Articles

DINAMIKA SPASIAL PEMANFAATAN LAHAN OLEH MASYARAKAT DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KREO

Forum Ilmu Sosial Vol 36, No 1 (2009): June 2009
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landuse dynamics of Kreo watershed from the result of interpretation of satellite image landsat (the year 1994) and image SPOT-5 (the year 2006) in the form of degradation of open farm wide of 67,07%, coppice 9,61%, forest 6,69%, and rice feld 4,64%; improvement of plantation wide 24,42%, setlement 21,68%, and mixture garden with a width of 1,05%. Forest wide and plantation of DAS Kreo only with a width of 17,19% had not pursuant to ideal wide of minimum forest of 30% at one particular in watershed (PP number 33  the year 1970). Wide area of setlement  in Kreo watershed with a width of 12,21%  is including category has exceeded ideal boundary of setlement area at one particular in watershed, maximum boundary (threshold) in the form of area of waterproof equal to 6%-10% in  watershed.Keywords: Landuse spatial dynamic, landuse trend.

SIFAT FISIK TANAH DAN KEMAMPUAN TANAH MERESAPKAN AIR PADA LAHAN HUTAN, SAWAH, DAN PERMUKIMAN

Jurnal Geografi Vol 4, No 2 (2007): July 2007
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dari hutan atau perkebunan menjadi lahan pertanian maupun permukiman akan menurunkan fungsi tanah. Tanah merupakan media untuk pertumbuhan vegetasi, terdapat hubungan erat antara komponen tanah, air, dan vegetasi. Bagaimanar kemampuan tanah meresapkan air pada beberapa vegetasi dan tipe penggunaan lahan? Penelitian dilakukan di DAS Kreo Semarang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling pada berbagai tipe penggunaan lahan meliputi hutan, kebun campuran, permukiman, sawah, dan rumput. Pengambilan sampel tanah dalam bentuk sampel tanah terusik dan tanah tidak terusik. Sifat fisik tanah pada hutan memiliki nilai BO dan permeabilitas paling tinggi, kebun campuran memiliki nilai rata-rata kadar air dan BV paling tinggi, sedangkan pada lahan sawah memiliki nilai paling tinggi untuk porositas dan BJ. Pada lahan permukiman dan rumput mempunyai nilai sedang hingga rendah, dengan kelas permeabilitas sedang hingga lambat. Kemampuan tanah meresapkan air diukur dari nilai kapasitas infiltrasi, pada lahan hutan lebih cepat dibandingkan dengan lahan kebun campuran dan sawah. Rata-rata nilai kemampuan potensial sementara tanah menahan air hujan dan aliran permukaan di DAS Kreo sebesar 0,094 m. Nilai ini menunjukkan bahwa keberadaan tanah dalam menahan air di DAS Kreo masih baik. Sifat tanah seperti tekstur, BO, kadar air, dan permeabilitas tanah sangat mendukung dalam meresapkan air ke dalam tanah. Kata Kunci: sifat fisik tanah, kemampuan tanah meresapkan air

KAJIAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN TEKNIK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Jurnal Geografi Vol 4, No 1 (2007): January 2007
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman merupakan tempat yang sangat diperlukan oleh manusia sebagai tempat tinggal dan melakukan segala aktivitas hidupnya. Pertambahan jumlah penduduk mempengaruhi kebutuhan akan permukiman. Namun kenyataannya luas lahan tetap tidak berubah, sehingga nilai tanah menjadi mahal dan masyarakat tetap membangun walaupun sebenarnya lahan tersebut tidak layak untuk dibangun. Inventarisasi data yang akurat tentang identifikasi kelayakan suatu lahan untuk permukiman sangat diperlukan, namun pada kenyataannya data tersebut sulit diperoleh. Teknologi Sistem Informasi Geografis sangat membantu dalam upaya inventarisasi dan penyajian data dalam bentuk peta, Hasil inventarisasi dan evaluasi kesesuaian lahan untuk keperluan kawasan permukiman sangat diperlukan, data ini akan memberikan sumbangan pemikiran bagi instansi terkait maupun masyarakat pengguna lahan dalam rangka pembangunan permukiman sehingga terjadi keselarasan dengan lingkungan alam. Kota Semarang terdapat 4 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 (sesuai), kelas S3 (sesuai dengan beberapa hambatan) dan kelas N1 (tidak sesuai) dan kelas N2 (sangat tidak sesuai). Kelas kesesuaian S2 meliputi kawasan seluas 5.549 hektar (36,9%), kelas S3 meliputi daerah seluas 944 hektar (6,3%), kelas N1 meliputi daerah seluas 8.059 hektar (53,5%), dan kelas N2 seluas 503 hektar (3,4%). Faktor penghambat atau pembatas yang dominan kelas kesesuaian lahan di Kota Semarang adalah kemiringan lereng, kekuatan batuan, kembang kerut tanah, jalur patahan, bahaya erosi, dan bahaya longsor. Kata kunci: SIG, mitigasi rawan bencana

