Risma Margaretha Sinaga
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

BUDAYA DEMOKRASI PADA OSIS Cahyono, Budi; Sudarmanto, Raden Gunawan; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.651 KB)

Abstract

This research aims to assess the cultural democracy in the intra-school student organization and the schools role in the development of a democratic culture. The method used in this research is a qualitative, by using case study approach. The results of this research is the development of a democratic culture in the  intra-school student organization run well by implementing of culture or democratic values of tolerance on intra-school student organization namely, freedom of speech, open, communication, respect each other and togetherness. Development of democratic culture in the council supported the existence of mutual respect differences, teachers who teach tolerance, confident attitude in the opinion of students, discipline, loyalty to the organization, mutual trust and realize common interests. Constraints in the development of a democratic culture is not confident in expressing an opinion on students, authoritarian and arrogant attitude of the school, the attitude is not willing to accept other peoples opinions and attitudes of feeling amazing compared to their friends.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji budaya demokrasi yang terdapat pada organisasi siswa intra sekolah dan peran sekolah dalam pengembangan budaya demokrasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengembangan budaya demokrasi berjalan baik dengan dilaksanakannya kultur atau nilai-nilai demokrasi pada OSIS yaitu toleransi, kebebasan berpendapat, keterbukaan, komunikasi, saling menghargai dan kebersamaan. Pengembangan budaya demokrasi pada OSIS didukung adanya sikap saling menghargai perbedaan, guru yang mengajarkan sikap toleransi, sikap percaya diri siswa dalam berpendapat, disiplin, loyalitas pada organisasi, saling percaya dan menyadari kepentingan bersama. Hambatan dalam pengembangan budaya demokrasi adalah tidak percaya diri dalam menyampaikan pendapat pada diri siswa, sikap otoriter dan arogan dari pihak sekolah, sikap tidak mau menerima pendapat orang lain serta sikap merasa luar biasa dibanding teman-temannya.Kata kunci: budaya, demokrasi, organisasi siswa intra sekolah
PERILAKU KAUM MUDA DALAM KONFLIK (STUDI KASUS DI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN) Indah, Dewi Sri Leni; Darsono, Darsono; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.284 KB)

Abstract

This research aims to determine how the relationship between young people and to know what are the factors that trigger conflict and to know what is being done to resolve the conflict youth that occurred between them. The method used in this study is a qualitative case study approach. The result of this research is the relation among the youth doesn’t run well because of the attittudes that disobey the norm of culture and law. In daily interaction often leads to clashes and misunderstandings that will affect the conflict. Many of the factors that contributed to the conflict. The emotions of young people who are still unstable causing them easy to do perversity. Drinking, as well as educational and economic factors are weak regarded as a major trigger of the dispute. In addition, factors and alignments tribal officials also trigger the onset of an existing dispute.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antarkaum muda dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi pemicu konflik serta untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan kaum muda untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antarmereka. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini yaitu hubungan antarkaum muda kurang berjalan dengan baik, dikarenakan perilakunya yang sering melanggar norma, baik norma kesopanan, norma agama, norma kesusilaan, norma adat dan norma hukum. Dalam pergaulannya sehari-hari sering timbul perselisihan dan kesalahpahaman yang berdampak konflik. Minum-minuman keras, serta faktor pendidikan dan ekonomi yang lemah dianggap sebagai pemicu utama timbulnya perselisihan. Selain itu faktor etnik dan keberpihakan aparat turut memicu timbulnya perselisihan yang ada.Kata kunci: kaum muda, konflik, perilaku
PENERAPAN METODE OUTDOOR STUDY DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA Lisdayeni, Sri; Darsono, Darsono; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.373 KB)

