incidence in location of practice for community of medical students of Islam Sultan Agung University, Semarang. This study used cross-sectional design with 100 respondents and the samples were collected by stratified random sampling. Ten variables examined were environmental sanitation risk factors, while six related to behavior and health care. Data analysisused a chi-square test (bivariate) and multiple regression logistic (multivariate). Environmental sanitation factors were significantly related to ARI including the presence of ventilation, smoke hole kitchen, bedroom, residential density and the most dominant factor was the habit of smoker family members in Penggaron Lor Subdistrict. This location can be used as a practice area for the community of medical students who take Public Health Studies due to complex health problems.AbstrakInfeki saluran pernapasan akut (ISPA) menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit di Puskesmas Bangetayu dengan persentase terbanyak di Kelurahan Penggaron Lor. Keterampilan untuk mempelajari distribusi dan frekuensi penyakit serta faktor determinan yang memengaruhi manusia sangat diperlukan untuk menetapkan intervensi yang paling efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA di lokasi praktik komunitas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan jumlah responden 100 orang dan sampel dikumpulkan dengan menggunakan stratified random sampling. Sepuluh variabel yang diteliti adalah faktor risiko sanitasi lingkungan, sedangkan enam faktor risiko terkait dengan perilaku dan pelayanan kesehatan. Data dianalisis secara bivariat dengan uji kai kuadrat dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah ventilasi, lubang asap dapur, ruang tidur, dan kepadatan hunian. Faktor yang paling dominan adalah kebiasaan anggota keluarga yang merokok di Kelurahan Penggaron Lor. Lokasi ini dapat digunakan sebagai lahan praktik komunitas bagi mahasiswa kedokteran yang sedang kepaniteraan di program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat karena memiliki permasalahan kesehatan yang kompleks.