MODEL SPASIAL KETERSEDIAAN AIRTANAH DAN INTRUSI AIR LAUT UNTUK PENENTUAN ZONE KONSERVASI AIRTANAH

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Airtanah merupakan sumberdaya air yang paling baik untuk air bersih danair minum. Kebutuhan airtanah selalu meningkat sesuai dengan pertambahanpenduduk. Peningkatan pengambilan airtanah pada kawasan pantai memacuterjadinya intrusi air laut, atau masuknya air laut ke air tawar. Tujuan umumpenelitian membuat model spasial ketersediaan airtanah dan intrusi air laut padakawasan pantai. Penelitian dilakukan di kawasan pantai Kota Semarang. Datameliputi: data fisik lahan, data hasil booring, karakteristik fisik airtanah, kedalamanmuka freatik, fluktuasi airtanah, sifat fisik airtanah, dan karakteristik akifer. Peralatanpenelitian berupa satu set alat geolistrik, GPS, EC-meter, dan Notebook. Pemilihandan pengukuran sampel sumur dan pendugaan geolistrik dengan teknik stratifiedpurposive sampling. Analisis meliputi uji kualitas air, analisis geolistrik dengansclumberger, sebaran intrusi, kedalaman dan arah aliran airtanah. Kondisi air sumurdi Pantai Semarang sebagian besar berasa payau sampai asin, dengan nilai DHLberkisar antara (6.448,1-5,7) ms/cm. Akifer bebas pada kawasan pantai Semarangtersusun material aluvium campuran dengan batupasir dengan lempung, pada bagianbawah terdapat lapisan akuitard dan lapisan kedap berupa akuiclud berupa materiallempung. Analisis hubungan antara ketersediaan dengan arah perkembangan wilayahmenghasilkan zone konservasi dalam enam zona, yaitu zone kritis, zone rawan, zoneaman 1, zone aman 2 zone aman 3, zone aman 4. Saran penelitian perlu dilakukanpemeliharaan dan pembatasan penggunaan airtanah, upaya mencari sumber airtanah,peningkatan cadangan airtanah dengan konservasi vegetatif, membuat embung,sumur resapan, biopori.Kata Kunci: akifer, intrusi, konservasi

UPAYA KONSERVASI LINGKUNGAN PADA KAWASAN INDUSTRI CANDI KOTA SEMARANG

Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The opening of Candi Industrial Area (KIC) resulted in hill cutting, deforestation, geological structure changes, the loss of two streams, the construction of warehousing with the stainless roof, installation, and  construction of artesian wells. As a result, there is a problem of air, water, and soil pollution. The study was conducted in KIC. The data of land use was interpreted from Landsat TM imagery in 1994, and SPOT 5 imagery in 2006, as well as the field inspection in 2010. In General, there were changes in land use to residential and industrial. The extent of the settlement in 1994 amounted to 371.824 ha, in 2010, it was 486.350 ha, and 16,097 ha area of the industry in 1994 became 319.043 ha in 2010. Changes in land use had an impact on the increased value of peak discharge flow, amounting to 1,471 m3 / s in 1994, 3.338 m 3 / s in 2005, and in 2010 increased to 7.229 m3 / s. Conservation models are done in the upstream area of Silandak River. KIC must build green line with annual plants, a garden with shade trees, reservoirs or absorption pools, and absorption wells for every industry building and each residential plots of the industry. In the downstream area, it is essential to build solid embankments on the right and left side of the river. It is also important to construct proper drainage system  to prevent  the water stagnating. Last, planting trees which have strong roots durability is necessaryKeywords: land use, environmental conservation, industrial estates.Pembukaan Kawasan Industri Candi (KIC), mengakibatkan pemotongan bukit, penebangan pohon, perubahan struktur geologis, hilangnya dua aliran sungai, pembangunan pergudangan dengan atap steanless, pemasangan instalasi, dan pembuatan sumur artetis. Akibatnya terjadi permasalahan polusi udara, air, dan tanah. Penelitian dilakukan di KIC. Data penggunaan lahan diinterpretasi dari citra Landsat TM tahun 1994, dan citra SPOT 5 tahun 2006, serta ceking lapangan tahun 2010. Pada umumnya terdapat, perubahan penggunaan lahan menjadi pemukiman dan industri. Luas pemukiman tahun 1994 sebesar 371,824 Ha, tahun 2010 menjadi 486,350 Ha, luas industri 16,097 Ha tahun 1994, menjadi 319,043 Ha tahun 2010. Perubahan penggunaan lahan berdampak pada meningkatnya nilai debit puncak aliran, sebesar 1,471 m3/dt tahun 1994, pada tahun 2005 sebesar 3,338 m3/dt, dan tahun 2010  meningkat menjadi 7,229 m3/dt. Model konservasi dilakukan pada kawasan hulu Kali Silandak. KIC harus membangun jalur hijau, dengan tanaman tahunan, pembuatan taman dengan pohon pelindung, pembuatan embung atau kolam resapan, kewajiban membuat sumur resapan pada setiap bangunan industri, dan setiap kapling perumahan industri. Pada kawasan hilir sungai, dilakukan pembuatan tanggul, yang kokoh pada sisi kanan kiri sungai, pembuatan sistem drainase yang layak, supaya air tidak menggenang, sisi sungai ditanami tanaman yang mempunyai daya tahan akar yang kuat.Kata Kunci: penggunaan lahan, konservasi lingkungan, kawasan industri. 