Abstract

The objectives of this research were to describe and analyze the teaching and learning of history through the outdoor study methods to increase the interest of students and can improve social skills. This type of research was a Classroom Action Research. Based on the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that the application of outdoor study method can increase students interest in learning history. It can be seen from the increase in the average percentage of students’ interest of learning 69.94% in the first cycle, second cycle is 74.25% and average percentage of students’ interest increased by 15.50 or 85.44% in the third cycle. The application of outdoor study method on history teaching can improve students Social Skill. It can be seen from the increase in the percentage of students social skills from the first cycle are 74.50%, and 76.35 in the second cycle increased by 8.85 or 83.35% into the third cycle.Tujuan yang diharapkan dari dilaksanakannya penelitian ini antara lain untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pembelajaran sejarah melalui metode outdoor study untuk meningkatkan minat belajar siswa dan dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan penerapan metode outdoor study dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Sejarah. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase minat siswa siswa dari 69,94% pada siklus I, dan 74,25% siklus II rata-rata persentase minat siswa meningkat sebesar 15,50 atau menjadi 85,44% pada siklus III. Penerapan metode outdoor study pada pembelajaran Sejarah dapat meningkatkan keterampilan sosial. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase keterampilan sosial siswa dari siklus I persentasesebesar 74,50%, dan 76,35 pada siklus II meningkat sebesar 8,85 atau menjadi 83,35% pada siklus III.Kata kunci: keterampilan sosial, metode outdoor study, minat belajar 
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN Insani, Marzius; Pargito, Pargito; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.165 KB)

Abstract

The aims of this research were to improve the social skill and students achievement by using role play method. The method which was used in this research was classroom action research. This research was conducted at SDN 1 Gedung Gumanti, Pesawaran and subject of research was students of grade V in the first semester in academic year 2014/2015. This research was conducted in 3 cycles. Data collecting technique used observation sheet, interview, and test data were analyzed using qualitative descriptive. The result showed that social skill of the students improved before cycle was 37,5%, after treatments in cycle III improved 86%, and average of student score had improvement from 43,5 before cycling, and 82,5 after treatment in cycle III. In short, role play method can be used as an interesting learning method for students so that it could be achieved the goal in learning like social skill and students achievement.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar siswa dengan metode bermain peran (role playing). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan dilaksanakan di SD Negeri 1 Gedung Gumanti Kabupaten Pesawaran dengan subyek penelitian siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik lembar observasi, lembar wawancara, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian keterampilan sosial siswa mengalami peningkatan dari sebelum tindakan siklus sebesar 37,5%, setelah tindakan siklus III meningkat menjadi 86% dan rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari sebelum tindakan siklus sebesar 43,5, setelah tindakan siklus III meningkat menjadi 82,5. Kesimpulannya metode bermain peran dapat dikemas menjadi pembelajaran yang sangat menarik oleh siswa sehingga dapat mengasilkan tujuan pembelajaran yang diinginkan salah satunya adalah keterampilan sosial dan hasil belajar siswa.Kata kunci: bermain peran, hasil belajar, keterampilan sosial
REVITALISASI TRADISI: STRATEGI MENGUBAH STIGMA KAJIAN PIIL PESENGGIRI DALAM BUDAYA LAMPUNG Sinaga, Risma Margaretha
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.79 KB)

Abstract

Kajian ini berangkat dari marginalisasi pada ulun (orang) Lampung. Sebagai etnik lokal, mereka kurang dihargai oleh pendatang. Di ranah eksternal, ulun Lampung mendapat stigma, karena berbagai tindakannya sering di luar konteks Piil Pesenggiri. Pada dasarnya, Piil Pesenggiri berhubungan dengan makna positif seperti keramahtamahan terhadap tamu, menjunjung martabat dan harga diri, namun sebaliknya yang tampil adalah kekerasan, malas, arogan dan tindakan lainnya yang dalam pandangan pendatang diasosiasikan dengan Piil Pesenggiri. Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang strategi ulun Lampung dalam merevitalisasi nilai Piil Pesenggiri sebagai modal budaya. Saat ini, dengan merevitalisasi kembali Piil Pesenggiri, adalah upaya untuk keluar dari dominasi pendatang dan mengubah stigma yang dilekatkan kepada ulun Lampung. Mereka menguatkan kesadaran kolektif melalui revitalisasi dan reartikulasi Piil Pesenggiri sebagai representasi identitas. Penelitian ini juga menemukan, bahwa reproduksi Piil Pesenggiri adalah bentuk resistensi terhadap ketidaksetaraan dengan pendatang, pengakuan dan dihargai sebagai etnis lokal. Revitalisasi tradisi yang dilakukan antara lain dengan menggelar begawi adok, yaitu ritual pemberian gelar kehormatan kepada orang luar (pendatang) sebagai tanda hubungan persaudaraan—atau sebagai pertukaran. Kata Kunci: Ulun lampung, piil pesenggiri, revitalisasi, reproduksi, strategi
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF Erawati, Ika Leli; Sudjarwo, Sudjarwo; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.107 KB)

