Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI DAN ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL DI PT. XYZ Rejeki, Katarina Sri; Sinulingga, Sukaria; Tarigan, Ukurta
Jurnal Teknik Industri USU Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.105 KB)

Abstract

Persaingan diantara perusahaan diukur dari tingkat produktivitas perusahaan tersebut.  Perusahaan banyak gagal dalam merencanakan rencana produksi sehingga produktivitas menurun. Hal tersebut terjadi pada objek penelitian yaitu PT. XYZ. Rencana produksi yang gagal menyebabkan waktu penyelasaian produk tidak tepat waktu. Umumnya keterlambatan pelaksanaan penyelesaian produk terlambat sekitar 80%-90%. Untuk memenuhi permintaan konsumen tepat waktu, perusahaan mengambil kebijakan peningkatan jumlah jam kerja lembur hingga mencapai mencapai 15 jam/minggu dan pada akhirnya meningkatkan biaya produksi. Oleh sebab itu, sangat menarik dilakukan penelitian tentang analisis produktivitas. Produktivitas ditinjau dengan pendekatan Marvin E. Mundel. Analisis produktivitas berfokus pada nilai output yaitu nilai produk yang dihasilkan selama tahun 2011 dan 2012. Kemudian dibandingkan dengan nilai input yaitu biaya tenaga kerja, bahan, dan energi, serta depresiasi dan perawatan mesin selama tahun 2011 dan 2012. Dari hasil pengukuran produktivitas total perusahaan pada tahun 2011 adalah 0,95 dan tahun 2012 meningkat menjadi 1,01. Produktivitas parsial tenaga kerja meningkat 4,38, produktivitas parsial bahan meningkat 0,21 dan produktivitas parsial energi meningkat 5,05. Penyebab rendahnya produktivitas perusahaan adalah keterlambatan bahan baku. tingginya jam kerja pekerja. dan peralatan kerja yang kurang mendukung. Evaluasi produktivitas menggunakan metode Productivity Evaluation Tree (PET) menghasilkan pengurangan nilai input melalui perhitungan jumlah tenaga kerja aktual sehingga produktivitas total meningkat 0,07.
PERENCANAAN JADWAL INDUK PRODUKSI PADA PT. XYZ Pandia, Atania; Sinulingga, Sukaria; Siregar, Ikhsan
Jurnal Teknik Industri USU Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.465 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perakitan transformator, yang berproduksi berdasarkan pesanan (make-to-order). Perusahaan sering mengalami keterlambatan penyelesaian order dari waktu yang telah ditetapkan. Pada tahun 2011 terjadi sampai sepuluh kali  keterlambatan penyelesaian order yaitu  satu kali pada bulan Januari, Februari, April, Mei, September, Oktober, dan dua kali pada bulan November dan Desember. Hal ini terjadi disebabkan sistem perencanaan operasional yang kurang terintegrasi dengan mempertimbangkan kapasitas produksi. Dengan adanya jadwal induk produksi yang berfungsi sebagai basis dalam penentuan jadwal proses operasi di lantai pabrik, dan jadwal alokasi sumber daya untuk mendukung jadwal pengiriman produk kepada konsumen, maka perusahaan akan dapat melakukan kegiatan produksi secara terencana dan terkendali. Oleh sebab itu, PT. XYZ memerlukan perencanaan jadwal induk produksi transformator agar dapat melakukan pengendalian kegiatan produksi secara terintegrasi. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah dengan melakukan penyusunan jadwal induk produksi (JIP) dalam upaya memenuhi jadwal pengiriman produk kepada pelanggan. Hasil penyusunan jadwal induk produksi menunjukkan semua produk yang dipesan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan konsumen atau dengan kata lain tidak ditemukan keterlambatan penyelesaian order pada lantai produksi dan juga dapat diperoleh rencana kapasitas kasar yang dibutuhkan perusahaan.
PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS (ROUGH CUT CAPACITY PLANNING) INDUSTRI PENGOLAHAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI PT. X Sirait, Marta Elissa; Sinulingga, Sukaria; Ishak, Aulia
Jurnal Teknik Industri USU Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.107 KB)

