Articles

PENAMBANGAN PROSES YANG MENDUKUNG PENILAIAN PERANGKAT LUNAK DENGAN COBIT4.1 Setiawan, Nanang Yudi; Sarwosri, Sarwosri
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 11, No 1, Januari 2013
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide dasar di balik software process improvement - SPI menjadi alasan bahwa proses perangkat lunak berkualitas baik merupakan prasyarat bagi produk perangkat lunak berkualitas baik. Oleh karenanya, proses dalam perangkat lunak perlu untuk terus dinilai dan ditingkatkan. COBIT merupakan salah satu kerangka SPI yang dapat menjadi acuan ketercapaian kualitas perangkat lunak. Untuk mendukung penilaian proses, penelitian ini mengusulkan penerapan teknik penambangan proses (process mining) dalam penilaian perangka t lunak untuk menilai ketercapaian indikator kematangan proses sesuai panduan COBIT -PAM (COBIT Process Assessment Model). Hasil evaluasi dengan validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa teknik penambangan proses dapat diterapkan dengan menyesuaikan tujuan dan produk kerja dari setiap atribut penilaian proses dalam COBIT.
Perbandingan Performa Metode Klasifikasi SVM, Neural Network, dan Naive Bayes untuk Mendeteksi Kualitas Pengajuan Kredit di Koperasi Simpan Pinjam Nur, Iqbal Taufiq Ahmad; Setiawan, Nanang Yudi; Bachtiar, Fitra Abdurrachman
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6, No 4: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendeteksi kualitas kredit sejak dini merupakan satu tahapan penting yang wajib dilakukan oleh koperasi simpan pinjam guna meminimalisir adanya risiko kredit. Dalam penelitian ini, kami menggunakan tiga metode klasifikasi yaitu SVM, Neural Network, dan Naïve Bayes untuk menemukan metode dengan performa yang paling baik dan optimal pada kasus pendeteksian kualitas kredit di koperasi simpan pinjam. Proses yang dilakukan adalah dengan mengimplementasikan data hasil pre processing menggunakan algoritme SVM, Neural Network, dan Naïve Bayes dengan proses evaluasi menggunakan 5-fold cross validation. Hasil yang didapatkan adalah metode Neural Network menjadi metode dengan performa paling baik. Rerata tingkat akurasi yang dihasilkan sebesar 86,81%, rerata precision sebesar 0,8194, rerata recall sebesar 0,8236, dan rerata nilai AUC sebesar 0,9158. Namun, waktu eksekusi yang dihasilkan algoritme Neural Network menjadikan algoritme ini sebagai algoritme paling lambat dibandingkan dengan dua metode lain. Nilai rerata waktu eksekusi dari metode Neural Network sebesar 3,058 detik, jauh lebih lama dibandingkan dua algoritme lain yang hanya berkisar pada nilai 0 – 1 detik. AbstractDetecting credit quality at the early stage is an important step that must be done by koperasi simpan pinjam in order to minimize the credit risk. In this research, we use three classification methods i.e. SVM, Neural Network, and Naïve Bayes to find the best performance and optimal method to be used in credit quality detection for koperasi simpan pinjam. The process conducted by implementing pre-processing data using an SVM, Neural Network, and Naïve Bayes algorithm with the evaluation process using 5-fold cross validation. As the result, The Neural Network method was the best performing method. The average level of accuracy produced was 86.81%, mean precision was 0.8194, average recall was 0.8236, and the average AUC value was 0.9158. However, the execution time generated by the Neural Network algorithm made this algorithm the slowest algorithm compared to the other two methods. The average execution time of the Neural Network method was 3.058 seconds, longer than the other two algorithms which only range from 0 - 1 second.
Pengecekan Conformance Modul Proses Keuangan Dengan Process Mining Pada Rumah Sakit Medika Mulia Di Kabupaten Tuban Amin, Harisul Ikrom; Rachmadi, Aditya; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.656 KB)