Abstract

This study was intended to find out and analyzed the character education of ABK students. The methods of the research used a qualitative approach based on the theory of phenomenology. The data were collected by interviews, documentary studies and field observations. The data were analyzed using interactive patterns of data analysis, data reduction, data presentation, verification, and conclusion. The results of this study consisted of school readiness, including teachers, appropriate curriculum to the specific needs of children and other supporting facilities. National character education was done by assisting ABK students with normal students, as well as engages with compassion, motivation, giving more attention without making jealous of other regular students. Obstacles and barriers in dealing with student is that there are still some parents who do not support an inclusive program and there is no special assessment for ABK students.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pendidikan karakter siswa ABK pada pendidikan. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif didasari teori fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi lapangan. Teknik analisis data menggunakan pola interaktif data yaitu proses analisis data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini meliputi kesiapan sekolah termasuk guru, kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan khusus anak dan fasilitas penunjang lainnya. Pendidikan karakter bangsa ini dilakukan dengan cara mendampingkan siswa ABK dengan siswa normal, serta melakukan pendekatan dengan kasih sayang, motivasi, memberi perhatian lebih tanpa membuat cemburu siswa regular lainnya. Kendala dan hambatan dalam menangani siswa ABK yakni masih ada orang tua yang belum mendukung program inklusif, belum ada assesmen khusus untuk siswa ABK.Kata kunci: abk, pendidikan inklusif, pendidikan karakter
BAHAN AJAR KEWARGANEGARAAN BERKARAKTER BAGI SISWA KELAS VII Putra, Ridwan Leo; Pargito, Pargito; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.835 KB)

Abstract

This study aimed to produce teaching materials of citizenship that contains character values so it was expected that improvement in the behavior of self-learners. The method used was the development of teaching materials in the form of a text book of character. Research which was conducted produced the teaching materials products through several stages of testing and revised, are feasible to be used in the learning process in the citizenship. Assessment of the results of pre-test and post test learners, where the experimental class was using teaching materials assessment product was higher than the control classes use textbooks that existed previously. Analysis of the trial obtained coefficient t is greater than t table so that learning by using teaching materials characterized more effectively help improve the behavior of learners. The test results of assessing the effect size of products was different to the already existing.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar kewarganegaraan yang berisikan nilai-nilai karakter sehingga diharapkan terjadinya perbaikan perilaku pada diri peserta didik. Metode yang digunakan adalah pengembangan buku teks berbentuk bahan ajar berkarakter. Penelitian yang dilakukan menghasilkan sebagai berikut penilaian ahli materi, ahli desain dan ahli bahasa terhadap produk bahan ajar melalui beberapa tahapan uji dan mengalami revisi, dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran Kewarganegaraan. Penilaian terhadap hasil pre test dan post test peserta didik, dimana kelas eksperimen menggunakan bahan ajar hasil produk penilaiannya lebih tinggi jika dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan buku teks yang ada sebelumnya. Analisis ujicoba diperoleh nilai koofisien t hitung lebih besar dari t tabel sehingga pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar berkarakter lebih efektif membantu memperbaiki perilaku peserta didik. Hasil uji effect size menilai produk berbeda dengan yang telah ada.Kata kunci: bahan ajar, nilai karakter, pkn
ARTI MATERIAL SESAJEN PERKAWINAN ADAT JAWA DI DESA MATARAM BARU LAMPUNG TIMUR Widya Astuti, Ika Surya; Sinaga, Risma Margaretha; Maskun, Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 6 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.657 KB)

