Articles
15
Documents
Isolasi dan Seleksi Bakteri Penghasil Enzim Ekstraseluler (proteolitik, amilolitik, lipolitik dan selulolitik) yang Berasal dari Sedimen Kawasan Mangrove (Isolation and Selection of Extracellular Enzyme Producing Bacteria Originating from Mangrove Sedimen

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 17, No 3 (2012): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.341 KB)

Abstract

Bioremediasi tambak udang memegang peranan penting dalam upaya membersihkan tambak dari bahan pencemar internal yang dihasilkan selama proses budidaya itu sendiri. Proses budidaya udang merupakan kegiatan yang potensial menghasilkan limbah organik terutama berasal dari sisa pakan dan hasil ekskreta (feses). Bakteri heterotrofik memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim ekstraseluler yang diperlukan untuk bioremediasi limbah organik. Penelitian ini ditujukan untuk mengisolasi bakteri heterotrofik yang berasal dari ekosistem mangrove utuk dikembangkan sebagai agensia bioremediasi limbah organik pada tambak udang. Sedimen mangrove diperoleh dari kawasan mangrove Segara Anakan- Cilacap dan kawasan Mangrove Kaliuntu-Kabupaten Rembang. Isolasi dilakukan dengan metode agar tuang menggunakan media Zobell agar. Pengujian aktivitas proteolitik, amilolitik, lipolitik dan selulolitik dilakukan dengan metode diffusion agar menggunakan paper disk berturut-turut pada media Zobell agar yang diperkaya dengan 1% skim milk, 1% amilum, dan 1% tween 80 dan 1 % CMC. Diameter zone hidrolitik digunakan sebagai dasar untuk melakukan seleksi. Hasil penelitian diperoleh 35 isolat (16 isolat dari Kaliuntu – Rembang dan 19 isolat dari Segoro Anakan – Cilacap). Jumlah isolat yang mempunyai kemampuan menghasilkan enzim ekstraseluler berturut-turut 33 isolat dengan aktivitas proteolitik 25 isolat dengan aktivitas amilolitik, 29 isolat dengan aktivitas lipolitik, dan 12 isolat dengan aktivitas selulolitik. Hasil seleksi berdasarkan diameter zone hidrolitik diperoleh 10 isolat yang potensial untuk dikembangkan sebagai agensia bioremediasi.Kata kunci: proteolitik, amilolitik, lipolitik, selulolitik, mangrove, bioremediasi, tambak udangBioremediation of shrimp pond plays an important role in the effort to clean up the internal pollutants of pond produced during the cultivation process. Shrimp farming produces mainly organic waste from food remains and the excreta. Heterotrophic bacteria have the ability to produce extracellular enzymes required for the bioremediation of organic waste. This study aimed to isolate heterotrophic bacteria from mangrove ecosystem to be developed as agents of bioremediation of organic wastes in shrimp ponds. This was done by isolating and selecting bacteria producing extracellular enzymes of proteolytic, amylolitic, lipolytic and cellulolytic from mangrove sediments collected from the mangrove area of Segara Anakan at District of Cilacap and Kaliuntu, district of Rembang. Isolations were done by pour-plate method using a Zobell agar medium. Assays for proteolytic, amilolytic, lipolytic and cellulolytic activity were performed using paper disk on Zobell agar medium enriched respectively with 1% skim milk, 1% soluble starch, 1% tween 80 and 1% CMC. Hydrolytic zone diameter was used as the basis for selection of enzymatic activities. The results obtained was 35 isolates (16 isolates from Kaliuntu–Rembang dan 19 isolate froms Segara Anakan – Cilacap), consisting of 33 proteolytic enzyme, 25 amilolytic enzyme, 29 lipolytic enzyme and 12 isolates cellulolytic producing enzyme. Based on hydrolytic zone diameter were selected 9 isolates which potential to be developed as bioremediation agent.Key words: Bioremediation, proteolytic, amilolytic, lipolytic, selulolytic

Bioaktivitas Ekstrak dan Serbuk Lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii pada Vibrio alginolyticus dan Vibrio harveyii

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.41 KB)

