Tatag Yuli Eko Siswono
Universitas Negeri Surabaya

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika Siswono, Tatag Yuli Eko
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v15i1.13

Abstract

This article reports on a qualitative study intended to identify the characteristics or stages of students creative thinking process. The study put nine eighth graders into the pool of the subjects: eight students were taken from SMP (Junior High School) Negeri 5, Sidoarjo and one student from SMP (Junior High School) Al Hikmah, Surabaya. Tasks to be completed by the students and interview guides were used to collect the data. The results indicate that the process of students creative thinking involves stages which include synthesis of ideas, generation of ideas, planning to apply the ideas, and the application of the ideas. The results also show that the every stage of the creative thinking process is distinct from one another.
Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin Rizal, Muh.; Lukito, Agung; Siswono, Tatag Yuli Eko
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v18i1.3382

Abstract

Abstract: The Thinking Process of Primary-school Students of Different Sexes in Estimating Arithmetic Problems. This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they ap­proached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject em­ployed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommoda­tion. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Abstrak: Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan perempuan menggunakan rounding strategy. Dalam me­laksanakan rencana, laki-laki berhitung secara mental melalui proses berpikir asimilasi, sedangkan perem­puan berhitung menggunakan algoritma melalui proses berpikir akomodasi. Dalam mengecek pekerjaan, laki-laki menelusuri dengan berhitung mental, sedangkan perempuan menggunakan operasi balikan.
Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD Siswono, Tatag Yuli Eko; Rosyidi, Abdul Haris; Astuti, Yuliani Puji; Kurniasari, Ika
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v18i2.3623

Abstract

Abstract: Empowering Mathematics Teachers to Improve Creative Thinking of Elementary-School Students. This experimental study is intended to develop mathematics teachers’ competences in designing teaching and learning strategies that enhance students’ creative thinking. In addition, the study portrays teachers’ creative thinking as well as their competences in planning and implementing problem-solving and problem-posing teaching models. Utilizing a pre-test post-test single group design, this study involved mathematics teachers of the third, fourth, and sixth grades of two elementary schools. The results suggest that the teachers’ creative thinking is of good level; they are creative enough in solving and posing mathematical problems as reflected in their mean score of 92.6. Their competences in planning and implementinglie in good category. Overall, it can be concluded that the teachers are professionally empowered in develo ping students’ creative thinking.Abstrak: Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD. Implementasi pembelajaran matematika di SD untuk mendorong berpikir kreatif masih lemah. Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru-guru SD dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang memberi bekal kemampuan berpikir kreatif dan memberikan gambaran kemampuan berpikir kreatif guru dan kemampuannya merencanakan serta mengimplementasikan model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Penelitian eksperimen rancangan pretes postes kelompok tunggal sekaligus deskriptif dilakukan terhadap masing-masing dua guru kelas III, IV, dan V SD di kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif guru SD berada pada tingkat lebih dari cukup kreatif, dan hasil rata-rata kemampuannya dalam memecahkan dan membuat soal adalah 92,6. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran termasuk kategori lebih dari “baik”. Disimpulkan bahwa guru telah berdaya dan mem iliki kemampuan mengembangkan pembelajaran yang mendorong berpikir kreatif siswa.
Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbasis Pengajuan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Topik Trigonometri Shofiah, Siti; Lukito, Agung; Siswono, Tatag Yuli Eko
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.9856

