Nazaruddin Sinaga
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto, SH., Tembalang-Semarang 50275, Telp. (024) 7460053, 7460055 Fax. (024) 746055

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGUJIAN DAN PEMBUATAN BUKU PETUNJUK OPERASI CHASSIS DINAMOMETER TIPE WATER BRAKE Sinaga, Nazaruddin; Dewangga, Aria
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Dinamometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur prestasi sebuah mesin. Menurut tipe nya dinamometer dibagi menjadi dinamometer transmisi, dinamometer penggerak dan dinamometer absorsi. Dinamometer tipe water brake adalah salah satu macam dari dinamometer absorsi. Dinamometer tipe water brake adalah bentuk lain sebuah pompa penyerap hidraulik. Konsep dinamometer tipe water brake sama dengan pompa sentrifugal, tetapi yang tidak efisien. Setelah diproduksi maka sebuah dinamometer perlu diuji untuk mengetahui spesifikasi dari dinamometer tersebut. Jarangnya penggunaan chassis dinamometer tipe water brake membuat sebagian besar masyarakat belum mengetahui cara dan langkah kerja dari alat ini, maka dibutuhkan sebuah panduan berupa buku petunjuk operasi yang berisi tentang penjelasan dan langkah-langkah pengukuran daya kendaraan dengan menggunakan chassis dinamometer tipe water brake. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa semakin besar debit air yang dialirkan maka semakin besar daya yang diserap oleh dinamometer. Chassis dinamometer yang dikarakterisasi dapat digunakan untuk mengukur daya sesuai dengan trendline grafik torsi dan daya mesin uji yang digunakan yaitu 29.56 hp/2962 rpm dan torsi hingga 76.03 N.m / 2542 rpm. Daya yang terukur bukan merupakan daya maksimal yang mampu diserap oleh dinamometer, melainkan daya dari mesin yang di uji.
PENGUJIAN MODEL DRIVING CYCLE KENDARAAN HONDA CITY BERBAHAN BAKAR PREMIUM Mrihardjono, Juli; Sinaga, Nazaruddin
GEMA TEKNOLOGI Vol 16, No 3 (2011): Periode April 2011 - Oktober 2011
Publisher : GEMA TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Juli Mriharjono, Nazaruddin Sinaga, in this paper explain that a driving cycle model can be used to estimate fuel consumption and exhaust gas emission. Driving cycle varies significantly for traffic conditions. Testing of driving cycle model, for a specific vehicle, is needed so that able to be used as fuel consumption and emissions estimation on real traffics. This paper studied driving cycle model in a laboratory. The EPA standard was reffered as the testing procedure. The vehicle used was Honda City 1.5L fueling with gasoline (premium - in Indonesia). The result shows that driving cycle model profile meets with the EPA standard. Changing gears, which affect to vehicle speed, was not affect significantly to fuel consumption which indicated by constant AFR during the cycle. The factors that cause the difference speed of vehicle were gas pedal operated manually, timing of changing gear, and gear operation time duration. Keywords: Driving cycle, exhaust gas emissions, fuel consumption
PENGARUH MODEL TURBULENSI DAN PRESSURE-VELOCITY COPLING TERHADAP HASIL SIMULASI ALIRAN MELALUI KATUP ISAP RUANG BAKAR MOTOR BAKAR Sinaga, Nazaruddin
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.772 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.2.18-24

Abstract

Kinerja dan efisiensi motor bakar sangat dipengaruhi oleh proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar. Proses pembakaran ini terkait erat dengan mekanisme aliran yang terjadi, yaitu turbulensi, swirl, squishing dan tubling. Mekanisme aliran yang terbentuk ini dipengaruhi oleh kondisi aliran pada saat udara atau campuran udara-bahan bakar memasuki ruang bakar melewati katup isap. Oleh karena itu perancangan katup isap memegang peranan penting dalam menentukan kinerja dan efisiensi motor bakar. Untuk dapat melakukan perancangan katup isap ini diperlukan program simulasi yang dapat memperkirakan proses pembaran yang terjadi pada berbagai rancangan katup. Tulisan yang disampaikan kali ini merupakan bagian awal dari penelitian tersebut., yang bertujuan untuk mencari model yang sesuai untuk diterapkan pada berbagai kasus. Dalam tulisan ini dilaporkan hasil verifikasi model yang digunakan dibandingkan dengan studi eksperimental yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Tiga model turbulensi dibandingkan, yaitu model k-ε standard, k-ε RNG dan k- ε realizable dengan pendekatan diskretisasi momentum first order dan second order upwind. Selain itu juga divariasikan tiga jenis pressure-velocity coupling discretization, yaitu SIMPLE, SIMPLEC, dan PISO. Dari penelitian ini diperoleh bahwa model turbulensi yang memberikan hasil terdekat dengan hasil eksperimen adalah model k-ε RNG dengan pressure velocity coupling PISO.