Abstract

terekam event log yang menghasilkan sebuah workflow proses bisnis. Format yang harus ada dalam pembuatan event log proses bisnis minimal harus meliputi case id, timestamp, dan aktivitas didalamnya, kemudian event log akan ditranformasikan dalam bentuk model mining XML untuk dan ditranformasikan lagi dalam bentuk Petri Net. ProM tools merupakan tools dalam melakukan proses mining dengan menerapkan plugin yang ada pada ProM tools dibandingkan dengan proses bisnis yang ada pada perusahaan berdasarkan parameter yang ada pada ProM tools untuk mencari nilai  fitness dan structure kemudian dibandingkan. Rumah sakit Medika Mulia di Kabupaten Tuban telah mengembangkan sistem ERP sendiri. ERP pada rumah sakit berfungsi sebagai sebuah sistem yang mengelola seluruh proses bisnis yang dijalankan. Sebelum sistem ERP dijalankan dan diimplementasikan diperlukan analisis mengenai proses bisnis yang dijalankan apakah nantinya akan sesuai dengan sistem ERP yang akan diimplementasikan pada rumah sakit. Metode yang diterapkan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis menggunakan proses mining
PENGARUH POLA HUBUNGAN PENGEMBANG PADA EVOLUSI PERANGKAT LUNAK Setiawan, Nanang Yudi; Andria S, Reza
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 11, No 2, Juli 2013
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola hubungan antara individu dalam sebuah pekerjaan, dapat mempengaruhi tingkat ketercapaian pekerjaan dan kualitas produk yang dihasilkan. Hipotesa tersebut menjadi latar belakang dalam penelitian ini untuk menyelediki pengaruh pola hubungan dalam interaksi antar pengembang terhadap evolusi sebuah perangkat lunak. Pemanfaatan rekam data dalam rekayasa perangkat lunak telah digunakan secara luas untuk mempelajari dan meningkatkan kualitas proses pengembangan perangkat lunak. Pola hubungan antar pengembang dapat diekstraksi dari event log (catatan kejadian) dengan menggunakan teknik-teknik process mining yang menggabungkan konsep manajemen proses bisnis dan analisa jejaring sosial (social network analysis, SNA). Pola hubungan pengembang sebagai individu dalam komunitas, diukur secara kuantitatif melalui pendekatan yang didasarkan pada metrik SNA yang meliputi pola: (1) aktivitas dalam hubungan sebabakibat (causality), (2) aktivitas dalam kasus yang berhubungan (joint cases), (3) aktivitas yang serupa (similar task), dan (4) aktivitas dalam kasus tertentu (special event). Sedangkan evolusi perangkat lunak diamati dari produk pengembang untuk jumlah fitur baru, jumlah bug yang ditangani, penyempurnaan fitur (enhancement), dan permintaan dukungan (support request) yang berhasil diselesaikan. Dengan menggunakan metode Partial Least Sqeare (PLS),dapat disimpulkan bahwa pada studi kasus yang digunakan, pola hubungan sebab akibat memiliki tingkat signifikansi yang paling baik terhadap evolusi perangkat lunak dengan nilai p-value 9.022E-15
Evaluasi Proses Bisnis Produksi Area 3 (SRIKANDI) Pada PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan Menggunakan Metode Value Chain Analysis, Quality Evaluation Framework (QEF) dan 5 Why’s Analysis Sitompul, Kelvin Yabes; Mursityo, Yusi Tyroni; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 5 (2019): J-PTIIK
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi Air  Minum  Dalam  Kemasan. PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan menghasilkan beberapa macam produk, mulai dari kemasan berukuran 220 ML, 600 ML, 1500 ML, kemasan 5 Gallon dan Mizone. Manufacturing Area 3 (SRIKANDI) adalah salah satu divisi manufacturing di PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan yang memproduksi air minum kemasan 220 ML. Dalam melakukan proses produksi kemasan 220 ML ini, terdapat permasalahan yang terjadi yang menyebabkan hasil dari proses bisnis yang dijalankan tidak sesuai denhan target yang diharapkan dan dapat mempengaruhi proses bisnis produksi pada manufacturing area 3 (SRIKANDI). Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan sebuah evaluasi pada proses bisnis yang dijalankan saat ini dengan melakukan identifikasi proses bisnis saat ini dengan menggunakan metode Value Chain Analysis untuk memetakan aktivitas utama dan aktivitas pendukung, kemudian menentukan quality factor yang ada dan melakukan perhitungan pada seluruh quality factor dengan menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF). Kemudian mencari akar permasalahan pada quality factor yang tidak sesuai dengan metode 5 Why’s Analysis. Hasil evaluasi yang dilakukan diperoleh 4 quality factor yang tidak sesuai yaitu pada Q5, Q8, Q11 dan Q12. Hasil dari quality factor tersebut menjadi permasalahan yang dapat mempengaruhi proses bisnis produksi yang berjalan.
Pemodelan dan Evaluasi Proses Bisnis Menggunakan Metode Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus : PT. Group Mitra Indonesia) Sudarpi, Dimas Hariyanto; Setiawan, Nanang Yudi; Aknuranda, Ismiarta
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.441 KB)

