Merry Siska
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sultan Syarif Kasim, Jl. H.R. Soebrantas No.155, KM 18, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kemandirian Petani Nenas dalam Penanganan Mesin Produksi Vacuum Frying di Desa Kualu Nenas

Kutubkhanah Vol 15, No 2 (2012): Juli - Desember 2012
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.745 KB)

Abstract

The farmer groups in Kualu Nenas village has acquire many assists from local government and other sectors as a part of comunity development program. The assist include production machines, like vacuum frying, press seal machine, cutting machine, etc, also workshop about the machinary and the production proccess. But now, many of those aids become useless and infertile, because of the incapable of the farmers to maintenance those machines. The empowerment become an important issue since the machine’s price moderatly expensive. The focus of this research is to conduct and evaluate the machine vacuum frying workshop of the introduction and it maintenance for the farmer’s groups of Kualu Nenas. Using the Participatory Action Research (PAR) method which is a basic research that provide the community empowerment, do some strategies/ steps: (i)Information explore and community approach, (ii)The Workshop accomplishment, and (iii)Program’s evaluation. The result is seen good enough but after analyzing, the workshop of the machine maintenance not too efective to answer the needs of the farmer in handling the machine’s damage or troubeshooting. One of the reason is because it just did once and some still doubt to do it if there is no companion. The summary of the evaluation is that the workshop will not be effective if not following by the continuing companion until they really become empower and capable in looking for solution to face the production machine problem.

Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Pabrik Pembuatan Batu Bata (Studi Kasus: Kulim, Pekanbaru)

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2011: SNTIKI 3
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.327 KB)

Abstract

Perancangan  tata  letak  meliputi  pengaturan  tata  letak  fasilitas-fasilitas operasi dengan memanfaatkan area yang tersedia untuk penempatan mesin-mesin, bahan-bahan  perlengkapan  untuk  operasi,  dan  semua  peralatan  yang  digunakan dalam  proses  operasi. Kekurangan dari tata letak yang ada pada pabrik batu bata Pak Simun adalah pengaturan tata letak tiap stasiun kerja yang belum sesuai, karena belum memperhitungkan derajat tingkat kedekatan antar stasiun kerja terlihat pada stasiun kerja tungku yang letaknya berjauhan dengan tempat penjemuran batu bata kering. Apalagi proses pemindahan batu bata yang telah dicetak di meja kerja pada stasiun kerja pencetakan dilakukan secara manual.                 Ketidakteraturan  kondisi  tata  letak  yang  ada  sekarang  dapat  berimbas terhadap  terjadinya  aliran material yang  tidak  sempurna sehingga memerlukan  perancangan  tata  letak  baru  untuk  mengatur  ulang  jalur  lalu  lintas material/barang  yang  lebih  sesuai  dengan  fungsi  masing-masing  stasiun  kerja. Penyelesaian permasalahan tata letaknya  menggunakan  metode  yang memperhitungkan derajat  kedekatan  antar  stasiun  kerja,  membangun  atau  mengubah  tata  letak dengan  mencari  total  jarak  tempuh  yang  minimal  dilalui  dalam  perpindahan material dalam menemukan solusi  terbaik.                  Berdasarkan hasil pengolahan diperoleh persentase penurunan panjang lintasan material handling layout alternatif 1 dengan layout awal adalah sebesar 74.8%, sedangkan persentase penurunan panjang lintasan material handling layout alternatif 2 dengan layout awal adalah sebesar 69.5%. Hal ini membuktikan bahwa layout alternatif 1 lebih optimal dibandingkan dengan layout awal dan layout alternatif 2. Hasil ini diperoleh karena tata letak pada layout awal dan layout alternatif 2 terlalu jauh antara stasiun satu dengan stasiun lainnya sehingga lintasan material handling menjadi tidak optimal. Dengan demikian, perancangan ulang layout awal telah mengurangi panjang lintasan meterial handling proses produksi yang sekaligus dapat mengurangi waktu dan biaya proses produksi. Kata Kunci : Perancangan, Tata Letak, Batu Bata, Material Handling

DESAIN EKSPERIMEN PENGARUH ZEOLIT TERHADAP PENURUNAN LIMBAH KADMIUM (Cd)

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 2, Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.246 KB)

Abstract

Pencemaran lingkungan yang terjadi banyak disebabkan oleh limbah dari logam berat suatu industri, terutama industri pelapisan logam. Logam berat seperti kadmium (Cd) merupakan limbah dari pelapisan logam yang memiliki efek negatif bagi makhluk hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan zeolit dalam menurunkan kadar limbah kadmium (Cd) dari proses pelapisan logam. Bahan kajian dalam penelitian ini adalah kemampuan zeolit dalam menurunkan limbah kadmium (Cd) pada proses pelapisan logam. Penelitian ini menggunakan metode desain eksperimen rancangan acak lengkap untuk mengoptimalkan paduan parameter-parameter dan variabel yang ada dan hal yang berkaitan dengan penetapan baku mutu limbah agar dapat dibuang ke lingkungan. Setelah dilakukan eksperimen dan pengolahan data didapat nilai FHitung (0.22924) < F(Tabel, α, 0.05) (3.49) untuk tingkat kepercayaan 95% dan pada tingkat kepercayaan 99% FHitung (0.22924) < F(Tabel, α, 0.01) (5.95) maka hipotesis yang diajukan ditolak, sehingga hasil ini mengemukakan bahwa zeolit memberikan manfaat yang nyata terhadap penurunan kadar kadmium (Cd) limbah pelapisan logam. Disarankan bagi perusahaan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam mengatasi limbah ini, harus ada penggunaan bahan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi limbah kadmium agar dapat dibuang ke lingkungan dan sesuai ketetapan kementerian lingkungan hidup tanpa mengakibatkan polusi dan merusak ekosistem makhluk hidup lainnya.

