Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBINAAN KEAGAMAAN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA KHUSNUL KHOTIMAH PEKANBARU RIAU Silawati, Silawati
Kutubkhanah Vol 14, No 2 (2011): Juli - Desember 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.615 KB)

Abstract

One of phenomenon which adequately pulls deep its nation-building problem far advanced in years (lansia). lansias population at Indonesian tending worked up continually which is 6,9% (1990), 7,18% (2000), predict 9,77% (2010), and 11,34% (2020) (BPS: 1998). It logical consequence, necessary well-being service step-up for old age at various area as social as, health, keagamaans education and construction. Base Commanding regulation No. 43 Years 2004 about well-being Increasing Effort Performings far advanced in years Sections 1, that lansia the so called is someone already reach age 60 years onto. As follow-up of that Mensoss decision, at arranges Social Service Guidance Far Advanced In Years at Panti (No.. 4 / PRS 3 / KPTS / 2007) one that meaty about construction pattern / leadings for far advanced in years at panti social. There is pattern even construction / intended leading deep that guidance as guidance of spirituals mental and spirituality by use of discourse method, demonstration and discussion, religious service guidance everyday, pengajian, read al-quran. Result observationaling to show that religion construction at Panti this Social, we give construction as discourse of religion, spirituality guidance, manner, moral, and another dogma. There are many sometimes clients a new one comes here not know ridicule which makes the point sholat, get ablution, etc.. Nah that is task we in here, from them that dont know whatever good it good sholat procedure, get ablution that really, until they can and know it with every consideration and truth. Now they have known it and understands ridicule which sholats procedure, get ablution’ and another religion fomentation with every consideration and truth. At while do keagamaans construction officer divides clients available one come under into individual and group.
PEMBERDAYAAN REMAJA BERBASIS MASJID (Studi Terhadap Remaja Masjid di Labuh Baru Barat) Aslati, Aslati; Silawati, Silawati; Sehani, Sehani; Nuryanti, Nuryanti
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.859 KB)

Abstract

Tujuan dari Pemberdayaan Remaja Masjid adalah untuk menggali sumberdaya remaja yang lahir dari program-program yang berbasis Masjid agar terwujud remaja yang berakhlak mulia dan Qurani.Istilah Remaja Masjid tidak asing bagi umat Islam di Indonesia.Remaja Masjid adalah organisasi yang mewadahi aktivitas remaja muslim dalam memakmurkan Masjid, yang berorientasi pada aktivitas kemasjidan, keislaman, keilmuan, keremajaan dan keterampilan, organisasi ini dapat memberikan kesempatan bagi anggotanya mengembangkan diri sesuai bakat dan kreativitas mereka di bawah pembinaan Pengurus/Ta’mir Masjid.Metode pemberdayaan adalah Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pemberdayaan adalah Remaja diajak untuk mengembangkan diri melalui Pelatihan kepemimpinan dan Organisasi serta mengaplikasikan program yang sudah dirancang seperti pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis kerajinan tangan dan dijual di  warung-warung, swalayan, sekolah-sekolah.
Pemanfaatan Hypnoparenting dalam Menanamkan Karakter Anak di Lembaga Konseling dan Konsultasi Pekanbaru Silawati, Silawati; Yanti, Afrida
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.623 KB)

Abstract

Mendidik anak yang dilakukan orang tua di lingkungan masyarakat yang cenderung menggunakan perkataan yang kasar dan melalui hukuman fisik yang tidak mendidik. Hal ini yang menyebabkan tumbuhnya karakter anak yang kurang baik dan tidak sesuai dengan pendidikan karakter yang sedang dilaksanakan di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di lembaga psikologi Lembaga Konseling dan Konsultasi Pekanbaru Pekanbaru yang terletak di Jalan Cipta Karya Pekanbaru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pendidikan karakter anak dengan menggunakan hypnoparenting di Lembaga Konseling dan Konsultasi Pekanbaru Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua dalam mendidik anak yaitu (1) menumbuhkan sifat persaingan, (2) menghindari sikap ambivalensi, (3) menekankan hubungan sebab akibat, (4) menghindari melakukan intervensi terlalu banyak, (5) berkomunikasi dengan sehat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakter anak menjadi terdidik dengan menggunakan hypnoparenting.
FENOMENA EKSPLOITASI PEREMPUAN OLEH MEDIA Aslati, Aslati; Silawati, Silawati
Jurnal Dakwah Risalah Vol 29, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Dakwah Risalah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.881 KB)

