Rubono Setiawan
Mahasiswa S2-Jurusan Matematika, Universitas Gadjah Mada
Articles
5
Documents
BIFURKASI HOPF DALAM MODEL EPIDEMI DENGAN WAKTU TUNDAAN DISKRET

PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1: Juni 2009
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam suatu model epidemi dengan waktu tundaan diskrit, jika berubahnya waktu tundaan dapat mengakibatkan perubahan sifat kestabilan dari titik ekuilibrium penyakitnya, maka dikatakan terjadi bifurkasi Hopf di titik ekuilibrium penyakit tersebut. Secara umum bifurkasi membicarakan tentang perubahan struktur orbit dari suatu sistem persamaan diferensial seiring dengan perubahan nilai parameternya. Didalam analisa kestabilan titik ekuilibrium model epidemi dengan waktu tundaan diskrit , waktu tundaan dianggap sebagai parameter bifurkasi. Kemudian bifurkasi yang berkaitan dengan adanya nilai eigen kompleks murni disebut bifurkasi Hopf (Andronov – Hopf).Kata kunci : bifurkasi Hopf , waktu tundaan , nilai eigen kompleks murni.

ANALISIS STRATEGI MENYEDERHANAKAN MASALAH SERUPA DAN SUDUT PANDANG LAIN PADA PERMASALAHAN NON RUTIN PENJUMLAHAN FUNGSI

AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.045 KB)

Abstract

The problem of Addition Operation of Functions often emerges in Junior National Science and Math Olympiads at the regional level, provincial level, and national level. Non-routine questions related to the addition of functions tested In the Junior National Science Math Olympiad are more concern on the problem-solving. The questions have complex types and these types cannot directly solved by common routine procedures. Systematic-logical thinking and high level of understanding ability are required to solve the problem. There are some basic strategies which can be implemented to find the right solutions. Blended strategy plays a significant role to solve the problem. This research will discuss about the strategy to simplify equal group problem from another point of view in order to solve the addition of functions problem in the Junior National Science Math Olympiad. The implementation of the strategy is based on the Polya’s Problem-Solving Techniques.

Analisis Strategi Langkah Mundur dan Bernalar Logis dalam Menentukan Bilangan dan Nilainya

AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.435 KB)

Abstract

This study analyzed the mathematical problem solving strategy that combines a backward step and reasoned logically to answer the High School Olympic level problems related to number theory for the district, national, and provincial level which are often issued from year to year. The mentioned problem is more about the application of number theory problem, which is determine a number and the value of the questioned number. The study began by analyzing some Olympic problems. These problems are answered and resolved by a combination of mathematical problem solving strategies, which are backward step and reasoned logically. Implementation of this solving problem should also be adjusted with Polya step which is consists of four stages. Polya step is used to give better structured problem solving. Compared with trial and error method, this analyze can give an effective combination to determine a number and the value of a number.

LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN IDENTIFIKASI MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL

PAEDAGOGIA Vol 20, No 2 (2017): PAEDAGOGIA Vol 20, No2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persamaan Diferensial merupakan salah satu mata kuliah yang berisi banyak metode penyelesaian persamaan diferensial dengan langkah-langkah panjang, sehingga mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah yang kerap kali dianggap cukup berat oleh mahasiswa. Karena sifat persamaan diferensial merupakan mata kuliah yang mayoritas standar kompetensinya adalah dari segi praktis  menyelesaikan soal-soal persamaan diferensial, maka fokus utama permasalahan adalah model pembelajaran yang seperti apa yang tepat untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam identifikasi jenis jenis persamaan diferensial serta penguatan pemahaman dalam penggunaan metode  penyelesaian persamaan diferensial.  Dipilihlah model Lesson Study yang akan diterapkan pada mata kuliah ini. Data yang dikumpulkan adalah data uraian tentang tingkat keaktifan mahasiswa dalam perkuliahan, mengerjakan lembar kerja individu dan kelompok serta mengerjakan tugas pekerjaan rumah, data tersebut didukung dari data dosen observer. Teknik analisis data dengan deskriptif  kualitatif, karena sebagian besar data berupa uraian deskriptif.Lesson Study dilaksanakan dengan 4 siklus dalam 4 kompetensi dasar. Dalam tiap siklus ada 3 tahapan yaitu Plan, Do dan See. Plan merupakan proses perencanaan pembelajaran dengan melibatkan dosen observe. Do merupakan tahapan perkuliahan dimana dalam hal ini satu pertemuan diadakan Open Lesson Study yang dihadiri dosen observer. See merupakan tahapan analisis dan refleksi hasil proses pembelajaran dan Open Lesson Study.Berdasarkan analisis dalam 4 siklus menunjukkan peningkatan dalam hal keaktifan dan proses pembelajaran dan mengerjakan lembar kerja pribadi, kelompok dan tugas rumah. Hal tersebut juga sejalan dengan hasil capaian prestasi mahasiswa yang semakin meningkat satu siklus ke siklus lainnya dan telah melebihi target capaian prestasi yang diinginkan. Dalam Lesson Study ini lebih ditekankan pada praktek mengerjakan soal soal Persamaan Diferensial. Kata Kunci : Lesson Study, Persamaan Diferensial, Plan, Do, SeeHerawaty, S.,H. Chotimah, R. Joharmawan, dkk., (2010). Lesson Study Berbasis Sekolah.Bayumedia. Malang. Lewis, Catherine C, 2002, Lesson Study :A Handbook of Teacher-LedInstructional Change,Philadelphia, PA : researchfor better Schools,IncNCTM, 2000. Pembelajaran Berstandart National Council Tesching Matematics,Erlangga, Jakarta.Saparwadi, Lalu.(2015).Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kalkulus Integral Melalui Kegiatan Lesson Study di Program Studi Pendidikan Matematika.Jurnal Pendidikan Matematika.(9)1.34-49Sujadi, I. (2011). Penerapan Blended Learning pada Perkuliahan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNS 2011.Widhiartha, Ashintya Putu dkk. (2008). Lesson Study: Sebuah Upaya Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan Nonformal. Surabaya: Prima Printing Surabaya

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

Paedagogia Vol 20, No 1 (2017): Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan dan mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pemecahan masalah materi SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Surakarta. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa gaya Field Dependent  (FD) mampu menjelaskan situasi, tidak mampu menyajikan permasalahan, mampu merepresentasikan matematika secara utuh, belum mampu memecahkan masalah, tidak mampu mendapatkan solusi, dan tidak mampu menafsirkan solusi. Siswa FD berada pada level 1-2 (kategori rendah-sedang); (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa gaya Field Independent (FI) mampu menjelaskan situasi, mampu menyajikan permasalahan, mampu merepresentasi matematika secara utuh dan terpisah, mampu menggunakan konsep dan strategi, mampu memecahkan masalah, mampu mendapatkan solusi, dan mampu menafsirkan solusi. Siswa FI berada pada level 3-4 (kategori tinggi-sangat tinggi).