Abstract

Suatu perusahaan akan mampu memberikan nilai terbaik kepada pelanggannya apabila memiliki rencana produksi yang realistis yang berarti bahwa output produksi direncanakan berdasarkan sumber daya potensial, khususnya kapasitas produksi. Rencana produksi di PT. X disusun tanpa perencanaan kapasitas sehingga mengakibatkan jumlah produksi tidak tercapai sebesar 10% dari yang telah direncanakan pada tahun 2011. Oleh karena itu, integrasi antara rencana produksi dan rencana kapasitas perlu dilakukan agar diperoleh rencana produksi yang realistis. Metode yang digunakan adalah peramalan, Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dan pemberian usulan alternatif keputusan. Hasil perkiraan jumlah permintaan tahun ke enam (November 2012-Oktober 2013) yang diperoleh melalui peramalan adalah 77.760 unit. Berdasarkan RCCP ditemukan bahwa terdapat kekurangan kapasitas sebesar 1,61 jam pada WC II, 182,14 jam pada WC III, dan 150,89 jam pada WC V. Kekurangan kapasitas pada WC II diatasi dengan merevisi persentase kerja operator 4 dari 45,16% menjadi 50%. Kekurangan kapasitas pada WC III diatasi dengan merevisi persentase kerja operator 5 dari 57,95% menjadi 80%. Usulan alternatif keputusan terhadap rencana produksi dan kapasitas produksi untuk mengatasi terjadinya kekurangan kapasitas pada WC V antara lain mengoreksi rencana produksi dengan melakukan penurunan jumlah produk sesuai dengan kapasitas tersedia, menyesuaikan jumlah unit produk antar periode, dan menambah jumlah mesin. Penurunan jumlah produksi berdasarkan alternatif I dan II adalah sebesar 3,93% dan 1,04%. Tambahan kapasitas yang diperoleh berdasarkan alternatif III adalah 50% dari kapasitas sebelumnya.
STUDI PENGENDALIAN MUTU DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA PADA PT. XYZ Gultom, Sinurmaida; Sinaga, Tuti Sarma; Sinulingga, Sukaria
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.91 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi transformator. Kendala yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah adanya pemborosan (waste) yang terdapat selama proses produksi berlangsung seperti terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah dan tingginya produk cacat (30,3%) sehingga memerlukan rework pada produk tersebut. Hal ini mengakibatkan keterlambatan memenuhi lead time produksi produk sesuai dengan jumlah permintaan. Penelitian ini menerapkan konsep pengendalian mutu dengan pendekatan Lean Six Sigma dalam upaya mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan (waste) dilantai produksi akibat non value added activity pada proses sehingga waktu produksi (leadtime) semakin pendek. Hasil penelitian menunjukkan kondisi Lean saat ini adalah PCE (Process Cycle Efficency) sebesar 82%, dengan kinerja kualitas pada saat ini untuk tahap inspeksi II dan III masing-masing sebesar 3,38 σ dan 4,01 σ. Salah satunya diajukan usulan perbaikan berupa penerapan prosedur kerja padabagian penggulungan kumparan, serta penerapan metode 5S, perawatan mesin, pelatihan operator secara berkala dan pengawasan sebagai hal penting yang masih harus diperhatikan perusahaan di depan. Selain itu, juga diusulkan work place management dan eliminasi lima kegiatan non value-added
ANALISIS KEBUTUHAN KAPASITAS UNTUK MEMENUHI PENYELESAIAN ORDER DI PT. APINDOWAJA AMPUH PERSADA Lubis, Fakhrurrozy; Sinulingga, Sukaria; Siregar, Ikhsan
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 3 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.038 KB)

