Articles

Found 13 Documents
Search

Perkembangan Konsumsi Protein Hewani di Indonesia: Analisis Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional 2002-2005 (The Trend of Animal Protein Consumption in Indonesia: Data Analysis of 2002-2005 National Socio Economic Survey) Setiawan, Nugraha
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.598 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji perkembangan konsumsi protein hewani di Indonesia antara tahun 2002-2005, dengan melakukan pendalaman pada sumber protein asal ternak. Metode studi memakai pendekatan penelaahan data sekunder, dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan, telah terjadi peningkatan konsumsi protein. Namun jika dilihat dari sumbernya, konsumsi protein hewani masih kurang memadai. Sebagian besar protein hewani yang dikonsumsi berasal dari produk perikanan, walaupun ada kecenderungan konsumsi protein yang berasal dari produk peternakan semakin meningkat. Pada awalnya, yang lebih banyak dikonsumsi adalah protein yang berasal dari telur dan susu, tetapi kemudian berubah menjadi lebih banyak bersumber dari daging.Kata Kunci: konsumsi, protein hewani.
Peranan Penyuluh sebagai Agen Pembaharu dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peternak Kambing Perah (The Role of Extension Worker as Agent of Change to Increasing of The Achievement Motivation of Dairy Goat Farmer) Winaryanto, Sugeng; Setiawan, Nugraha; Yunasaf, Unang
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.452 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh sebagai agen pembaharu, motivasi berprestasi anggota kelompok, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus kepada 18 orang peternak yang masih aktif di kelompok Surya Medal. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peran penyuluh sebagai agen pembaharu dinilai oleh responden sebesar 56,32% tergolong tinggi, dan sebesar 43,68% tergolong sedang, (2) Tingkat motivasi berprestasi peternak 22,78 % tergolong tinggi, 66,67% tergolong sedang, dan 5,55% tergolong rendah, (3) Terdapat hubungan yang cukup erat antara peran penyuluh sebagai agen pembaharu dengan tingkat motivasi berprestasi peternak (ρs= 0,48). Kata Kunci : penyuluh, agen pembaharu, Motivasi berprestasi
Struktur Ketenagakerjaan Dan Partisipasi Angkatan Kerja Di Pedesaan Indonesia: Analisis Hasil Sakernas 2006 Setiawan, Nugraha
Padjadjaran Journal of Population Studies Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Padjadjaran Journal of Population Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.825 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji struktur ketenagakerjaan di pedesaan yang dirinci atas aspek tenaga kerja, angkatan kerja, dan tingkat partisipasi angkatan kerja. Metode studi yang digunakan adalah model pendekatan analisis data sekunder, melalui pemahaman data ketenagakerjaan dengan memakai teknik analisis statistika deskriptif terhadap data dasar yang berasal dari hasil Survey Angkatan Kerja Nasional 2006. Hasil kajian menunjukkan, tenaga kerja dan angkatan kerja di pedesaan umumnya terdiri atas tenaga kerja muda dengan tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan di perkotaan, namun demikian tingkat partisipasi angkatan kerja di pedesaan angkanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkotaan pada semua kelompok umur dan tingkat pendidikan.Kata Kunci: umur, pendidikan, angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, pedesaan.
KEBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK : SUATU PERSPEKTIF SOSIOLOGI BERPARADIGMA FAKTA SOSIAL Setiawan, Nugraha
Sosiohumaniora Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.413 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami gejala keberdayaan masyarakat peternak di wilayah pedesaan Indonesia melalui pendekatan sosiologis. Analisis dilakukan dengan memakai paradigma “fakta sosial” yang memandang masyarakat sebagai kenyataan atau fakta yang berdiri sendiri terpisah dari individu, namun mempengaruhi individu tersebut, kemudian dikaji lebih jauh melalui pemahaman mengenai force relations dengan memakai teori kekuasaan Foucault. Hasil studi menunjukkan, telah sejak lama bahkan hingga saat ini, masyarakat peternak di pedesaan masih menjadi objek dan sasaran kekuasaan dari masyarakat kota maupun pranata-pranata dari luar wilayah pedesaan. Keadaan tersebut menyebabkan mereka makin terkungkung dalam kondisi tidak berdaya dalam kehidupan sosial-ekonominya. Kata Kunci: keberdayaan, peternak, pedesaan, fakta sosial.
