Articles

PENGGUNAAN MEDIA KANTONG PINTAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGENALAN HURUF VOKAL DAN KONSONAN PADA ANAK KELOMPOK B TK HARAPAN SIDOARJO SUSIANA, ; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Volume 2, Nomor 1, Januari 2013
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI BERMAIN KUCING DAN TIKUS PADA ANAK KELOMPOK B TK WIDYA KUSUMA SURABAYA INNEZ PRADEWI, RESTINA; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Volume 2, Nomor 1, Januari 2013
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGGUNAAN PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B TK DHARMA WANITA PERSATUAN DRIYOREJO II GRESIK WULANSARI, PUTRI; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Volume 2, Nomor 1, Januari 2013
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH MEDIA PAPAN TITIAN TERHADAP KESEIMBANGAN GERAK MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A DI RA AL-HIDAYAH Nur ‘Aila, Siti; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Juni 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada anak kelompok A di RA Al-Hidayah Surabaya. Penelitian tersebut dilatarbelakangi dengan kemampuan keseimbangan gerak motorik kasar anak kelompok A masih rendah. Hambatan ini terjadi dikarenakan media yang digunakan dalam mengukur keseimbangan gerak kurang sesuai. Media yang digunakan di RA Al-hidayah mengunakan tali lurus, akibatnya keseimbangan gerak motorik anak belum optimal. Oleh sebab itu peneliti memilih salah satu media pembelajaran yaitu media papan titian agar anak bisa melatih keseimbangan gerak terutama ketika berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media papan titian terhadap keseimbangan gerak motorik kasar anak kelompok A di RA Al-Hidayah Surabaya.  Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental design. Penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental design dengan one-group pre-test-post-test design. Subyek penelitian ini adalah semua anak kelompok A di RA Al-Hidayah Surabaya dengan jumlah 16 anak.Teknik pengumpulan data penelitian mengunakan metode observasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik menggunakan rumus uji jenjang bertanda Wilcoxon rumus (wilcoxon match pairs test) dengan rumus T hitung < T tabel. Jika Thitung < Ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak seta penelitian ini signifikan adanya pengaruh media papan titian terhadap keseimbangan gerak anak.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pre-test 9,56 dan nilai post-test 13,3. Hasil perhitungan dengan uji jenjang Wilcoxon diperoleh Thitung = 0, Ttabel = 30 sehingga Thitung < Ttabel (0<30). Hal ini menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak dan dapat disimpulkan adanya pengaruh media papan titian terhadap keseimbangan gerak motorik kasar anak kelompok A di RA Al-Hidayah Surabaya.Kata Kunci : Media Papan Titian Keseimbangan Gerak Motorik Kasar . AbstractThe study was conducted on a group of RA Al-Hidayah in Surabaya. The research background with the ability to balance gross motor movement of children in group A was lower. This bottleneck occurs because of the medium used to measure balance less motion in accordance with the learning, the media that is in use in schools RA Al-guidance using the straight rope, consequently not been optimized balance of motor movement. The research aimed to prove whether there is influence of media on the balance board catwalks childrens gross motor movement in the RA group A Al-Hidayah Surabaya. The study uses a quantitative approach to the type of pre-experimental research and design of the study is a pre-experimental desaign with a one-group pre-test-post-test design. Research data collection techniques using observational methods. The data analysis technique used is non-parametric statistics using the Wilcoxon test formula formula marked level (Wilcoxon matched pairs test), with a count formula T> T table, Ho is accepted, and if the count T <T table Ha accepted, which means there is influence between two variables . Based on the analysis of data on the ability of the balance of the pre-test and post test of 9.56 with treatment using media bridge board, the data obtained by the average pre-test score of 9.56 and the average post-test score of 13.3. The data were analyzed using the Wilcoxon helper table. The calculation result obtained is T count = 0, while the table T = 30. This suggests that Ha is accepted and Ho is rejected, because the count T, T table (0 <30). Thus, the conclusion of the study is no influence of the media on the balance board catwalks childrens gross motor movement in the RA group A Al-Hidayah Surabaya.Keywords: Media Plank Bridge, The Balance Of Gross Motor Movement