Abstract

PT. Group Mitra Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang penyedia layanan jasa tenaga kerja pengamanan dan investigasi. Proses penyajian layanan kepada klien merupaka proses bisnis utama yang berjalan pada PT. Group Mitra Indonesia. Pada proses penyajian layanan terdapat beberapa proses lainnya yang dimulai dari penawaran dan persetujuan kerja sama dengan pihak klien, penerimaan dan seleksi tenaga kerja, sampai dengan penempatan tenaga kerja pada perusahaan klien. Dalam melakukan proses penyajian layanan kepada klien terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan kualitas dari layanan yang diterima klien buruk. Diperlukan sebuah evaluasi proses bisnis yang sedang berjalan saat ini menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF). Untuk melakukan evaluasi proses bisnis saat ini dibutuhkan model proses bisnis saat ini yang dimodelkan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN). Tahap selanjutnya merupakan pemetaan Quality factor dari setiap proses bisnis yang telah dimodelkan dan menentukan target serta kalkulasi realisasi target pada perusahaan menggunakan rumus yang telah didefinisikan pada metode Quality Evaluation Framework (QEF). Hasil dari kalkulasi yang dilakukan pada tahap evaluasi akan menghasilkan beberapa permasalahan berupa Quality factor yang tidak sesuai. Metode fishbone analysis dan 5 whys analysis digunakan untuk menganalisis ketidaksesuaian yang diperoleh dan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memperoleh akar permasalahan.
Evaluasi Proses Bisnis Menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus : UD Honda II Kepanjen AHASS 06641) Rumaysha, Intan; Rachmadi, Aditya; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 12 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.024 KB)

Abstract

Proses service motor adalah proses bisnis utama yang ada pada UD Honda II Kepanjen Ahass 06641. Dalam proses service motor terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan, mulai dari pelanggan datang untuk melakukan service, pengerjaan service motor, hingga service motor selesai dilakukan. Dalam melakukan aktivitas service motor terjadi beberapa aktivitas yang tidak sesuai dengan target perusahaan, sehingga dapat menghambat aktivitas yang ada pada perusahaan. Oleh Karena itu, perlu dilakukan evaluasi menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF) untuk mengetahui gap yang terjadi antara target perusahaan dengan hasil kalkulasi yang dilakukan dalam metode QEF. Langkah awal yang dilakukan adalah, mengidentifikasi proses bisnis utama pada bengkel, lalu memodelkan proses bisnis menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN). Selanjutnya menentukan quality factor beserta target perusahaan dan dilakukan perhitungan sesuai dengan persamaan yang ada pada metode QEF. Lalu melakukan identifikasi pada quality factor yang tidak sesuai dengan target perusahaan.  Setelah ditemukan gap pada proses evaluasi tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan Root Cause Analysis, tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab dan akar permasalahan dari gap. Hasil dari penelitian ini adalah berupa penyebab dan akar permasalahan yang terjadi pada aktivitas atau proses yang telah di evaluasi.
Evaluasi dan Perbaikan Proses Bisnis Dengan Business Process Improvement (BPI), Root Cause Analisys (RCA) dan Quality Evaluation Factor (QEF) Pada Layanan Jasa Untuk Pelanggan (Studi Kasus: Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Aditya Iskandar dan Rekan) Salma, Istania; Setiawan, Nanang Yudi; Aknuranda, Ismiarta
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 11 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.079 KB)

