Prijadi Soedarsono
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

Biological Aspects of Goatfish (Upeneus spp) on Demak Waters Wijaya Saputra, Suradi; Soedarsono, Prijadi; Ari Sulistyawati, Gabriela
SAINTEK PERIKANAN Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.727 KB)

Abstract

 Goatfish is one of the fishery resources which become a target species on demersal capturing activity with cantrang (Danish seine). The objectives of this research were to know biological aspect, i.e. sex ratio, growth, fecundity, average of length capture, and length of first maturity (Lm). The method used in this reseach was description survey. While collecting sample method by using a systematic random sampling method. Samples were held in TPI Morodemak, on Maret to April 2006. The result shaw that sex ratio was 1:1, and growth was negative allometric. Gonad maturities were dominated on level I. Total of fecundity range from 44.320 to 2.455.286 eggs. Avarage of length capture of male was 157 mm, and Lc and female was 164 mm. Length of first maturity of male was 216,44 mm, and female was 219,71 mm.  Key words : Goatfish, biological aspects, Demak waters
KONVERSI TONASE AIR DENGAN BERAT GARAM YANG TERBENTUK DI AREAL PERTAMBAKAN TANGGULTLARE JEPARA Sartono, Cinthia Morris; Soedarsono, Prijadi; Muskanonfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.999 KB)

Abstract

Indonesia memiliki laut yang luas serta berbagai sumberdaya yang terkandung didalamnya seperti kadar garam yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data mengunakan metode purposive sampling. Tambak yang digunakan yaitu sebanyak empat tambak. Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu meliputi data primer dan data sekunder. Dimana data primer mencakup pengukuran salinitas, suhu udara, suhu air dan luas serta kedalaman tambak sehingga diperoleh volume tambak, sedangkan data skunder yang digunakan yaitu data curah hujan Kabupaten Jepara. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume tambak A 7.020 l menghasilkan 1,21 ton garam selama 4 hari. Volume tambak B 7.810 l menghasilkan 1,22 ton garam selama 5 hari. Volume tambak C 9.920 l menghasilkan 1,23 ton garam selama 5 hari. Volume tambak D 11.420 l menghasilkan 1,26 ton garam selama 5 hari.
HUBUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN PADA KAWASAN TUTUPAN ECENG GONDOK, PERAIRAN TERBUKA DAN KERAMBA JARING APUNG DI RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH Yuningsih, Hartati Dwi; Anggoro, Sutrisno; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.433 KB)

Abstract

Tanah tersusun oleh bahan padatan, air dan udara. Bahan padatan ini meliputi mineral berukuran pasir, debu, dan liat serta bahan organik. Bahan organik memegang peranan penting dalam menetukan kesuburan tanah, baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Produktivitas perairan merupakan laju produksi karbon organik persatuan waktu yang merupakan hasil penangkapan energi matahari oleh tumbuhan hijau untuk diubah menjadi energi kimia melalui fotosintesis. Besarnya produktivitas perairan mengindikasikan besarnya ketersediaan bahan organik terlarut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara bahan organik dengan produktifitas perairan di  danau Rawa Pening.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen dan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode purposive sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan 3 stasiun dan 3 kali pengulangan. Data yang diukur meliputi bahan organik, produktivitas perairan, nisbah C/N, DO, kedalaman, kecerahan, suhu, pH tanah, dan pH air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keramba Jaring Apung memiliki kandungan bahan organik dan produktivitas perairan yang paling tinggi. Kandungan bahan organik pada setiap stasiun sangat tinggi yakni ≥ 55% serta nilai produktivitas perairan pada setiap titik yaitu ≥ 343 (mgC/m2/jam). Hasil uji regresi menunjukkan kandungan bahan organik berpengaruh terhadap tingginya produktivitas perairan, serta memiliki hubungan linier positif dan sangat erat. 
ANALISA KLOROFIL-α, NITRAT DAN FOSFAT PADA VEGETASI MANGROVE BERDASARKAN DATA LAPANGAN DAN DATA SATELIT GEOEYE DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA Indrawati, Ayuningtyas; Hartoko, Agus; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.263 KB)

