Budi Setiawati
Puslitbang Gizi dan Makanan, Badan Litbang Kesehatan Depkes RI

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

CIRI-CIRI POSYANDU DENGAN CAKUPAN PENIMBANGAN > 70% DI KABUPATEN GOWA DAN KABUPATEN KARAWANG Sumarno, Iman; Sudiman, Herman; Prihatini, Sri; Kartika, Vita; Ahmadi, Feri; Adha, Dianne; Setiawati, Budi; Handayani, Nur; Putri, Dwi Siska Kumala
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan Vol 30, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/1453

Abstract

THE CHARACTERISTIC OF SUCCESSFUL POSYANDUS IN GOWA AND KARAWANG DISTRICTS.Background: The need for revitalizing integrated community health services (posyandu) has been emerged since the news on the severe malnourished children in electronic and printed media since 1999, because of public concern. However, all the efforts to revitalize are partial and focused on the provider side. There is no clear method on how should the Posyandu be revitalized. In order to revitalize posyandu it is important to figure out of successful posyandu as a target to be achieved in the revitalization of posyandu. Objectives: To determine the characteristics of Posyandus having coverage of growth monitoring activities more than 70%. Methods: The data used in this article are data of study on revitalizing posyandu in 2006. The study covered 16 Posyandu in the district of Gowa in South Sulawesi and 9 posyandu in the district of Karawang in West Java. The variables were about the leadership in Posyandu, village and Health centre, and health services provided in posyandu. The data were collected by observation. Simple analysis of Chi-square was employed since multivariate analyisis cannot be used in limiting number of cases. Results: It was found that posyandus with coverage there are motor (leader of cadres) that are charismatic, charitable, and friendliness personalities, simple medications, good supplementary feeding, and strong support from informal leaders. This study demonstrated chat high coverage of growth monitoring activities can be achieved even if the motor of posyandus is only simple cadre (charitable and friendly, not charismatic). In this condition the posyandu area with no more than 15 minutes walking distance.Keywords: leaders, medication, supplementary feeding, posyandus 
PENGARUH PENDIDIKAN DAN LATIHAN PENJENJANGAN TERHADAP MOTIVASI KERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN NUNUKAN Mardiana, Mardiana; Setiawati, Budi; Malik, Ihyani
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.77 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v2i1.869

Abstract

This study aims to determine how much influence the education and training on work motivation of civil aperture State. This type of research is carried out with the kind of quantitative descriptive type. In taking a random sample was simple (random sampling).  The data was analyzed by linear regression and correlation with the help of statistical program SPSS 22. Hypothesis test showed that the variables of education and training acquired (t) = 0.324 with sig value of 0.747 for the value of the signature that gained more than 0.05 indicates that the value of (t) obtained is significant. This means that the education and training variables (X) effect on work motivation (Y) then H are accepted. Therefore the authors accepted hypothesis.Keywords: civil, random sampling, the regional secretariat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap motivasi kerja apartur sipil Negara. Jenis penelitian ini adalah jenis kuantitatif dilakukan dengan tipe penelitian deskriptif. Dalam mengambil sampel dilakukan secara acak sederhana (random sampling). Data tersebut di analisis secara statistik regresi linier dan kolerasi dengan bantuan statistik program SPSS 22. Uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel pendidikan dan pelatihan diperoleh (t) = 0,324 dengan nilai sig sebesar 0,747 karena nilai dari sig yang diperoleh lebih dari 0,05 maka menunjukkan bahwa nilai (t) yang diperoleh tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa variabel pendidikan dan pelatihan (X) berpengaruh terhadap motivasi kerja (Y) maka H diterima. Oleh karena itu hipotesis yang diajukan penulis diterima. Kata kunci: sipil, random sampling, sekretariat daerah
Peran Budaya Organisasi Birokrasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik Setiawati, Budi
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze the paradigm shift in the government bureaucracy organizations culture of innovation. In fact, innovation has given a change space and also has a real value in the culture of government organization. This can be proved by the countries in the Asian region continuously make the country become more advanced in their environment. This concept would affect bureaucratic reform in the context of Indonesia. Innovation in the cultural role of bureaucratic organization aims to improve the performance in public services optimally by not changing its identity as professional waiters, which also means changing the mindset of the bureaucratic apparatus more open and adapt to change circumstances within the bureaucracy and as a result of the higher development of science and technology science.
Implementasi Program Pusat Pelayanan Kesejahteraan Anak Integratif (Ppkai) Di Kabupaten Gowa St. Nurhijriah, St. Nurhijriah; Setiawati, Budi; Kasmad, Rulinawaty
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 4, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.102 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v4i3.1650