Abstract

Vibriosis merupakan penyakit bakterial yang menyerang udang antara lain disebabkan oleh Vibrio alginolyticus dan Vibrio harveyii.  Salah satu upaya perlindungan udang terhadap infeksi vibriosis adalah melalui reduksi jumlah bakteri vibrio di media budidaya dan saluran pencernaan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan justifikasi pemanfaatan ekstrak dan serbuk simplisia lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii sebagai agensia pengendali bakteri vibrio. Beberapa penelitian membuktikan  bahwa lamun mempunyai aktivitas antibakteri. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian  jenis lamun lain dan terhadap strain strain bakteri vibrio pathogenik pada udang. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental. Sampel E. acoroides dan T. hemprichii diekstraksi dengan air panas. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan secara  in vitro menggunakan  agar disc diffusion method. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak dan serbuk simplisia E. acoroides tidak menunjukan bioaktivitas terhadap V. alginolyticus dan V. harveyii. Ekstrak T. hemprichii menunjukan bioaktivitas terhadap V. alginolyticus dan V. harveyii. Sedangkan serbuk simplisia T. hemprichii menunjukan aktivitas antibakteri terhadap V. alginolyticus dan V. harveyii setelah 48 jam inkubasi Kata kunci : antibakteri, ektrak panas, serbuk, lamun, vibriosis Vibriosis is  a bacterial diseases in prawn which caused by  Vibrio including Vibrio alginolyticus and Vibrio harveyii. An effort to protect the prawn of vibrio infection is by  reducing the number of vibrio bacteria either in the culture media and/or in the gastrointestinal system of the cultured species. The research aimed to find justification for the use of seagrasess Enhalus acoroides and Thalassis hemprichii as vibrio bacteria control agensia. The research was conducted by experimental method. The initial phase of the study was testing the antibacterial activity in vitro using agar disc diffusion method. The result shows that neither extract nor simplicia of E. acoroides have an effect against the growth of V. alginolyticus and V. Extract of however, significantly shows bioactivity respond against those bacteria and its simplicia powder also showing a similar effect but after 48 hours of incubation. Key words : antibacterial, hot water extract, powder, seagrass, vibriosis

AKTIVITAS ANTIJAMUR SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK Eucheuma sp. TERHADAP Aspergillus flavus

Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1(2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eucheuma sp. is a kind of the most seaweed in Indonesia. Eucheuma sp. has acomponent of bioactive compounds which is estimated that is has potential as an antifungal.The aim of this study are to determine the content of bioactive compounds and the potentialof Eucheuma sp. extract as antifungal toward Aspergillus flavus and to determine the effect ofdifferent concentration of the solvent toward the antifungal activity of Eucheuma sp. extract.The result showed that the extract of etil asetat produced the inhibitory zone towardAspergillus flavus, while the extract of n-hexane did not produce the extract and methanoldidn’t produce inhibitory zone. The highest inhibitory zone was found at concentration of 10mg/ml if is equal with 4 mm. The result of phytochemical screening test indicated that therewere the compounds of alkaloid, and cardiac glycoside in etil acetate extract.

Selection, Identification and Optimization of the Growth Water Probiotic Consortium of Mangrove Ecosystems as Bioremediation and Biocontrol in Shrimp Ponds

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4379.25 KB)

Abstract

Shrimp aquaculture is an activity that potentially generates organic waste. The accumulation of organic matter is becoming one of the main factors causing the emergence of disease. Problem-solving approach that is most effective is through bioremediation. The aims of this study were to select, identify and cultivate bacteria from mangrove sediments from Cilacap, Rembang and Banyuwangi which potentially as probiotic consortium of bioremediation activity and biocontrol. The results showed that total of 45 isolates (proteolytic), 35 isolates (amylolytic), 35 isolates (lipolytic), and 18 isolates (cellulolytic). There were 59 bacterial isolates had antibacterial activity of vibrio (V. harveyi, V. alginolyticus, V. vulnificus and V. anguilarum). Based on the identification of 16 S-rRNA genes, 4 isolates showed that the C2 isolate was identified as Bacillus subtilis, C11 isolate was identified as Bacillus firmus, C13 and C14 isolates were identified as B. Flexus. This study concluded that cultivation of Bacillus subtilis C2 optimum at 2% molase and yeast extract 0.5% at pH 8 and 30 0C. Bacillus firmus C11 optimum at 2% molase and yeast extract 0.5% at pH 8 and 30 0C. Bacillus flexus C13 optimum at 2% glucose and yeast extract 0.5% at pH 8 and 30 0C. Bacillus flexus C14 optimum at 4% molase and yeast extract 0.25% at pH 8 and 30 0C. The result of culture applications of 4 isolates showed an effect of increasing shrimp weight by 141, 9% compared by the control.Keywords: sediment, mangrove, bioremediation, biocontrol