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TINTA TIMBUL TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN KEMANGI Amylia, Lya Rizcy; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Juni 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pembelajaran menggunakan media yang dapat mengembangkan kemampuan sains anak kelompok A di TK Dharma Wanita Persatuan Kemangi. Terdapat 9 dari 12 anak yang masih kurang dalam kemampuan sains. Di dalam pembelajaran sains pencampuran warna di TK Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik hanya menggunakan media kertas lipat berwarna, sehingga kurang menarik perhatian anak untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sains. Hal ini menyebabkan banyak anak yang kurang mampu dalam memahami konsep sains tentang pencampuran warna. oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan sains anak perlu dilakukan dengan menggunakan cara yang tepat, yaitu dengan menggunakan media tinta timbul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tinta timbul terhadap kemampuan sains anak kelompok A di TK Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini berjumlah 12 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik non-parametris dengan menggunakan rumus Wilcoxon match pairs test dengan rumus Thitung < Ttabel, dimana penelitian ini dikatakan signifikan adanya pengaruh pengunaan media tinta timbul terhadap kemampuan sains anak Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pretest 62 dan posttest 131 dengan rumus uji jenjang bertanda Wilcoxon match pairs test berupa hasil Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% = 14  ( 0  < 14 ). Sehingga dapat disimpulkan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media tinta timbul berpengaruh terhadap kemampuan sains anak kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik. Kata kunci : kemampuan sains anak, media tinta timbul. Abstract This research was motivated by the lack of learning with media to develop the ability of science in kindergarten children in group A Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik. Where there are 12 children 9 dari still lacking in the ability of science. In learning science in kindergarten color mixing is just using colored construction paper media, making it less attractive to follow the childs attention to science learning activities. Therefore, the ability of science to develop the child needs to be done by using a proper manner, ie by using the ink media arise. The purpose of this study was to determine the effect of media use have on the ability of science ink children in kindergarten group A Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik. This research uses a pre-experimental research design with the design of a one-group pretest-posttest desaign. The subject of this research were 12 children. Data collection techniques used were observation and documentation. Analysis using non-parametric statistics using the Wilcoxon matched pairs test formula with the formula of Tcount<Ttable, where the study was said to be significant because of the influence of two variables if Tcount <Ttable Based on the results obtained in the form of pretest 62 and posttest 131 scores with the test formula Wilcoxon matched pairs marked level test results in the form of T = 0 is smaller than ttable with significance level of 5% = 14 (0 <14). Thus the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. It shows that the use of the media raised ink effect on the ability of a group of kindergarten kids science Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik. Keyword : Ability of child science, inking media arise.
PENGARUH OUTDOOR LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK KELOMPOK A DI TK TUNAS HARAPAN MENONGO SUKODADI Amylia, Linda Rizca; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Juni 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan anak dalam  mengenal konsep bilangan anak di TK Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. Hal ini dikarenakan tiap harinya proses pembelajaran yang diberikan kepada anak masih monoton menggunakan lembar kegiatan anak (LKA). Dari 24 anak terdapat 13 anak yang masih kurang kemampuannya dalam mengenal konsep bilangan. Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak perlu dilakukan dengan menggunakan cara yang tepat, yaitu salah satunya dengan menggunakan outdoor learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh outdoor learning terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak di TK Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini berjumlah 24 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik non-parametris dengan menggunakan rumus Wilcoxon match pairs test dengan rumus Thitung < Ttabel, dimana penelitian ini dikatakan signifikan karena adanya pengaruh outdoor learning terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak kelompok A di TK Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai pretest 124 dan posttest 227. Hasil perhitungan dengan uji  jenjang bertanda Wilcoxon diperoleh nilai Thitung = 0 dan nilai Ttabel = 81 sehingga Thitung < Ttabel (0≤81). Hal ini menunjukkan Ho ditolak dan Ha ditolak. Kesimpulannya adalah outdoor learning berpengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak kelompok A di TK Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. Kata Kunci: outdoor learning, konsep bilangan Abstract This research is motivated by the lack of childrens ability to recognize the concept of numbers in kindergarten children Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. This is because each day that is given to the learning process of children still monotonous using child activity sheet (LKA). Of the 24 children, there were 13 children who still lack the ability to recognize the concept of numbers. Therefore, to develop the ability to recognize the concept of numbers using a child needs to be done the right way, that is by using outdoor learning. The purpose of this study was to determine the effect on the ability to know the outdoor learning number concepts in preschool children Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. This research uses a pre-experimental research design with the design