Wahyuning Setyani
Hanny Setyowati, Hananun Zharfa Hanifah, Rr Putri Nugraheni, Wahyuning Setyani

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH KOTA SEMARANG PERIODE MARET - OKTOBER 2006 Setyani, Wahyuning; Yasin, Nanang Munif; Puspita, Santi
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang banyak dijumpai dalam masyarakat Indonesia. Pada stadium lanjut dapat berakibat komplikasi sehingga pasien memerlukan obat dalam jumlah dan jenis yang banyak, hal ini dapat menjadi potensi munculnya masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DR-Ps). Penelitian ini mengikuti rancangan diskriptif dengan metode retrospektif dengan tujuan untuk mengetahui DRPs pada pasien hipertensi rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUP Kota Semarang periode Maret-Oktober 2006. Sampel yang digunakan adalah resep dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 228 resep yang dianalisis terdapat 847 R/ dengan 852 item obat. Pasien hipertensi terbanyak wanita 67,54%. Antihipertensi terbanyak dari golongan ACE Inhibitor dari golongan generik kaptopril 10,09% dan dari golongan paten Noperten 9,62%. Resep dengan aturan pemakaian tidak lengkap 55,02%. Jumlah DRPs secara keseluruhan 117 resep terdiri dari Obat Salah/kontraindikasi 0% , Dosis terlalu tinggi 5,98%, Dosis terlalu rendah 46,16% dan Interaksi obat 47,86% dengan 76 kasus terbagi menjadi 31 interaksi farmakodinamik, 27 kasus interaksi farmakokinetik dan 18 kasus interaksi yang tidak diketahui mekanismenya.   Kata Kunci : Drug Related Problem, Hypertensi, Instalasi Farmasi
PERBANDINGAN RENDEMEN MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) YANG DIKERINGKAN DENGAN DIANGIN-ANGINKAN, PANAS MATAHARI DAN OVEN 500 C SERTA IDENTIFIKASI SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Setyani, Wahyuning; Astuti, Dyah Widi
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Cucurma xanthorrhiza Roxb.) dikenal sebagai tanaman dengan aneka khasiat dan manfaat. Temulawak dipercaya dapat menyebabkan dapat menyembuhkan beberapa penyakit, diantaranya sariawan, demam, kembung, asma, ambeien, sembelit, rematik, asam urat, hepatitis, kolagoga, antispasmodik, dan menurunkan kolesterol. Selain digunakan sebagai jamu atau obat, temulawak juga dapat dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman segar. Masalah penelitian ini adalah: adakah pengaruh pengeringan rimpang temulawak (Cucurma xanthorrhiza Roxb.) terhadap jumlah minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah rendemen minyak atsiri dari rimpang temulawak yang dikeringkan secara diangin­-anginkan, sinar matahari, dan dioven 50° C. Minyak atsiri yang diperoleh kemudian diidentifikasi secara kromatografi lapis tipis. Hasil isolasi diperoleh rata-rata rendemen minyak atsiri rimpang temulawak kering yang diangin-anginkan adalah 1,47. dengan matahari adalah 0,83 sedangkan dengan oven adalah 0,93. Bercak kromatogram sebelum penyemprotan untuk rimpang yang diangin-anginkan dan yang dikeringkan dengan oven berjumlah empat yang berwarna ungu. Sedangkan untuk rimpang temulawak kering dengan matahari menghasilkan enam bercak dengan warna ungu. Setelah dilakukan penyemprotan dengan larutan pereaksi anisaldehid­asam sulfat P, rimpang temulawak dikeringkan, diangin-anginkan, dikeringkan dengan matahari dan kering dengan oven sama-sama menghasilkan empat bercak yang terdiri dari warna merah kecoklatan, ungu kebiruan dan biru keunguan. Harga Rf antara ketiga metode pengeringan rimpang temulawak hampir sama karena mempunyai kandungan senyawa yang sama. Jadi rendemen minyak atsiri rimpang temulawak dikeringkan dengan angin paling baik dibandingkan dengan kedua metode pengeringan yang lain.   Kata Kunci: Temulawak, metode pengeringan, rendemen
EFEK INFUS DAUN SIRIH MERAH (Piper betle L. var. Rubrum) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBERI DIET LEMAK TINGGI Setyani, Wahyuning; Palupi, Dwi Hadi Setya; Nugraheni, Bekti
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cholesterol in food consumed in excessive amounts can raise blood cholesterol levels. One of Indonesia plant that is used to reduce blood cholesterol levels is red betel leaf (Piper betle L. var. Rubrum. ) How to capture data that is weighed every day during treatment and taking the blood sample to measure blood cholesterol levels on day 0, to the 29 and 42. Initial cholesterol data after testing homogenity and normality, the results distribution normal but not homogeneous. Further non-parametric test Kruskal Wallis, showed initial levels of blood cholesterol was not significantly different mice. Comparison of initial cholesterol levels after treatment, intended to see whether the decrease in cholesterol levels because the water boiled red betel leaves reach the same levels of initial levels. Negative control group and treatment group II dose, The significant value> 0.05, mean difference between initial cholesterol levels with cholesterol levels after treatment was not significant. Dose treatment groups I and III dose, showed that the initial cholesterol levels significantly different after treatment.   Keywords: infusion of red betel leaves, cholesterol, antihiperkolesterolemia