Growth kinetics and Protease Activity 36K Isolates Derived from Mangrove Ecosystem Sediment, Karimunjawa, Jepara (Kinetika Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Isolat 36k Berasal dari Sedimen Ekosistem Mangrove, Karimunjawa, Jepara)

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 3 (2015): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.88 KB)

Abstract

Budidaya perikanan laut dan payau menghasilkan sejumlah besar limbah organik yang dibuang ke lingkungan sekitarnya. Sebagian besar limbah organik ini berasal dari sisa pakan, dan feses. Faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi budidaya udang adalah munculnya penyakit dan penurunan kualitas air yang dikarenakan adanya akumulasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika pertumbuhan dan aktivitas protease bakteri sedimen mangrove dari Karimunjawa - Jepara yang berpotensi sebagai kandidat konsursium probiotik dengan kemampuan aktifitas bioremediasi. Pertumbuhan bakteri isolat 36K memiliki Fase lag (adaptasi) pada waktu kultivasi jam ke-0 hingga jam ke-4. Sedangkan pada jam ke-6 hingga jam ke-30,  isolat 36K  telah  memasuki fase logaritmik (eksponensial) yang dicirikan dengan adanya pertumbuhan yang siknifikan. Pada waktu pertumbuhan jam ke-30 diperoleh nilai OD sebesar 1,939±0,0125 dengan berat kering biomassa bakteri sebesar 1,325±0,043 mg.ml-1, laju pertumbuhan  spesifik (µ) sebesar 0,1446 jam-1, jumlah generasi 8,7609 dan waktu generasi 4,794 jam. Selanjutnya waktu pertumbuhan jam ke-36 hingga jam ke-42, sel isolat 36K  mengalami fase pertumbuhan yang relatif tetap yaitu memasuki fase stasioner. Berikutnya adalah fase kematin pada jam ke-42 hingga jam ke-48, terjadi penurunan laju pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan materi pertumbuhan seperti vitamin dan unsur mineral. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar protein diawal sampai akhir penelitian mengalami penurunan sebesar  97,365%. Nilai laju penurunan kadar protein di media kultur bakteri adalah 0,255±0,005 mg.ml-1jam-1. Produksi enzim protease isolat 36K  dilakukan  ketika  biakan berumur 2 jam hingga 6 jam dengan aktivitas optimum dicapai pada 6 jam masa inkubasi fase eksponensial pertumbuhan bakteri. Kata kunci: sedimen, mangrove, bioremediasi, pertumbuhan, protease  Marine and brackishwater culture produced large number of organic waste, mostly from leftover feed and faeces, which normally released to the nearby water system and becoming source of deseases and reducing water quality.  The study was aimed to determine the growth kinetics and protease activity of 36k isolate from mangrove sediment of Karimunjawa, Jepara which possibly developed into probiotic consortium candidate with bioremediation activity capability. The study was able to describe the growth kinetics and protease activity of 36k isolate which has lag phase (adaptation) on the 0 to the first 4 hours. Meanwhile from 6th to 30th hours isolate 36k entering logarithmic phase (exponential) characterized by significant growth. At the 30th hours period the OD value was 1,939±0,0125, bacterial biomass dry weight of   1,325±0,043 mg.ml-1, specific growth rate (µ) was 0,1446 hours, number of generation 8,7609 dan regeneration time of  4,794 hour. Between 36 to 42 hours the growth of  36k isolate cell was relatively no difference indicating the stationer phase has reached followed by mortality phase between the 42–48 hours where the growth rate was decline due to the limitation of growth material such as vitamins and minerals.  The result also show that protein consentration was significantly decline up to   97,365%. The reduction of of protein content was 0,255±0,005 mg.ml-1.hour-1. The production of enzyme in cultured bacteria was conducted between first 2–6 hours and reach the optimum activity by 6 hours incubation i.e. at the exponential growth phase. The substrate consumption by 36K bacteria isolate was indicated by the decline of reduced sugar with average rate of substrate consumption of 2,0557 g.g-1. Keywords: sediment, mangrove, bioremediasion, growth, protease