of a one-group pretest-posttest desaign. The subject of this research were 24 children. Data collection techniques used were observation and documentation.. Analysis using non-parametric statistics using the Wilcoxon matched pairs test formula with the formula of Tcount<Ttable, where the study was said to be significant because of the influence of two variables if Tcount <Ttable Based on the results obtained in the form of pretest and posttest scores with the test formula Wilcoxon matched pairs marked level test results in the form of T = 0 is smaller than ttable with significance level of 5% = 81 (0<81). Thus the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. It shows that the use of the outdoor learning influences of number concepts skill the kindergarten A group TK Tunas Harapan Menongo Sukodadi Lamongan. Keywords: outdoor learning, the concept of number
PENGARUH QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK KELOMPOK A DI TK BINA PUTRA WARGA Khasanah, Abidatul; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Juni 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada kelompok A di TK Bina Putra Warga Surabaya. Penelitian tersebut dilatarbelakangi dengan kemampuan mengenal lambang bilangan anak kelompok A yang masih rendah. Hambatan ini terjadi dikarenakan pengelolaan kelas yang belum sesuai dengan kebutuhan anak. Pengelolaan kelas ini termasuk dalam hal pemilihan model pembelajaran. Quantum learning merupakan salah satu model pembelajaran yang menciptakan lingkungan kondusif dan mendudukkan anak secara nyaman di kelas dengan berbagai iringan musik, serta meningkatkan partisipasi anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh quantum learning terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak kelompok A di TK Bina Putra Warga Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental one-group pre-test-post-test design. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik menggunakan rumus uji jenjang bertanda Wilcoxon dengan rumus T hitung < T tabel. Jika T hitung < T tabel maka penelitian ini signifikan. Berdasarkan hasil analisis data tentang kemampuan mengenal lambang bilangan pada pre test dan post test dengan perlakuan quantum learning, hasil pre test yang diperoleh yaitu 9,07 dan  post test 12,8. Data tersebut dianalisis menggunakan tabel penolong Wilcoxon. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah T hitung = 0 dan T tabel = 25 (0<25). Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh quantum learning terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak kelompok A di TK Bina Putra Warga Surabaya. Kata kunci: Quantum learning, Mengenal lambang bilangan Abstract The research was conducted on group A of Bina Putra Warga kindergarten Surabaya . The research was motivated by the ability to recognize the symbol of numbers children in group A were still low. This bottleneck occurs due to classroom management that is not in accordance with the needs of the child. Classroom management is included in the selection of the learning model. Quantum learning is one that creates an environment conducive to learning and child sit comfortably in the classroom with a variety of music, as well as increasing the participation of children. Research purposes is to know whether there is influence of quantum learning on the ability the symbol of numbers children at group A in Bina Putra Warga kindergarten Surabaya. Researchers used a quantitative research approach to the type of experimental research and design study is a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test design. Data collection research using observational methods. The data analysis technique used is non-parametric statistics using the Wilcoxon matched pairs test formula, with a count T count < T table, if T count < T table so this research is success, which means the research is significant. Based on the analysis of data on the ability to know the symbol of numbers in pre-test and post test with quantum learning treatment, result of pre test is 9,07 and an post test is 12.8. The data were analyzed using the Wilcoxon helper table. The calculation result obtained is T count = 0, while the T table = 25. This suggests that Ha is accepted and Ho is rejected. So, the conclusion of the research is that there is a influence of quantum learning  on the ability to know the symbol of numbers children at group A in Bina Putra Warga kindergarten Surabaya. Keywords: Quantum learning, Recognize the symbol of numbers.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI METODE KARYAWISATA PADA KELOMPOK BERMAIN NURUL HUDA SURABAYA Listiawati, Yulia; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Yudisium oktober 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia dini merupakan masa emas untuk perkembangan anak, untuk itu diperlukan stimulasi dan pembinaan yang tepat agar potensi anak dapat berkembang secara optimal. Berdasarkan observasi awal yang telah dilaksanakan peneliti, ditemukan bahwa dari 28 anak terdapat 22 anak yang menunjukkan kemampuan berbahasanya kurang baik. Untuk itu metode karyawisata merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui metode karya wisata. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah anak Kelompok Bermain Nurul Huda Surabaya berjumlah 28 anak yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 18 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui metode karyawisata pada siklus I diperoleh data 65.56%. Hal ini menunjukkan penelitian tindakan kelas ini belum berhasil oleh karena kriteria tingkat pencapaian perkembangan anak yang ditentukan 75%, maka penelitian ini berlanjut pada siklus II. Pada siklus ke II diperoleh data mengenai peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui metode karyawisata mencapai 85,72%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metode karyawisata dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok Bermain Nurul Huda Surabaya.Kata kunci : Kemampuan berbahasa anak, Metode karya wisata. AbstractEarly age are the gold age for children to make a progress to become more mature. To become like that, need the right stimulation and counseling to make children potential can grow optimally. From the early observation that have been done by the researcher, it was found that from 28 children, there are 22 chlidren that have lack of speaking. The purpose of this research is to descriptive in crase children ability to speaking through field trip method. This reseach using class action method that have been design into a repeated cyle. Each cyles consist of 4 steps, planning, take action, observation and reflection. Subject of this research are children at Nurul Huda playgroup surabaya that that consist of 28 children. 10 boys and 18 girls. The colleting data techninque re using observation and documentation, while the analys data are using statiatic descriptive. Based on the analys result from the increrasing of children ability to speak through field trip method from the first cyle are 5,5. This shows that this research still not complete yet, so we continue it to the second cycle’s. we got the result up to 85,725. Based on the result, we can conclude that through field trip method, children can increase their ability of speaking, especialy children at Nurul huda children’s playgroup Surabaya.Keyword : Children ability to speak, field trip method
PENINGKATAN KEMAMAPUAN SAINS DALAM MENGANALISIS TERJADINYA SIANG MALAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI PLAY GROUP MAWAR WATES MEGERSARI KOTA MOJOKERTO Sampurnaningsih, Sampurnaningsih; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Yudisium oktober 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sains pada pendidikan anak usia dini merupakan pembelajaran yang mampu mengakomodir keingintahuan anak pada lingkungan sekitarnya. Melalui sains, anak dapat melakukan percobaan sederhana sehingga dapat menunjukkan aktifitas yang bersifat eksploratif, menunjukkan inisiatif dalam melakukan percobaan dan mengungkapkan sebab akibat untuk meningkatkan kema mpuan sainsnya. Di Play Group Mawar Wates sebagaian anak masih belum mampu meningkatkan kemampuan sainsnya, karena dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan metode bercerita. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan sains anak adalah metode inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat aktivitas dan efektivitas metode inkuiri untuk meningkatkan kemampuan sains dalam menganalisis terjadinya siang malam di Play Group Mawar Wates Magersari Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, observasi, pelaksanaan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak Play Group Wates Magersari Kota Mojokerto tahun 2013/2014 yang berjumlah 15 anak, terdiri atas 8 anak perempuan dan 7 anak laki – laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu observasi aktivitas anak dari 65% menjadi 85% dan observasi kemampuan sains dari 72% menjadi 90%, terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri menganalisis terjadinya siang malam dapat meningkatkan kemampuan sains anak kelompok usia 4- 5 tahun Play Group Mawar Magersari Kota MojokertoKata kunci : sains, metode inkuiri ABSTRACTThe Science learning at early age children education that can accommodate the curiousity that the children have toward their surrount. By learning science, children can do simple experiments so that are able to do activities which are explorative, show their initiatives in doing experiments and expose the causes and effects to their improve science capability. At “Play Group” Mawar Wates some children are can not to improve their science capability, because in learning proces the teacher still using telling method. One of method which used to improve science capability are inquiry method. The purpose of this research is to describing level of activity and effectivities of inquiry method to improve science capability in analizing days and nights are happened at “Play Group” Mawar Wates Magersari Kota Mojokerto. The researcher are usings the class action that design with 2 cycle which in every cycle have two part of meeting that 4 steps : planning action, observation and reflection. The Subject of this research are Play Group Wates Magersari Kota Mojokerto Period 2013/2014 with the number of learners of 15 children consisting 8 girls and 7 boys.The collecting data method are using the observation and documentation method while analysis technique are using the descriptif qualitative. Based on the data there is an improvement form first cycle to second cycle, that is, the children activity observation from 65% to 85% and observation result children activity observation from 65% to 85% and observation of science capability from 72% to 90%, there are significant improvement. Based on the analysis data, that the usage of inquiry method to analize the days and nights happened can improve the science capability of 4 until 5 year old children at playgroup Mawar Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.Key words: science, incuiri method
