Sofyan H Siregar
Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Riau

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS DIATOM EPILITIK (Bacillariophyceae) PADA LAMBUNG KAPAL DI PERAIRAN DUMAI PROVINSI RIAU Siregar, Sofyan H; Mulyadi, Aras; Hasibuan, Oliver J
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 2, No 02 (2008)
Publisher : Jurnal Ilmu Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2007 di areal PT Patra Dock Dumai,Propinsi Riau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas diatom epilitik pada lambungkapal dan juga untuk memahami faktor-faktor kualitas air yang mempengaruhi keberadaan epilitik. Datayang diperoleh langsung dari observasi dan pengumpulan sampel di lapangan. Analisis dan identifikasisampel diatom epilitik dilakukan di laboratorium Kelautan Terpadu Universitas Riau. Jumlah spesiesdiatom epilitik terdiri dari 31 spesies ditemukan. Dua diatom epilitik dengan tingkat kelimpahan yangtinggi, yaitu Nitzschia sigma dan Nitschia vermicularis. Spesies tersebut menjadi spesies yang toleranterhadap tekanan arus dan udara. Kelimpahan diatom epilitik pada kapal dari besi berkisar antara 459sampai 10.107 ind/cm2, pada kapal fiber antara 459 sampai 8.729 ind/cm2 dan kapal kayu antara 459sampai 8.729 ind/cm2 . Dari indeks standar kergaman (H’), indeks keseragaman dan indeks dominansi,perairan memiliki keseimbangan dan tidak ada dominansi. Parameter kualitas air berada pada range yangsedang untuk diatom epilitik laut.
VARIASI DIATOM EPIFITIK (BACILLARIOPHYCEAE) PADA BATANG DAN PNEUMATOPHORE BAKAU AVICENNIA SP. DI KAWASAN PELABUHAN TANJUNG BUTON, PROVINSI RIAU Siregar, Sofyan H; Telaumbanua, Karta S
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 4, No 01 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted from April-March 2007 in the waters around the PelabuhanTanjung Buton, Riau Province. The aim of this research is to understand the variation of speciescomposition and abundance of epiphytic diatom presenting on the trunk and Pneumatophores ofavicennia sp which is related to water quality factor. Survey method was applied on thisresearch where data were obtained by direct observation in the field. The samples of epiphyticdiatom were analyzed in the Laboratory of Marine Maicrobiology. Water quality parameterswere measured in situ.Twenty Two genus of epiphytic diatom that were consisted of 37 species were found.32 specieswere present on the trunk and 30 species on the Pneumatophores. The abundance of epiphyticdiatom on the trunk ranged from 459 to 10107 ind/cm2 while on the Pneumatophores is from459 to 9648 ind/cm2. Beside that, water quality parameters were in the sufficient range formarine epilithyc diatom.
REGENERASI ALAMI SEMAI Rhizophora Apiculata DI KAWASAN INDUSTRI PERMINYAKAN DAN KAWASAN NON INDUSTRI PROVINSI RIAU Syahrial, Syahrial; Sustriani, Yeni; Susammesin, Verid Aria; Taher, Desi Purnamasari; Atikah, Nur; Lubis, Khairul Mukmin; Ilahi, Ilham; Mulyadi, Aras; Amin, Bintal; Hamidy, Rasoel; Siregar, Sofyan H
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.165 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.2.208-217

Abstract

Hutan mangrove menyediakan berbagai pelayanan ekologi, namun saat ini sedang mengalami tekanan dari aktivitas manusia seperti industrialisasi di wilayah pesisir. Kajian regenerasi alami semai populasi Rhizophora apiculata telah dilakukan diantara kawasan industri perminyakan dan kawasan non industri Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerapatan regenerasi semai alami R. apiculata tertingginya berada di kawasan non industri (Stasiun 4) dan kerapatan semai alami terendahnya berada di kawasan industri perminyakan (Stasiun 1, 2 dan 3). Selain itu, faktor kualitas perairan masih dalam batasan toleransi bagi kehidupan regenerasi semai alami R. apiculata dengan suhu perairan tertingginya berada di Stasiun 3, salinitas (Stasiun 4), pH (Stasiun 1), DO (Stasiun 4) dan potensial redoks (Stasiun 1). Selain itu, berdasarkan analisis keterkaitan kualitas perairan terhadap regenerasi semai alami R. apiculata mengunakan PCA, pada Stasiun 2, 3 dan 4 dicirikan oleh parameter suhu dan DO. Sementara Stasiun 1 dicirikan oleh parameter potensial redoks dan pH.