Bambang Aris Sistanto
Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian FTIP Universitas Padjadjaran

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

UJI KINERJA ZAT ADITIF HIDROGEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENAHAN AIR (WATER HOLDING CAPACITY) PADA TANAH ANDISOL LEMBANG YANG DITANAMI BABY KAILAN

Jurnal Teknotan Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air dalam tanah, terutama di daerah perakaran tanaman dipengaruhi oleh kondisi fisik tanah, tekstur dan struktur tanah. Kondisi fisik tanah yang berbeda akan menghasilkan kemampuan menahan air berlainan pula. Kemampuan menahan air (water holding capacity) dinyatakan sebagai sejumlah air tanah yang tertahan, sebelum  terdrainase ke lapisan tanah yang lebih dalam (Israelsen dan Hansen, 1979).Tanaman hortikultura, biasa dibudidayakan di pegunungan pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl. didominasi tanah jenis Andisols yang berwarna gelap, struktur sangat porous, tekstur didominasi oleh fraksi debu, kisaran 30 % - 40 %. sehingga kemampuan meloloskan air (konduktivitas hidrolik) sangat tinggi.Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis bahan pemantap tanah hidrogel dan interval pemberian air yang tepat dalam upaya meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity) dari tanah Andisol, efisiensi pemberian air, pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat menjadi suatu sumbangan temuan yang bermanfaat sebagai upaya pendekatan teknologi terhadap upaya peningkatan kemampuan menahan air tanah (water holding capacity) untuk memperbaiki dan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksi  pertanian, khususnya tanaman hortikultura dan peningkatan efisiensi pemberian air pada tanah Andisol.Penelitian dilakukan dengan metode Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan dua faktor yaitu Dosis Pemantap Tanah Hidrogel dan Interval Pemberian Air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian air memberikan nilai yang berbeda nyata untuk kemampuan menahan air tanah (1,507.8 mm), efisien irigasi (76.79 %). Sedangkan untuk kandungan air dalam tanah baik pelakuan dosis hidrogel (24.1805 mm) maupun pemberian air (24.2893 mm) memberikan nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Kemampuan menahan air, Andisols, Porous, Hidrogel, Hortikultura

PENGARUH DARI MATERIAL HIDROPOBIK PADA PERGERAKAN AIR DALAM TANAH SELAMA INFILTRASI

Jurnal Teknotan Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam pengelolaan tanah adalah adanya tanah hidropobik (menolak air) yang menghambat pergerakan air di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh  pergerakan air di dalam  tanah melalui analisis pergerakan infiltrasi horizontal, vertical ke atas dan vertical ke bawah. Pengamatan dilakukan dengan infiltrasi air secara horizontal, vertical ke atas dan vertical ke bawah ke dalam kolom-kolom berisi tanah hidrphobik dan tanah hidrophilik.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanah hidropobik menyebabkan pergerakan air pada infiltrasi horisontal 25 kali lebih lambat di dalam tanah yang menolak air daripada di dalam tanah yang menarik air, di mana kandungan air menurun 20 sampai 25 persen di antara  masuknya sumber air dan muka pembasahan. Sedang pada Infiltrasi vertikal, kandungan air menurun drastis di antara masuknya sumber air dan muka pembasahan karenagayagravitasi dan kapiler berlawanan arah dengan laju kapiler. Selain itu, profil air tanah ternyata tidak dapat  didefinisikan melalui difusivitas selama infiltrasi horizontal, baik melalui tanah yang menolak air maupun melalui tanah yang menarik air. Kata kunci : Hidropobik, Infiltrasi Horisontal, Infiltrasi Vertikal, Difusifitas

PEMILIHAN LOKASI KOLAM PENGEMBANGAN EMBUNG POTENSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR IRIGASI UNTUK USAHATANI LAHAN KERING BERDASARKAN PARAMETER FISIK LAHAN - STUDI KASUS DI LAHAN KERING SUB DAS CITARIK

Jurnal Teknotan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kolam embung untuk penampungan air hujan dapat dilakukan dengan tujuan sebagai cadangan air di musim kemarau, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan. Penempatan kolam embung dapat melalui analisis Geography Information System (GIS).Penentuan kolam embung yang potensial dikembangkan dengan GIS ini dilakukan melalui tumpang susun dengan sistem skoring dan filtering. Skoring dilakukan untuk menentukan lokasi kolam potensial secara fisik, Sedang filtering digunakan untuk menentukan keterkaitan antara faktor lokasi dan faktor penggunaan lahan. Filtering menggunakan tabel  dua dimensi dilakukan untuk menggabungkan informasi potensi secara fisik dan lokasi dengan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kolam embung. Cara pendekatan ini dapat memberi hasil lebih baik, bila didukung oleh metode, kelengkapan dan ketelitian data yang mencakup  metode, kelengkapan dan ketelitian data (sosial ekonomi, kependudukan, kelompok tani, iklim). Kata kunci: Embung, Pemilihan lokasi, Potensi pengembangan, Analisis spasial, Lahan kering,                    DAS Citarik