Abstract

The results of the study show that the implementation of the Integrative Child Welfare Service Center program in Gowa regency. The method of the research is descriptive qualitative. The kind of the implementation that used in the research is Sorean c winter type that consist of three indicators, they are organizational and inter-organizational behavior, street level bureaucrat behavior and target group behavior. The technique of data collection consists of observation, interview and documentation which researcher did around three months. The results of the study show that the implementation of the Integrative Child Welfare Service Center program in Gowa regency is seen from the organizational and inter-organizational behavior, namely the maximum commitment, while the coordination has not been maximized. Lower level bureaucrat behavior is seen from policy discretion which is still lacking and has not gone well. The behavior of the target group is seen from the positive response, namely the target group strongly supports the program but the negative response is that there are still many who are not aware of the existence of a child welfare service center program because there is but a fail of socialization carried out and the absence of a complaint secretariat at the sub-district or village level. Keywords: policy implementation, Behavior, Servis, PPKAI program, integrative children. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pusat pelayanan kesejahteraan anak integratif di Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bertipe deskriptif. Model implementasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Sorean C. Winter yang terdiri dari 3 Indikator yaitu, perilaku organisasi dan antar organisasi, perilaku birokrat level bawah dan perilaku kolompok sasaran. Adapun teknik pengumpulam data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Pusat Pelayanan Kesejahteraan Anak Integratif di Kabupaten Gowa dilihat dari, perilaku organisasi dan antar organisasi dilihat dari komitmen sudah maksimal sedangkan koordinasi yang dilakukan belum maksimal. Perilaku birokrat level bawah dilihat dari diskresi kebijakan, masih kurang dan belum berjalan dengan baik. Perilaku kelompok sasaran dilihat dari respon positifnya yaitu kelompok sasaran sangat mendukung adanya program tersebut tetapi respon negatifnya  yaitu masih banyak yang belum mengetahui adanya program pusat pelayanan kesejahteraan anak karena masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan dan tidak adanya sekretariat aduan pada tingkat Kecamatan atau Desa. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pelayanan, Perilaku, Program PPKAI, Anak Integratif
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KELURAHAN KALEGOWA, KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA Haque, Adzimat Tinur; Setiawati, Budi; Mustari, Nuryanti
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.009 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v4i1.76

Abstract

 Various phenomena related to women both in the political, economic, social, cultural and existential creates differences between men and women. Who gave birth to the idea that the position of women and men differ, women tend to be subordinate in the household. Therefore, in this paper want to see the role of the Family Planning and Womens Empowerment in improving the quality of women. Peneliian uses descriptive research is data collected kualitatiff dideskriptifkan based on direct interviews and direct observation in the field. Role of the Family Planning and Womens Empowerment in Womens Empowerment is to socialize the business group to participants empowerment, mentoring ranging from the preparation, implementation and evaluation, and the latter is training, which includes the training of making traditional snacks, training party bag and training dressmaking , in the event that serves as the implementing agency ie Family Planning and womens empowerment assisted by NGOs (Non Governmental Organization) as well as the PKK, while functioning as a participant that will empower women. With the passage of the role women can already malakukan Access, Control, Benefits and Participation  Berbagai fenomena terkait dengan perempuan baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya menciptakan perbedaan eksistensial antara laki-laki dan perempuan. Hingga melahirkan pemikiran bahwa kedudukan perempuan dan laki-laki berbeda, perempuan cenderung sebagai subordinat dalam rumah tangga. Untuk itu, dalam tulisan ini hendak melihat peran Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dalam meningkatkan kualitas perempuan. Peneliian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatiff yaitu data yang dikumpulkan dideskriptifkan berdasarkan hasil wawancara langsung dan pengamatan langsung di lapangan. Peran Badan Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan dalam Pemberdayaan Perempuan yaitu dengan melakukan sosialisasi tentang kelompok usaha kepada peserta pemberdayaan, pendampingan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi, dan yang terakhir yaitu pelatihan yang didalamnya berisi pelatihan pembuatan jajanan pasar, pelatihan tas pesta dan pelatihan penjahitan, dalam kegiatan tersebut yang berfungsi sebagai pelaksana yaitu Badan Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan yang dibantu oleh LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat) serta tim penggerak PKK, sedangkan yang berfungsi sebagai peserta yaitu perempuan yang akan melakukan pemberdayaan. Dengan berjalannya peran tersebut perempuan sudah bisa malakukan Akses, Kontrol, Manfaat dan Partisipasi.
PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PROMOSI JABATAN DI BKD PEMERINTAH KOTA MAKASSAR Sahirah, Sahirah; Setiawati, Budi; Burhanuddin, Burhanuddin
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.741 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v1i3.707

