Bambang Edy Siswanto
Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktifitas Hutan, Kementerian Kehutanan

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

MANAJEMEN ADAPTASI DALAM PERUBAHAN IKLIM Tambunan, Parlindungan; Suhendi, Hendi; Siswanto, Bambang Edy; Lisnawati, Yunita
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.273 KB)

Abstract

Perubahan-perubahan iklim bumi yang sekarang telah merubah sistem ekologi di sekitar bumi. Rata-rata global temperatur permukaan bertambah sekitar 0,7°C. Pertambahan-pertambahan temperatur mempengaruhi semua proses kimia dan biologi kehidupan di alam yang mengubah secara dramatis dan kompleks ekosistem permukaan bumi. Perubahan-perubahan ekosistem merupakan tantangan terbesar bagi para manajer sumber daya alam dan perencana-perencana konservasi. Oleh sebab itu, pendekatanpendekatan baru dibutuhkan untuk pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem di dalam perubahan iklim. Salah satu pendekatan baru adalah menggunakan manajemen adaptasi. Manajemen adaptasi tidak hanya sebagai sebuah alat, tetapi juga mempunyai daya tarik perhatian pada pengalaman manajemen sebagai suatu sumber pembelajaran. Dengan pembelajaran, ide bersinar untuk menciptakan situasi yang lebih baik atau pembaharuan, karena proses perubahan ingatan dan tingkah laku terjadi dalam diri sendiri dan organsasi. Dengan demikian, implementasi manajemen adaptasi untuk mencapai solusi semua masalah adalah dengan komunikasi atau dialog antara para manajer atau pemimpin, para ahli, dan warga institusi, di samping pengetahuan sistem ekologi dan masalah lingkungan dan juga memiliki daya cipta.
KAJIAN TENTANG PENERAPAN METODE INVENTARISASI SAGU (Metroxylon sp.) DI KELOMPOK HUTAN KAPAU - PROVINSI RIAU Siswanto, Bambang Edy
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34361.356 KB)

Abstract

Penelitian Metode inventerisasi sagu (Metroxylon sp.) dilaksanakan dengan membuat petak seluas 200 hektar (2000 m x 1000 m) di Kelompok Hutan Kapau (Pulau Tebing Tinggi), Kwsatuan Pemangkuan Hutan Sekat Panjang, Riau. Pengumpulan data (standing stock) dilakukan dengan memngunakan teknik sampling dengan membuat jalur selebar 20 meter, jarak antara jalur 100 meter denguan ukuran petak pengamat 20 m x 20 m per jalur. Data yang dikumpulkan adalah jumlah rumpun, jumlah batang, diameter dan tinggi pohon serta jumlah anakan, Tiga teknik sampling yang diuji adalah metode jalur tidak terputus dengan lebar jalur 20 meter, metode petak dalam jalur dan metode petak dala sistematik dengan ukuran petak contoh 20 m x 50 m atau bentuk lingkaran dengan R = 17,8meter (luas0,1 ha). Intensitas sampling yang digunakan masing - masing sebesar 10%, 5%, 4%, dan 2%. Hasil penelitian adalah:1) Metode jalur tidak terputus dengan lebar jalur 20 meret intensitas sampling 10% dapat digunakan  untuk inventarisasi sagu alam dengan ketelitian hasil taksiran cukup memadai , dan 2) Metode petak contoh sistematik dengan luas plot 0,1 hektar (ukuran 20 m x 50 m atau lingkaran dengan R = 17,8 meter) dapat digunakan untuk inventerisasi anakan sagu dengan ketelitian hasil taksiran cukup memadai.
KETEPATGUNAAN BERBAGAI MODEL PENDUGAAN VOLUME POHON JENIS KAYU SIBU (Timonius nitens M.et.P.) DI WILAYAH KECAMATAN MANDOBO, KABUPATEN MERAUKE, PROVINSI PAPUA Siswanto, Bambang Edy; Wahjono2, Djoko; Harbagung, Harbagung; Imanuddin2, Rinaldi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.341 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang hasil kajian bentuk-bentuk persamaan deterministik yang cocok untuk penyusunan model pendugaan volume batang jenis kayu sibu (Timonius nitens M.et.P.). Banyak bentuk persamaan yang diajukan para peneliti dalam penyusunan model volume pohon. Didasarkan data 50 pohon sampel Timonius nitens M.et.P. dari hutan alam di wilayah Kecamatan Mandobo, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, analisis berbagai bentuk hubungan antara volume pohon dengan diameter setinggi dada dan tinggi batang bebas cabang membuktikan bahwa bentuk persamaan yang paling cocok dipergunakan sebagai model volume pohon adalah  Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  Ln H  dan Ln V= b 0  + b 1  Ln D + b 2  Ln2  H; sedangkan bentuk persamaan yang paling cocok apabila hanya didasarkandiameter setinggi dada sebagai peubah penduga adalah Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  1/D; di mana V adalah volume batang bebas cabang tanpa kulit (m3), D adalah diameter setinggi dada dengan kulit (cm), dan H adalah tinggi batang bebas cabang (m). Bentuk persamaan yang disarankan sebagai model penduga volumeTimonius nitens M.et.P. di lokasi penelitian adalah Ln V = 8,25161 + 1,88855 Ln D + 0,47947 Ln H dan  LnV = -3,31031 + 1,17152 Ln D - 35,92390/D.
MODEL PENDUGAAN ISI POHON Agathis loranthifolia Salisb DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN KEDU SELATAN, JAWA TENGAH Siswanto, Bambang Edy; Imanuddin, Rinaldi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.068 KB)