PENGARUH DARI MATERIAL HIDROPOBIK PADA PERGERAKAN AIR DALAM TANAH SELAMA INFILTRASI

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam pengelolaan tanah adalah adanya tanah hidropobik (menolak air) yang menghambat pergerakan air di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh  pergerakan air di dalam  tanah melalui analisis pergerakan infiltrasi horizontal, vertical ke atas dan vertical ke bawah. Pengamatan dilakukan dengan infiltrasi air secara horizontal, vertical ke atas dan vertical ke bawah ke dalam kolom-kolom berisi tanah hidrphobik dan tanah hidrophilik.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanah hidropobik menyebabkan pergerakan air pada infiltrasi horisontal 25 kali lebih lambat di dalam tanah yang menolak air daripada di dalam tanah yang menarik air, di mana kandungan air menurun 20 sampai 25 persen di antara  masuknya sumber air dan muka pembasahan. Sedang pada Infiltrasi vertikal, kandungan air menurun drastis di antara masuknya sumber air dan muka pembasahan karenagayagravitasi dan kapiler berlawanan arah dengan laju kapiler. Selain itu, profil air tanah ternyata tidak dapat  didefinisikan melalui difusivitas selama infiltrasi horizontal, baik melalui tanah yang menolak air maupun melalui tanah yang menarik air. Kata kunci : Hidropobik, Infiltrasi Horisontal, Infiltrasi Vertikal, Difusifitas

PEMILIHAN LOKASI KOLAM PENGEMBANGAN EMBUNG POTENSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR IRIGASI UNTUK USAHATANI LAHAN KERING BERDASARKAN PARAMETER FISIK LAHAN - STUDI KASUS DI LAHAN KERING SUB DAS CITARIK

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kolam embung untuk penampungan air hujan dapat dilakukan dengan tujuan sebagai cadangan air di musim kemarau, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan. Penempatan kolam embung dapat melalui analisis Geography Information System (GIS).Penentuan kolam embung yang potensial dikembangkan dengan GIS ini dilakukan melalui tumpang susun dengan sistem skoring dan filtering. Skoring dilakukan untuk menentukan lokasi kolam potensial secara fisik, Sedang filtering digunakan untuk menentukan keterkaitan antara faktor lokasi dan faktor penggunaan lahan. Filtering menggunakan tabel  dua dimensi dilakukan untuk menggabungkan informasi potensi secara fisik dan lokasi dengan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kolam embung. Cara pendekatan ini dapat memberi hasil lebih baik, bila didukung oleh metode, kelengkapan dan ketelitian data yang mencakup  metode, kelengkapan dan ketelitian data (sosial ekonomi, kependudukan, kelompok tani, iklim). Kata kunci: Embung, Pemilihan lokasi, Potensi pengembangan, Analisis spasial, Lahan kering,                    DAS Citarik

UJI KINERJA ZAT ADITIF HIDROGEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENAHAN AIR (WATER HOLDING CAPACITY) PADA TANAH ANDISOL LEMBANG YANG DITANAMI BABY KAILAN

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air dalam tanah, terutama di daerah perakaran tanaman dipengaruhi oleh kondisi fisik tanah, tekstur dan struktur tanah. Kondisi fisik tanah yang berbeda akan menghasilkan kemampuan menahan air berlainan pula. Kemampuan menahan air (water holding capacity) dinyatakan sebagai sejumlah air tanah yang tertahan, sebelum  terdrainase ke lapisan tanah yang lebih dalam (Israelsen dan Hansen, 1979).Tanaman hortikultura, biasa dibudidayakan di pegunungan pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl. didominasi tanah jenis Andisols yang berwarna gelap, struktur sangat porous, tekstur didominasi oleh fraksi debu, kisaran 30 % - 40 %. sehingga kemampuan meloloskan air (konduktivitas hidrolik) sangat tinggi.Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis bahan pemantap tanah hidrogel dan interval pemberian air yang tepat dalam upaya meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity) dari tanah Andisol, efisiensi pemberian air, pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat menjadi suatu sumbangan temuan yang bermanfaat sebagai upaya pendekatan teknologi terhadap upaya peningkatan kemampuan menahan air tanah (water holding capacity) untuk memperbaiki dan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksi  pertanian, khususnya tanaman hortikultura dan peningkatan efisiensi pemberian air pada tanah Andisol.Penelitian dilakukan dengan metode Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan dua faktor yaitu Dosis Pemantap Tanah Hidrogel dan Interval Pemberian Air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian air memberikan nilai yang berbeda nyata untuk kemampuan menahan air tanah (1,507.8 mm), efisien irigasi (76.79 %). Sedangkan untuk kandungan air dalam tanah baik pelakuan dosis hidrogel (24.1805 mm) maupun pemberian air (24.2893 mm) memberikan nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Kemampuan menahan air, Andisols, Porous, Hidrogel, Hortikultura