Abstract

Pulau Parang memiliki potensi sumberdaya alam vegetasi mangrove. Salah satu peran penting dari pohon mangrove adalah luruhan daun yang gugur (serasah). Sedimen di sekitar vegetasi mangrove kemudian bercampur dengan serasah yang merupakan sumber bahan organik. Unsur hara seperti nitrat dan fosfat yang terdeposit dalam sedimen merupakan unsur esensial bagi mangrove. Metode penelitian adalah eksploratif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel daun mangrove dan sedimen kemudian dianalisa di laboratorium, sehingga didapatkan nilai kandungan klorofil-a, bahan organik, nitrat dan fosfat. Berdasarkan data lapangan dilakukan analisa yang bertujuan melihat hubungan antar variabel. Pengolahan data citra dilakukan di laboratorium MGC, untuk menganalisa klorofil-a berdasarkan data lapangan dan data satelit GeoEye. Hasil penelitian menunjukkan luas vegetasi mangrove pada lokasi penelitian stasiun 1, 2 dan 3 adalah 6,70 ha, 6,54 ha dan 6,36 ha. Jenis mangrove yang ditemukan adalah Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica dan Avicennia marina. Jenis mangrove yang dominan adalah Rhizophora mucronata. Kerapatan vegetasi mangrove tergolong padat. Keanekaragaman jenis tergolong rendah dan keseragaman spesies sedang. Pemodelan algoritma kandungan klorofil-a berdasarkan data lapangan dan data satelit GeoEye bisa menghasilkan persamaan regresi untuk tiap jenis mangrove pada masing-masing stasiun serta terdapat keeratan hubungan antara klorofil-a lapangan dengan klorofil-a algoritma citra GeoEye. Hasil analisa data lapangan menunjukkan terdapat keeratan hubungan antara klorofil-a daun mangrove dengan nitrat, fosfat sedimen dan bahan organik dengan nitrat, fosfat.
KEMAMPUAN ECENG GONDOK (Eichhornia sp.), KANGKUNG AIR (Ipomea sp.), DAN KAYU APU (Pistia sp.) DALAM MENURUNKAN BAHAN ORGANIK LIMBAH INDUSTRI TAHU (SKALA LABORATORIUM) Indah, Lutfiana Sari; Soedarsono, Prijadi; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.453 KB)

Abstract

Limbah tahu mengandung bahan organik yang tinggi, dikarenakan bahan baku pembuatan tahu (kedelai) mengandung protein hingga 40 – 60%. Bila limbah cair tahu langsung dibuang ke sungai akan menyebabkan pencemaran, merusak habitat biota serta mengurangi estetika. Salah satu upaya yang mudah, murah dan aplikatif untuk mengurangi dampak tersebut adalah secara fitoremediasi menggunakan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan terbaik dalam menurunkan kandungan bahan organik limbah tahu dengan menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia sp.), kangkung air (Ipomea sp.) dan kayu apu (Pistia sp.), serta mengetahui kondisi fisik tanaman dan air yang dilihat dari nilai hue.Metode yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium dengan menggunakan wadah percobaan berupa ember bervolume 15 L yang diisi dengan limbah tahu dengan konsentrasi 25% sebanyak 10 L. Variabel utama penelitian adalah kandungan bahan organik pada media percobaan yang didukung  dengan berat basah tanaman, nilai hue air dan daun serta kualitas air (pH dan suhu). Rancangan percobaan adalah RBD (Randomize Block Design) dengan 2 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan pertama jenis tanaman (eceng gondok, kangkung air dan kayu apu), perlakuan kedua sebagai blok adalah waktu (hari ke-7, ke-14, ke-21 dan ke-28). Data bahan organik dianalisis dengan Analysis of Variant (Anova) dan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok (Eichhornia sp.) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan bahan organik limbah tahu hingga menjadi 195±48.61 mg/l dengan daun masih tampak hijau dan warna air coklat bening.
PENILAIAN PENCEMARAN PERAIRAN DI POLDER TAWANG SEMARANG DITINJAU DARI ASPEK SAPROBITAS Suprobo, Harisya Diah; Anggoro, Sutrisno; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.513 KB)