TINJAUAN BEBERAPA MODEL MEKANISTIK TINGKAT KONSUMSI BAHAN BAKAR UNTUK DITERAPKAN PADA PROGRAM SIMULATOR MENGEMUDI HEMAT ENERGI SMART DRIVING Priangkoso, Tabah; Sinaga, Nazaruddin
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program mengemudi Smart Driving merupakan simulator pelatihan mengemudi hemat energi. Program membutuhkan model yang memungkinkan simulator merepresentasikan kenyataan. Model mekanistik banyak digunakan untuk memperkirakan konsumsi bahan bakar kendaraan. Model mekanistik memperkirakan konsumsi bahan bakar sebanding dengan gaya-gaya yang melawan gerak kendaraan. Faktor yang paling menentukan besarnya konsumsi bahan bakar pada suatu pengendaraan adalah perilaku berkendaraan. Paper mengases tiga model mekanistik konsumsi bahan bakar kendaraan, yaitu aaMOTION, PERE (Physical Emission Rate Estimator), dan HDM-4 (Highway and Development Management-4 untuk melihat kemungkinan penerapan model pada program. Ketiga model tidak memuat seluruh perilaku berkendaraan. aaMOTION dan HDM-4 tidak memasukkan perilaku posisi gigi, sedangkan PERE tidak memperhitungkan perilaku stasioner ke dalam model. Sebagai model, ketiganya telah memenuhi syarat sebagai model mekanistik dan dapat digunakan sesuai kebutuhan penggunanya, namun masih memerlukan penyempurnaan untuk digunakan sebagai model dalam program. Kata kunci: model mekanistik, perilaku berkendaraan, konsumsi bahan bakar
SIMULASI NUMERIK PERHITUNGAN TEGANGAN GESER DAN MOMEN PADA FUEL FLOWMETER JENIS POSITIVE DISPLACEMENT DENGAN VARIASI DEBIT ALIRAN PADA BERBAGAI SUDUT PUTAR ROTOR Sinaga, Nazaruddin; Zahri, Abdul
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.39 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan bakar dan terbatasnya sumber daya alam menyebabkan berkurangnya jumlah minyak yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan alat untuk mengukur konsumsi bahan bakar dari kendaraan yang dinamakan fuel flowmeter. Fuel flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui aliran bahan bakar dalam suatu lintasan seperti debit, kecepatan aliran, dan total massa dalam jangka waktu tertentu. Di lab EECL (Efficiency and Energy Conservation Laboratory) Universitas Diponeoro mempunyai fuel flowmeter jenis positive displacement yang mempunyai banyak keunggulan. Tujuan penelitian ini menggunakan perhitungan numerik untuk mengetahui fenomena aliran fluida di dalam fuel flowmeter dengan simulasi CFD (computational fluid dynamic). Simulasi CFD ini berdasarkaan bilangan Reynold dan persamaan navier-stokes pada geometri 3D dengan kondisi batas. Kondisi batas pada aliran fluida ini memiliki tipe kondisi batas yang berbeda yaitu inlet, outlet dan moving wall. Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa nilai momen dan wall shear stress terhadap variasi debit aliran. Dari hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya nilai debit fluida pada tiap-tiap domain geometri sudut putar rotor maka nilai momen dan wall shear stress akan meningkat. Nilai momen terbesar terjadi pada 2200 sudut putar rotor dengan debit 50 ltr/jam dengan nilai 0.05 N.m. Pada sudut putar rotor 200, 2000, dan 3600 sebenarnya mengalami peningkatan nilai momen, tetapi karena nilainya sangat kecil yaitu dibawah 0.0003 N.m maka tidak terlihat peningkatanya pada grafik. Untuk nilai wall shear stress terbesar terjadi pada 2400 sudut putar rotor dengan debit 50 ltr/jam yaitu 30 Pa
ANALISA PENURUNAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI AKIBAT CACAT PADA CAGE BALL BANTALAN Septianto, Fajar; Widodo, Achmad; Sinaga, Nazaruddin