Hubungan Hujan dan Limpasan Pada Sub DAS Kecil Penggunaan Lahan Hutan, Sawah, Kebun Campuran di DAS Kreo

Forum Geografi Vol 24, No 1 (2010): July 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.91 KB)

Abstract

Tendency of land use conversion is followed by maximum discharge of Kreo River, but unknown land use type what which can race improvement of runoff. Purpose of the research is study the relation of rainfall runoff at forest, rice field, and mixed garden. Research about rainfall runoff study is including research type of experiment for purpose of descriptive, through observation of rain data and water level at small watershed with one land use types that is forest, rice field, and mixed garden. Instrument of rain and water level attached at small watershed during the rains 2007.Data analysis comprises analysis of stream hydrograph, rain analysis, stream coefficient, and statistic analysis as well. Big the so small runoff value is more determined by rainfall amounts happened non land use type. Number of big rains at one land use will yield big runoff also, while the same rainfall amounts at some land use types will yield varying runoff follows land use type and condition of soil At small watershed (less than 200 ha), the relation of rainfall (P) with direct runoff (DRO) has very strong correlation (R2 bigger than 0.7). Relation between rain intensity (I) with DRO; I with peak discharge (Qp); duration of rain (DR) with DRO; DR with Qp indicated weak reaction (R2 less than 0.3). It indicated there were many factors (more than 70%) which influenced the above mentioned relations. Runoff coefficient value at forest was 0,3566, mix forest was 0,4227, rice field was 0,6661, and mixed garden was 0,4227. Land ability to permeate in the forest (65%) is bigger than mixed garden (57%) and rice field (33%).

Kearifan Lokal Rumah Tradisional Aceh sebagai Warisan Budaya untuk Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami

Journal of Educational Social Studies Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Journal of Educational Social Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh rentan terhadap bencana diperlukan pengetahuan sejak dini berkenaan dengan mitigasi bencana yang tertanam pada masyarakat. Masyarakat Aceh sendiri sebenarnya telah memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang jika dikaji dan dimaknai telah mengajarkan masyarakat untuk siap dalam menghadapi bencana dengan warisan budaya rumah tradisional Aceh yang disebut Rumoh Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal rumah tradisional Aceh untuk mitigasi bencana gempa dan tsunami, dan menganalisis persepsi masyarakat dalam mempertahankan (pengetahuan, sikap dan perilaku) kearifan lokal rumah tradisional Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumoh Aceh memiliki nilai-nilai kearifan lokal untuk mitigasi bencana gempa dan tsunami. nilai-nilai kearifan lokal tersebut ada pada komponen bentuk bangunan dan upacara adat rumoh Aceh. Pengetahuan, sikap dan perilaku kearifan lokal rumoh Aceh mengajarkan masyarakat beradaptasi, peduli warisan budaya, dan membentuk sistem kekeluargaan sosial.Aceh is vulnerable region toward disasters. It required knowledge early related to disaster mitigation which embedded in society. Actually Acehnese has values ​​of local wisdom that if studied and interpreted has taught people to be ready to face disasters with traditional Acehnese house as cultural heritage which called Rumoh Aceh. This study was carried out to analyze the values ​​of local wisdom of traditional Acehnese house for earthquake and tsunami disaster mitigation, and to analyze the perception of the society in maintaining (knowledge, attitudes and behavior) local wisdom of traditional Acehnese house;  The method used in this research is qualitative methods. The results showed that local wisdom of Rumoh Aceh has the values ​​to mitigate earthquake and tsunami. The values ​​of Rumoh Aceh present on the component building forms and ceremonies. Knowledge, attitudes and behavior of local wisdom Rumoh Aceh will teach people to adapt, care of cultural heritage, and establishing a system of social family.