HUBUNGAN DINAMIKA ORGANISASI KOPERASI DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI (Suatu Kasus pada Koperasi Persusuan) Yunasaf, Unang; Setiawan, Nugraha; Nurlina, Lilis
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.18 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama satu bulan di Koperasi Unit Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keadaan dinamika organisasi koperasi, partisipasi anggota koperasi, dan hubungan dari keduanya. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Unit analisis adalah KUD Tanjungsari, dan pengambilan sampel responden dilakukan secara gugus bertahap. Jumlah responden 30 orang dari dua kelompok peternak terpilih. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Organisasi KUD Tanjungsari tergolong cukup dinamis. Unsur-unsur dinamika organisasinya menunjukkan: tujuan koperasi tergolong cukup dinamis, fungsi tugas koperasi tergolong cukup dinamis, pembinaan dan pemeliharaan tergolong cukup dinamis, penerapan peraturan dan sanksi tergolong kurang dinamis, pengadaan fasilititas tergolong sangat dinamis, dan tekanan pada organisasi tergolong dinamis. Partisipasi anggota KUD Tanjungsari tergolong cukup. Unsurunsur partisipasi anggota menunjukkan: partisipasi anggota dalam perencanaan tergolong cukup, partisipasi anggota dalam pelaksanaan tergolong tinggi. Derajat hubungan dinamika organisasi KUD Tanjungsari dengan partisipasi anggota menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat. Kata Kunci: Dinamika organisasi koperasi, Partisipasi anggota koperasi.
HUBUNGAN DINAMIKA ORGANISASI KOPERASI DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI (Suatu Kasus pada Koperasi Persusuan) Yunasaf, Unang; Setiawan, Nugraha; Nurlina, Lilis
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.18 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama satu bulan di Koperasi Unit Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keadaan dinamika organisasi koperasi, partisipasi anggota koperasi, dan hubungan dari keduanya. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Unit analisis adalah KUD Tanjungsari, dan pengambilan sampel responden dilakukan secara gugus bertahap. Jumlah responden 30 orang dari dua kelompok peternak terpilih. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Organisasi KUD Tanjungsari tergolong cukup dinamis. Unsur-unsur dinamika organisasinya menunjukkan: tujuan koperasi tergolong cukup dinamis, fungsi tugas koperasi tergolong cukup dinamis, pembinaan dan pemeliharaan tergolong cukup dinamis, penerapan peraturan dan sanksi tergolong kurang dinamis, pengadaan fasilititas tergolong sangat dinamis, dan tekanan pada organisasi tergolong dinamis. Partisipasi anggota KUD Tanjungsari tergolong cukup. Unsurunsur partisipasi anggota menunjukkan: partisipasi anggota dalam perencanaan tergolong cukup, partisipasi anggota dalam pelaksanaan tergolong tinggi. Derajat hubungan dinamika organisasi KUD Tanjungsari dengan partisipasi anggota menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat. Kata Kunci: Dinamika organisasi koperasi, Partisipasi anggota koperasi.
Struktur Ketenagakerjaan Dan Partisipasi Angkatan Kerja Di Pedesaan Indonesia: Analisis Hasil Sakernas 2006 Setiawan, Nugraha
Jurnal Kependudukan Padjadjaran Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Kependudukan Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji struktur ketenagakerjaan di pedesaan yang dirinci atas aspek tenaga kerja, angkatan kerja, dan tingkat partisipasi angkatan kerja. Metode studi yang digunakan adalah model pendekatan analisis data sekunder, melalui pemahaman data ketenagakerjaan dengan memakai teknik analisis statistika deskriptif terhadap data dasar yang berasal dari hasil Survey Angkatan Kerja Nasional 2006. Hasil kajian menunjukkan, tenaga kerja dan angkatan kerja di pedesaan umumnya terdiri atas tenaga kerja muda dengan tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan di perkotaan, namun demikian tingkat partisipasi angkatan kerja di pedesaan angkanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkotaan pada semua kelompok umur dan tingkat pendidikan.Kata Kunci: umur, pendidikan, angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, pedesaan.
Differences Between Alpha-Fetoprotein (AFP) and Prothrombine Induced by Vitamin K Absence or Antagonist II (PIVKA-II) Values as Early Detection Method for Hepatocellular Carcinoma (HCC) and Cirrhosis Nugraha, Bayu Eka; Setiawan, Nugraha; Susianti, Hani; Pratomo, Bogi
The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy Vol 19, No 3 (2018): VOLUME 19, NUMBER 3, December 2018
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.214 KB)

