Dyah Nurani Setyaningsih
Jurusan TJP, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN PADA KELUARGA NELAYAN

Rekayasa Vol 8, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose community services for fisherman women are productive activities toincrease income and to improve the status nutrition. The target participant are women fishermanfamily, as much 30 people, divided into 5 groups. Empowerment of women was done byentrepreneurship education, the practice of fish processing technology, that are crackers, meatballs,and nuggets, which continued by technical assistance; packaging and giving the productionequipment, and the production license. Two groups of fisherwomen can developed to producecrackers fish, and has processed production license. Each crackers production done, all of crackerssold out around the fishing communities. Fishballs and nuggets are produced for the side dishes ofhis own family, so it can help to improve nutritional intake. If crackers produced regularly everyday with the raw material 1.5 kg of fish can be obtained profits Rp 1.750.000/month,-.Tujuan kegiatan pada perempuan nelayan adalah memberikan kegiatan produktif untukmeningkatkan penghasilan dan membantu masalah gizi dan kesehatan keluarga nelayan. Khalayaksasaran kegiatan ini adalah 30 perempuan nelayan, dan anggota PKK kelurahan Tanjung Mas,yang dibagi dalam 5 kelompok. Pemberdayaan perempuan dilakukan dengan pendidikan tentangkewirausahaan, praktek teknologi pengolahan ikan, yakni kerupuk, bakso, dan nugget, yangdilanjutkan dengan pendampingan; pengemasan produk dan pemberian peralatan produksi sampaimendapatkan ijin produksi. Kelompok nelayan yang dapat mengembangkan kegiatan ini sebanyakdua kelompok dengan memproduksi krupuk ikan, dan dalam proses mendapat ijin produksi. Setiapproduksi krupuk dilakukan, semua krupuk yang telah dikemas terjual habis di sekitar masyarakatnelayan. Produk bakso dan nugget diolah untuk lauk pauk keluarga sendiri, sehingga dapatmembantu meningkatkan asupan gizi. Apabila krupuk diproduksi secara rutin setiap hari denganbahan baku ikan 1,5 kg dapat diperoleh keuntungan sebesar Rp 1.750.000/bulan,-.Kata kunci: pemberdayaan perempuan, kemiskinan, nelayan

ALAT PENGADUK ADONAN WINGKO BABAT KAPASITAS 100 KG UNTUK USAHA PEMBUATAN WINGKO BABAT DI KOTA SEMARANG

Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wingko babat merupakan makanan khas tradisional kota Semarang yang sangat terkenal dari Zaman dahulu dan digemari oleh masyarakat luas, baik masyarakat kota Semarang maupun luar kota Semarang. Wingko babat bukan hanya dijual di toko-toko atau pusat oleh-oleh (Jl. Pandanaran Semarang) tetapi juga banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Tempat penjualan tersebut juga mencerminkan segmen pasar Wingko Babat, yang dijual di toko harganya relatif mahal (di atas Rp 2.500,-/per buah), untuk kalangan menegah ke atas, dibuat dengan cara lebih modern. Sementara Wingko Babat yang dijual di pasar tradisional umumnya harganya relatif murah (± Rp 350-750,-/per buah), dan untuk kalangan menengah ke bawah, dan umumnya dibuat dengan peralatan sederhana. permasalahan menyangkut banyak aspek, seperti aspek produksi, teknologi yang dipakai, kualitas produk, kemasan, manajemen pemasaran dan lain-lain aspek yang perlu dicari pemecahaannya. Pelaksanaan program IbM ini bertujuan memecahkan permasalah yang ada pada industri wingko babat untuk industri kecil yang mengambil lokasi di industri wingko babat cap Lokomotif milik pak Slamet Riyono yang berlokasi di Jl. Brotojoyo IV/3 Semarang (UKM 1) dan wingko babat “ Pak Moel” Jl. Pekunden Tengah 1106 Semarang (UKM 2) sebagai mitra untuk kelompok wingko yang ada disemarang. Metode program IbM ini adalah mensosialisasikan program, rancang bangun alat pengaduk (mixer) wingko babat dengan kapasitas ± 100 kg sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi industri wingko babat di kota semarang”, kemudian melakukan uji coba sebagai pelatihan dan demonstrasi plotting alat pengaduk (mixer) yang dilakukan di industri wingko babat cap Lokomotif. Hasil uji coba ini didapatkan hasil pencampuran yang homogenitasnya cukup sesuai standar industri tersebut dan kualitas yang sesuai citarasa industri. Pelatihan aspek manajemen usaha yaitu melatih pembukuan pengelolaan keuangan maka pihak mitra UKM akan mempunyai neraca setiap minggu,atau bulan, atau tahun.Kata kunci: wingko babat , capacity , mixer