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.062 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan perangkat mesin listrik yang menggunakan prinsip elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak pada berbagai mesin, misalnya untuk menggerakan roda impeller pada pompa, kompresor, crane, generator dan lainya. Motor induksi 3 fasa banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari aplikasi rumah tangga sampai aplikasi industri besar. Motor induksi merupakan salah satu peralatan penting dalam suatu proses produksi pada industri, karena jika motor induksi mengalami penurunan performansi maka suatu proses produksi atau proses kerja industri akan terganggu. Oleh karena itu penting untuk terus memantau performa dari motor tersebut, diantaranya adalah pemantauan adanya kerusakan pada motor dan efisiensi pada motor. Salah satu kerusakan yang biasanya terjadi pada motor induksi adalah kerusakan mekanis yang disebabkan karena adanya overload atau perubahan beban yang mendadak yang berakibat rusaknya bantalan, dan salah satu kerusakan pada bantalan adalah adanya kecacatan atau kerusakan pada cage ball. Tujuan dari penelitian ini adalah memantau dan menganalisa penurunan efisiensi motor induksi akibat kecacatan pada cageball bantalan tanpa mempengaruhi proses motor induksi yang sedang berjalan. Metode penelitian yang dilakukan adalah kajian pustaka dari berbagai literatur yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan berdasarkan standar nasional maupun internasional. Penelitian ini menghasilkan penurunan efisiensi motor induksi pada ketiga bearing yaitu bearing normal non thermal, normal thermal, dan dengan kecacatan cageball mengalami penurunan sekitar 2-3% yang bisa dilihat pada grafik perbandingan rata-rata efisiensi dengan rata-rata overall RMS.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK KINERJA SEPEDA MOTOR DENGAN VARIASI JENIS BAHAN BAKAR BENSIN Sinaga, Nazaruddin; Mulyono, -
Eksergi Vol 11, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi eksperimental ini menguji sepeda motor empat langkah 125 cc dengan variasi bahan bakar yaitu premium, pertamax dan pertamax-plus. Pengujian dilakukan dengan menempatkan sepeda motor uji di atas dinamometer inersia chassis roller tunggal  dengan variasi gigi transmisi untuk mendapatkan kinerja sepeda motor, yaitu besar torsi dan daya yang dihasilkan. Dari studi ini dihasilkan torsi maksimal didominasi bahan bakar premium di tiap gigi transmisi. Bahan bakar premium memberikan torsi maksimum rata-rata di empat gigi transmisi sebesar 5,21 % lebih besar dari torsi maksimum pertamax dan sebesar 5,25 % dari torsi maksimal pertamax-plus. Daya maksimum tertinggi gigi satu didapat dari premium  9,4 % diatas pertamax  dan 4,5 % diatas pertamax-plus.  Daya maksimum tertinggi di gigi dua, tiga dan empat dari pertamax-plus berturut-turut rata-rata lebih besar 1,18 % atas premium dan lebih besar 4,16.% dari pertamax.Kata kunci : sepeda motor, premium, pertamax, pertamax plus, kinerja   
PEMILIHAN KAWAT ENAMEL UNTUK PEMBUATAN SOLENOID DINAMOMETER ARUS EDDY DENGAN TORSI MAKSIMUM 496 Nm Sinaga, Nazaruddin; Sonda, Marsono H
Eksergi Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumparan elektromagnet atau sering disebut koil dibuat dengan cara menggulung kawat pada sebuah inti. Apabila arus listrik dialirkan pada kumparan tersebut maka akan dibangkitkan suatu medan magnet. Untuk memperoleh medan magnet yang kuat diperlukan banyak lilitan dan jenis kawat yang baik. Kawat biasa dipergunakan pada dinamometer arus eddy adalah kawat enamel, yang harus dipilih berdasarkan kuat medan magnet yang hendak dibangkitkan, kemampuan menerima arus listrik, panas yang dibangkitkan, kemudahan mendapatkan, harga dan umur.  Dalam tulisan ini disajikan hasil perancangan kawat solenoid yang akan digunakan pada dynamometer arus eddy dengan torsi maksimum 496 Nm. Dari hasil penelitian ini dipilih kawat enamel Hellenic Mediotherm 200 dengan diameter 1,05 mm ( AWG 18 ). Hasil pengujian koil yang menggunakan kawat jenis ini menunjukkan bahwa pada arus 4,4 A temperaturnya mencapai 91,6  °C  dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau putusnya kawat tersebut. Oleh karena itu kawat ini dapat digunakan sebagai kawat solenoid pada dinamometer arus eddy karena temperaturnya masih di bawah  150°C.    Kata kunci : kawat enamel, solenoid, dinamometer, arus eddy.    