Abstract

Background: Hepatocellular carcinoma is a common cancer worldwide and has a high mortality. Biomarkers could theoretically help to detect the disease at an earlier stage before symptoms occur and improve the treatment outcomes. The first biomarker found was AFP (not very accurate and 30-40% of HCC may be missed). PIVKA-II can be used as an early detection method to diagnose HCC.Method: A cross sectional study on in-patients or out-patients at Saiful Anwar Malang Hospital from July 2016 to October 2016.Results: The p value (p > 0.05) obtained using Kolmogorov-Smirnov was 0.166 for diagnosis of HCC and 0.147 for the diagnosis of hepatic cirrhosis. The p value (p > 0.05) obtained using Shapiro-Wilk was 0.103 for diagnosis of HCC and 0.087 for the diagnosis of cirrhosis. Comparative test using the LSD method showed PIVKA-II serum levels in HCC as compared to hepatic cirrhosis as significant with a p-value less than 0.05 (p < 0.05), that is 0.025. However comparative test using the Tukey HSD method showed that the results obtained were not significant. According to the PIVKA-II cut off value, the sensitivity and specificity to detect cirrhosis and HCC was as large as 100%. According to the AFP cut off value, the sensitivity to detect cirrhosis and HCC was 93.3% and the specificity was 76.92%.Conclusion: Both PIVKA-II and AFP can be used to detect cirrhosis and HCC. However PIVKA-II exhibited better sensitivity and specificity in the detection of cirrhosis and HCC.
STRUKTUR KETENAGAKERJAAN DAN PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI PEDESAAN INDONESIA: ANALISIS HASIL SAKERNAS 2006 Setiawan, Nugraha
Indonesian Journal of Socio Economics Juni, Jurnal Sosio Ekonomika
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.016 KB)

Abstract

The study is aimed at analyzing labor structure in rural area, by carrying out study on working age population, labor force, and labor force participation rate. Secondary data analysis approach was used in this study. The data form Sakernas (National Labor Force Survey) 2006 was analyzed by a descriptive statistical analysis. The result of the study showed that proportion of  working age population and labor force in rural area it was more younger and lower education than urban area. However, if we take look at rural labor force participation rate was  higher than the urban area, in  all  ages and education attainment groups. It may raise concern that labor force in the rural areas are greater than the possible field work available. 
STRUKTUR KETENAGAKERJAAN DAN PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI PEDESAAN INDONESIA: ANALISIS HASIL SAKERNAS 2006 Setiawan, Nugraha
Indonesian Journal of Socio Economics Juni, Jurnal Sosio Ekonomika
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.016 KB)

Abstract

The study is aimed at analyzing labor structure in rural area, by carrying out study on working age population, labor force, and labor force participation rate. Secondary data analysis approach was used in this study. The data form Sakernas (National Labor Force Survey) 2006 was analyzed by a descriptive statistical analysis. The result of the study showed that proportion of  working age population and labor force in rural area it was more younger and lower education than urban area. However, if we take look at rural labor force participation rate was  higher than the urban area, in  all  ages and education attainment groups. It may raise concern that labor force in the rural areas are greater than the possible field work available.