Abstract

Setelah Nabi Muhammad SAW lahir dan membawa Risalah Islam Nabi berjuang untuk mengentaskan jurang kehinaan perempuan kepada kedudukan yang mulia dan terhormat. Kehadiran agama Islam menjadi semacam oase yang menyudahi dahaga kaum wanita yang mengharap adanya penetapan hak dan perlakuan yang setara antara laki-laki dan perempuan. Islam datang untuk memberi penghargaan serta penghormatan yang sangat tinggi kepada kaum perempuan. Di sisi lain saat ini perkembangan media massa yang tidak terbendung cenderung melakukan eksploitasi terhadap kaum perempuan. Berbagai media baik cetak maupun elektronik serta media-media online untuk menarik minat khalayak menjadikan perempuan sebagai subjek dan objek paling depan pada media tersebut. Pemberitaan oleh media menjadikan perempuan sebagai daya tarik media itu sendiri. Eksploitasi perempuan  oleh media seolah-oleh dijadikan sebagai softpornograpy. Besarnya porsi pemberitaan mengenai seluk beluk perempuan di media seolah-olah membuat laku media tersebut. Kesimpulan bahwa di dalam Islam Perempuan dijaga dengan baik, diperlakukan dengan baik, ditinggikan derajatnya. Sebaliknya kedudukan perempuan dalam media selalu dieksploitasi demi tujuan-tujuan keuntungan baik individu maupun kelompok.
PEMIKIRAN TASAWUF HAMKA DALAM KEHIDUPAN MODERN Silawati, Silawati
ANIDA Vol 40, No 2 (2015): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.557 KB)

Abstract

Tasawuf modern Hamka sangat penting artinya bagi dunia saat ini, karena masyarakat telah terperangkap dalam pola pikir rasional dan mencampakkan dimensi batin, hingga melahirkan gaya hidup yang materialis dan hidonis, dalam arti masyarakat hanya berfikir kehidupan duniawi semata tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi, akibatnya berbagai penyimpangan kemanusian terjadi disegala sektor kehidupan, seperti; koropsi, penindasan terhadap kaum lemah, penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, eksploitasi sumberdaya alam hingga menimbulkan kerusakan lingkungan, dekadensi moral dan lain sebagainya. Disisi lain ada sebagian orang yang terlalu terlena dengan tradisi mistik sufistik, mereka meyakini dengan meninggalkan kehidupan dunia akan mendapatkan kebahagian batin yang akhirnya menghantarkan mereka pada singgasana kemuliaan kelak di akhirat, dari pemahaman ini mereka tidak mautau terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka acuh terhadap hirukpikuk keramaian zaman, karena mengurusi yang demikian dianggap sebagai kesiasiaan belaka. Melihat gejala seperti itu, tasawuf modern Hamka layak dijadikan rujukan dalam kehidupan yang delematis tersebut, karena itu pemikiran tasawuf hamka, mampu memberikan pemahaman untuk mengatasi krisis spiritual manusia modern dan dampak yang ditimbulkan, tawaran tasawuf terhadap kebutuhan spiritual manusia modern, tasawuf sebagai instrumen pembinaan moral manusia modern, serta integrasi syari’ah dan tasawuf sebagai wujud sufistik modern.
FENOMENA MAGIS PADA TRADISI PACU JALUR DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI ASLATI, ASLATI; SILAWATI, SILAWATI
ANIDA Vol 41, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.171 KB)

Abstract

Keberadaan Magis seolah-olah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Pada tinjauan sejarahnya Magis sudah ada sebelum Islam masuk ke Indonesia yang oleh masyarakat seringkali digunakan untuk banyak ritual seperti, penyembuhan penyakit, mencari jodoh, memperoleh kekayaan dan sebagainya. Hal ini berlanjut sampai ke tataran dunia modern saat ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu menghapus fenomena tersebut secara keseluruhan karena banyak sekali suatu tradisi yang hidup dimasyarakat sudah  menjadi darah daging yang sulit dihilangkan. Namun pada akhirnya praktek Magis yang terjadi di masyarakat cenderung mengesampingkan nilai dan norma dalam Islam. Fenomena Magis juga terdapat pada Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dalam rangka prosesi Pacu Jalur dimulai dari Perencanaan pembuatan Jalur sampai Jalur dilombakan setiap tahunnya di sungai Batang Kuantan.