Abstract

This research aimed to determine the meaning of Sesajen material in Javanese traditional marriage in Dusun II Mataram Baru village East Lampung. The method that the writer used during this research was descriptive method with qualitative approach. The results of this research showed that the material used in Sesajen of marriage has meaning as seen from the materials (rice, banana setangkep, coconut, takir, holy water, roast chicken, buceng, setaman flower, punar rice and gantal), the shapes ( tobacco, roast chicken, brown sugar, plantain, grains, small mirror,harrow, damen oil, egg, coconut, buceng, punar rice, gantal, kemenyan) and the colours (brownish red, red, white, yellow and green).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti material sesajen dalam perkawinan adat Jawa di Dusun II Desa Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material yang digunakan dalam sesajen perkawinan memiliki arti yang dilihat dari bahan (beras, pisang raja setangkep, kelapa, takir, air suci, ayam panggang, buceng, kembang setaman, nasi punar dan gantal), bentuk (tembakau, ayam panggang, gula merah, pisang raja, biji-bijian, kaca kecil, sisir, minyak damen, telur, kelapa, buceng, nasi punar, gantal dan kemenyan) dan warna (merah kecoklatan, merah, putih, kuning dan hijau). Kata kunci: material, perkawinan, sesajen
Peran Albertus Hermelink Gentiaras SCJ dalam Pengembangan Agama Katolik di Lampung Kesumajati, R. Adinda; Sinaga, Risma Margaretha; Ekwandari, Yustina Sri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 6 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.519 KB)

Abstract

The purpose of this research was to find out the normative role of Albertus Hermelink Gentiaras SCJ in the development of Catholic Religion in Lampung during the period of 1932-1978. The research used historical research method. The data collection technique was done through literature study, interviews and documentation. The data collected were processed using historical data analysis. The result showed that Albertus Hermelink Gentiaras SCJ had successfully influenced the development of Catholic religion in Lampung, included: increasing the number of Catholic followers, improving the followers faith, initiating public services in fields like education, health, and social economy.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran normatif Albertus Hermelink Gentiaras SCJ dalam pengembangan Agama Katolik di Lampung tahun 1932-1978.Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis.Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara dan dokumentasi.Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah menggunakan teknik analisis data historis.Hasil analisis data menunjukkan bahwa dilihat dari peran normatifnya, secara totalitas Albertus Hermelink Gentiaras SCJ telah mampu memberikan pengaruh dalam mengembangkan Agama Katolik di Lampung antara lain meningkatkan jumlah umat, kualitas iman umat dan pelayanan kasih dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial ekonomi.Kata kunci : albertus hermelink gentiaras, pengembangan agama katolik, peran
Soft Skills in the Teachers’ Demographic and Professional Development Perspective Trisnaningsih, Trisnaningsih; Sinaga, Risma Margaretha; Pujiati, Pujiati; Asyik, Buchory
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.974 KB)

Abstract

Abstrak: Soft Skills in the Teachers’ Professional Development Perspective. Objectives: This study aims to determine the role of soft skills in teacher professional development. Methods: This study used a survey method for a number of Social Sciences Education teachers in junior high schools. Data was collected using a questionnaire regarding teacher identity and soft skill instruments as a result of development that had been expertly tested and small group tests according to the Borg and Galls design. Findings: There was a significant relationship between age and the quality of soft skills scores (r = -0.292, p < 0.05.). In line with that, a negative correlation was also obtained between age and personal attributes (r = -0.287, p < 0.05. Conclusions: Soft skills tended to decrease for teachers as they grew older, the soft skills the teachers had differed in terms of rank and class and Soft skills were closely related to teacher professional development.Keywords: Soft skills, social demography, professionalism . Abstrak: Soft Skill dalam Perspektif Pengembangan Profesi Guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran soft skill dalam pengembangan profesional guru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei untuk sejumlah guru Pendidikan Ilmu Sosial di sekolah menengah pertama. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang identitas guru dan instrumen soft skill sebagai hasil pengembangan yang telah diuji secara ahli dan tes kelompok kecil sesuai dengan desain Borg dan Galls. Temuan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan kualitas skor soft skill (r = -0.292, p <0,05.). Sejalan dengan itu, korelasi negatif juga diperoleh antara usia dan atribut pribadi (r = -0,287, p <0,05.  Kesimpulan: Soft skill cenderung menurun untuk guru seiring bertambahnya usia mereka, soft skill yang dimiliki guru berbeda dalam hal peringkat dan kelas dan Soft skill berhubungan erat dengan pengembangan profesional guru.Kata kunci: soft skill, demografi sosial, profesionalisme.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v9.i1.201906