Abstract

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan disuatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Polder Tawang Semarang merupakan suatu sistem untuk memproteksi air limpahan dari luar kawasan dan mengendalikan muka air di dalam Kota Lama. Polder Tawang Semarang mempunyai masalah pencemaran akibat limbah yang berasal dari limbah kota, pasar ikan, industri, dan rumah tangga yang masuk ke perairan yang berpengaruh terhadap kekeruhan,bau air dan pertumbuhan mikroorganisme.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui tingkat saprobitas di Polder Tawang Semarang berdasarkan nilai SI (Saprobik Indeks) dan TSI (Tropik Saprobik Indeks), mengetahui hubungan antara saprobitas perairan dengan variabel kualitas air (BOD dan DO), serta mengetahui tingkat pencemaran air menggunakan penilaian saprobitas perairan. Penelitian ini menggunakan plankton sebagai materi utama yaitu sampel air dan sampel plankton. Komunitas fitoplankton yang terdapat di Polder Tawang Semarang terdapat 14 genera fitoplankton. Berdasarkan nilai kelimpahan individu fitoplankton dengan nilai rata-rata sebesar 8.423- 8.774 ind/L, sedangkan nilai Saprobik Indeks (SI) berkisar (-0,33) – (0,09) dan Tropik Saprobik Indeks berkisar (-0,67) – (0,14) maka tingkat pencemaran di Polder Tawang Semarang selama penelitian diketegorikan sebagai pencemaran sedang sampai berat (α-mesosaprobik). Dari hasil uji regresi antara saprobitas perairan dengan BOD dan DO menunjukkan adanya korelasi yang kuat yang berarti kontribusi pengaruh BOD dan DO terhadap saprobitas cukup besar.
PROFIL VERTIKAL BAHAN ORGANIK DASAR PERAIRAN DENGAN LATAR BELAKANG PEMANFAATAN BERBEDA DI RAWA PENING Putri, Mutia Novenda; Purnomo, Pujiono Wahyu; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.659 KB)

Abstract

Sedimentasi di Rawa Pening berlangsung secara intensif dan selalu meningkat sehingga menyebabkan pendangkalan akibat pertumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang tidak terkendali. Penumpukan bahan organik akibat Eceng Gondok di dasar perairan perlu diteliti pengaruhnya bagi lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kandungan bahan organik secara vertikal pada zonasi pendangkalan di kawasan tutupan Eceng Gondok dan perairan terbuka serta untuk mengetahui hubungan potensi bahan organik dengan sediaan nutrien nitrogen dan fosfor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode sampling menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 2 stasiun yaitu kawasan tutupan Eceng Gondok dan perairan terbuka. Data yang diukur meliputi bahan organik, N Total, P Total, pH tanah, tekstur tanah, kedalaman kecerahan, arus, suhu, dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik, N Total dan P Total pada semua segmen tidak memiliki pola. Bahan organik tergolong sangat tinggi dengan kisaran 61,99% - 74,82%. P Total tergolong tinggi sedangkan N Total tergolong rendah sampai sedang. Kontribusi nutrien ini tergolong rendah sampai sedang terhadap perairan akibat DO dan pH yang rendah.
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT (NO3) & FOSFAT (PO4) TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASSA BASAH ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG BERBEDA LOKASI DI PERAIRAN RAWA PENING AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG Bakhtiar, Raidie; Soedarsono, Prijadi; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan kandungan nitrat dan fosfat terhadap pertumbuhan biomassa basah eceng gondok yang berbeda lokasi di perairan Rawa Pening Ambarawa, dan mengetahui perbandingan lokasi pengikatan eceng gondok ditinjau dari pengukuran kandungan nitrat dan fosfat selama selang waktu 14 hari (2 minggu). Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Parameter panjang meliputi : tinggi batang eceng gondok, keliling total rumpun, luasan total rumpun, Parameter berat terdiri atas berat basah eceng gondok, dan Parameter Jumlah terdiri atas jumlah helai daun eceng gondok. Parameter kualitas air yang diukur adalah oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat. Hasil yang diperoleh melalui pengukuran kualitas air adalah oksigen terlarut 3,5 mg/l – 6,8 mg/l, pH 8,5 – 11,7, suhu perairan 270C  − 330C, nilai kecerahan 52,9 – 71,6 cm, nilai kedalaman 2,57 – 3,98 m. Untuk nilai kadar nitrat dan fosfat meliputi: Lokasi A di Kampung Rawa Tambakarejo memiliki nitrat 0,174 – 0,553 mg/l dan fosfat 0,023 – 0,052 mg/l.  Lokasi B di Sub DAS Torong memiliki nitrat 0,033 – 0,196 mg/l dan fosfat 0,012 – 0,037 mg/l. Lokasi C di Wisata Bukit Cinta Rawa Pening memiliki nitrat 0,527 – 1,467 mg/l dan fosfat 0,016 – 0,054 mg/l. Lokasi D di TPI Dinas Perikanan Ambarawa memiliki nitrat 0,295 – 1,070 mg/l dan fosfat 0,021 – 0,038 mg/l. Pada lokasi C memberikan hasil lebih baik terhadap pertumbuhan biomassa dibandingkan dengan perlakuan di lokasi yang lain. Pertumbuhan biomassa optimum eceng gondok berada pada kadar Nitrat (NO3) sebesar 1,467 mg/l yang terdapat pada waktu penelitian ke-3 dengan biomassa basah eceng gondok yaitu 2,87 kg dan pertumbuhan biomassa sebesar 2,091% kg/hari.
KONSENTRASI BAHAN ORGANIK PADA PROSES PEMBUSUKAN AKAR, BATANG DAN DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia sp.) (SKALA LABORATORIUM) Pangestu, Putri Cipta; Soedarsono, Prijadi; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.077 KB)

