Articles

Found 37 Documents
Search

Kandungan Senyawa Aktif Spirulina platensis yang Ditumbuhkan pada Media Walne dengan Konsentrasi NaNO3 Berbeda Notonegoro, Hartoyo; Setyaningsih, Iriani; Tarman, Kustiariyah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.577 KB)

Abstract

AbstrakSpirulina platensis merupakan sumber makanan organik  yang mengandung protein tinggi dengan asam amino yang seimbang. Spirulina juga memiliki kandungan senyawa aktif yaitu fikosianin dan flavonoid. Senyawa aktif tersebut pada umumnya memiliki aktivitas yang potential sebagai suplemen dan sediaan bahan aktif pada pangan fungsional. Salah satu faktor yang mempengaruhi kandungan fikosianin dan flavonoid dari mikroalga adalah nutrisi yang digunakan dalam media pertumbuhan sehingga perlu dilakukan kajian mengenai pengaruh komposisi media terhadap kandungan fikosianin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi kandungan NaNO3 pada media pertumbuhan terhadap kandungan fikosianin dan flavonoid S. platensis; serta menentukan konsentrasi NaNO3 terbaik pada media Walne untuk menghasilkan biomassa S. platensis dengan kandungan fikosianin dan flavonoid  tertinggi. Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yaitu kultivasi S. platensis; dan ekstraksi fikosianin, flavonoid, dan komponen aktif lainnya. Kultur S. platensis menggunakan media Walne dengan variasi kandungan NaNO3 yaitu masing-masing sebesar 80, 100 dan 120 g selama 11 hari. Total protein dan nitrogen tertinggi diperoleh pada perlakuan 100 g NaNO3 masing-masing sebesar 44,30% dan 7,09%. Biomassa S. platensis setiap perlakuan NaNO3 mengandung flavonoid, steroid, fenol dan saponin. Konsentrasi dan rendemen fikosianin terbaik diperoleh pada perlakuan 80 g NaNO3 sebesar 1,32 mg/ml dan 32,93%.Total flavonoid ekstrak S. platensis tertinggi diperoleh pada perlakuan 80 g NaNO3 sebesar 16,56%. S. platensis terpilih adalah perlakuan NaNO3 80 g karena menghasilkan kandungan senyawa aktif flavonoid dan fikosianin tertinggi. ncentration. The Active Compounds of  Spirulina  platensis Grown on Walne Media with Different NaNO3 ConcentrationsAbstractSpirulina platensis is a source of organic foods that contain high protein with balanced amino acids. Spirulina also contains active compounds of phycocyanin and flavonoids. The active compound communly to have potential activities as supplement and functional food. One of the factors that affects the content of phycocyanin and flavonoids from microalgae is the nutrients used in growth media. So that it is necessary to study the effect of media composition on the content of phycochyanin and flavonoids. This study aimed to determine the effect of various concentrations of NaNO3 on growth media on the content of flavonoids and phycocyanin and determine the best NaNO3 concentration in Walne media that produce S. platensis biomass with the highest phycocyanin and flavonoid contents. This study was run in two steps that were cultivation of S. platensis and extraction of phycocyanin, flavonoid, and other active components. S. Platensis were cultured in Walne media with various NaNO3 concentrations that were 80, 100 and 120 g for 11 days. The highest total protein and nitrogen were obtained from 100 g NaNO3 treatment which were 44.30% and 7.09% respectively. The biomass of S. platensis for each of NaNO3 treatment contains flavonoids, steroids, phenols and saponins. The best concentration and yield of phycocyanin were obtained from the treatment of 80 g NaNO3 of 1.32 mg/ml and 32.93% respectively. The highest total flavonoids of S. platensis extract were obtained at 80 g NaNO3 treatment of 16.56%. The best treatment to grow S. platensis which produced highest active content of phycocyanin and flavoniud was gained from 80 g NaNO3 medium
Potensi Antibakteri Diatom Laut Skeletonema costatum terhadap Bakteri Vibrio sp Setyaningsih, Iriani; Panggabean, Lily M.; Riyanto, Bambang; Nugraheny, Novita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.961 KB)