Abstract

KJPP Aditya Iskandar dan Rekan merupakan sebuah badan usaha yang bergerak pada bidang Jasa Penilai. KJPP Aditya Iskandar dan Rekan menyediakan beberapa layanan jasa penilaian dan konsultasi yang prosesnya dimulai dari penerimaan pesanan dari klien, perincian kebutuhan penilaian objek pesanan klien sampai dengan pengiriman laporan ke klien. Dalam menjalankan proses bisnis yang ada, terdapat beberapa aktivitas yang tidak sesuai target sehingga menghambat aktivitas perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi dan perbaikan proses bisnis. Langkah yang dilakukan untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses bisnis yang berjalan saat ini yaitu dengan mengidentidikasi proses bisnis utama dan pendukung menggunakan Value Shop Anaysis, lalu melakukan pemodelan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), kemudian memetakan quality factor dan menentukan target serta kalkuasi sesuai dengan rumus yang ada pada metode QEF (Quality Evaluation Framework). Setelah quality factor dan target perusahaan didapatkan dengan metode QEF, maka akan dicari akar permasalahannya menggunakan metode Root Cause Analysis dengan teknik Fishbone Analysis. Selanjutnya digunakan metode BPI (Business Process Improvement) untuk mendapatkan rekomendasi proses bisnis perbaikan yang harapannya dapat digunakan perusahaan memperbaiki proses bisnis yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan pada proses bisnis Penerimaan Pesanan dari Klien, jika rekomendasi dijalankan akan meningkatkan kinerja perusahaan hingga 92,68 %.
Evaluasi Proses Bisnis Penanganan Pengaduan Nasabah Menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus : PT XYZ) Ulwani, Iffa Aulia; Setiawan, Nanang Yudi; Aknuranda, Ismiarta
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 12 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.223 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang layanan perbankan. Untuk menangani pengaduan nasabah PT XYZ memiliki standar yang ditetapkan untuk menjaga kepercayaan nasabah dalam menggunakan jasanya yaitu ketapatan terhadap Service Level Agreement (SLA) dalam menyelesaikan pengaduan nasabah. Pada kenyatannya ketidaktepatan SLA masih terjadi walaupun kecilnya persentase kejadian. Sehingga dari permasalahan tersebut perlu dilakukan evaluasi proses bisnis untuk mengukur kualitas kinerja dari proses bisnis yang ada dan menganalisis adakah keterkaitan dengan hasil evaluasi dengan adanya varian proses bisnis di PT XYZ. Proses bisnis yang telah dimodelkan menggunakan petri nets di YAWL lalu dilakukan simulasi untuk mendapatkan event log dari proses bisnis tersebut. Event log yang didapat diterapkan process mining pada piranti ProM tools menggunakan pendekatan Process Variant Finder untuk menemukan titik variasi proses bisnis. Selanjutnya  melakukan pemetaan menerapkan metode QEF untuk target dan kualitas aktivitas saat ini. Lalu dianalisis keterkaitan hasil evaluasi dengan titik variasi yang ditemukan. Hasil evaluasi proses bisnis penanganan pengaduan nasabah di PT XYZ ini adalah ditemukan 5 titik variasi dan 3 faktor yang tidak sesuai target. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak adanya kontribusi tertentu dengan adanya variasi terhadap hasil evaluasi namun dapat menjadi pemicu adanya varian baru untuk mengurangi angka ketidaksesuaian.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis Poli Gigi (Studi Kasus : Puskesmas Sumbersari Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun) Iflahah, Dzurriyatul; Aknuranda, Ismiarta; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 6 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1681.229 KB)

