p-Index From 2014 - 2019
11.99
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Jurnal Anestesiologi Indonesia TEKNIK TRANSMISI Agrikultura Bionatura Sosiohumaniora Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal INFOTEL Jurnal Sains Materi Indonesia PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Jurnal Inosains (Desain Industri) TRANSIENT Mediator International Journal of Nusantara Islam Jurnal Kependudukan Padjadjaran Indonesian Journal on Geoscience Jurnal Infra PUBLIC HEALTH JOURNAL Jurnal AGRISEP Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Prosiding Semnastek Jurnal Fisika dan Aplikasinya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Biomedika JURNAL PENDIDIKAN EQUILIBRIUM PROSIDING SENATEK FAKULTAS TEKNIK UMP GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Proceeding SENDI_U Jurnal Asy-Syari'ah ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan FIlm Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa (DINAREK) UNEJ e-Proceeding Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Wawasan Manajemen Jurnal Fisika FLUX ITEj : Information Technology Engineering Journals Agricore MEDIAKOM MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching PERFORMA : Media Ilmiah Teknik Industri al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Jurnal Eksplora Informatika Jurnal Ilmiah Manuntung Jurnal Ekonologi Ilmu Manajemen Jurnal Nusa Sylva JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Journal Of Informatic Pelita Nusantara Jurnal Surya Masyarakat JURNAL PETIK Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Jurnal Muara Pendidikan JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Journal on Education TAHKIM International Journal of Applied Business Research ITEJ (Information Technology Engineering Journals) Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Indonesian Journal on Geoscience Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan JHeS (Journal of Health Studies) Jurnal Kumparan Fisika Al-Khidmat
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan

MINERALISASI POLIMETALIK DI DAERAH KEDUNG GROMBYANG, PACITAN, JAWA TIMUR: DALAM PERBANDINGAN DENGAN CEBAKAN EMAS GUNUNG PONGKOR, BOGOR, JAWA BARAT Setiawan, Iwan; Sudarsono, Sudarsono
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 20, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.404 KB)

Abstract

ABSTRAK Wilayah Kedung Grombyang yang terletak di Jalur Pegunungan Selatan Jawa menunjukkan indikasi keterdapatan endapan logam polimetalik. Berdasarkan pencitraan relief shaded gravity, menunjukkan daerah ini terletak pada  kelurusan Yogya-Bayat-Pacitan yang membentuk garis melengkung berarah barat-tenggara. Keterdapatan batuan-batuan magmatik dan kelurusan sesar, dapat dijadikan sebagai asumsi awal untuk melokalisasi daerah yang berpotensi cebakan mineral. Eksplorasi cebakan mineral masih terus dilakukan di Pegunungan Selatan oleh perusahaan multinasional dan perusahaan pertambangan lokal, namun sampai sejauh ini belum  ada daerah yang teridentifikasi memiliki cebakan yang besar seperti Gunung Pongkor. Sedikitnya pengendapan emas di Kedung Grombyang daripada di Gunung Pongkor dikarenakan oleh perbedaan magma asal, yang dicerminkan oleh perbedaan variasi mineralogi batuan volkanik di kedua wilayah dan karakter fluida hidrotermal. Di samping batuan andesitik, di Kedung Grombyang juga terdapat batuan basaltik dan dasitik. Sedangkan strukturnya relatif sama, karena kedua wilayah dipengaruhi oleh zona sesar utama yang mengontrol keterdapatan cebakan mineralisasi di Pulau Jawa. Batuan terubah filik dan propilitik yang dicirikan oleh pembentukan muskovit merupakan fenomena umum di wilayah Kedung Grombyang, sementara itu tidak dijumpai di Gunung Pongkor. Fenomena ini selaras dengan data pengukuran mikrotermometri dimana Kedung Grombyang dipengaruhi oleh lingkungan dengan suhu pembentukkan urat yang lebih tinggi daripada Gunung Pongkor. Pengayaan supergen yang intensif di wilayah Gunung Pongkor memiliki korelasi yang baik dengan mineralisasi emas yang kaya. Kasus ini tidak terjadi di wilayah Kedung Grombyang. Tulisan ini akan mendiskusikan karakter alterasi dan mineralisasi polimetalik di wilayah Kedung Grombyang dengan endapan emas Gunung, dalam hubungannya dengan mineralisasi di Pegunungan Selatan Jawa, khususnya di segmen timur, berdasarkan metode petrografi, mineragrafi dan inklusi fluida.
BATUAN PEMBAWA EMAS PADA MINERALISASI SULFIDA BERDASARKAN DATA PETROGRAFI DAN KIMIA DAERAH CIHONJE, GUMELAR, BANYUMAS, JAWA TENGAH Indarto, Sri; Sudarsono, Sudarsono; Setiawan, Iwan; Permana, Haryadi; Al Kausar, Andrie; Yuliyanti, Anita; Dewi Yuniati, Mutia
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 24, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3283.316 KB)