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH KOTA SEMARANG PERIODE MARET - OKTOBER 2006 Setyani, Wahyuning; Yasin, Nanang Munif; Puspita, Santi
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang banyak dijumpai dalam masyarakat Indonesia. Pada stadium lanjut dapat berakibat komplikasi sehingga pasien memerlukan obat dalam jumlah dan jenis yang banyak, hal ini dapat menjadi potensi munculnya masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DR-Ps). Penelitian ini mengikuti rancangan diskriptif dengan metode retrospektif dengan tujuan untuk mengetahui DRPs pada pasien hipertensi rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUP Kota Semarang periode Maret-Oktober 2006. Sampel yang digunakan adalah resep dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 228 resep yang dianalisis terdapat 847 R/ dengan 852 item obat. Pasien hipertensi terbanyak wanita 67,54%. Antihipertensi terbanyak dari golongan ACE Inhibitor dari golongan generik kaptopril 10,09% dan dari golongan paten Noperten 9,62%. Resep dengan aturan pemakaian tidak lengkap 55,02%. Jumlah DRPs secara keseluruhan 117 resep terdiri dari Obat Salah/kontraindikasi 0% , Dosis terlalu tinggi 5,98%, Dosis terlalu rendah 46,16% dan Interaksi obat 47,86% dengan 76 kasus terbagi menjadi 31 interaksi farmakodinamik, 27 kasus interaksi farmakokinetik dan 18 kasus interaksi yang tidak diketahui mekanismenya. Kata Kunci : Drug Related Problem, Hypertensi, Instalasi Farmasi
Isolation and Identification of Antimicrobial Compound From Sarang Semut Tubers (Myrmecodia tuberosa (non Jack.)Bl.) Setyani, Wahyuning; Hertiani, Triana; Murti, Yosi Bayu
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol 7 No 1 Februari 2012
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi Sarang Semut (Myrmecodia tuberosa (non Jack.)Bl.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan untuk melawan berbagai penyakit di Papua Barat. Akhir-akhir ini telah diketahui bahwa ekstrak umbi sarang semut mempunyai senyawa aktif yang dapat melawan kerja antibakteri.Ekstrak kental etanol umbi sarang semut didapatkan dengan metode maserasi menggunakan etanol 95%. Ekstrak kental etanol yang didapatkan kemudian difraksinasi dengan n-hexana, etil asetat, dan air. Ekstrak kental dan fraksi yang didapatkan diuji aktivitas antibakterinya dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus (0,890 cm). Karakteristik senyawa dari fraksi etil asetat memberikan hasil bahwa senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus merupakan senyawa fenolik.Key words: M. tuberosa, phenolic compound, antimicrobial
KRIM KULIT BUAH DURIAN (Durio zibethinus L.) SEBAGAI OBAT HERBAL PENGOBATAN INFEKSI JAMUR Candida albicans Setyowati, Hanny; Hanifah, Hananun Zharfa; Nugraheni, Rr Putri; Setyani, Wahyuning
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian rind (Durio zibethinus L.) is a part of plant reported to have antifungal activity toward Candida albicans fungi. This research aimed to make extract rind of D. zibethinus L. formula cream and evaluated the physical characteristic toward C. albicans. The formulation of extract rind of D. zibethinus L. is made based on preliminary test with variety of extract concentration, which is 15%, 20%, and 25%. Negative control used basis cream consisting of emulgide, paraffinum liquidum, and aquadest, whereas positive control used Ketoconazole 2%. Cream produced was further tested for: organoleptic,homogeneity, adhesive power, dispersive power, and protection power. Antifungal activity tested is done by diffusion method. Antifungal activities data are analyzed by one way ANOVA. The result of this research showed that extract rind of D. zibethinus L. contains saponin, flavonoid, and tannin  which  is the  formulation in cream had antifungal activities towards C. albicans with average resistibility zone diameter for 15% (0,62 cm) extract concentration, 20% (0,73 cm) extract concentration, and 25% (0,81 cm) extract concentration. Keywords: Durio zibethinus L, Candida albicans, cream
UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (Medicago sativa) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning; Puspitaningrum, Ika
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA SEBAGAI OBAT HERBAL ANTIKEPUTIHAN DALAM SEDIAAN SABUN CAIR Prasetyaningrum, Erna; Suharsanti, Ririn; Setyani, Wahyuning
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Ter
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sabun cair dengan ekstrak daun som jawa berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ekstrak etanol daun som jawa sebagai obat herbal antikeputihan dalam sediaan sabun cair, mengetahui aktivitas antijamur sediaan terhadap Candida albicans dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun som jawa yang efektif sebagai bahan jamur dalam sediaan sabun cair. Pengujian kualitas sabun cair telah disesuaikan dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang meliputi pengamatan skrining fitokimia, organoleptis, pH, viskositas, bj selama waktu penyimpanan. Dari hasil penelitian kestabilan fisika, kimia dan mikrobiologi diketahui bahwa sabun cair ekstrak daun som jawa relatif stabil selama penyimpanan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa uji organoleptis dari sediaan kurang nyaman jika dipakai karena bau dan warna yang tidak menarik. Sedangkan pada uji pH konsentrasi 30%,40% dan 50% memenuhi persyaratan lebih dari 8, viskositas dan bobot jenis sediaan memenuhi syarat lebih dari 1,01-1,10. Uji aktivitas antijamur menunjukkan hasil yang positif pada konsentrasi 40% dan 50 % yang diujikan. Kata kunci: antijamur, antikeputihan, Candida albicans, daun som jawa, sabun cair
EFEK ANALGETIK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia; Setyani, Wahyuning
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Antipyretic analgesic is a compound that can relieve pain and can reduce fever. One of the plants that has potential as antipyretic analgesic is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen peel contains flavonoids and alkaloids that may have an effect as an analgesic. In addition, flavonoids could inhibit prostaglandin that has antipyretic effect. This study aims to determine the antipyretic analgesic effect of ethanol extract of mangosteen peel and the effective dose.             Analgesic and antipyretic test using 25 male Wistar rats were divided 5 groups , I (negative control) CMC Na 0,5 % , II (positive control) paracetamol 50 mg/kg body weight, and III, IV and V suspension of the ethanol extract of the skin manggis 50; 100 and 200 mg/kg body weight. Pain stimuli by dipping a rat tail in the water temperature of 40° C for 10 seconds. Rat response to a painful stimulus done prior to treatment (normal response), and 30 minutes after treatment. While excitatory fever in rat by injection of 0.2 ml vaccine DPT are intramuscular. Rectal temperature of rat were measured before treatment (initial temperature), 60 minutes after the vaccine, as well as 30 minutes after treatment . Rat response to a painful stimulus and a rectal temperature of rat was analyzed using SPSS statistical release 16 .            The results showed that the ethanol extract of mangosteen peel can improve the rat response to pain stimulation and lower the temperature of the mice vaccinated fever DPT. The effective dose of ethanol extract of mangosteen peel as antipyretic analgesic is 50 mg / kg body weight.Keywords: mangosteen skin, analgesics, antipyretics
PEMANFAATAN EKSTRAK TERSTANDARDISASI DAUN SOM JAWA (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn) DALAM SEDIAAN KRIM ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Setyani, Wahyuning; Setyowati, Hanny; Ayuningtyas, Dewi
Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.106 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.131139

Abstract

Infectious diseases have been the leading cause of morbidity and mortality because of the widespread antibacterial resistance due to existing drugs. Thus, the discovery and development of new antimicrobial agents, especially from natural resources is important to promote the human health. This research aimed to examine the antibacterial activity of som jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) standardized extract thus their application into cream. Extraction was done by remaceration method, then followed by phytochemical investigation to obtain the active ingredients inside extract. The result of this research showed that both som jawa standardized extract and their formula cream had antibacterial activity towards Staphylococcus aureus. This formula cream was potential as alternative herbal medicine for skin infection caused by Staphylococcus aureus.