Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Intensitas Berahi Pada Kerbau Dalam Hubungannya Dengan Peningkatan Angka Konsepsi Hasil Inseminasi Buatan Siregar, Tongku N
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XI No. 4 November 2008
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This  experiment  was  conducted  to  determine  the  corelation  between  estrous  intensity  and increasing  conception  rate  which  is  resulted  from  artificial  insemination  at  local  buffalo.  For  that purpose, 15 local female buffaloes belong to farmer in Lampu’uk Kuta Baro Aceh Besar,  were used. The buffaloes  were  divided    into  two  groups  randomly,  which  consist  of  five  buffaloes  for  control  and  ten bufflaoes  for  treatment  groups.  The  first  group  were  not  given  any  treatment  and  performed  the  estrus naturally,  while  the  second  group  were  synchronized  the  estrous  time  with  CIDR-B.  Insemination  in control group were carried out base on request from the farmer to the inseminator, whereas in treatment group,  the  insemination  were  done  24  hours  post  removing  of  CIDR-B.  The  measurement  of  estrous intensity  were  done  during  insemination  time  using  scoring method  developed  by  Eerdenburg  et  al (1996).  The  pregnancy  detection  were  done  on  the  inseminated  buffaloes    21  days  post  IB  through  no return  estrous  observation  and  rectal  palapation    90  days  post  IB.  The  result  showed  that  there  were significant increasing of  estrous intensity in treatment group  (15.80+5.02) compared to control group (2.60+4.34). The correlation between estrus intensity and pregnancy percentage showed the  significant correlation (r=0.553). 
Upaya Meningkatkan Intensitas Berahi Pada Kerbau Dalam Hubungannya Dengan Peningkatan Angka Konsepsi Hasil Inseminasi Buatan Siregar, Tongku N
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 11 No 4 (2008): JIIP Volume 11 No. 4 November 2008
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v11i4.735

Abstract

This  experiment  was  conducted  to  determine  the  corelation  between  estrous  intensity  and increasing  conception  rate  which  is  resulted  from  artificial  insemination  at  local  buffalo.  For  that purpose, 15 local female buffaloes belong to farmer in Lampu?uk Kuta Baro Aceh Besar,  were used. The buffaloes  were  divided    into  two  groups  randomly,  which  consist  of  five  buffaloes  for  control  and  ten bufflaoes  for  treatment  groups.  The  first  group  were  not  given  any  treatment  and  performed  the  estrus naturally,  while  the  second  group  were  synchronized  the  estrous  time  with  CIDR-B.  Insemination  in control group were carried out base on request from the farmer to the inseminator, whereas in treatment group,  the  insemination  were  done  24  hours  post  removing  of  CIDR-B.  The  measurement  of  estrous intensity  were  done  during  insemination  time  using  scoring method  developed  by  Eerdenburg  et  al (1996).  The  pregnancy  detection  were  done  on  the  inseminated  buffaloes    21  days  post  IB  through  no return  estrous  observation  and  rectal  palapation    90  days  post  IB.  The  result  showed  that  there  were significant increasing of  estrous intensity in treatment group  (15.80+5.02) compared to control group (2.60+4.34). The correlation between estrus intensity and pregnancy percentage showed the  significant correlation (r=0.553). 
HORMON DAN PERANNYA DALAM DINAMIKA FOLIKULER PADA HEWAN DOMESTIK ., Hafizuddin; Siregar, Tongku N; Akmal, Muslim
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika folikuler atau sering disebut dengan gelombang folikuler merupakan suatu perkembangan folikel (folikulogenesis) meliputi pertumbuhan serentak sekelompok folikel, satu diantaranya akan menjadi folikel dominan, mencapai ukuran terbesar, serta akan menekan perkembangan folikel-folikel lain. Folikulogenesis adalah proses yang bertanggung jawab untuk perkembangan folikel ovulatori dan pelepasan satu atau lebih oosit pada interval tertentu pada keseluruhan siklus reproduksi hewan betina. Jumlah gelombang per siklus tidak tergantung pada usia atau breed hewan. Gelombang folikel terdiri dari kelompok folikel yang mengalami perkembangan serentak selama fase akhir pertumbuhan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hormon apa saja yang terlibat dalam proses tersebut serta peranannya. Dinamika folikuler di negara maju sudah di aplikasikan dalam memantau fertilitas dan manipulasi reproduksi, sehingga dengan pengetahuan tersebut juga akan dapat menambah pengetahuan fungsi ovarium pada hewan.Kata kunci : hormon, dinamika folikuler, hewan domestic
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DALAM MEDIA SITRAT KUNING TELUR TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA SAPI ACEH YANG DISIMPAN PADA SUHU 4℃ (The Effect of Adding Peels Red Dragon Fruit Extract (Hylocereus polyrhizus) into Citrate-Yolk Medium to the Survival of the Aceh Cattle Spermatozoa Stored at Temperature 4℃) Wahyuni, Sonya Tri; dasrul, dasrul; hamdan, hamdan; melia, juli; rinidar, rinidar; siregar, tongku N
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.111 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6888