Upaya peningkatan produksi dengan menggunakan alat pengaduk otomatis pada usaha donat kentang di Semarang

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.642 KB)

Abstract

Donat merupakan suatu jenis olahan bahan makanan yang terbuat dari bahan dasar terigu dan bentuknya bulat, olahan makanan ini sangat dikenal dimasyarakat baik untuk dikomsumsi anak-anak maupun dewasa. Salah satu kreatifitas dalam mengolah donat yang bahan dasarnya dari terigu dapat dikembangkan pengolahannya dengan menggunakan bahan dasar kentang. Donat Kentang bukan hanya dijual di toko-toko tetapi juga banyak dijual di rumahan (UKM). Harga jual donat kentang di UKM relatif murah dibanding dengan di toko-toko modern. Donat Kentang yang dijual di toko modern harganya di atas Rp 3000,-/per buah dan di UKM relatif murah Rp 1.000,-/per buah. Permasalahan pada UKM donat disebabkan oleh beberapa aspek yaitu aspek produksi, teknologi, aspek kualitas produk, kemasan, manajemen pemasaran. Pada pelaksanaan program IbM ini akan memberikan solusi permasalahan yang ada, yaitu meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produk donat kentang dengan memberikan alat pencampur adonan yang otomatis. Metode atau tahapan yang dilakukan pada kegiatan IbM ini adalah melakukan sosialisasi ke UKM tentang kegiatan IbM, mengumpulkan dan menganalisa data yang diperlukan untuk alat mekanisasi yang akan dirancang sesuai kebutuhan UKM , dan melakukan uji coba peralatan yang akan diberikan. Alat mekanisasi yang diberikan ini, membutuhkan daya listrik 450 watt yang sesuai dengan data kebutuhan UKM tersebut. Alat ini mampu mengaduk adonan donat kentang sebanyak 2 kg sekali. Waktu yang dibutuhkan untuk mencampur adonan yaitu selama 20 menit. Adanya alat pengaduk otomatis ini, maka UKM dapat meningkatkan kapasitas produksinya dari 4 kg sehari menjadi 15 kg dan hasil kualitas produk adonan donat kentang lebih homogen, tekstur yang lembut, dan higienisitas.

PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA SEBAGAI BANGUNAN KARAKTER ANAK BANGSA

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 32, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family Welfare Education as A Character Building of young generation. The long-term aim of this study is to implement PKK subject to all Students of Elementary Education in Indonesia. Major Target: 1. describing teacher’s attitude of PKK subject as an effort to build student’s character; 2. Describing level of validity for PKK textbook for Junior High School. According to its aim, this study is applied study; According to its method, this study employs R&D design; while according to its explanation, this study is quantitative descriptive research. Population of this study is Junior High School teacher in Semarang Regency. Sample, art teacher of National-standardized Junior High School in Semarang. Data was collected through questionnaire and FGD. Data analysis is using descriptive percentage. The result of the study: 23% Junior High School teachers were strongly agree to the material of PKK subject. 85% teacher stated that PKK textbook is strongly relevant while 15% said that it is relevant. Conclusion: 1) the average number of Junior High School teachers in Semarang Regency were strongly agree to implement PKK Subject; 2) the average number of teachers in Semarang Regency stated that the material was strongly relevant to be implemented. Suggestion: a. Teachers are expected not only to teach skills but also teach the soft skills related to family welfare. b. It is also recommended for the Department of Education and Culture, especially in Elementary Education in Semarang Regency to arrange such policy about the significance of PKK subject for students.

IBM KELOMPOK USAHA PEMBUATAN WINGKO BABAT DI KOTA SEMARANG

Rekayasa Vol 13, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of the program is aimed at solving problems IbM exist in the industry wingko babat for small industries that took place in the industry wingko babat stamp pack “Lokomotif” owned Slamet Riyono located on Jl . Brotojoyo IV / 3 Semarang ( UKM 1 ) and wingko babat Babat “ Pak Moel “ Jl . Central Pekunden 1106 Semarang ( UKM 2 ) as a partner for existing Wingko Babat at semarang group . This method IbM program is disseminating the program , design mixer ( mixer ) wingko Babat with a capacity of ± 100 kg as an effort to improve the quality and quantity of industrial production wingko Babat in Semarang “ , then tested as a training and demonstration plotting mixer ( mixer ) which is performed in industry wingko babat stamp “Lokomotif” . The results of this trial showed that mixing homogeneity quite fit the industry standard and quality that matches the flavor industry . Training aspects of business management , namely financial management accounting practice , the parties will have a balance of UKM partners every week , or month , or year

