Articles

Found 4 Documents
Search

The effect of DMSO on ITS2 amplification in the molecular identification of Anopheles farauti Laveran (Diptera: Culicidae), from a colony established in the laboratory Suyono, Ign. Joko; Situmorang, Jesmandt; Soesilohadi, R.C. Hidayat; Pratiwi, Rarastoeti
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 10, No 2 (2013): September
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.779 KB)

Abstract

Identifikasi spesies sibling sangat penting untuk mempelajari epidemiologi malaria. Ciri morfologi secara umum digunakan dalam identifikasi spesies Anopheles, namun tidak sesuai ketika digunakan untuk spesies sibling dan spesies kriptik. Analisis dengan menggunakan PCR-RFLP dari ITS2 rDNA pada saat ini merupakan metode yang paling cocok dan sensitif untuk membedakan spesies Anopheles punctulatus group. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi DMSO terhadap amplifikasi ITS2 dalam mengidentifikasi An. farauti dari koloni di BATAN Jakarta dengan PCR-RFLP berdasarkan ITS2 rDNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan DMSO dengan konsentrasi 6% dan 7% menghasilkan produk amplifikasi ITS2 dengan ukuran 750 pb. DMSO dapat digunakan dalam PCR untuk mencegah terbentuknya struktur sekunder ketika mengamplifikasi template dengan kandungan GC yang tinggi. Identifikasi molekular An. farauti dengan menggunakan PCR-RFLP merupakan Anopheles farauti sensu stricto.
The effect of DMSO on ITS2 amplification in the molecular identification of Anopheles farauti Laveran (Diptera: Culicidae), from a colony established in the laboratory Suyono, Ign. Joko; Situmorang, Jesmandt; Soesilohadi, R.C. Hidayat
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.779 KB)

Abstract

Sibling species identification is very important in the understanding of malaria epidemiology. Morphological criteria are usually used in the identification of anopheline species, but this fails when sibling or cryptic species occur. Analysis by PCR-RFLP of rDNA ITS2 is currently the most reliable and sensitive method for distinguishing between members of the Anopheles punctulatus group. The objective of this study was to investigate the effect of DMSO concentration on ITS2 amplification of An. farauti from the colony maintained at BATAN Jakarta using PCR-RFLP based on the rDNA ITS2. The results showed that the addition of 6 % and 7 % DMSO produced ITS2 amplification products in the size 750 bp. DMSO could be used in PCR to relieve secondary structures when amplifying high GC templates. Molecular identification of An. farauti is found to be Anopheles farauti sensu stricto.Key words: molecular identification, sibling species, PCR-RFLP, rDNA ITS2, secondary structure
MONITORING RESISTENSI POPULASI Plutella xylostella, L TERHADAP RESIDU EMAMEKTIN BENZOAT DI SENTRA PRODUKSI TANAMAN KUBIS PROPINSI JAWA TENGAH Tarwotjo, Udi; Situmorang, Jesmandt; Soesilohadi, Hidayat R.C.; Martono, Edhi
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepekaan populasi lapangan Plutella xylostella terhadap residu dari insektisida emamektin benzoat, menetapkan konsentrasi diagnostik untuk memonitor perkembangan resistensi populasi P. xylostella terhadap insektisida emamektin benzoat, dan untuk menentukan mekanisme resistensi P. xylostella terhadap insektisida tersebut. P. xylostella dikoleksi dari sepuluh Kecamatan Provinsi Jawa Tengah sejak Agustus 2010 sampai September 2012. Data dari uji bioassay dianalisis dengan probit analisis untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil uji kepekaan menunjukkan, bahwapopulasi Puasan (Ngablak) nilai Faktor resistensi (FR) 3,97 kali merupakan populasi dengan nilai FR paling tinggi, dan nilai FR yang paling rendah adalah populasi Selo (Boyolali) dan merupakan populasi yang paling peka. Hasil pengujian validasi konsentrasi diagnostik menunjukkan, bahwa nilai c2 hitung semua populasi yang diuji lebih kecil dari nilai c2 tabel, maka konsentrasi diagnostik yang ditetapkan (2443,99 ppb) sesuai untuk monitoring kepekaan populasi P. xylostella. Resistensi P. xylostella terhadap insektisida emamektin benzoat disebabkan oleh laju peningkatan detoksifikasi di dalam tubuh serangga oleh enzim MFO, tetapi aktivitas enzim esterase non spesifik tidak mencerminkan aktitas esterase.
Struktur Populasi Karang Pocillopora damicornis di Pulau Panjang, Jawa Tengah Munasik, Munasik; Suharsono, Suharsono; Situmorang, Jesmandt; Nitimulyo, Kamiso Handoyo
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The scleractinian coral Pocillopora damicornis was abundant in both southern and northern of Panjang Island, Central Java. The aim of this study was to observe the colony distribution and population structure of coral P. damicornis at Panjang Island, Central Java. Quadrates transect (4 x 4 m) were applied in eight census lines perpendicular to the seaward edge of the coral zone. For the study of coral density and colony size-frequency distribution, the quadrates transects also placed parallel with shoreline in northern and southern sites of Panjang Island. The coral was occurred from 0.4 to 5 m water depth and most abundant in the front reef zone of the southern site. The maximum density was occurred in southern site (1.06 colony/m2), with aggregated at the 117-184 m on the census line. Coral size in terms of maximum diameter ranged from 1 to 35 cm with an average 12.76 ± 7.3 cm in southern site and 17.7 ± 10.76 cm in the northern site. The study showed that coral colony size-frequency distribution of P. damicornis was different between southern and northern site.