The Behavior of Society in Environmental Cleanliness Care on Gemar MTR Program in Makassar City

Journal of Educational Social Studies Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Journal of Educational Social Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The trash volume was increased in the city of Makassar, that environmental problems caused by the behavior of the society for less care about the cleanliness of the environment. Therefore, Makassar City Government policy urgently needed to resolve the problems. This research aims to describe and analyze the behavior of environmental cleanliness care in Makassar City Society and the implementation Gemar MTR program to forming behavior of environmental cleanliness care in Makassar Society. This research uses qualitative research methods with the techniques of data collection through interview, observation, and study documents. The results showed that the people of Makassar City have a high understanding of the complexity and environmental impacts, so that the people be able to show their behavior of environmental cleanliness with several efforts such as disposing of waste in the provided places, actively participating in environmental cleaning activities, handling and sorting out the waste correctly through the 3R principle (reduce, reuse, recycle). Furthermore, the implementation of Gemar MTR has been running pretty well, through the active performance of the implementer program in the field, so that these programs can positively impact to forming and improving behavior of environmental cleanliness care in Makassar Society.

Implementation of Character Education through Nationality Historical Learning in SMK Negeri Karangdadap Pekalongan Regency

Journal of Educational Social Studies Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Journal of Educational Social Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The government has issued a policy on cultural education and character of the nation as an effort to form the character of Indonesian human beings in harmony with the values ​​of national identity. The spirit of nationality is one of the character values ​​that will be embedded in the process of cultural education and character of the nation. The effort to internalize the character values ​​of the spirit of nationalism to learners is implemented through the learning process in school. This is the basis of research on the implementation of character education of national spirit through the learning of Indonesian history. The purpose of this study is to know the teachers understanding of the character education policy, the ability to convey the values ​​of the spirit of nationalism in the practice of learning, knowing the supporting factors and constraints that occur in the implementation of character education. This research is qualitative descriptive and implemented in SMK Negeri Karangdadap Pekalongan Regency. Data collection techniques are done through observation, interviews, questionnaires and documentation. The results of the study show the teachers ability to explain, interpret, sample, analyze and summarize the character values ​​of the spirit of nationalism, both listed in the character education policy and contained in historical learning materials. Based on these indicators it is concluded that teachers have an understanding of character education policy.

DAMPAK ROB TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI KAWASAN ROB DESA BEDONO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK

Journal of Educational Social Studies Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Journal of Educational Social Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kawasan yang terkena rob, masyarakat di Desa Bedono dituntut untuk mengadakan suatu perubahan sosial agar mereka tetap dapat bertahan dari dampak-dampak yang ditimbulkan oleh rob. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pola fluktuasi rob berdampak terhadap aktivitas masyarakat di desa Bedono yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis terhadap perubahan sosial akan disesuaikan dengan teori AGIL Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Bedono terjadi rob dua kali dalam sehari dan rob-rob besar bulan April hingga Juni, setiap bulan terdapat 2 kali rob tinggi. Dampak rob terhadap aktivitas masyarakat yakni hilangnya mata pencaharian seperti dialami para petani tambak, terganggunya akses transportasi, adanya berbagai lapangan kerja baru. Dampak rob terhadap perubahan sosial masyarakat di Desa Bedono yakni dari tempat tinggal, mata pencaharian, air bersih, sistem pertambakan, hingga sistem sosial masyarakat di desa Bedono. As one of area that strikes rob, society at Bedono village is charged to arrange a changing that social they are constant get last of impact that evoked by rob. This research is attributed to know how robs fluctuation pattern impacted to society activity at Bedono village that on eventually cause its happening changing social. This research utilize kualitatifs approaching. Analisis to social change will be adjusted by AGIL Talcott Parsonss theory. The result from this research showing at Bedono village happens two-time rob deep one day and rob rob outgrows month of April until June, each month available 2 robs times high. robs impact to society activity namely a loss living as is experienced farmers embanks, it troubles transportation access, mark sense various new employment. robs impact to societies social change at Bedonovillage namely of home, living, fresh water, system about fishpond, until society social system at Bedono village.