Abstract

PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan suku cadang (spare part) untuk mesin kelapa. Pola aliran proses pada PT. Apindowaja Ampuh Persada bersifat job shop, sehingga masing-masing produk memiliki aliran proses yang berbeda. Tingginya jumlah permintaan spare part Main Shaft membuat pihak perusahaan mengalami masalah untuk memenuhi permintaan konsumen yang berakibat pihak perusahaan melakukan kebijakan untuk melakukan jam kerja tambahan (lembur) dan sub kontrak kepada perusahaan lain. Rought Cut Capacity Planning merupakan analisis untuk menguji ketersediaan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia didalam memenuhi jadwal induk produksi (MPS). Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa dari tujuh tenaga kerja dan empat stasiun kerja untuk memproduksi spare part Main Shaft ini terdapat dua stasiun kerja yang mengalami kekurangan kapasitas produksi yaitu pada proses pengelasan dan pemboringan. Total biaya produksi untuk pembuatan spare part Main Shaft berjumlah Rp. 864.920,-.
PENYEIMBANGAN LINTASAN PADA PERAKITAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE MOODIE YOUNG DAN COMSOAL PADA PT. XYZ Natalia, Lidia; Sinulingga, Sukaria; Siregar, Ikhsan
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 4 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.328 KB)

Abstract

PT. XYZ yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perakitantransformator, yang berproduksi berdasarkan pesanan (make-to-order). Masalah yang terjadidi perusahaan ini masih adanya pembagian beban kerja dan kapasitas mesin/operator yangtidak seimbang pada proses perakitan masing-masing stasiun kerja yang akan berpengaruhterhadap kelancaran produksi. Selain itu proses produksi yang ada di lantai produksi belumterlaksana secara optimal dimana terdapat penumpukan bahan di beberapa stasiun kerja.Untuk menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan penyeimbangan lintasan perakitan.Penyeimbangan lintasan perakitan dilakukan dengan menggunakan metode heuristik MoodieYoung dan COMSOAL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan rancangankeseimbangan lintasan yang baik dan memberikan gambaran adanya perbedaan kondisi daristasiun kerja sebelum dan sesudah dilakukan penyeimbangan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa metode Moodie Young dan metode COMSOAL memiliki nilai balance delay danefisiensi lintasan produksi yang sama baiknya yaitu masing-masing sebesar 46,89% dan53,21%. Nilai smoothness index untuk metode Moodie Young sebesar 367,86 sedangkanuntuk metode COMSOAL sebesar 368,42. Maka yang menjadi metode usulan adalah metodeMoodie Young. Dalam penelitian ini, dilakukan penentuan jumlah operator dan mesin.Hasilnya dilakukan penambahan 1 mesin dan 1 opertaor pada stasiun kerja VI (PenggulunganCoil), VII (Koneksi Kumparan), dan IX (Proses Akhir).
STUDI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SUMBER DAYA PRODUKSI DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA Hutabarat, Tonggo; Sinulingga, Sukaria; Wahyuni, Dini
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X is a manufacturer of spare parts or workpieces made ​​of metal such as washers, split sprocket, garbox, sprocket 12T, 8T, and others. The company has a problem in terms of the efficiency of production lines, including product defects ± 10%, ± 80 units of inventory, as well as set up time tends to be long, and others. This study aimed to evaluate the production process and the split sprocket existing garbox using Lean Six Sigma methods, and SMED (Single Minutes Exchange of Dies) which is used to improve the process, which aims to increase productivity by reducing the production floor waste factor. Correlation test results demonstrate a factor of waste that the most significant impact on the productivity of the factory floor are transportation, excess motion, and set up time. Further repairs to reduce processing time by improving the layout and the reduction of unnecessary processes. SOP (Standard Operation Procedure) arranged so that the operator can work as a standard work which has been set so that the processing time can be reduced in a sustainable manner. This improvement results showed reduced processing time sprocket sides of 137.94 and 177.07 minutes into the product garbox reduced processing time of 315.50 minutes to 202.08 minutes.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA PT. XYZ Yanti, Nova; Sinulingga, Sukaria; Tarigan, Ukurta