Abstract

 ABSTRAK Penyusunan tabel isi pohon untuk Agathis loranthifolia Salisb dimaksudkan untuk menaksir hasil produksi jenis tersebut di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Selatan, Jawa Tengah. Tabel-tabel volume disusun berdasarkan 56 pohon model dengan sebaran diameter setinggi dada antara 30-67 cm dengan tinggi pangkal  tajuk  pohon  antara  15-25  meter.  Dua  buah  model  persamaan  regresi  yang  digunakan  untuk menyusun tabel volume yaitu V  = a.db    dan  V  = a.db.tc di mana V  = volume pohon tanpa kulit (sebagai peubah tak bebas);  d    = diameter pohon setinggi dada (sebagai peubah bebas); t = tinggi pohon (sebagai peubah bebas); a, b dan c = konstanta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria keakuratan yang digunakan (galat baku, simpangan rata-rata, dan simpangan agregat), keempat persamaan regresi cukup memenuhi syarat ketelitian dengan galat baku < sembilan persen, simpangan rata-rata < enam persen dan simpangan agregatif < 0,2%, maka keempat persamaan regresi dipandang cukup memenuhi syarat ketelitian.
KETEPATGUNAAN BERBAGAI MODEL PENDUGAAN VOLUME POHON JENIS KAYU SIBU (Timonius nitens M.et.P.) DI WILAYAH KECAMATAN MANDOBO, KABUPATEN MERAUKE, PROVINSI PAPUA Siswanto, Bambang Edy; Wahjono, Djoko; Harbagung, Harbagung; Imanuddin2, Rinaldi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.341 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang hasil kajian bentuk-bentuk persamaan deterministik yang cocok untuk penyusunan model pendugaan volume batang jenis kayu sibu (Timonius nitens M.et.P.). Banyak bentuk persamaan yang diajukan para peneliti dalam penyusunan model volume pohon. Didasarkan data 50 pohon sampel Timonius nitens M.et.P. dari hutan alam di wilayah Kecamatan Mandobo, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, analisis berbagai bentuk hubungan antara volume pohon dengan diameter setinggi dada dan tinggi batang bebas cabang membuktikan bahwa bentuk persamaan yang paling cocok dipergunakan sebagai model volume pohon adalah  Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  Ln H  dan Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  Ln2  H; sedangkan bentuk persamaan yang paling cocok apabila hanya didasarkan diameter setinggi dada sebagai peubah penduga adalah Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  1/D; di mana V adalah volume batang bebas cabang tanpa kulit (m3), D adalah diameter setinggi dada dengan kulit (cm), dan H adalah tinggi batang bebas cabang (m). Bentuk persamaan yang disarankan sebagai model penduga volume Timonius nitens M.et.P. di lokasi penelitian adalah Ln V = 8,25161 + 1,88855 Ln D + 0,47947 Ln H dan  Ln V = -3,31031 + 1,17152 Ln D - 35,92390/D.
MODEL PENDUGAAN ISI POHON Agathis loranthifolia Salisb DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN KEDU SELATAN, JAWA TENGAH Siswanto, Bambang Edy; Imanuddin, Rinaldi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.068 KB)

Abstract

 ABSTRAK Penyusunan tabel isi pohon untuk Agathis loranthifolia Salisb dimaksudkan untuk menaksir hasil produksi jenis tersebut di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Selatan, Jawa Tengah. Tabel-tabel volume disusun berdasarkan 56 pohon model dengan sebaran diameter setinggi dada antara 30-67 cm dengan tinggi pangkal  tajuk  pohon  antara  15-25  meter.  Dua  buah  model  persamaan  regresi  yang  digunakan  untuk menyusun tabel volume yaitu V  = a.db    dan  V  = a.db.tc di mana V  = volume pohon tanpa kulit (sebagai peubah tak bebas);  d    = diameter pohon setinggi dada (sebagai peubah bebas); t = tinggi pohon (sebagai peubah bebas); a, b dan c = konstanta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria keakuratan yang digunakan (galat baku, simpangan rata-rata, dan simpangan agregat), keempat persamaan regresi cukup memenuhi syarat ketelitian dengan galat baku < sembilan persen, simpangan rata-rata < enam persen dan simpangan agregatif < 0,2%, maka keempat persamaan regresi dipandang cukup memenuhi syarat ketelitian.
MANAJEMEN ADAPTASI DALAM PERUBAHAN IKLIM Tambunan, Parlindungan; Suhendi, Hendi; Siswanto, Bambang Edy; Lisnawati, Yunita
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.819 KB)

Abstract

Perubahan-perubahan iklim bumi yang sekarang telah merubah sistem ekologi di sekitar bumi. Rata-rataglobaltemperaturpermukaanbertambahsekitar0,7°C.Pertambahan-pertambahantemperatur mempengaruhi semua proses kimia dan biologi kehidupan di alam yang mengubah secara dramatis dan kompleks ekosistem permukaan bumi. Perubahan-perubahan ekosistem merupakan tantangan terbesar bagi para manajer sumber daya alam dan perencana-perencana konservasi. Oleh sebab itu, pendekatanpendekatan baru dibutuhkan untuk pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem di dalam perubahan iklim. Salah satu pendekatan baru adalah menggunakan manajemen adaptasi. Manajemen adaptasi tidak hanya sebagai sebuah alat, tetapi juga mempunyai daya tarik perhatian pada pengalaman manajemen sebagai suatu sumber pembelajaran. Dengan pembelajaran, ide bersinar untuk menciptakan situasi yang lebihbaikataupembaharuan,karena prosesperubahaningatandantingkahlakuterjadidalamdirisendiri dan organsasi. Dengan demikian, implementasi manajemen adaptasi untuk mencapai solusi semua masalah adalah dengan komunikasi atau dialog antara para manajer atau pemimpin, para ahli, dan warga institusi,disampingpengetahuansistemekologidanmasalahlingkungandanjugamemilikidayacipta.