Abstract

Budidaya udang di Indonesia berkembang dengan cukup pesat karena udang merupakan salah satusumber devisa bagi negara. Akan tetapi perkembangan ini menghadapi permasalahan seperti adanyapenyakit bakterial. Salah satu bakteri patogen pada budidaya udang adalah Vibrio sp. Upaya untukmengatasi hal ini dapat dilakukan antara lain dengan menggunakan bahan antibakteria S. costatum. Padapenelitian ini, kulitivasi diatum S. costatum dilakukan dalam botol schott yang berisi f medium yangdilengkapi dengan aerator dan cahaya dengan intensitas 2000 luks. Kulivitasi dilakukan pada suhu 25oC.Kurva pertumbuhan S. costatum ditentukan dengan menghitung jumlah sel setiap harinya. Untuk ekstraksiantibakteri, kultur dipanen pada hari ke-6, selanjutnya dilakukan ekstraksi terhadap biomasanya denganmenggunakan metanol untuk mendapatkan ekstrak antibakteri. Ekstrak antibakteri ini diujikan pada bakteriVibrio sp dengan metode difusi agar. Hasil pengujian terhadap aktivitas penghambatan bakteri tersebutmenunjukkan bahwa ekstrak kasar (crude) intraseluler S. costatum mampu menghambat pertumbuhanbakteri Vibrio sp dengan potensi hambatan (inhibitor potention) 75,47% (pada konstertasi ekstrak 2000ppm), 52,08% (pada 1000 ppm), 30,43% (pada 500 ppm), 23,81% (pada 250 ppm) dan 15,79% (pada 100ppm) dibandingkan dengan kloramfenikol.Key word: antibakteri, Skeletonema costatum, Vibrio
KOMPOSISI KIMIA DAN KANDUNGAN PIGMEN Spirulina fusiformis PADA UMUR PANEN YANG BERBEDA DALAM MEDIA PUPUK Setyaningsih, Iriani; Saputra, Andika Tri; Uju, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.34 KB)

Abstract

Spirulina fusiformis is bluegreen alga which grows in freshwater. The aims of the research were to observe the growth curve, chemical composition and pigment content of S. fusiformis cultivated in fertilized media and harvested on different times (18 and 32 days). S. fusiformis cultivated in fertilized media had  ve phases of growth. The end of exponential and stationary phases were achieved on days 15 and 24, respectively. The S. fusiformis harvested on 18 days contained 52.72% protein, 17.19% carbohydrate, 8.47% fat, 6.24% ash, 5.5% phycocyanin, and 0,47% chlorophyll, while harvested on 32 days contained 55.22% protein, 21.32% carbohydrate, 8.67% fat, 9.57% ash, 4.68% phycocyanin, and 0.43% chlorophyll. In this study, S. fusiformis contained 17 amino acids, 9 of them are essential amino acids.Keywords: Spirulina fusiformis, fertilized, chemical composition, harvesting age, pigment
Pemisahan Ekstrak Intraseluler dari Mikroalga Nitzschia closterium dan Penentuan Konsentrasi Hambatan Minimumnya terhadap Mikroba Patogen Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Pangagabean, Lyli; Widyah, Titik Harsita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.537 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengekstrak anti mikroba intraselular dari Nitzschia closterium, menguji aktivitasnya dan menentukan konsentrasi hambatan minimunnya terhadap beberapa mikroba patogen. Kultifasi Nitzschia closterium, dilakukan dalam f medium dengan kepadatan awal sel sebesar 1,00 x 104 sel/ml dengan dilengkapi aerasi, lampu neon serta dilakukan pada suhu kamar. Fase eksponensial dicapai pada saat kultifasi awal sampai pada hari ke-7, fase penurunan laju pertumbuhan pada hari ke-8, fase stasioner pada hari ke-9 sampai hari ke-47, dan fase kematian dimulai pada hari ke-48. Pemisahan biomassa dilakukan dengan menggunakan sentrifu, selanjutnya dikeringkan dan ditambah pelarut metanol dan sel dipecah menggunakan soniprep. Kemudian disaring dan pelarutnya di uapkan sehingga diperoleh ekstrak kasar interseluler hasil pengujian aktivitas menunjukan bahwa ekstrak intraseluler dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli, Salmonella typhii dan kapang Penicillumisp., tetapi tidak menghambat Aspergillus niger. Nilai konsentrasi hambatan minimum untuk E. coli dan S. typhii terjadi pada konsentrasi 2000 ppm dengan potensi hambatan masing-masing 30-40% dan 29,41-35,29%.Kata kunci: Nitzschia, mikroalga, bahan aktif
Konsentrasi Hambatan Minimum Ekstrak Chlorella sp. terhadap Bakteri dan Kapang Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Sriwardani, Tresna
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak antimikroba intraseluler dari mikroalga jenis Chlorella sp. dan menentukan konsentrasi hambatan minimumnya pada bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli serta kapang Aspergillus niger dan Penicillium sp. Tahapan penelitian meliputi kultivasi, ekstraksi antimikroba dan uji aktivitasnya terhadap bakteri dan kapang serta penentuan konsentrasi hambatan minimum. Chlorella sp. dikultur dalam medium PHM, yang dilengkapi dengan aerator dan lampu neon sebagai sumber cahaya. Ekstraksi antimikroba dilakukan terhadap sel biomassa yang dipanen pada hari ke-40. Biomassa yang diperoleh sebesar 53,85 gram. Konsentrasi hambatan minimum dari esktrak intraseluler Chlorella sp. dalam menhambat Salmonella typhi adalah 500 ppm dan potensi hambatan terhadap streptomycin sebesar 40 %, konsentrasi hambatan minimum ekstrak terhapad E. coli adalah 250 ppm dan potensi hambatan terhadap streptomycin adalah 46,2 %. Akan tetapi ekstrak yang dihasilkan tidak dapat menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus niger dan Penicillium sp.sampai pada konsentrasi 3000 ppm.Key words : Bakteri, chlorella, hambatan minimum.
PENGARUH MEDIA KULTIVASI Chaetoceros gracilis TERHADAP KANDUNGAN KIMIAWI DAN POTENSI INHIBITOR PROTEASE [Effect of Chaetoceros gracilis Cultivation Media to the Chemical Content and Protease Inhibitor Potential] Setyaningsih, Iriani; Nurhayati, Tati; Aremhas, Uzainah
Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Vol 24, No 2 (2013): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.533 KB)

