Articles
13
Documents
Isolation and Identification of Serum Gamma Immunoglobulin (IgG) of Native and Imported Chickens By Ion Exchange Chromatography and Immunochernistry Methods

Forum Pasca Sarjana Vol 18, No 1 (1995): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2381.821 KB)

Abstract

The study was designed to isolate and identify serum IgG of native and imported chickens, after being immunized with Newcastle Disease Vaccine. The isolation method used was the DEAE-Cellulose ion exchange chromatography using 0.01 M Tris-HCl buffer, at pH 8.0, with linear gradient NaCl from 0.01 M to 0.30 M after salting out with anhydrous Na2SO4. Identification of IgG characteristics carried out using the Ouchterlony double immunodiffusion, immuno-electrophoresis and SDS-PAGE 8% methods. Serum fractionation of native and imported chickens using the DEAE-Cellulose chromatography, after salting out with anhydrous Na2So4 of 18,14 and 14% resulted in four peaks of protein fractions.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSANA, ETILASETAT DAN ETANOL DARI BUAH RANTI HITAM (Solanum Blumei) Ness Ex Blume DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH

PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2013
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak n-heksan, etilasetat dan etanol dari buah Ranti Hitam (Solanum blumei Ness ex Blume). Uji antioksidan dilakukan dengan metode peredaman DPPH (1.1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Hasil uji antioksidan menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi adalah ekstrak etanol dengan % inhibisi (38,72 %) dibandingkan ekstrak etilasetat (17,37 %) dan ekstrak n-heksana (3,015 %) dengan nilai IC50 dari ekstrak etanol terkecil (128,79 ppm), diikuti ekstrak etilasetat (343,37 ppm) dan ekstrak n-heksana (3570,66 ppm). Nilai IC50 (Inhibition Concentration 50) adalah konsentrasi antioksidan (µg/mL) yang mampu menghambat 50% radikal bebas. Kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol buah adalah alkaloid, sedikit flavonoid, fenol dan tanin

PENANGGULANGAN DAN PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DANPENDAPATAN KELOMPOK TANI PADI DAN PETERNAK UNGGAS

JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Program Ipteks Bagi Masyarakat ini bertujuan memberi solusi kepada mitra Kelompok TaniMaju dan Peternak Unggas Aktif untuk mengendalikan hama keong mas secara non kimia  danmemanfaatkannya agar mempunyai nilai jual, serta mengatasi harga pakan ternak yang cukup tinggidan  untuk memperoleh gizi ternak yang seimbang dan berpeluang berwirausaha baru pakan ternakunggas.  Kegiatan berlangsung 8 bulan, melibatkan empat orang dosen dan dua mahasiswa. Metodeyang diterapkan adalah penyuluhan, pendampingan dan  pelatihan produksi dan bisnis sederhana.  Hasilkegiatan sebanyak 85 % anggota kelompok tani dan peternak mitra memiliki pengetahuan  danketerampilan cara pengendalian hama keong mas, cara pengolahan pakan unggas berbasis keong mas,cara pemberian pakan unggas dan pengemasan serta pemasaran produk pakan unggas. Sebanyak 70 %anggota kelompok mitra berminatberwirausaha baru pakan ternak unggas berbasis keong mas. SetelahIbM dilaksanakan,  produksi pakan unggas berbasis keong mas mitrasebanyak8 kg/minggu  pakan itikpetelur, 4 kg/minggu pakan itik pedaging tergantung cuaca (kering)  dan ketersediaan keongmas.Produksi telur itik meningkat, dari 60 % menjadi 90 % itik bertelur  dengan kualitas kulit telur lebih tebal(tidak mudah pecah), berat rata-rata bertambah  sekitar 125 gr, dan vol. kuning telur lebih besar.Produksi Pedaging, terjadi pertambahanberat badan itik rata-rata  220gr/minggu lebih tinggi  daripertambahan berat badan sebelum IbM yaitu 150 gr/minggu. Pada  kelompok tani mitra, terjadipengurangan biaya produksi  karena  pengurangn biaya bahan kimia anti hama keong mas karenapengendalian hama keong mas secara non kimia (teknis dan biologis), peningkatan produksi  panen,terbentuk wirausaha baru pakan ternak unggas dan peningkatan pendapatan petani.  Pada kelompokpeternak unggas, biaya produksi  berkurang karena  harga pakan ternak  terutama bahan  konsentrat(sumber protein) dapat ditekan dan  gizi menjadi seimbang sehinggaproduktivitas (pertambahan beratternak dan produksi telur)  maksimal yang mengakibatkan pertambahan pendapatan peternak.

PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN SEBAGAI KOMPOS DAN PESTISIDA ALAMI

JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi palawija dan serangan hama daun merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kelompok tani Sada Nioga dan Juma Ndeher di Desa Sikeben Kabupaten Deli Serdang. Mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian terapan untuk: (1) mengatasi kekurangan ketersediaan kompos dan pestisida alami; (2) meningkatkan hasil produksi palawija melalui pemanfaatan kompos dan pestisida alami dari limbah pertanian dan peternakan; dan (3) membuka peluang usaha dalam produksi kompos dan pestisida alami. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup: penyuluhan penggunaan kompos dan pestisida alami; perancangan perajang mekanik dan fermentor; dan pelatihan produksi kompos dan pestisida alami dari limbah kulit jengkol, cabe busuk dan urine sapi pada tanaman palawija yang dikelola oleh kedua mitra. Hasil kegiatan menunjukkan masing-masing 90% dan 80% anggota kelompok dari Kelompok Tani Sada Nioga dan Kelompok Tani Juma Ndeher telah terampil dalam mengolah kompos dengan durasi pengolahan selama 11 hari. Kualitas kompos (C/N, P2O5, K2O dan N) pada kelompok Sada Nioga adalah masingmasing 8.80%, 2.85%, 1.58% dan 0.08%; sedangkan pada Kelompok Juma Ndeher pada kadar 9.0%, 3.10%, 1.52% dan 0.05%. Produk pestisida yang dihasilkan mengandung metabolit sekunder fenolik(+++), alkaloid (++++) dan saponim (+). Peningkatan produksi tanaman palawija mencapai 27.14% setelah menggunakan kompos dan pestisida alami.

Pemanfaatan dan Pengolahan Pupuk Organik Dari Limbah Tanaman Jagung Dan Kulit Coklat

JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan IbM  Kelompok Tani Jagung dan Coklat ini bertujuan 1) memberi solusi kepada mitran Kelompok Tani Jagung Sejahtera dan Kelompok Tani Coklat Saroha untuk mengatasi kekuranganpupuk organik dengan memanfaatkan limbah tanaman jagung dan coklat yang cukup melimpahn dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman  dan mensukseskan program pertanianorganik, 2) membuka peluang membuka usaha baru pupuk organik. Target khusus yang ingin dicapai adalah publikasi jurnal, laporan kegiatan,  aspek produksi dan manajemen.  Luaran kegiatan adalah produk pupuk organik limbah tanaman jagung dan coklat berkualitas (fisik dan kandungan unsur hara), desain alat perajang mekanik limbah pertanian dan rencana bisnis sederhana pupuk organik. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, rancang alat perajang mekanik  limbah organik, pelatihan dan peraktek produksi serta penyuluhan perencanaan bisnis sederhana pupuk organik. Kegiatan melibatkan  tiga orang dosen dan dua mahasiswa. Mitra kegiatan adalah kelompok tani jagung Sejahtera dan kelompok tani coklat Saroha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80 %  kelompok tani kedua mitra mampu mengolah pupuk organik dari limbah kulit coklat dan limbah batang serta daun jagung dalam waktu 10 hari. Kualitas tekstur pupuk organic baik yaitu tidak berbau, tidak berair, gembur, tidak panas dan warnanya hitam. Kualitas unsur hara .masing-masing pupuk limbah jagung, coklat dan campuranlimbah jagung dan coklata dalah  ratio C/N 8,4; 8,8 dan 9,0 yang sudah mendekati ratio C/N tanah, kadar KO 1,60 %; 1,52% dan 1,58% serta kadar P2O adalah  3,15%; 2,50% dan 3,00%. Hal ini menunjukkan bahwa  zat organik limbah telah terurai menjadi unsur hara yang menyuburkan tanah dan mudah diserap 5 tanaman. Kelompok tani  mitra mengembangkan pembuatan pupuk dengan menggunakan limbah  tanaman/batang pisang yang ada di lokasi pada saat sebelum panen jagung.  Kapasitas alat perajang mekanik yang digunakan dapat memotong 500 kg limbah pertanian/jam.  Sebanyak 50% kelompok tani mitra berminat berwirausaha baru pupuk organik dan 50% lagi  sementara hanya untuk memenuhi kebutuhan pupuk tanamannya. Kelompok tani mitra ini memerlukan pembinaan lanjutan baik dalam penyempurnaan produksi, pengemasan maupun pemasaran produksinya.