Abstract

Puskesmas merupakan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas Sumbersari mempunyai 4 poli. Dari 4 poli tersebut, hanya poli gigi yang belum mempunyai sistem informasi rekam medis. pencatatan rekam medis pasien dilakukan dengan manual dengan mencatat diagnosa / keluhan dan pengobatan di kartu rekam medis. Dengan pencatatan rekam medis secara manual ini tidak jarang terjadi kerusakan atau hilangnya kartu rekam medis, lamanya waktu pencarian dan pembuatan kartu rekam medis, dan terjadinya pengulangan data saat memindahkan data register pasien dari buku register ke Microsoft Excel. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sistem informasi rekam medis berbasis komputer. Tujuan dari penelitian ini yaitu memodelkan proses bisnis, menganalisis spesifikasi persyaratan dan perancangan sistem, merancang antarmuka sistem, serta melakukan evaluasi terhadap hasil spesifikasi persyaratan dan perancangan. Dalam melakukan analisis dan perancangan sistem informasi tersebut, peneliti menggunakan pendekatan Object Oriented Analysis and Design. Dalam proses analisis dan desainnya menggunakan bahasa pemodelan Unified Modelling Language. Evaluasi pada penelitian ini menggunakan Requirements Configuration Structure dan Decision table. Hasil dari penelitian ini berupa pemodelan proses bisnis saat ini dan usulan, daftar pemangku kepentingan dan pengguna, daftar kebutuhan pengguna, fitur, daftar persyaratan sistem, model use case, perancangan sistem serta evaluasi.
Co-Authors Abiya, Nazva Aditya Rachmadi, Aditya Ahmad Afif Supianto Amin, Harisul Ikrom Andi Reza Perdanakusuma, Andi Reza Arini, Mumtazah Rizti Ayubi, Sholachuddin Al Bachtiar, Fitra Abdurrachmad Bachtiar, Fitra Abdurrachman Bayu Priyambadha Boleng, Theresia Emiliana Dharmawan, Muhammad Taufik Djoko Pramono Dwiartono, Satrio Dzurriyatul Iflahah, Dzurriyatul Fahrizal, Indra Guntara, Claudio Canigia Intan Rumaysha, Intan Ismiarta Aknuranda Kurniawan, Zaenal Maulidia, Sheila Merlien Yuliana Permatasari, Merlien Yuliana Miladiana, Desy Mualfi, Dicky Ilham Niken Hendrakusma Wardani Nugroho, Prasetyo Iman Nur Fatimah Nur, Iqbal Taufiq Ahmad Nuryulianti, Dwi Asri Pambudi, Ryan Dwi Prakoso, Topan Pratama, Ibnu Irawan Pratama, Yoga Tika Puspitasari, Ade Ayu Putra, Raditya Rizky Putra, Zulfiar Ryanda Putri Puspitasari Putri, Dinda Agnes Putri, Dinda Ayu Rudyana Rahmatika, Azri Putri Ramadhan, Adhitira Febrieztha Ramadina, Febiko Retno Indah Rokhmawati, Retno Indah Reza Andria S Rista Yasin Lamohammad Hende, Rista Yasin Lamohammad Romario, Dedi Sadzali, Higam Saiful Salma, Istania Saputra, Andhika Akbar Saragi, Muhammad Ibrahim Al Ghazi Saraswati, Tirta Sarwosri Sarwosri Sesyazhade, Annisa Arifa Sholihah, Hilwa Aminatus Siahaan, Inggrid E. A. Siren, Victor Axelius Kristianto Sitompul, Kelvin Yabes Sudarpi, Dimas Hariyanto Taqwim, Wiratama Ahsani Tri Susanto Ulwani, Iffa Aulia Utami, Dinar Indah Dwi Utami, Kartika Wahyudi, Rois Yanuar Rahman Wahyuni, Cahyaningtyas Sekar Waluyo, Adeyaksa Galuh Wikata, Erzhal Risan Yanuarti, Ellen Yusi Tyroni Mursityo Zein, Moch. Rosul