Abstract

Bahan organik pada tanah dapat terbentuk karena ada penimbunan dari sisa-sisa tanaman yang telah mengalami pelapukan, salah satunya dapat berasal dari akar, batang dan daun Eceng Gondok yang merupakan sumber primer bahan organik di perairan Rawa Pening. Tingginya konsentrasi bahan organik pada perairan Rawa Pening dapat terlihat dengan banyaknya populasi Eceng Gondok yang tumbuh di perairan tersebut serta penimbunan sisa-sisa tumbuhan pada perairan yang tidak termanfaatkan. Penumpukan sisa-sisa dari tanaman ini dikhawatirkan akan mengakibatkan perombakan bahan organik secara besar-besaran dan berdampak pada kondisi perairan yang terlalu subur (eutrofikasi).Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah akar, batang dan daun Eceng Gondok. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposif sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu wadah percobaan yang masing-masing diisi akar, batang, dan daun Eceng Gondok. Data yang diamati meliputi konsentrasi bahan organik pada masing-masing bagian tumbuhan, rasio bobot masing-masing bagian tumbuhan, biomassa awal dan akhir sampel uji, kelarutan oksigen, suhu air, pH air serta pH tanah pada setiap wadah percobaan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2013 di Laboratorium Hidrobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi bahan organik tertinggi terdapat pada wadah percobaan penelitian yang berisi akar Eceng Gondok dengan kisaran 50.25 – 57.3%. Wadah yang berisi batang mengandung konsentrasi bahan organik dengan kisaran 48.87 – 55.84%. Konsentrasi bahan organik terendah terdapat pada wadah yang berisi daun Eceng Gondok dengan kisaran 44.67 – 50.28%. Biomassa Eceng Gondok mengalami reduksi setelah 4 minggu terbukti dari biomassa awal masing-masing 200 gr dan biomassa rata-rata akhir pada akar yaitu 96,6 g, pada batang 72,6 g dan pada daun 56,3 g. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi bahan organik tertinggi terdapat pada akar Eceng Gondok. Hasil analisis data konsentrasi bahan organik dengan Anova One Way terdapat perbedaan yang signifikan antara akar, batang dan daun diperoleh nilai signifikansi 0,00 (p<0.05). Bagian tumbuhan yang paling cepat terdekomposisi adalah daun Eceng Gondok.
STUDI ANALISA PLANKTON UNTUK MENENTUKAN TINGKAT PENCEMARAN DI MUARA SUNGAI BABON SEMARANG Cahyaningtyas, Ina; Hutabarat, Sahala; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.348 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon merupakan salah satu DAS yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistm khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya. Plankton merupakan organisme perairan yang keberadaannya dapat menjadi indikator perubahan kualitas biologi perairan sungai. Plankton memegang peran penting dalam mempengaruhi produktivitas primer perairan sungai. Perairan sungai Babon secara nyata telah menerima limbah yang berasal dari kegiatan industri yang berada di sekitar sungai Babon dan limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga (domestik). Keadaan ini diduga menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan muara Sungai Babon. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana tingkat pencemaran di muara Sungai Babon. Pengamatan dilakukan berdasarkan analisis SI (Saprobik Indeks) dan TSI (Tropik Saprobik Indeks) untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran yang terjadi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah fitoplankton dan zooplankton yang berada di muara Sungai Babon berikut parameter fisika dan kimia. Kelimpahan fitoplankton  di muara Sungai Babon adalah 10.765 – 13.777 ind/L dengan 19 - 24 genera. Kelimpahan zooplankton adalah 218-241 Ind/m3 dengan 9 genera. Berdasarkan kelimpahan plankton maka didapatkan nilai Saprobik Indeks (SI) berkisar 0,07 - 0,34 dan nilai Tropik Saprobik Indeks berkisar (-0,73) – (-0,98) kualitas perairan muara sungai Babon selama penelitian termasuk dalam tingkat α-Mesosaprobik atau dalam kondisi tercemar sedang hingga berat.