Aktivitas Antikanker Ekstrak Etanolbuah Ranti Hitam (Solanum blumei Nees ex Blume) Terhadap Sel Leukimia L1210

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.107 KB)

Abstract

Tanaman ranti hitam (Solanum blumei Nees ex Blumei), famili Solanaceae, ditemukan di daerah Dairi dan Karo, secara tradisional digunakan sebagai tanaman obat. Pengujian aktivitas antikanker dari ekstrak etanol buah ranti hitam terhadap sel leukemia L1210 telah dilakukan dengan metode hemositometri setelah diinkubasi 48 jam pada suhu 37°C di dalam inkubator 5% CO2. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol buah ranti hitam berpotensi sebagai antikanker terhadap sel leukemia L1210 dengan nilai IC50 sebesar 14,88 µg/mL (aktif).

Pemanfaatan Limbah Usaha Pemotongan Ayamdan Pertanian UntukPenyediaan PupukOrganik Cairdan Produksi Tanaman Organik

JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program tanaman organik adalah salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah untukmengendalikan dampak bahan kimia anorganik terhadap kesehatan dan lingkungan.  Kegiatan Ipteks bagiMasyarakat (IbM) ini bertujuan memberi solusi kepada mitra  pengusaha pemotongan ayam untukmemanfaatkan limbah usaha dan mitra kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan pupukorganik dalamusaha meningkatkan produksi pertanian organik dengan memanfaatkan limbah pertanian dan limbahusahapotong ayam menjadi pupuk organik cair melalui penerapan teknologi fermentasi EM4. Manfaatkegiatan ini adalah pengendalian limbah usaha dan pelestarian lingkungan, penyediaan pupuk organik,mewujudkan tanaman organik dan berpeluang berwirausaha baru pupuk organik cair serta meningkatkanpendapatan kedua kelompok mitra. Kegiatan berlangsung lima bulan, melibatkan tiga orang dosen dandua mahasiswa. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, rancang bangun alat komposter, demostrasidan pelatihan produksi pupuk organik cair, rekomendasi dan  penerapan pupuk cair pada tanaman.  Hasilevaluasi kegiatan,  80% anggota kedua mitra trampil mengolah pupuk organik cair selama 21 hari. Teksturpupuk organik cair cukup baik yaitu kental dan warnanya hitam.  Pupuk kompos cair berbahan organiklimbah potong ayam, mengandung Nirogen (N) 0,26 %;  fosfor (P2O5)  0,03 % dan  K (KO) 0,04. Pupukorganik cair berbahan organik limbah pertanian/pasar sayuran (bonggol pisang, kangkung, sawi)mengandung unsur Nirogen (N) 0,08 %; fosfor (P2O5)  0,02 % dan  K (KO) 0,04.  Kapasitas alat komposterdapat menghasilkan 100 L lindi (pupuk kompos cair) dalam waktu 21 hari. Peningkatan produksi tanamanjagung dan kacang putih setelah penggunaan pupuk organik cair adalah 28,57 % dan 20,00%.