Abstract

 The aim of this study was to describe the process of gender mainstreaming in the promotion in accordance at BKD Makassar Government with Presidential Instruction No. 9 of 2009 on Gender Mainstreaming mandated to be implemented by government agencies including Local Government. The type of study was qualitative. Type of research is phenomenological. The data were collected using instruments such as interviews, observation and documents. The results of study indicated that there are three involved in this case, namely, (1) employees access to promotions that the difference in information for employees, (2) participation indicates the absence of employee involvement in the promotion except that it has the task, and (3) the promotion of employees in positions of authority do not exist except the mission from the leader. Keywords: gender mainstreaming, promotion   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pengarusutamaan gender dalam promosi jabatan di BKD Pemerintah Kota Makassar sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pengarusutamaan Gender yang diamanatkan untuk dilaksanakan oleh Lembaga Pemerintah termasuk Pemerintah Daerah. Jenis penelitian adalah kualitatif. Penelitian menggunakan tipe fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga yangg terkait dalam hal ini yaitu: (1) akses pegawai terhadap promosi jabatan itu adanya perbedaan informasi bagi pegawai, (2) partisipasi menunjukkan tidak adanya keterlibatan pegawai dalam promosi jabatan kecuali yang memiliki tugas, serta (3) kewenangan pegawai dalam promosi jabatan tidak ada kecuali adanya utusan dari atasan. Kata Kunci: pengarusutamaan gender, promosi jabatan
MONITORING EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN KEBUN KARET UNGGUL DI KABUPATEN TABALONG TAHUN 2014 Setiawati, Budi
Jurnal PubBis Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.307 KB)