Potensi Bakteri Asam Laktat Sebagai Kultur Protektif Pada Industri Perikanan

BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur protektif merupakan salah satu bentuk biopreservasi yang dikembangkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merusak produk pangan. Pada penelitian ini diisolasi jenis-jenis bacteri asam laktat dari Ikan Beronang dan Ikan Kakap yang telah disimpan dalam suhu rendah, serta melakukan skrining berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang umum mengkontaminasi bahan makanan yang disimpan pada suhu rendah. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan dengan metode taburan dalam medium MRS (de Man, Rogosa and Sharpe) Ada dua kelompok bakteri asam laktat yang diisolasi yaitu yang bersifat halofilik dan non-halofilik. Inkubasi kultur bakteri dilakukan pada suhu<20 oC. Isolat-isolat Bakteri asam laktat (BAL) yang diperoleh selanjutnya diskrining untuk mendapatkan strain yang aktif terhadap bakteri dan bakteri pembusuk dengan meto dedifusi agar menggunakan paper disc. Bakteri uji yang digunakan untuk skrining adalah bakteri Escherichia coli, Staphylococcusaureus, Pseudomonas fluorescens dan Pediococcus lb 42. Indikator adanya aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh terbentuknya zona penghambatan.  Hasil isolasi diperoleh total 68 isolat BAL dengan rincian 25 isolat aktif terhadap 4 jenis bakteri uji, 13 isolat aktif terhadap 3 jenis bakteri uji , 7 isolat aktif terhadap 2 isolat uji, 11 isolat aktif terhadap 1 jenis bakteri uji dan hanya 2 isolat yang tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji. Hal ini menunjukkan bahwa BAL yang berasal dari produk perikanan lautmemilikipotensiuntuk dikembangkan sebagai kultur protektif pada industri perikanan.   Kata kunci :BakteriAsamLaktat, KulturProtektif,  Biopreservasi, AktivitasAntibakteri  

Respon Bakteri Nitrifikasi Terhadap Penggunaan Jerami Dan Katul Sebagai Priming Agent Untuk Meningkatkan Laju Respirasi Tanah Tambak Udang

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 3 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.89 KB)

Abstract

Penelitian tentang respon bakteri nitrifikasi terhadap penggunaan jerami dan katul sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang telah dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Ada 2 perlakuan yang dibandingkan yaitu pemberian jerami dan pemberian katul, masing-masing dengan 4 sub perlakuan yaitu pemberian jerami atau katul dengan dosis masing-masing 0 kg/m2, 0,2 kg/m2, 0,3 kg/m2, dan 0,4 kg/m2. Penelitian dilakukan menggunakan bejana respirasi yang diisi dengan tanah dasar tambak udang pasca panen. Jumlah bakteri nitrifikasi dihitung dengan metode MPN menggunakan medium mineral untuk bakteri nitrifikasi. Hasil penelitian menunjukan adanya respon peningkatan pertumbuhan bakteri nitrifikasi tanah tambak udang akibat perlakuan penggunaan jerami dan katul sebagai agensia priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang. Respon ini ditunjukan dengan adanya kecenderungan jumlah bakteri nitrifikasi pada perlakuan pemberiaan jerami dan katul yang lebih tinggi dibandingkan tanah yang tidak mendapat perlakuan pemberian jerami dan katul. Pada kondisi penelitian ini respon bakteri nitrifikasi tertinggi terjadl pada perlakuan pemberian jerami atau katul pada dosis 0,2 kg/m2. Hal ini ditunjukan dengan kecenderungan jumlah bekteri nitritikasi yang paling tinggi pada perlakuan pemberian jerami atau katul.Kata kunci: bakteri nitrifikasi; tanah tambak; priming agent; katul; jerami  An experiment was done to assay nitrifier responses on straw and bran application as priming agent to increase pond soil respiration rate. The experiment was done by using complete randomized design. Straw and bran as treatment was applied on sample soil at 0,1 kg/m2, 0,2 kg/m2, 0,3 kg/m2. Soil were placed in respiration chambers (500 ml becker glass) was respended above soil surface, and 50 ml of 1.00 N NaOH was pipetted into the backer glass. Respiration chambers were sealed. Nitrifier enumeration was done by MPN method. The experiment showed that increased of number of nitrifier as responds on application of straw and bran. In experiment condition the highest number of nitrifier along time of experiment was happened in application of straw or bran on 0,2 kg/m2 in dosage.Keywords: Nitrifier; straw; bran; pond soil; priming agent

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA EKSTRAK METANOL JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa) TERHADAP BAKTERI Vibrio harveyi

JURNAL ENGGANO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.53 KB)