The extract salaon (Indigofera tinctoria L) leaf as the natural dye of ulos in keeping for the batak culture values

Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 9, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulos merupakan kain tenun tradisional etnik Batak. Penggunaan pewarna alami Salaon (Indigofera tinctoria L) membutuhkan waktu lama dan tidak praktis sehingga ditinggalkan oleh pengrajin ulos di Kec Muara, Tapanuli Utara dan beralih ke pewarna kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kualitas benang ulos yang menggunakan pewarna alami pasta ekstrak daun Salaon dengan pewarna kimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode ekstraksi zat warna dengan variable pengamatan uji warna, uji tahan luntur terhadap pencucian dan penyinaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas benang ulos menggunakan ekstrak daun salaon lebih baik dengan nilai daya tahan luntur pencucian 4 (baik), terhadap penyinaran 4-5 (baik) dibandingkan pewarna kimia ponceau GRB dengan nilai daya tahan luntur pencucian 3-4(cukup), terhadap penyinaran 3-4 (cukup). Hasil identifikasi FTIR menunjukkan pada ekstrak daun salaon terdapat senyawa leuco indigo, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas benang ulos yang menggunakan pewarna alami pasta ektrak daun salaon lebih baik daripada pewarna kimia.Kata kunci: ulos, Indigofera tinctoria L, pasta, Kec Muara Tapanuli Utara

Secondary Metabolites Phytochemical Analysis of Leaves and Fruit Extract Solanum blumei Nees ex Blume Local

Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ranti hitam plant (Solanum blumei Nees ex Blume), Solanaceae family is found in Karo and Dairi, traditionally used as a medicinal plant. The results of phytochemical analysis of extract of S. blumei Nees ex Blume shows that secondary metabolites alkaloids, flavonoids, tannins and saponin are more numerous in the ethanol extract of the leaves than the ethanol extract of the fruit. Quinone is only found in the ethanol extract of the leaves. Phenol is widely available on the ethyl acetate extracts of leaves and fruit.Steroids and triterpenoids are abundant in n-hexane extract and ethyl acetate leaves and fruit as well as the ethanol extract of the leaves. The yield of extract n-hexane, ethyl acetate and ethanol blumei leaves S. Nees ex Blume respectively are 1.76%; 3.17% and 9.95% (w/w). The yield of extract n-hexane, ethyl acetate and ethanol fruit S. blumei Nees ex Blume respectively are 1.21%; 2.50% and 4.09% (w/w). Keywords: phytochemicals, Indonesian, ranti hitam (Solanum blumei Nees ex Blume), medicinal plant

Pengaruh Suhu pada Ekspresi Pretrombin-2 Manusia Rekombinan di Escherichia coli ER2566

Jurnal Sains Indonesia Vol 42, No 1 (2018): Jurnal Sains Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human recombinant prethrombin-2 (rhPT-2) was expressed in Escherichia coli. Previous studies reported that the expression of rhPT-2 in E. coli tends to formed inclusion body. This study aims to determine the effect of temperature on the expression of rhPT-2 in E. coli ER2566. This study begins with the isolation of recombinant plasmids, competent cell preparation and transformation of competent cells of E. coli ER2566 strain, and rhPT-2 gene expression with various induction temperatures 12, 18, 22 and 30°C. Characterization results showed that the induction temperature of 22°C was the optimum temperature of rhPT-2 gene expression as a soluble fraction in E. coli ER2566 with IPTG concentration 0.1 mM. These results prove that the temperature affects the expression of rhPT-2 in E. coli ER2566.