Abstract

Microalgae produce secondary metabolites with different characteristics for each genus, species or strain. A single species of microalgae can produce several bioactive compounds, including protease inhibitors which can prevent deterioration of fish. In this study, we observed the growth of Chaetoceros gracilis in the media NPSi and NPSi + NaHCO3 and determined the chemical content and the potency of protease inhibitor from Chaetoceros gracilis in both media. The culture was harvested at 8 and 15 days. Screening of protease inhibitor activity was performed by agar diffusion method. Protease inhibitor activity was tested on three pathogenic protease-producing bacteria, namely Staphylococcus aureus, Bacillus cereus and Escherichia coli. The pathogenic bacteria often contaminate foodstuffs. The results showed that media NPSi and NPSi + NaHCO3 affected protein and lipid content of C. gracilis, but the culture age did not affect them. The protein content of C. gracilis cultivated in NPSi media (34.75 and 32.94%) was higher than in NPSi + NaHCO3 media (28.13 and 27.13%), while the lipid content was 16.36 and 18.06, 23.86 and 25.40% respectively. Extracts of C. gracilis grown in NPSi and NPSi+NaHCO3 media had inhibitory activity against the test bacteria. Inhibitory activity against E. coli was greater than S. aureus and B. cereus.
KOMPOSISI KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK BIOMASSA DAN POLISAKARIDA EKSTRASELULER DARI MIKROALGA Porphyridium cruentum Setyaningsih, Iriani; Salamah, Ella; Rahman, Dwi Abdia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.555 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimiawi, komponen aktif serta aktivitasantihiperglikemik (inhibisi α-glucosidase) dari biomassa dan polisakarida ektraselular Porphyridiumcruentum. Sel Porphyridium cruentum dikultivasi dalam medium Becker pada suhu 27-28,5oC, diaerasisecara kontinyu dan pencahayaan 500-2000 lux. Kultur dipanen pada akhir fase pertumbuhan stasioner.Biomassa dan polisakarida ekstraselularnya dianalisis terhadap komposisi kimia, komponen aktif, danaktivitas antihiperglikemik. Hasil penelitian menunjukkan kandungan air, abu, protein, lemak, dankarbohidrat biomassa kering Porphyridium cruentum berturut-turut adalah 67%; 38,34%; 5,54%; 0,33%;dan 44,12%. Komponen aktif yang terkandung dalam biomassa kering meliputi alkaloid, fl avonoid danfenol hidroquinon. Inhibisi α-glukosidase dari biomassa kering dan polisakarida ekstrasellular berturutturutadalah 33,82% dan 71,57%.
Kajian Kerusakan Tablet Hisap Spirulina Selama Penyimpanan Setyaningsih, Iriani; Trilaksani, Wini; Desniar, .; Masruroh, Emma; Fahleny, Ria; Gentini, Vatin Tri
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 19, No 3 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.62 KB)

