Articles

PENGOLAHAN LIMBAH Cr(VI) DAN FENOL DENGAN FOTOKATALIS SERBUK TiO2 DAN CuO/TiO2

REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.132 KB)

Abstract

Studi tentang pengolahan limbah Cr(VI) dan fenol secara fotokatalisis telah dilakukan dengan fotokatalis TiO2 dan CuO/TiO2. Katalis CuO/TiO2 dipreparasi dengan cara impregnasi terhadap TiO2 Degussa P25 menggunakan larutan garam tembaga yang berasal dari berbagai jenis prekursor. Komposisi Cu dalam katalis divariaskani dari 0,2% hingga 5%. Fotokatalis tersebut kemudian dikarakterisasi DRS (Diffuse Reflectance Spectroscopy) dan XRD (X-Ray Diffraction). Aktivitas fotokatalis diuji dengan menggunakan sistem reaktor slurry yang bekerja secara batch dan dilengkapi dengan 6 lampu UV black light selama 5 jam, kemudian hasilnya dianalisis dengan UV-VIS Spectrophotometer. Hasil karakterisasi DRS menunjukan bahwa penambahan CuO dari 1% hingga 5% ke dalam TiO2 dapat meningkatkan pita absorbansi katalis dari 398 hingga 413 nm dan menurunkan band gap dari 3,2 hingga 2,58 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukan adanya struktur kristal anatase dan rutil dalam katalis TiO2 dan CuO/TiO2, sementara struktur kristal CuO muncul pada katalis CuO/TiO2 yang dipreparasi dengan prekursor Cu-Asetat dan Cu-Nitrat. Fotokatalis 0,2% CuO/TiO2 dari prekursor Cu-Asetat memiliki aktivitas optimal yang mereduksi Cr(VI) 99,67% dan mendegradasi fenol 97,16%. Sementara jika kedua limbah tersebut diolah secara simultan, katalis TiO2 Degussa P25 memiliki aktivitas yang paling tinggi dengan meningkatkan konversi reduksi Cr(VI) menjadi 100% dan menurunkan konversi degradasi fenol menjadi 93,81% dengan waktu reaksi 5 jam.

STUDI PENDAHULUAN OZONASI (KATALITIK DAN NON KATALITIK) LIMBAH CAIR KARBOFURAN

REAKTOR Volume 10, Nomor 2, Desember 2006
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.725 KB)

Abstract

Karbofuran adalah insektisida yang banyak digunakan oleh petani padi di Indonesia. Di perairan karbofuran berpotensi membentuk organoklorida dengan klor atau turunan klor. Oleh sebab itu,   karbofuran  digunakan sebagai objek  penelitian untuk disisihkan dalam air dengan proses ozonasi. Proses ozonasi  mampu menguraikan organik kompleks menjadi sederhana dan  meningkatkan sifat biodegradable. Tujuan penelitian yaitu membandingkan  penyisihan karbofuran  dalam air dengan proses ozonasi non-katalitik dan katalitik menggunakan katalis karbon aktif. Ragam percobaan yaitu pH (2, 7, dan 9) pada  suhu kamar  selama  60 menit.  Analisis konsentrasi karbofuran  menggunakan kromatografi gas dan konsentrasi zat organik  sebagai Chemical Oxigen Deman (COD) secara titrasi pada satiap10 menit selama 60 menit. Hasil percobaan memperlihatkan proses ozonasi katalitik dan non-katalitik terbaik  pada kondisi basa (pH 9)  dengan penyisihan karbofuran 100 % dan COD turun dari 134 ppm menjadi 38 ppm untuk ozonasi katalitik, sedangkan pada ozonasi non-katalitik penyisihan  karbofuran  46,4 % dan  COD turun menjadi  70 ppm. Perubahan suhu dan pH selama proses baik ozonasi katalitik maupun non-katalitik  tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Performance Test with TiO2 Modified Activated Carbon on Pilot Scale Phenol Removal

IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 19, No 4 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integrated of activated carbon adsorbent and TiO2 photocatalyst (TiO2/AC) has been synthesized and evaluated to remove phenol in the continuous pilot scale system. TiO2/AC was prepared by mixing of AC into sol system consisting of TiO2 Degussa P-25, water, and tetraehtyl orthosilicate (TEOS) solution as a source of silica. The mixtures then evaporated at ±97oC and calcined at 400oC. Performance test of the material was conducted using Tubular-V-Collector (TVC) reactor that equipped with 14 UV black light lamps. The experimental results show that the phenol could effectively be removed through simultaneous adsorption and photocatalysis. Within the residence time of 6 minutes, TiO2/AC could continuously remove the 50 ppm of phenol by 100% phenol removal as long as 5 hours.

MANAJEMEN STRATEGIK TEKNOLOGI INFORMASI DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN E-GOVERNMENT

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.633 KB)

Abstract

Pada era informasi ini, penyebaran dan akses informasi secara cepat, tepat dan akurat merupakan hal yang mutlak diperlukan. Pada era ini pula, informasi merupakan salah satu sumber daya organisasi yang harus dimanaj secara baik, sebagaimana sumber daya organisasi yang lain. Untuk menjembatani penyebaran dan akses informasi yang diharapkan, TI/ICT mempunyai peran dominan dalam hal proses, penyimpanan, pengambilan kembali, dan penyebaran informasi. Keterlibatan TI/ICT yang terintegrasi pada instansi pemerintah dengan tujuan memberikan kemudahan proses pelayanan kepada warga negaranya disebut dengan istilah e-government. E-government mempunyai manfaat dan signifikansi yang sangat besar bagi semua warga negaranya. Namun, untuk mewujudkan target e-government memerlukan investasi yang cukup besar, di sisi lain, implementasi TI/ICT masih sering terjadi kegagalan. Oleh sebab itu, untuk menghindari kegagalan implementasi TI/ICT demi terwujudnya target e-government dan memperhatikan besarnya investasi atau budget, maka dipandang penting dalam mengurus departemen TI/ICT sebagai pengelola e-government menggunakan manajemen strategik sebagai satu pendekatan. Di sinilah KPDE memainkan peran sebagaimana Chief Information Officer (CIO), yang mempunyai tugas perencanaan, implementer, koordinator, pengendalian dan pengawas terhadap terlaksananya e-government. 

E-DEMOKRASI DI INDONESIA, ANTARA PELUANG DAN HAMBATAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.7 KB)

Abstract

Hadirnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta teknologi digital lainnya termasuk internet, telah menjadi media baru dan dijadikan sebagai instrumen penting bagi organisasi swasta (bisnis) dan organisasi publik, salah satunya adalah organisasi pemerintahan. Pemanfaatan TIK dan internet pada organisasi pemerintahan dikenal dengan istilah e-government. Pelaksanaan e-government bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, sehingga tercapai penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Sementara, TIK dan internet sebagai media dalam proses demokrasi suatu negara dikenal dengan istilah e-demokrasi. Kedua istilah tersebut adalah dua entitas yang berbeda, tetapi saling terkait. Perkembangan TIK dan internet beberapa tahun terakhir yang diikuti oleh peningkatan penggunanya adalah merupakan peluang bagi lembaga-lembaga pemerintah dan partai politik untuk melakukan perubahan sistem, baik sistem administrasi, pelayanan publik maupun sistem demokrasi. Namun, inisiatif penerapan e-demokrasi di Indonesia masih dikatakan sebagai tahap pengenalan. Sehingga, banyak masalah yang perlu menjadi perhatian sebelum e-demokrasi diimplementasikan. E-demokrasi tidak sekedar mengimplementasikan TIK dan internet ke dalam sistem demokrasi, tetapi banyak aspek-aspek nontechnology yang menjadi hambatan dan perlu penyelesaian. Hambatan pertama adalah terkait dengan implementasi e-government yang telah di laksanakan di Indonesia selama ini. Beberapa hambatan lain yang teridentifikasi diantaranya adalah masalah belum adanya nomer identitas warganegara yang valid, masalah budaya birokrasi dan budaya politik, masalah kesenjangan digital, masalah partisipasi, masalah teknologi, dan masalah organisasi.