PENINGKATAN PENGETAHUAN POLA MAKAN SEHAT BAGI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA

Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan penyuluhan diet sehat adalah 1)  santri putri memiliki pengetahuan diet sehat, dan 2) santri putri  memiliki keahlian untuk membangun menu seimbang. Pelaksanaan pelayanan masyarakat adalah penjelasan diet sehat untuk anak perempuan santri di pondok pesantren Balekambang Jepara. Kegiatan ini dilakukan  dengan  tiga  tahap,  yaitu:  1)  persiapan  dengan  aktivitas  izin  dan penyusunan  item  dan  praktek,  2)  pelaksanaan  dua  kali  pertemuan,  dengan penjelasan diet sehat, dan seimbang menu untuk remaja dan praktek, dan 3) monitoring. Orang-orang Target gadis-gadis santri di pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin sebanyak 25 orang. Kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan dalam kategori tinggi, dengan jumlah peserta yang menghadiri 100%, peserta yang menarik dan keseriusan dalam kegiatan berikut yang ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan dan antusias dalam mengikuti penyuluhan dan praktek untuk menu seimbang. Santri perempuan memiliki pengetahuan tentang diet sehat. Berarti nilai pre-test dan post- test meningkat tajam dari 56,7 menjadi 77,2, dan efektivitas 0,46 dalam kategori sedang. Keterampilan dalam membangun menu untuk dirinya sendiri cukup baik, dengan menu struktur 3 kali dan 2 makanan tambahan. Kegiatan ini perlu untuk menindaklanjuti dengan kegiatan kelanjutan terdiri dari 1) pengembangan topik lainnya untuk anak perempuan santri, seperti perhitungan menu gizi yang diperlukan dan 2) memberikan keterampilan untuk mengolah makanan (sayur, lauk, makanan ringan) untuk remaja.

Teknik tarik lipat pada proses “Mixing Dough”

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kompetensi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembuatan roti, banyak langkah yang harus dilakukan dengan ketelitian yang cukup tinggi untuk mendapatkan hasil produk yang optimal. Salah satu langkahnya adalah proses mencampur dengan mengaduk (mixing dough). Proses ini sangat penting dan harus dilakukan dengan benar, kesalahan dalam proses mixing akan sangat berpengaruh terhadap kualitas, aroma, tekstur, warna dan aroma. Cara pencampuran dengan teknik tarik lipat merupakan salah satu cara peng ulian dengan tangan yang efektif karena, tenaga yang dikeluarkan tidak besar dengan waktu relatif cepat  tetapi mampu untuk menghasilkan adonan yang ringan lembut dan elastis. Caranya adalah adonan (dough) ditarik kebelakang dan didorong kedepan dengan pangkal tangan kemudian dilipat kebelakang, putar dan tari, dorong,lipat lagi berulang dan dengan ritme yang tetap sampai ± 10 menit, hingga adonan kalis.

Daya terima dan kandungan gizi roti tawar daun katuk untuk ibu menyusui

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Kompetensi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui daya terima dan kandungan zat gizi roti tawar dengan daun katuk. Manfaat penelitian adalah Memberikan alternatif makanan untuk ibu menyusui yang mampu memberikan energi dan zat gizi lain serta dapat membantu memperlancar ASI.  Obyek penelitian ini adalah Roti tawar dengan daun katu yang terseleksi.Eksperimen pembuatan roti tawar daun katu dilakukan di laboratorium TJP Boga lantai 1 ruang 147 UNNES Sekaran Gunung Pati Semarang. Penilain subyektif ini menggunakan uji kesukaan.Dianalisis dengan Diskriptif Prosentase. Penilaian obyektif dilakukan dengan uji laboratorium, meliputi uji Vitamin C dan Uji Kalsium.Hasil uji kesukaan terhadap roti tawar daun katuk dilihat dari aspek warna, aroma dan rasa, sampel yang disukai adalah sampel dengan 100 g daun katuk terhadap 1000 g tepung terigu. Uji laboratorium terhadap kandungan vitamin C, yang terbesar adalah pada sampel dengan 200 g daun katuk yaitu sebesar 36,75mg%., kandungan kalsiumnya sebesar 0,96%.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah : 1)Roti tawar daun katu yang disukai dari aspek warna, aroma maupun rasa adalah roti tawar dengan daun katu 100 g untuk bahan tepung terigu 1000  g. 2)Kadungan gizi vitamin C pada roti tawar daun katu 100 g sebesar 23,56 mg%, daun katu 150 g sebesar 33,41 mg%, dan daun katu 200 g sebesar 36,75 mg%. Kandungan kalsium roti tawar daun katu 100 g sebesar 0,765%, daun katu 150 g sebesar 0,865% dan daun katu 200 g sebesar 0,96%.Berdasarkan kesimpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut : 1)Roti tawar dengan 100 g daun katu terhadap 1000 g tepung terigu memiliki warna, aroma dan rasa dapat diterima oleh masyarakat, oleh karena itu produk tersebut dapat diproduksi sebagai makanan pengganti nasi yang sekaligus dapat memberikan manfaat bagi ibu menyusui.2) Melakukan penelitian lanjutan untuk pemanfaatan daun katu sehingga dapat dikonsumsi secara praktis dan menjadi makanan yang sehat dan bermanfaat.

UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGADUK OTOMATIS PADA USAHA DONAT KENTANG DI SEMARANG

Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Donat  merupakan  suatu  jenis  olahan  bahan  makanan  yang  terbuat  dari  bahan dasar terigu dan bentuknya bulat, olahan makanan ini sangat dikenal dimasyarakat baik untuk dikomsumsi anak-anak maupun dewasa. Salah satu kreatifitas dalam mengolah donat yang bahan dasarnya dari terigu dapat dikembangkan pengolahannya dengan menggunakan bahan dasar kentang. Donat Kentang bukan hanya dijual di toko-toko tetapi juga banyak dijual di rumahan (UKM). Harga jual donat kentang di UKM relatif murah dibanding dengan di toko- toko modern. Donat Kentang yang dijual di toko modern harganya di atas Rp 3000,-/per buah dan  di  UKM  relatif  murah ±  Rp  1.000,-/per  buah.  Permasalahan  pada  UKM donat disebabkan oleh beberapa aspek yaitu aspek produksi, teknologi, aspek kualitas produk, kemasan, manajemen pemasaran. Pada pelaksanaan program IbM ini akan memberikan solusi permasalahan yang ada, yaitu meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produk donat kentang dengan memberikan alat pencampur adonan   yang  otomatis.   Metode   atau tahapan   yang   dilakukan   pada kegiatan IbM ini adalah  melakukan sosialisasi ke UKM tentang kegiatan IbM, mengumpulkan dan menganalisa  data  yang  diperlukan  untuk  alat mekanisasi yang akan dirancang sesuai kebutuhan UKM , dan melakukan uji coba peralatan yang akan diberikan. Alat mekanisasi yang diberikan ini, membutuhkan daya listrik 450 watt yang sesuai dengan data kebutuhan UKM tersebut. Alat ini mampu mengaduk adonan donat kentang sebanyak 2 kg sekali. Waktu yang dibutuhkan untuk mencampur adonan yaitu selama 20 menit.   Adanya alat pengaduk otomatis ini,   maka UKM dapat meningkatkan kapasitas produksinya dari 4 kg sehari menjadi 15 kg dan hasil kualitas produk adonan donat kentang lebih homogen, tekstur yang lembut dan higienisitas.

Pengaruh konsentrasi gula sukrosa terhadap kualitas minuman instan dari sari bit merah (Beta vulgaris L)

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh konsentrasi gula sukrosa terhadap kualitas minuman instan dari sari bit merah, tingkat kesukaan masyarakat, serta kandungan vitamin C. Metodologi penelitian yaitu menggunakan uji inderawi dianalisis dengan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji tukey. Uji kesukaan masyarakat dianalisis dengan metode deskriptif persentase. Uji Kimia kandungan vitamin C menggunakan metode iodimetri. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh gula sukrosa terhadap minuman instan pada aspek warna (serbuk), warna (cair), aroma bit merah (cair). Aspek aroma (serbuk), tekstur (serbuk), kelarutan (cair), kepekatan (cair), rasa bit merah (cair), rasa manis (cair) tidak ada pengaruh gula sukrosa terhadap minuman instan. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa sampel yang paling disukai adalah minuman instan konsentrasi gula sukrosa 41,2% dengan nilai rerata 73,48 kemudian konsentrasi 44,4% dengan nilai rerata 73,17 dan terakhir konsentrasi 37,5% dengan nilai rerata 71, 61. Hasil uji kandungan vitamin C pada minuman instan konsentrasi gula sukrosa 37,5% sebanyak 316,491 ppm; konsentrasi 41,2% sebanyak 306,821 dan konsentrasi 44,4% sebanyak 318,000 ppm. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak konsentrasi gula yang digunakan maka kualitas yang dihasilkan juga semakin baik. Diharapkan adanya penelitian lanjutan dalam rangka penganekaragaman makanan lainnya dengan penambahan sari bit merah sebagai makanan yang kaya akan zat gizi.