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu biota laut yang memiliki potensi di bidang farmakologi sebagai antibakteri dan antimikroba. Senyawa bioaktif dari jaringan lunak A. granosa dapat digunakan sebagai bahan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol jaringan lunak kerang A. granosa terhadap bakteri Vibrio harveyi dan untuk menelusuri kandungan senyawa aktif pada jaringan lunak A. granosa dengan analisis fitokimia. Uji aktivitas antibakteri terhadap Vibrio harveyi dilakukan dengan metode difusi. Uji aktivitas antibakteri tersebut menggunakan lima konsentrasi yaitu 1000, 750, 500, 250, 100 ppt dan dua kontrol yaitu kontrol negatif (metanol) dan kontrol positif (enrofloxacin). Analisa aktivitas antibakteri dilakukan dengan mengukur zona hambat menggunakan jangka sorong, hal tersebut untuk mengetahui seberapa kuat ekstrak metanol jaringan lunak A. granosa dalam menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa ekstrak metanol  jaringan lunak A. granosa memiliki aktivitas antibakteri terhadap V. harveyi. Analisa aktivitas antibakteri menggunakan pengukuran dengan jangka sorong menghasilkan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 1000 ppt dan zona hambat terendah pada konsentrasi 100 ppt. Maka, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol jaringan lunak A. granosa mampu menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi dan zona hambat yang dihasilkan tergolong kategori lemah. 

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA NON-POLAR DAN POLAR DARI EKSTRAK MAKROALGA Acanthophora muscoides DARI PANTAI KRAKAL YOGYAKARTA

JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.676 KB)

Abstract

Pantai Krakal Yogyakarta memiliki keanekaragaman rumput laut tinggi. Memiliki tipe ekologi berbatu karang yang cocok untuk habitat rumput laut jenis Acanthophora muscoides. Pemanfaatan rumput laut Pantai Krakal dalam bidang kesehatan belum optimal. Rumput laut mengandung senyawa bioaktif (polifenol) dan biopigmen (klorofil dan karotenoid) yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut Acanthophora muscoides. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil esktraksi pelarut n-hexsana memiliki berat 0,471a gram dan rendemen 0,373a %, sedangkan berat ekstrak metanol 0,667b gram dan rendemen 0,529b % (p < 0,05). Nilai IC50 perlakuan ekstrak n-heksan, metanol dan vitamin c berbeda signifikan (p < 0,05) yaitu sebesar 312 ppm, 415 ppm dan 13 ppm, ketiganya tergolong antioksidan sangat kuat. Ekstrak n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari pada ekstrak metanol, hal ini dikarenakan ekstrak n-heksan memiliki nilai total fenol = 45,284 mg GAE/g, klorofil a = 23,299 mg/g, karotenoid = 64,065 µg/g, yang lebih tinggi dari pada ekstrak metanol yaitu total fenol = 22,235 mg GAE/g, klorofil a = 7,215 mg/g, karotenoid = 26,654 µg/g.

ZONA HIDROLISIS DAN PERTUMBUHAN BAKTERI PROTEOLITIK DARI SEDIMEN EKOSISTEM MANGROVE Rhizophora mucronata TELUKAWUR – JEPARA

Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.782 KB)

Abstract

Pemberian pakan dalam sistem budidaya udang berpotensi terjadi pencemaran internal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk isolasi, seleksi dan kajian pertumbuhan bakteri proteolitik dari sedimen ekosistem mangrove Rhizophora mucronata Telikawur - Jepara sebagai kandidat water probiotik untuk membersihkan limbah internal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil pengamatan data TPC menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri sebesar 282 x 103 cfu/ml. Berdasarkan data purifikasi, didapatkan sebanyak 46 isolat. Data uji proteolitik kualitatin menunjukkan terdapat 89 % isolat tidak aktif, sedangkan 11 % (5 isolat TA.R.14, 16, 22, 31 dan 39) memiliki aktivitas proteolitik. Kelima isolat memiliki ratio hidrolisis berbeda secara signifikan (p < 0,05) secara berurutan sebesar 1,27a; 1,96d; 154b; 169bc dan 1,71c. Aktivitas proteolitik tertinggi pada isolat TA.R.16 memiliki puncak tertumbuhan pada hari ke 30 dengan nilai kepadatan 18,649 ± 0,789ʰ sel/ml, stasioner pada jam ke 30 – 36, dan mengalami kematian pada jam ke-42. Nilai jumlah generasi sebesar 5,213 ± 0,281; waktu generasi sebesar 5,766 ± 0,303 jam dan laju pertumbuhan sebesar 0,120 ± 0,006 jam-1.