SPEED CONTROL DESIGN OF THREE PHASE AC INDUCTION MO- TOR USING THE SPACE-VECTOR METHOD AND PROPORTIONAL INTEGRAL CONTROLLER (PI)

Widyariset Vol 14, No 3 (2011): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.728 KB)

Abstract

This research described about speed control of three-phase AC induction motor use space vector method and Proportional Integral (PI) controller. To determine the parameters of PI controller used Tuning Charts for PI Feedback Controllers. Measurement of motor speed used dc motor 12 volts functioned as a generator connected by Op-Amp circuit. Output Voltage Op-Amp interfaced to ADC Microcontroller as signal feedback from actual speed of triphase AC induction motor. Then in empiric is searched transfer function of the motor to determine value of the Kp (proportional gain), Ki (integral gain), θ (dead time), and τ (time constant). Testing system is done for set point maneuver from 480 rpm to 1,080 rpm, and then from 1,200 rpm to 480 rpm. Based on the result of research indicates that control system PI for speed of triphase AC motor can be controlled to reach stable condition, if maneuver set point under specifi  cation of nominal speed performance of three phasa AC induction motor for 900 rpm.

PRODUKSI HIDROGEN DARI GLISEROL DAN AIR SECARA FOTOKATALISIS DENGAN TiO2 TERMODIFIKASI N, Cu DAN Ni

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PRODUKSI HIDROGEN DARI GLISEROL DAN AIR SECARA FOTOKATALISIS DENGAN TiO2 TERMODIFIKASI N, Cu DAN Ni. Telah dikaji modifikasi fotokatalis TiO2 dan pengaruhnya terhadap hasil produksi hidrogen (H2) dari gliserol dan air. Prekursor yang digunakan adalah TiO2Degussa P-25. Modifikasi dilakukan dengan nitrogen (N), tembaga (Cu) dan nikel (Ni) sebagi dopant, dengan metode impregnasi. Pengaruh konsentrasi gliserol terhadap hasil produksi H2 menggunakan katalis TiO2 termodifikasi juga telah dilakukan. Hasil analisis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) menunjukkan bahwa dopant N, Cu dan Ni menyebabkan peningkatan absorbansi katalis TiO2 ke arah pita cahaya sinar tampak, sehingga katalis memiliki kemampuan lebih untukmenyerap cahaya pada panjang gelombang yang lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan fotokatalis TiO2 termodifikasi mampu menghasilkan H2 lebih banyak dibanding TiO2 Degussa P-25, sebesar 4 kali untuk dopant N, 10 kali untuk dopant Cu(5%) dan N serta 8 kali untuk dopant Ni(5%) dan N. Pengaruh konsentrasi gliserol terhadap proses produksi H2 dengan katalis TiO2 termodifikasi Cu dan N menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi gliserol semakin banyak H2 yang dihasilkan.

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN DAN MEWUJUDKAN BUDAYA MUTU DALAMPENDIDIKAN SAINS

Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The centralization and bureaucratic climate in the planning andprocessof national education management, which has been appliedso far, cannot be maintained anymore to answer the effortofrealizing the civil democracy. Democracy in the educational processhas broughtto it an implication of planning a decentralizededucational management, whichis felt to fulfill community morethan govemment needs.By optimizing the role of decentralizationin education and especially by implementing the school-basedmanagementas something creative formulated in a regionalautonomy form, a quality culture must become a priority.It isbecause in the globalization era Indonesians mustbe able to face thechallenges and demandsin the future which get increasingly harderand harder. Weare demanded to be not only a more developedcountry but also a more independent one and such a condition canbe usedas the foundation for the achievement of a prosperouscommunity based onPancasila and UUD 1945.The school-based management is hoped to be able to change themediocre culture which has been adopted into the quality culture inthe processof the educational management in facing theglobalization era.In science education the contribution that can begivento such a change in culture must be in process skills behaviors. beliefs. values, and attitudes that always keep Indonesiansin high quality condition. To keep the culture in its qualifiedcondition, total quality management can be used.In related to PP No. 22 Tahun 1999 about regional autonomy,the implementationof the integrated quality management isaccomplishedby using the school-based management system. It isclear that the etIortto realize the qualified management in scienceeducation canbe held. The regional autonomy and that kind ofmanagement convince us that all decisions or policies in theorganizationof education must be taken based on a standard qualitythroughout the roleof the teacher, parents, society, supervisor, anduniversity. Some standards that functionas the watch-dogs of thequalityof our national education must not merely be aimed at thecompetenceof the student but also at the teaching and educationalassessment standardsin science education