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ is a company producing animal feed that has problem on the quality of human resources. Human resources PT. XYZ is not responsible in their work. It can be seen from the defective product because the workers do not control the production process well. An error in controlling causes the defective product must be reprocessed so that it takes a longer product completion, where the normal time required in the product completion is 6 minutes/ton product. The problem in PT. XYZ is solved by analyzing the factors that affect the quality of human resources by using the concept of Total Quality Management (TQM). The analyzed factors based on the key success factor of TQM are the role of employee, management role, the role of leadership and employee relation, the organizational aspect, and the work environment variables. This research aims to know the factors which have a significant influence to the quality of human resources so the corrective actions should be done. The corrective actions are expected to improve the companys performance. The result shows that the role of employee, the management role, the role of leadership and employee relation, the organizational aspect, and the work environment variables have a 61.25% significant relationship to the quality of the human resources variable. The improvements should be done for this research are conducting a strategy and policy to improve the quality of human resources by improving the ability and the willingness of employee, the leadership active contribution, the harmonious relation between the leadership and employee, and the conducive working environment.
IMPLEMENTASI STUDI PREVENTIVE MAINTENANCE FASILITAS PRODUKSI PADA PABRIK TEH HITAM DENGAN METODE RCM DI PTPN VI KEBUN KAYU ARO Prayuda, Yoga; Sinulingga, Sukaria; Siregar, Ikhsan
Jurnal Teknik Industri USU Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu Aro Tea Factory is one of the plantation owned by PTPN VI engaged in black tea manufacturing. The problems that being faced by this plantation is the high downtime cause black tea production system interrupted . The average of machine breakdown is 20-21 hours in a month , cause decreased capacity of 100-105 tons per month . Treatment methods that have been used less attention to reliability of the machine production factors and more corrective maintenance . With current treatment methods , delay while repairing a machine component can reach 30 minutes . This study was conducted to plan the maintenance of production machinery using Reliability Centered Maintenance ( RCM ) . Based on the result with the RCM method, found three maintenance action recommendations which is Condition Directed ( CD ) , Time Directed ( TD ) , and Finding Failure ( FF ) . The results of Total Minimum Downtime criteria ( TMD ) showed that the optimum interval replacement Email component of Draad 0.75 mm , Graphite , V Belt C100 , C86 V Belt , V Belt A.96 Mitsubishi , 6307 ZZ SKF Bearings , and Email Dradd 0.75 mm is 32 days , 25 days , 21 days , 33 days , 21 days and 43 days . The proposed RCM treatment methods can potentially have a positive impact which is decrease in the average downtime critical components 16.08 % , an increase of components Reliability and Availability , and an average improvement 73.51 % of Efficiency Maintenance .
KAJIAN KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT DENGAN METODE TAGUCHI QUALITY LOSS FUNCTION Hidayati, Juliza; Sinulingga, Sukaria; Hadi, Utomo
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 7, No 1, Maret 2015: Operations Excellence
Publisher : Magister Teknik Industri, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.268 KB)

Abstract

Abstract. A company making palm olein find the results of the productionprocess has some variation of the characteristics of the oil, which is a variation ofcolors, smells, acid number and moisture content. Variations occur due to theheating temperature in the engine Slurry Tank, spiral heat exchange machines anddeodorize machine that changed the conditions required. This resulted in financiallosses for the company. The research was conducted by examining thecharacteristics of the oil, which aims to get real-time comparison of thecharacteristics and expectations of the value characteristics of color, odor, acidnumber and moisture content. Furthermore, the interviews and the cost of losscalculation using the Taguchi Quality Loss Function to improve the characteristicsof the product which is not according to specifications. Research shows loss costper color characteristics of 0.099%, the characteristic odor of 0.077%, thecharacteristics of acid number of 0.1% and the characteristics of the water contentof 0.0002%. While the total cost of loss to Rp 269 319 600 / year. If doneimprovement of production processes, then the resulting cost reductionsamounting to 18.65% or USD 50.2524 million / year. The losses reached 18.65%showed losses during the company is quite large, so it is necessary improvementof the production process to minimize lost production costs.Keywords: Cooking Palm Oil, Taguchi Quality Loss Function, ProductCharacteristics, Production Cost