Abstract

Spirulina is a microalgae have a high nutrient content and bioactive compound were good for health. This microalgae can be cultivated indoor or outdoor as needed. One of the applications of Spirulina is for lozenges. The purpose of this study is determine the effect of packaging and shelf life of Spirulina lozenges on the growth of bacteria and fungi. This microalgae can be cultivated indoor or outdoor as needed. One of the applications of Spirulina is for lozenges. Bacteria and fungi still grow on the Spirulina lozenge which packaged using alumunium foil and plastic bottle. However bacteria and fungi total on Spirulina lozenge during storage on 8 weeks are not different. Keywords: lozenge, microbe, packaging, Spirulina
Konsentrasi Hambatan Minimum Ekstrak Chlorella sp. terhadap Bakteri dan Kapang Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Sriwardani, Tresna
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak antimikroba intraseluler dari mikroalga jenis Chlorella sp. dan menentukan konsentrasi hambatan minimumnya pada bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli serta kapang Aspergillus niger dan Penicillium sp. Tahapan penelitian meliputi kultivasi, ekstraksi antimikroba dan uji aktivitasnya terhadap bakteri dan kapang serta penentuan konsentrasi hambatan minimum. Chlorella sp. dikultur dalam medium PHM, yang dilengkapi dengan aerator dan lampu neon sebagai sumber cahaya. Ekstraksi antimikroba dilakukan terhadap sel biomassa yang dipanen pada hari ke-40. Biomassa yang diperoleh sebesar 53,85 gram. Konsentrasi hambatan minimum dari esktrak intraseluler Chlorella sp. dalam menhambat Salmonella typhi adalah 500 ppm dan potensi hambatan terhadap streptomycin sebesar 40 %, konsentrasi hambatan minimum ekstrak terhapad E. coli adalah 250 ppm dan potensi hambatan terhadap streptomycin adalah 46,2 %. Akan tetapi ekstrak yang dihasilkan tidak dapat menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus niger dan Penicillium sp.sampai pada konsentrasi 3000 ppm.Key words : Bakteri, chlorella, hambatan minimum.
Pemisahan Ekstrak Intraseluler dari Mikroalga Nitzschia closterium dan Penentuan Konsentrasi Hambatan Minimumnya terhadap Mikroba Patogen Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Pangagabean, Lyli; Widyah, Titik Harsita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.537 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengekstrak anti mikroba intraselular dari Nitzschia closterium, menguji aktivitasnya dan menentukan konsentrasi hambatan minimunnya terhadap beberapa mikroba patogen. Kultifasi Nitzschia closterium, dilakukan dalam f medium dengan kepadatan awal sel sebesar 1,00 x 104 sel/ml dengan dilengkapi aerasi, lampu neon serta dilakukan pada suhu kamar. Fase eksponensial dicapai pada saat kultifasi awal sampai pada hari ke-7, fase penurunan laju pertumbuhan pada hari ke-8, fase stasioner pada hari ke-9 sampai hari ke-47, dan fase kematian dimulai pada hari ke-48. Pemisahan biomassa dilakukan dengan menggunakan sentrifu, selanjutnya dikeringkan dan ditambah pelarut metanol dan sel dipecah menggunakan soniprep. Kemudian disaring dan pelarutnya di uapkan sehingga diperoleh ekstrak kasar interseluler hasil pengujian aktivitas menunjukan bahwa ekstrak intraseluler dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli, Salmonella typhii dan kapang Penicillumisp., tetapi tidak menghambat Aspergillus niger. Nilai konsentrasi hambatan minimum untuk E. coli dan S. typhii terjadi pada konsentrasi 2000 ppm dengan potensi hambatan masing-masing 30-40% dan 29,41-35,29%.Kata kunci: Nitzschia, mikroalga, bahan aktif