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit buah naga merah dalam media sitrat kuning telur terhadap daya tahan hidup spermatozoa sapi aceh setelah pendinginan. Semen ditampung dari 1 ekor pejantan umur 3 tahun sehat, menggunakan vagina buatan. Semen yang berkualitas baik dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan penambahan ekstrak kulit buah naga merah; 0,00 g/100 ml (P0); 0,2 g/100 ml (P1); 0,4 g/100 ml (P2); 0,6 g/100 ml (P3); dan 0,8 g/100 ml (P4) dalam media sitrat kuning telur dan disimpan dalam suhu 4. Pengamatan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap hari selama 5 hari. Data yang diperoleh dianalisa dengan analysis of varian(ANOVA) pola satu arah yang dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil pengamatan daya tahan hidup spermatozoa setelah pendinginan pada perlakuan P0; P1; P2; P3; dan P4 secara berturut-turut 3,8; 4,6; 3,6; 1,0; dan 0,0 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga merah dalam media sitrat kuning telur berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap daya tahan hidup spermatozoa. Penambahan ekstrak kulit buah naga merah 0,2 g/100 ml dalam media sitrat kuning telur menghasilkan daya tahan hidup spermatozoa sapi aceh lebih baik selama penyimpanan pada suhu 4. (This study aims to determine the effect of peels red dragon fruit extract addition into citrate-yolk medium on viability of aceh cattle sperm after cooling. Semen was collected from 1 healthy male aged 3 years, using artificial vagina. Good quality semen was divided into 5 groups; addition of peels red dragon fruit extract 0.0 g/100 ml (P0); 0.2 g/100 ml (P1); 0.4 g/100 ml (P2); 0.6 g/100 ml (P3); and 0.8 g/100 ml (P4) into citrate-yolk medium, and stored in a temperature of 4. Observation of sperm viability were done every day up to day 5. The data obtained was analyzed with the one-way analysis of variance (ANOVA), followed by multiple test Duncan. Results show sperm viability after cooling in the groups P0; P1; P2; P3; and P4 respectively was 3.8 days, 3.6 days, 4.6 days, 1.0 day, and 0.0 day. The results show that the addition of peels red dragon fruit extract in citrate-yolk medium affects significantly (P<0.05) sperm viability. The addition 0.2 g/100 ml peels red dragon fruit extract into citrate-yolk medium during storage in a temperature of 4 results greater sperm viability.)
(The role of breeders to the success of artificial insemination in cattle in Asahan Districts) PERAN PETERNAK TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KABUPATEN ASAHAN annisa, nurul nazmi; Roslizawaty, Roslizawaty; hamdan, hamdan; iskandar, cut dahlia; ismail, ismail; siregar, tongku N
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.631 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6945