Simultaneous Treatment of Organic (Phenol) and Heavy Metal (Cr6+ or Pt4+) Wastes over TiO2, ZnO-TiO2 and CdS-TiO2 Photocatalysts

Makara Journal of Technology Vol 9, No 2 (2005)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Treatment of heavy metal (Cr6+ and Pt4+) and organic (phenol) wastes has been studied using the relatively new method, i.e. simultaneous photocatalytic process over TiO2 photocatalysts in the batch photoreactor. Following the photocatalytic reduction of the heavy metal wastes, recovery of Cr and Pt was carried out by precipitation and leaching method, respectively.  The experimental results show that in the simultaneous photocatalytic system, there is a synergism effect between the photocatalytic reduction of heavy metal waste (Cr6+ or Pt4+) and the oxidation of organic waste (phenol), so that increasing the conversion of each other. Dopant of ZnO with the optimum loading (0.5 wt%) could slightly increase the performance of TiO2 photocatalyst in photocatalytic treatment of the wastes. Whereas CdS dopant with the optimum loading of 1 wt% could significantly enhance the  performance of TiO2 photocatalyst in simultaneous Cr(VI) reduction and phenol oxidation with the highest conversion of ≥ 97 % and 93 %, respectively. Photocatalytic reduction of Pt(IV) under 0.5%ZnO-TiO2 and 1%CdS-TiO2 photocatalysts effectively occurred with a high conversion (> 99 %) in 2 hours irradiation of UV. The optimum precipitation condition of Cr(III) recovery was achieved at pH = 9, with the efficiency of recovery was 91 %. Optimum temperature of leaching process in Pt recovery was 100 oC, with the efficiency of recovery was 86 %.

Photocatalytic Treatment of Heavy Metal Waste Cr(VI) withTiO2 Photocatalyst

Makara Journal of Technology Vol 7, No 1 (2003)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The photocatalytic reduction of hexavalent chromium/Cr(VI) using TiO2 and copper-doped TiO2 as photocatalysts have been studied in stirred tank and circulating photoreactors. All photocatalysts were characterized with FTIR (Fourier Transform Infra Red), BET (Brunauer-Emmett-Teller), XRD (X-Ray Diffraction) and SEM (Scanning Electron Microscope). TiO2 Merck and Degussa P-25 are the commercial photocatalysts used to compare the photocatalytic activity of all the prepared catalysts. Blank test experiments as well as the effect of dopants, EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid) and activated carbon addition were studied. Cr(VI) reduction on various pH and initial Cr(VI) concentration were also conducted. The results of the experiments showed that the addition of EDTA as a hole scavenger can increases the activity of all catalysts at about 10%. Rate of Cr(VI) photoreduction is more feasible at low pH and low initial Cr(VI) concentration. The addition of activated carbon (AC) increases the photocatalytic activity at about 5% due to the synergy effect between catalyst and AC. Pure TiO2 powder prepared from TiCl4 has the highest activity in reducing Cr(VI) with the conversion of 80% due to the high crystalline (anatase) and surface area. Photoreduction of Cr(VI) over TiO2 film photocatalyst in circulating photoreactor has not shown a significant result yet. Therefore it is needed to improve furthermore the photoreactor system especially for the film type photocatalyst.