Abstract

Tujuan monitoring dan evaluasi program CSR PT.Adaro Indonesia adalah ingin mengetahui dan menganalisis  dampak program pengembangan kebun karet unggul yang telah dilaksanakan oleh CSR PT. Adaro Indonesia pada tahun 2007 melalui pemanfaatan bantuan bibit karet unggul yang ditanam dilihat dari jumlah  Penelitian monev dilakukan secara kualitatif, yaitu menggunakan metode evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam monev menggunakan teknik wawancara, kuesioner (angket), dokumentasi, dan observasi. Optimalisasi pemanfaatan penanaman bibit karet unggul serta perawatannya. Seperti, bantuan bibit karet unggul yang diberikan oleh PT.Adaro Indonesia melalui Dinas Perkebunan dilihat dari pemanfaatan dan perawatannya dapat dikatakan  belum optimal hal ini disebabkan sebagian bibit banyak yang mati sebelum ditanam dan bibit tersebut bukan bibit unggul, bibit yang diberikan berbentuk stum bukan berbentuk polibex. Dalam mengatasi hama penyakit sangat dikeluhkan oleh anggota petani karet, sebab tidak adanya pelatihan/penyuluhan tentang mengatasi hama penyakit yang bisa mematikan banyak pohon karet, biasanya pohon tersebut tumbang dengan sendirinya, akibat kurang intensnya PPL datang melakukan penyuluhan. Hasil yang mereka peroleh tidak maksimal. Sistem penanaman sebagian besar mengikuti anjuran dari PPL, tapi tidak sedikit dari mereka mempunyai inisiatif dan cara tersendiri. Hal ini menyesuaikan kondisi tingkat kesuburan tanah. Sistem panen yang dilakukan oleh kelompok petani sebagian besar pohon karetnya berproduksi, tetapi ada sebagian pohon yang tidak dapat  disadap karena bukan dari bibit unggul dan kualitasnya tidak terlalu bagus sehingga getah karetnya lambat keluar. Sebagian besar dari mereka tidak melibatkan orang lain dalam menyadap karetnya, karena itu akan mengurangi angka pendapatan yaitu sistem bagi hasil.Outcomes/dampak bantuan bibit karet unggul seperti bantuan bibit karet unggul yang diberikan oleh PT.Adaro Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani karet, hal ini dikarenakan bibit yang diterima oleh kelompok petani bukan bibit karet unggul sehingga secara ekonomi hasil yang didapat belum memuaskan ditambah harga karet saat ini menurun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani karet. Akibatnya mereka tidak memiliki tabungan.  Kata Kunci : Monitoring, Evaluasi Program, Kebun Karet Unggul
OPINI MASYARAKAT TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DASAR PADA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) DI KABUPATEN TABALONG Arifin, Jauhar; Setiawati, Budi; Arifin, Kiswanul
Jurnal PubBis Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.695 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menguji dan menjelaskan Opini masyarakat terhadap mutu pendidikan dasar dan pemberdayaan Komite Sekolah pada Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tabalong dengan 96 orang sampel. Data diolah dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Standar mutu Pendidikan Sekolah Dasar Negeri di kabupaten Tabalong berdasarkan Standar Nasional Pendidikan dinyatakan cukup baik.  Dilihat dari beberapa indikator mutu pendidikan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tabalong Indikator Standar Isi, Standar Kompentensi Kelulusan, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian dan Standar Pembiyaan dapat dikategorikan Sangat Baik, sedangkan Standar Proses dengan kategori Baik, Standar Kompetensi dan Tenaga Kependidikan dengan kategori cukup baik serta standar Sarana dan prasarana dengan kategori kurang baik. Ketersedian fasilitas yang dimiliki oleh komite sekolah pada SDN di Kabupaten Tabalong, Sebagian besar tidak tersedia, atau tersedia tetapi tidak lengkap. Hal ini akan menyebabkan tidak berdayanya komite sekolah pada Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tabalong. Kata kunci : opini masyarakat; mutu pendidikan; komite sekolah
ANALISIS KINERJA PEMERINTAH DESA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN USAHA TANI DI DESA MATARAH KECAMATAN DUSUN TIMUR KABUPATEN BARITO TIMUR Setiawati, Budi; Farhani, Ahmad
Jurnal PubBis Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/pubbis.v3i2.62

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Kinerja Pemerintah Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani di Desa Matarah Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur, serta untuk mengetahui dan menganalisis Faktor yang menghambat Kinerja Pemerintah Desa untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani di Desa Matarah Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data, melalui wawancara dan dokumentasi. Informan kunci meliputi PJ Kepala Desa, Kepala Urusan Pemerintahan dan Pembangunan, Ketua BPD, dan dua orang masyarakat. Teknik analisis data model interaktif milik Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Kinerja Pemerintah Desa Matarah kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani selama ini sudah berjalan dengan baik, berdasarkan indikator-indikator: Produktivitas, Responsivitas, Responsibilitas, Akuntabilitas. Faktor yang menghambat Kinerja Pemerintah Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani ialah: Faktor Internal; Kurangnya kemampuan SDM Pemerintah Desa, kenaikan harga material. Faktor Eksternal; Kurangnya partisipasi masyarakat, adanya masyarakat yang tidak mendukung pembangunan infrastruktur jalan usaha tani. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Pemerintah Desa, dan masyarakat Perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan berupa peningkatan kemampuan SDM aparat Pemerintah Desa, Pemerintah Desa perlu mengadakan sosialisasi lebih dalam lagi untuk memberikan pemahaman tentang pola pemikiran masyarakat yaitu, perlunya mendukung pembangunan jalan usaha tani ini guna kesejahteraan masyarakat itu sendiri, Untuk masyarakat perlu kesadaran dari diri sendiri untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur jalan usaha tani, untuk tercapainya sebuah kemajuan. Kata Kunci: Kinerja, Pemerintah Desa, Pembangunan Infrastruktur