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk (1) menghasilkan perangkat pembelajaran learning cycle–5E berbasis pengajuan masalah pada topik trigonometri di kelas X, (2) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran (3) Untuk membandingkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis pengajuan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model Morrison. Berdasarkan hasil ujicoba perangkat diperoleh perangkat learning cycle 5E berbasis pengajuan masalah berkualitas baik, karena memenuhi syarat-syarat: (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran baik, (2) aktivitas siswa efektif, (3) respons siswa positif, (4) tes hasil belajar valid, reliabel, dan sensitive, (5) ketuntasan belajar secara klasikal tercapai. Sedangkan hasil penelitian pada kelas eksperimen berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh bahwa learning cycle 5E berbasis pengajuan masalah efektif untuk mengajarkan materi trigonometri. Berdasarkan analisis statistik inferensial dengan mengunakan anakova diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti learning cycle 5E berbasis pengjuan masalah lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa mengikuti pembelajaran konvensional untuk materi trigonometri di kelas X.The purposes of the research are (1) to produce learning cycle-5E based on problem posing on trigonometric topic in class X, (2) to describe the effectiveness of learning cycle-5E based on problem posing in trigonometric topic in class X, (3) Compare the learning outcomes of students who take Learning Cycle 5E-based problem posing with the learning outcomes of students who take conventional learning on the topic of trigonometry in class X. The learning device development was conducted by using the Morisson model. Based on the test results, the devices obtained by the learning cycle 5E based on problem posing is a good quality, as validated by the validators and qualified: (1) the ability of teachers in managing good learning, (2) the student activity in effective learning, (3) Positive student responses, (4) learning outcome test, fulfils valid, reliable, and sensitive criteria and (5) learning completeness is achieved in a classical manner. whereas the results of descriptive statistical analysis, it is obtained that the  learning cycle 5E based on problem posing is effective material to used in teachng trigonometric. Based on inferential statistic analysis using anacova, it is concluded that the students learning outcomes following learning cycle 5E based on problem posing are better than the students learning outcomes following the conventional learning for trigonometric material in class X.
Literasi Statistik: Siswa SMA dalam Membaca, Menafsirkan, dan Menyimpulkan Data Hafiyusholeh, Moh.; Budayasa, I Ketut; Siswono, Tatag Yuli Eko
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.379 KB)

Abstract

Pemahaman terhadap data adalah penting bagi semua lapisan masyarakat, termasuk siswa. Siswa harus memiliki kemampuan dalam memahami data agar mereka mampu bereaksi secara cerdas terhadap informasi kuantitatif di sekitar mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana siswa SMA dalam membaca, menafsirkan dan membuat simpulan dari suatu data. Untuk memperoleh gambaran tersebut, peneliti menetapkan satu siswa perempuan yang mempunyai tingkat kemampuan matematika tinggi sebagai subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas yang divalidasi melalui triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam membaca data memulai dengan memperhatikan judul grafik/diagram dan keterangan pada setiap sumbu yang diberikan, subjek menggali informasi langsung dari apa yang tertulis secara eksplisit berdasarkan grafik yang ada, memaknai dan menjelaskan titik-titik dalam grafik sebagai hubungan sumbu x terhadap sumbu y. Dalam menafsirkan dan menyimpulkan data, subjek memperhatikan pola umum dari fluktuasi data dan menggunakan tren data umum untuk memprediksi kemungkinan data yang akan datang dan menentukan nilai kenaikan atau penurunan data berdasarkan nilai rata-ratanya
Strategi Peserta Didik dalam Mengajukan Masalah Matematika Dita, Farah; Siswono, Tatag Yuli Eko
MATHEdunesa Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mathedunesa Volume 8 Nomor 3 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pada matematika adalah cara yang digunakan oleh peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Pengajuan masalah dapat digunakan untuk mengidentifikasi strategi matematika pada peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan strategi peserta didik dalam mengajukan masalah. Peneliti ini menggunakan penelitian deskripif dengan data kualititatif yang menggunakan tugas pengajuan masalah dan wawancara. Langkah pertama dalam melakukan strategi pengajuan masalah matematika yaitu peserta didik dapat menyelesaikan soal awal terlebih dahulu kemudian peserta didik membuat soal atau mengajukan soal baru dari soal sebelumnya. Subjek dalam penelitian ini peserta didik kelas SMP kelas VII yang berada di daerah Kamal. Subjek peneliti terdiri dari 28 peserta didik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ada 89,29% yang menggunakan strategi tipe replacement, 3,57% yang menggunakan strategi reformulation, dan 7,14% yang menggunakan strategi turning the problem around or reversing the problem. Pada strategi replacement, peserta didik mengubah bilangannya. Kemudian pada strategi reformulation peserta didik mengajukan masalah yang sama dalam jenis yang berbeda tetapi menggunakan pengetahuan tentang konsep atau keterampilan yang sama seperti yang dipersyaratkan dari masalah aslinya. Sedangkan pada strategi turning the problem around or reversing the problem peserta didik mengajukan soal yang berbeda dari soal sebelumnya biasanya soal yang dibuat itu mengambil masalah yang sama tetapi mengambil tujuan akhir sebagai diberikan dan diberikan sebagai tujuan akhir.Keyword:Strategi, Pengajuan Masalah, Problem Posing tipe Post-Solution
PENGEMBANGAN ANGKET KEYAKINAN TERHADAP PEMECAHAN MASALAH DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA Muhtarom, Muhtarom; Juniati, Dwi; Siswono, Tatag Yuli Eko
JIPMat Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.785 KB) | DOI: 10.26877/jipmat.v2i1.1481