Co-Authors Abdul Razak Bin Hamdan, Abdul Razak Bin Abdur Rahim, Abdur Addaba, Abdullah Ade Putera Afrozi, A. Salim Agung Murti Nugroho Agung Sri Hendarsa, Agung Sri Agus Ismanto Agus Salim Afrozi, Agus Agus Sucipto Ahmad Arif Ahmad Mahmud Thohari Ahmad Warsun Akbar, Yuskri Alhamdi, Adri Anjik Sukmaaji Ardiah Juita Aref Vai, Aref Arief Muhammad, Arief Artanto, Bunggi Rivan Aziz Deraman Azizurrohman, Oktafinandi Bekti Wulandari Catur Nitya V.N., Catur Nitya Dalilla, Ilham Dani Satyawan Daryanto Daryanto Desi Heltina Dian Mustofa Dinar Tri Soelistyowati Diyanto, Rahmad Djoko Santoso E. Marliana Efendi, Syaiful Eka Putra, Rexi Hadi Eko Mugiyanto, Eko Eko Suprayitno, Eko Elva, Maryan Emmy Ratnawati Enjarlis Enjarlis Eny Kusrini Erwin Sutomo Evendi, Evendi Fahmi, Nasrina Nur Firdaus, Riki Fitria, Eli Fuspita, Rika Gitayati, Prih Guritno, Ario H Sinaga, Rinaldo Agus Hafitri, Hafitri Hanifah Latif Muslimah, Hanifah Latif Haryadi Wibowo Haryono Haryono Hendrawan, Eko Heri Hermansyah Hilda Mareta I Made Tasma Ignatius Adrian Mastan Ikha Muliawati, Ikha Illahi, Fitra Indah Yuliana Indar Kustiningsih Isnaini Isnaini Jenny Ernawati Jessica Tanuwijaya, Jessica Juanda, Rendi Juita, Adriah KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Lathif, Fahmi Leonardo, Febby Lestari E, Helzi Made Sudana, I Masrukhi Masrukhi Maulana, Yoppy Miftahus Syukron, Miftahus Moedrik, Irwan Muhamad Ibadurrohman, Muhamad Muhammad Ibadurrohman Muhammad Zuhdi Muhklasin, Ahmad Mutiara, Mas Mir’atul Mafaza Ni Putu Nita Wijayanti Nita Wijayanti, Ni Putu Novriyan, Grace Nurariadi, Nurariadi Parsaulian, Richard Perez, Albert Yaser Permana, Harry Pihasniwati Pihasniwati, Pihasniwati Pipit Utami Pranatha, Didi Prasetya, Candra Dwi Praswasti PDK Wulan, Praswasti PDK Pratama, Rizki Cahyo Aji PUJI LESTARI Purwanto, WidodoWahyu Putra, Ozi pebri Dwi Putra, Tomy Dwi R. Arbianti Rachmanto, Wahyudi Rahmi, S.L Rahyani Ermawati Ramayuliardi, Ramayuliardi Ratnawati Ratnawati Rauf, Al Muhyiddin Rifaldi, Ridho Rija, Maria Puspa Riska, Indra Riswindra, Yelzi Rita Arbianti Riyadi Syakur, Riyadi Rocky, Syam Surya Roekmijati Roekmijati Romanto, Romanto Rozi, Fajrul Rudi Hartono Rudi Santoso, Rudi S. Bismo Samsul Hadi Sandria, Islamu Fahmi Saptowo Jumali Pardal, Saptowo Jumali Setijo Bismo sirait, ramsyuren putra Sitepu, Maydelse br Siti Naimah Sopianuddin, Muhammad Sopyan, Iis SUDARYANTO SUDARYANTO Sugito Sugito Sulastio, Agus Sulatio, Agus Suprianto, Joko Suyanto Suyanto Syahriadi, Syahriadi Thoib, Muhammad Tri Suminar Triyantoro, Haris Ulyarti Ulyarti Uyunur Rochmawati Miladiyah, Uyunur Rochmawati Vai, Arif Wahdi, Jamal Wahyu Danumulyo, Wahyu Wasino Wasino Wijayanti, Ni Putu Putu Nita Wiono, Tri Wiranata, Agus Yanto, Angga Buswira Yohanes Sutomo Yuana, Randhi Sapta Yusnaini Yusnaini Zesfi, Arif Rizki Zuhdan K. Prasetyo, Zuhdan K. Zulhamdani, Riza Zulhamsyah, Zulhamsyah