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK TAHU DAN PENERAPAN METODE 5S

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 2, Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.245 KB)

Abstract

UD. Dhika Putra merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tahu. Saat ini kondisi layout fasilitas produksi dan kondisi fisik lingkungan kerja di perusahaan mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas pabrik pembuatan tahu yang dapat meminimalkan panjang lintasan material handling serta menerapkan metode 5S untuk meningkatkan produktivitas kerja, dengan menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP). Sedangkan metode 5S untuk mengatur kondisi tempat kerja yang berdampak terhadap efektivitas kerja, efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa layout usulan yang terpilih untuk dijadikan layout akhir dalam penelitian ini menunjukkan penurunan panjang lintasan material handling yang cukup signifikan yaitu 45 m atau sekitar 19,2% lebih pendek dari layout awal.

Analisa Process Capability untuk Meningkatkan Kualitas Air Di Departemen Water Treatment Pada PT. Riau Prima Energi

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2012: SNTIKI 4
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.652 KB)

Abstract

Improving the quality is something that is most essential for a company to exist in this competitive business world. The main products produced by PT. Riau Andalan Pulp and Paper, that is paper. The problem encountered is a paper that has splotches caused by high water turbidity values so that the product must be in rework. This requires a study to describe the process of water production in the Department of Water Treatment PT Riau Prima Energy as a business unit of PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Method of process capability analysis using X and R control chart, which can be seen in the ability of the processes that occur after the water treatment process capability calculations. Based on the calculations, the value of Process Capability Index (Cp) of 1.19. This figure shows the process capability going well but need continuous monitoring in order to maintain the capability of the process. CPK values were in the range of 0.6031 1> CPK > 0, meaning that the average process within the limits of control, but there are some variations in the process falls outside the control limits. This indicates that the process a bit to meet customer specifications.Keywords : Quality, Process Capability, Kualitas, Kapabilitas Proses, X and R Control Chart, Specifications

ANALISA POSISI KERJA PADA PROSES PENCETAKAN BATU BATA MENGGUNAKAN METODE NIOSH

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 1, Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.101 KB)

Abstract

Dalam melakukan aktivitas kerja, manusia sebagai pekerja mempunyai batas-batas tertentu. Oleh sebab itulah kita perlu mengetahui keterbatasan serta kemampuan yang kita miliki untuk dapat ditinjau lebih lanjut agar dalam pelaksanaan kerja nantinya tidak terjadi accident maupun hal-hal buruk yang akan menimpa kita akibat tidak adanya perhitungan akan prinsip biomekanika.Pabrik pencetakan batu bata milik Bapak Miri mengerjakan pencetakan batu bata dengan proses manual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan posisi kerja usulan pada operator. Dari perhitungan dengan menggunakan metode NIOSH dapat disimpulkan bahwa telah diperhitungkan nilai Recommended Weight Limit (RWL), nilai Lifting Index (LI), nilai Torque dan nilai konsumsi energi dari posisi usulan pada semua bagian tubuh dan dibandingkan pada posisi awal operator bekerja, maka pengangkatan beban tidak lagi bertumpu di bagian back dan sudah berubah dari posisi awal bekerja serta mengurangi keluhan bekerja pada bagian back. Bekerja tidak perlu terburu-buru, karena akan mengeluarkan energi yang dikeluarkan banyak dan akan mengakibatkan resiko cedera pada bagian tubuh.

PERANCANGAN HELM ANAK YANG ERGONOMIS (STUDI KASUS DI TK AN-NAMIROH PEKANBARU)

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 1, Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.286 KB)

Abstract

Kenyamanan anak merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh orang tua, terutama pada saat melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Salah satu perlengkapan dalam mengendarai sepeda motor yaitu helm. Helm yang tidak memiliki segi ergonomis akan mengakibatkan kelelahan pada penggunanya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang helm anak-anak yang ergonomis. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah pengumpulan data. Data yang dikumpulkan merupakan data antropometri kepala anak-anak sebanyak 80 siswa dari TK An-Namiroh. Data antropometri yang diperlukan adalah tinggi kepala, lebar kepala, panjang kepala, lingkaran kepala, mata ke kepala, dan kuping ke atas kepala. Langkah terakhir adalah analisis terhadap hasil rancangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lebar = 13 cm, lingkar helm = 52.08 cm, tinggi = 15.33 cm, bagian jarak kuping atas =14.62 cm, panjang =14.92 cm, jarak kaca helm ke mata terbagi 2 bagian yaitu: kaca bening = 4.85 cm, kaca hitam = 5.72 cm.