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui peran peternak terhadap keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan. Data pada penlitian ini diperoleh dari lembar kuisioner dan wawancara langsung kepada 52 orang peternak pengguna IB serta data hasil IB dari dinas terkait. Hasil uji regresi stepwise, di dapat bahwa peran peternak yang paling berpengaruh nilai service per conception (S/C) adalah pekerjaan utama PNS dan pekerjaan utama peternak dengan nilai R square 0,220 dengan persamaan regresi Y = 1.408 – 0.203 X1 + 0.312 X2, sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap nilai conception rate (CR) adalah pengalaman beternak dengan nilai R square 0,131 dengan persamaan regresi Y = 59.183 + 2.419X. Dari hasil uji regresi stepwise dapat disimpulkan bahwa karakteristik peternak yang mempengaruhi hasil IB adalah pekerjaan utama dan lama beternak.Kata kunci: Peran peternak, Inseminasi buatan. ABSTRACTThe aims of this study was to determine the role of  farmers on the success of artificial insemination in cattle in Asahan districts. The data on this study were obtained from questionnaire and interview directly to 52 ranchers of artificial insemination service users as well as artificial insemination results data from related offices. From the stepwise regression test, it was found that the role of the most influential breeder of service value per conception (S / C) was the work of the civil servant and the work of breeder with the value of R square 0,220 with regression equation Y = 1.408 – 0.203 X1 + 0.312 X2, while the factor that influence the value of conception rate (CR ) was breeding experience with value of R square 0,131 with regression equation Y = 59.183 + 2.419X. From result of stepwise regression test can be concluded that breeder characteristic influencing result of artificial insemination was work and breeding experience.Keywords: The role of farmers, Artificial insemination.
1. ESTIMASI JUMLAH ANAK YANG LAHIR BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI TRANSCUTANEUS PADA KAMBING KACANG (Capra Sp.) (Estimation of Foetal Number in Kacang Goat (Capra Sp.) Base on Transcutaneus Ultrasonography) Satria, Megi; Siregar, Tongku N; Sayuti, Arman; Melia, Juli; Hamdan, Hamdan; Rosmaidar, Rosmaidar; Harris, Abdul
Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 2 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.521 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v10i2.4378

Abstract

This research aims to know the accuracy of transcutaneus ultrasonography (USG) to determine number of kacang goat (Capra sp.) foetal. The animals used in this research were 6 goats aged of 1.5-2.5 years old, have a normal estrus cycle and mated naturally. The inspection was conducted after 53 to 97 days of pregnancy. The results showed that two goats were diagnosed as positive single pregnant (one foetus), and the others (four goats) were diagnosed as positive multiple pregnant (two foetus). Two goats were diagnosed single pregnant confirmed at delivered time in which all goats gave birth to one goat. All of the goats diagnosed positive multiple pregnant were gave birth to two goats. The accuracy of using transcutaneus USG to determine the number of single foetus and twins are 100%.Key words: ultrasonography, transcutaneus, accuracy, kacang goat, foetus
HORMON DAN PERANNYA DALAM DINAMIKA FOLIKULER PADA HEWAN DOMESTIK ., Hafizuddin; Siregar, Tongku N; Akmal, Muslim
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.1 KB)

Abstract

Dinamika folikuler atau sering disebut dengan gelombang folikuler merupakan suatu perkembangan folikel (folikulogenesis) meliputi pertumbuhan serentak sekelompok folikel, satu diantaranya akan menjadi folikel dominan, mencapai ukuran terbesar, serta akan menekan perkembangan folikel-folikel lain. Folikulogenesis adalah proses yang bertanggung jawab untuk perkembangan folikel ovulatori dan pelepasan satu atau lebih oosit pada interval tertentu pada keseluruhan siklus reproduksi hewan betina. Jumlah gelombang per siklus tidak tergantung pada usia atau breed hewan. Gelombang folikel terdiri dari kelompok folikel yang mengalami perkembangan serentak selama fase akhir pertumbuhan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hormon apa saja yang terlibat dalam proses tersebut serta peranannya. Dinamika folikuler di negara maju sudah di aplikasikan dalam memantau fertilitas dan manipulasi reproduksi, sehingga dengan pengetahuan tersebut juga akan dapat menambah pengetahuan fungsi ovarium pada hewan.Kata kunci : hormon, dinamika folikuler, hewan domestic