PENGGUNAAN MEDIA MAGNET DALAM EFEKTIFITAS PENGENALAN SAINS KELOMPOK B TK TUNAS KARYA WULUH KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN JOMBANG Pudjihartiningsih, Pudjihartiningsih; Setyowati, Sri
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Yudisium oktober 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan umum dan sains pada anak usia 5-6 tahun pada umumnya sudah menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik dan dapat mengenal sebab akibat tentang lingkungannya. Hasil observasi anak di TK Tunas Karya Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang ditemukan bahwa kemampuan sains pada anak masih kurang dalam hal melakukan percobaan dan menyebutkan hasilnya. Salah satu cara melakukan percobaan dalam pengenalan sains pada anak yaitu dengan menggunakan media magnet. Media magnet dalam pelaksanaan percobaan sebagai salah satu cara membangun pengetahuan yang mampu meningkatkan daya nalar pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas dan tingkat efektivitas pengenalan sains dengan menggunakan media magnet pada anak. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, observasi, pelaksanaan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Tunas Karya Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data pada siklus I pengenalan sains sebesar 64,16%, hasil ini belum sesuai dengan kriteria pencapaian tingkat perkembangan anak. Maka, penelitian ini dilanjutkan pada siklus II. Pengenalan sains pada siklus II mengalamai peningkatan menjadi 86,66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengunaan media magnet dapat meningkatkan pengenalan sains pada kelompkl B TK Tunas Karya Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.Kata kunci: sains, media magnetABSTRACTGeneral knowledge and science in children aged 5-6 years in general has shown activity explorative and probing and can recognize cause and effect on the environment. The observation of group B TK Tunas Karya Wuluh Kesamben Jombang that ability of science is still lacking in terms of experiment and mention the result. One of the ways do trial in science introduction in children is by using magnetic media. Magnetic media in the implementation trial for children group B as one way to create knowledge which can increase the perceptibility of children. The purpose of this research is to describe activity and the stages effectiveness science introduction by using magnetic media to children.  This research is using class action research with two cycle wich in every cycle has 4 steps: planning, action, observation and reflection. Subject: group B TK Tunas Karya Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang with total 15 children. The technique of collect data are using observation, documentation and interview, while analysis technique are using the statistic descriptif. The data is, science introduction for the first cycle is 64,16%. This result is not in accordance with the criteria for the achievement level of children development.This research was continued in the second cycle. The introduction of science in second cycle incresed to 86.66%. Based on the analysis data, it showed there is an improvement of science introduction with the use of magnetic media in group B TK Tunas Karya Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.Keywords: science, magnetic media
Co-Authors Abdul Mutalib Abidatul Khasanah Adang Hardi Gunawan Agus Ariyanto Ainul Khoirunnisa, Ainul Alfin Zainun Faiz AMALIAH, SUFIAH Anna Roseliana Basuki Hidayat Cahya Nova Ardianto Cecep Taufik Rustendi Dewi Nurul Qomariyah, Dewi Nurul Dia Eka Cahyani, Dia Eka Dwi Inayati Hanum, Dwi Inayati Dwi Indah Indah Lestari, Dwi Indah DWI WARDAH, NABILA Eka Kusuma Wardhani, Eka Kusuma Eka Rohmawati, Eka Enny Lestari Eny Mulatsih, Eny Finisya Seffy Christiyanti, Finisya Seffy Gina Mondrida Hakim, Nasrul Herry Sastramihardja, Herry Hussein S Kartamihardja Johan S. Masjhur, Johan S. Laksmi Andri Astuti Larassathy Tri Nuraini Herawati, Larassathy Tri Nuraini Linda Rizca Amylia Lucky Putri Hariyanti Lya Rizcy Amylia Martalena Ramli Mas'udah, Siti Maskur Maskur MASLIKHATIN NIKMAH, DIYANAH MIHDA ROSYIDAH HABE, RIHANUM mr Karyadi, mr Mrs Sutari, Mrs mrs Triningsih, mrs Naili Inayatil Inayatil Maula, Naili Inayatil NALAKANDIARSI, CHOURIKA Nihayatul Mufidah, Nihayatul Nur Fikriyatul khasanah, Nur Fikriyatul Nur Lailatul Maghfiroh Nur Rahmah Hidayati, Nur Rahmah NURUL ARIFAH OKTAVIA PUJI RAHAYU, ELA Pertiwi Putri Darwanto, Intan Priska Anindita Titisari Putriningtyas, Priska Anindita Titisari Pristianing Dwi Handini Pudjihartiningsih Pudjihartiningsih Puji Widayati Puput Pujiastutik Purwoko Purwoko PUTRI WULANSARI Rakhmawati, Anik RESTINA INNEZ PRADEWI Rifky kurniawan, Rifky Rizky Elok Agustin, Rizky Elok RIZMA RACHMAWATI, SITI RUSDIANA DEVI, EVA Sampurnaningsih Sampurnaningsih Siti Chusnaini, Siti siti fadilah Siti Hajar Aida Nur Laila, Siti Hajar Aida Nur Siti Nur ‘Aila SOLIKHAH, SAYYIDATUS Sri Aguswarini Sri Maulida Yusfika Stepanus Massora, Stepanus Sudarminingsih Sudarminingsih, Sudarminingsih Sumarsih Sumarsih Susi Maulida, Susi SUSIANA Sutari Sutari Titik Agus Subekti, Titik Agus Titis Sekar Humani Triningsih Triningsih Veronika Yulianti Susilo Wening Lestari Widyastuti Widjaksana Widyastuti Widyastuti Yanti Kurniawati Yayan Tahyan Yulia Listiawati Yulianti S, V. Yunilda Yunilda