Redesain Stasiun Pembuatan Paving Block Menggunakan Metode PATH (Posture, Activity, Tools and Handling)

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.31 KB)

Abstract

Perusahaan kecil menengah lebih dominan menggunakan peranan manusia dalam sistem produksinya. Kegiatan produksi harus dibarengi dengan keseimbangan antara hak dan kebutuhan pekerja itu sendiri agar manusia dapat bekerja secara optimal tanpa adanya pengaruh buruk dari pekerjaannya. CV. Rangga Beton memproduksi panel beton precast, box culvert dan Paving Block. Tenaga kerja masih dominan dalam pembuatan Paving Block mulai dari mempersiapkan material hingga proses pemindahan ke tempat penjemuran. Kegiatan yang dilakukan MMH (Manual Material Handling), beban yang diangkat berat, dan dilakukan dengan posisi membungkuk. Identifikasi awal dengan menggunakan kuisioner NBM terhadap 6 orang pekerja, sebanyak 75% merasakan sakit pada punggung, lengan, pinggang dan 25% merasakan sakit pada bagian lengan. Proses identifikasi terhadap permasalahan yang terjadi dilakukan dengan menggunakan metode PATH (Posture, Activity, Tools and Handling) dimana dapat dilakukannya analisa terhadap posture, aktivitas, penggunaan alat serta penangganan yang perlu dilakukan. Berdasarkan penilaian dengan menggunakan PATH frekuensi aktivitas kerja untuk 4 kegiatan diperoleh 24,69 % kegiatan pemindahan ke penjemuran, 24,86 % kegiatan pengumpulan pasir+mixing, 22,51 kegiatan pemindahan hasil cetakan ke gerobak dan 27,94 % untuk kegiatan pemindahan ke mesin pencetak. Selanjutnya dilakukan usulan perbaikan yang harus dilakukan terhadap frekuensi aktivitas kerja yang paling terbesar. Sehingga perbaikan yang dilakukan dengan mengusulkan penambahan item atau modifikasi pada mesin pencetak Paving Block. Kata kunci: MMH (Manual Material Handling), PATH (Posture, Activity, Tools and Handling), NBM 

Analisis Keseimbangan Lintasan pada Lantai Produksi CV. Bobo Bakery

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2012: SNTIKI 4
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.209 KB)

Abstract

An industry always expected to operate more efficiently in order to still be able to compete with other industries. One effort efficiency to do is to minimize the number of work stations, especially on the assembly work station path balancing method of production used the method ranked positional weight (RPW). The observations made in the data collection as much as 20 times each station observed and calculated test the adequacy and uniformity of data that can be obtained by standard time. From the data processing method RPW shows increased production efficiency is 35% at the starting position and following a path balancing the production efficiency of up to 83% due to, among others, the incorporation of several work stations where the initial conditions account for 7 stations and after the merger becomes 3 work stations, while initial jobless 2.97 to 0.33 this means that there is a decrease of 2.64 minutes. Initial wait time balance 64.28% to 16.6%, this means that there is a decrease of 47.68%. The balance of the track on the floor CV. Bobos Bakery requires improved methods of work, laying machines with operators who have good skills in order to facilitate the operators work in order to obtain the balance of the production trajectory.Keywords: Line Balancing, Wait Time,Eficiency

ANALISIS PRINSIP KERJA 5S DAN MOTIVASI KARYAWAN DI PT. JASA BARUTAMA PERKASA PEKANBARU RIAU

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 14, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.012 KB)

Abstract

5S merupakan dasar bagi mentalitas karyawan untuk melakukan perbaikan (improvement) dan juga untuk mewujudkan kesadaran mutu (quality awareness). 5S sendiri merupakan singkatan dair seiri (sort), seiton (straighten), seiso (shine), seiketsu (standardize) dan shitsuke (sustain).Lingkungan kerja yang tidak produktif mampu menghambat jalannya aktifitas kerja. PT. Jasa Barutama Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbengkelan dan service mobil yang terletak di jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Kondisi stasiun kerja pada perusahaan ini terbilang tidak begitu produktif untuk dilakukannya pekerjaan service mobil, material dan tools yang berantakan dan tidak pada tempatnya mengganggu jalannya pekerjaan. Maka dari itu dilakukanlah perancangan budaya kerja 5S dengan membiasakan karyawan agar meletakkan tools yang telah digunakan pada tempatnya, membersihkan stasiun kerja setelah pekerjaan selesai, merawat serta menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih dan rapi.Selain itu, motivasi pada karyawan pun perlu ditinjau dalam menerapkan 5S tersebut. Dilakukannya perhitungan statistic dengan dua variabel yaitu variabel komunikasi dan sikap atasan. Semua responden diberikan kuesioner yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi karyawan dalam menerapkan 5S kemudian didapatlah variabel komunikasi (b1 = 1,243) merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam penerapan 5S.