HUBUNGAN ANTARA POSISI THROTTLE, PUTARAN MESIN DAN POSISI GIGI TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBERAPA KENDARAAN PENUMPANG Sinaga, Nazaruddin; Purnomo, Sigit Joko
Eksergi Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter operasi kendaraan yang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Parameter operasi kendaraan ini akan diperoleh dari peralatan engine scanner OBD-II yang akan dipasang di kendaraan selama proses penelitian. Dengan diperolehnya data parameter operasi kendaraan yang paling berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, maka parameter tersebut akan dapat dibuat suatu pemodelan. Pemodelan ini selanjutnya akan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan dan pengembangan suatu driving simulator. Penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan posisi throttle dan putaran mesin dengan konsumsi bahan bakar dari kendaraan penumpang. Karena 2 (dua) parameter tersebut dianggap mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan nilai konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan pada 7 (tujuh) kendaraan penumpang yang berbahan bakar bensin premium, sistem pengaliran bahan bakar dengan sistem injeksi elektronik, yang menggunakan sistem kontrol  elektronik (ECU). Kendaraan diuji di laboratorium dengan memvariasikan kecepatan pada berbagai posisi gigi. Dari penelitian ini diperoleh suatu pemodelan konsumsi bahan bakar yang dipengaruhi oleh posisi throttle dan putaran mesin.   Kata kunci : konsumsi bahan bakar, hemat bahan bakar, posisi throttle, putaran mesin,  smart driving
PERBANDINGAN BEBERAPA PARAMETER OPERASI MESIN MOBIL INJEKSI TERHADAP PENGGUNAAN BAHAN BAKAR BENSIN DAN CAMPURAN METANOL-BENSIN M15 Sinaga, Nazaruddin; Alcita, Dharigra
Eksergi Vol 12, No 3 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M15 merupakan campuran metanol ( CH30H ) – bensin dengan ratio 15:85. Keunggulan metanol adalah mempunyai angka oktan yang lebih tinggi dari pada bensin yaitu 109, kemudian metanol memiliki kandungan oksigen yang tinggi hingga 50% [1]. Pada penelitian ini bahan bakar ditambah dengan zat aditif 1,2-Propylene Glycol sebanyak 7mL per liter bahan bakar. Kemudian pada injektor bensin mesin mobil dipasang Metanol Injection Controller. Proses pengujian dilakukan pada posisi gigi ke-3 transmisi mobil. Proses pengambilan data parameter operasi mesin menggunakan Engine Scanner Auterra Dashdyno, parameter yang diambil adalah kecepatan mobil, air flow rate, fuel rate, air fuel ratio, ignition time advance, absolute throtlle position, dan instant economy. Pada beberapa grafik didapat berbagai fenomena yang terjadi, khususnya terdapat daerah efisiensi bahan bakar yang rendah. Hasil perbandingan nilai beberapa parameter yang diuji antara M15 dan bensin nilainya hampir sama khususnya pada kondisi idlehingga kecepatan dibawah 5000 rpm pada posisi gigi 3.Keywords:Methanol; M15;Operation Parameters;Fuel Injection Car