Abstract

Keyakinan (belief) terhadap matematika mempengaruhi bagaimana seseorang “menyambut” matematika. Keyakinan juga mempengaruhi prestasi belajar. Guru memegang peran penting dalam membangun keyakinan siswa terhadap matematika. Oleh karena itu perlu dikembangkan instrumen untuk mengukur keyakinan guru atau mahasiswa calon guru. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan angket menggunakan design research tipe development study. Tahap yang dilakukan yang terdiri dari tiga fase, yaitu: investigasi awal, fase prototype, dan fase assesmen Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan instrumen angket yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan reliabel berdasakan hasil analisis kuantitatif. Hasil analisis kualitatif juga menunjukkan terdapat tiga jenis keyakinan dalam pemecahan masalah dan pembelajaran yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru matematika.
Teachers’ and students’ beliefs in mathematics at State Senior High School 5 Semarang Muhtarom, Muhtarom; Juniati, Dwi; Siswono, Tatag Yuli Eko; Rahmatika, Ismi
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 1: May 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.147 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v5i1.18734

Abstract

The aim of this research was to discover the relationship between teachers’ and students’ beliefs in mathematics. The sample consisted of two mathematics teachers, twenty eight students from 10th grade natural science 6 (X IPA 6) and twenty eight students from 10th grade natural science 10 (X IPA10) at state senior high school 5 Semarang. The data were collected from questionnaires and guided interviews on beliefs about mathematics. The research results showed that both of the mathematics teachers had platonist beliefs. It was found specifically that 4.76% of students in class X IPA 6 consistently had instrumentalist beliefs, 85.71% were consistent with their platonist beliefs, and 9.52% consistently had problem solving beliefs; while in class X IPA 10, 4.76% consistently showed instrumentalist beliefs, 80.95% were consistent with their platonist beliefs, and 14.29% consistently had problem solving beliefs. This indicates that there is a relationship between teachers’ and students’ beliefs, namely the tendency towards platonist beliefs; and also that the teacher’s beliefs influence the student’s beliefs.
LEVELING STUDENTS' CREATIVE THINKING IN SOLVING AND POSING MATHEMATICAL PROBLEM Siswono, Tatag Yuli Eko
Journal on Mathematics Education Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.1.1.794.17-40

Abstract

Many researchers assume that people are creative, but their degree of creativity is different. The notion of creative thinking level has been discussed by experts. The perspective of mathematics creative thinking refers to a combination of logical and divergent thinking which is based on intuition but has a conscious aim. The divergent thinking is focused on flexibility, fluency, and novelty in mathematical problem solving and problem posing. As students have various backgrounds and different abilities, they possess different potential in thinking patterns, imagination, fantasy and performance; therefore, students have different levels of creative thinking. A research study was conducted in order to develop a framework for students' levels of creative thinking in mathematics. This research used a qualitative approach to describe the characteristics of the levels of creative thinking. Task-based interviews were conducted to collect data with ten 8thgrade junior secondary school students. The results distinguished five levels of creative thinking, namely level 0 to level 4 with different characteristics in each level. These differences are based on fluency, flexibility, and novelty in mathematical problem solving and problem posing.
PERSPEKTIF PHYLOGENESIS DAN ONTOGENESIS DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN ASPEK SEJARAH MATEMATIKA Fiangga, Shofan; Rosyidi, Abdul Haris; Siswono, Tatag Yuli Eko
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.976 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v6i2.1044

Abstract

History of mathematics discusses a historical aspect of mathematics concepts since its appearance and development through ages. Understanding the background of why a certain concept appears in mathematics, an innovation in teaching and learning material may be developed. The historical aspect of mathematics concept can be used as guided reinvention activities for the children to learn the concept. This idea is in line with what stated in curriculum 2013. However, to implement in curriculum 2013, there is no feasible framework that can be used to work on. One perspective that can be used in this implementation is phylogenensis and ontogenesis perspective. In this paper a discussion on how phylogenesis and ontogenesis may be used to implement the history in teaching mathematics will be presented. In addition, an example on how a history can be used as reference in learning is provided.