Abstract

The bearing rocks and hosted rocks of base metals and gold in Indonesia generally occurs in Tertiary age of volcanic rocks. However, base metals and gold mineralizations in Cihonje area, Gumelar, Banyumas that have potential as hosted rocks of base metals and gold are in Tertiary sedimentary rock. Therefore, the rocks need to be investigated by field research for sampling and then laboratory petrographic and chemical analysis for some selected rock samples. The results obtained are calcareous sandstones, silicified and argillitized breccias and mineralized as members of the Rambatan Formation; sandstones as a member of Halang Formation that has weak propylitization and slightly mineralized; andesite basaltic of Kumbang Formation and veins of metal - quartz- adularia - calcite. Alteration and hydrothermal mineralization is caused by the intrusion of basaltic andesite Kumbang Formation that has shape of sill or dyke. From SiO2 vs K2O contents and FeO */MgO versus SiO2, some volcanic rocks samples of Kumbang Formations indicate the composition of basalt and basaltic andesite that are partially in tholeitic series, but generally are calc - alkaline. Members of Rambatan Formations and Lower Halang Formations interpreted as hosted rocks, Kumbang Formations are hosted rock and metal bearing rocks, while veins of metal-quartz-adularia-calcite are the metal bearing rocks. The sulphide minerals consist of pyrite, chalcopyrite, sphalerite, galenas. Gold mineralization and base metal occurred in epithermal–mesothermal and low sulphidation zones.ABSTRAKBatuan pembawa logam dasar dan emas di Indonesia umumnya terdapat pada batuan volkanik berumur Tersier, namun berbeda dengan batuan yang berpotensi sebagai pembawa logam dasar dan emas yang terdapat di daerah Cihonje, Gumelar, Banyumas yang terdapat pada batuan sedimen Tersier. Kondisi ini mendorong untuk dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kenapa keberadaanya pada sedimen Tersier. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian lapangan, pengambilan conto batuan terpilih untuk dilakukan dianalisis petrografi dan kimia batuan. Hasilnya menujukkan bahwa didapatkan batupasir gampingan, breksi tersilisifikasi dan terargilitisasi serta termineralisasi sebagai anggota Formasi Rambatan, batupasir anggota Formasi Halang terpropilitisasi lemah serta sedikit termineralisasi, andesit basaltik Formasi Kumbang dan urat-urat kalsit-adularia-kuarsa-logam. Alterasi dan mineralisasi hidrotermal yang terjadi disebabkan oleh intrusi andesit basaltik Formasi Kumbang berbentuk sill atau dyke. Pada batuan volkanik Formasi Kumbang kandungan SiO2 vs K2O dan FeO*/MgO vs SiO2 menunjukkan komposisi basalt dan andesit basaltik yang sebagian termasuk seri toleitik dan umumnya kapur – alkali. Batuan anggota Formasi Rambatan dan Formasi Halang bawah diinterpretasikan sebagai jebakan (perangkap), batuan Formasi Kumbang sebagai jebakan dan pembawa logam, urat kalsit-adularia-kuarsa-logam adalah pembawa logam. Mineral – mineral sulfida terdiri dari pirit, khalkopirit, sfalerit, galena. Mineralisasi emas dan logam dasar dapat terjadi pada zona epitermal – mesotermal bersulfida rendah.
ALTERASI DAN MINERALISASI DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN: KASUS DAERAH KOTA AGUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN TANGGAMUS - PROPINSI LAMPUNG Setiawan, Iwan
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2903.818 KB)

Abstract

Analisis petrografi dan mineragrafi telah dilakukan pada sekitar 30 contoh batuan yang dikumpulkan dari daerah Kota Agung di sayap barat Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Sebagian besar daerah penelitian ditutupi oleh Formasi Hulusimpang yang dikenal berasosiasi dengan alterasi dan mineralisasi. Analisis petrografi dari batuan-batuan menunjukkan variasi komposisi mineralogi dari asam sampai basa. Proses alterasi yang terjadi di daerah penelitian dicirikan oleh kehadiran dari klorit, karbonat, epidot, silika dan mineral lempung. Mineral-mineral alterasi ini berasosiasi dengan mineral logam seperti pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, tetrahidrit dan emas. Kelompok asosiasi ini dapat disebandingkan dengan zona propilitik dan argilik dengan kisaran suhu dari sekitar 200°C ke 250°C atau sebanding dengan sistem epithermal tipe sulfidasi rendah. Mineralisasi di sebagian besar daerah penelitian dicirikan oleh tipe alterasi propilitik yang digantikan oleh argilik, dan tipe argilik. Fenomena ini dapat diamati melalui pemunculan kristal-kristal atau urat-urat yang mengalami overprint dan pergeseran atau bukaan dari urat-urat tipis kuarsa. Dan juga pengendapan dari pirit, magnetit dan sfalerit menunjukkan tekstur penggantian; sedangkan pirit dan galena menunjukkan tekstur penguncian sederhana seperti yang teramati pada conto dari Way Kerap. Kedua asosiasi memiliki kisaran temperatur kristalisasi yang berbeda. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa lebih dari dua kali proses hidrotermal telah terjadi di daerah penelitian.
STUDI BATUAN VOLKANIK DAN BATUAN UBAHAN PADA LAPANGAN PANASBUMI GEDONGSONGO KOMPLEKS GUNUNGAPI UNGARAN JAWA TENGAH Indarto, Sri; Widarto, Djedi S.; Zulkarnain, Eddy Gaffar; Setiawan, Iwan
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 16, No 1 (2006)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.42 KB)

Abstract

Gedongsongo terletak di bagian lereng selatan Gunungapi Ungaran, yang termasuk kawasan Kompleks Gunungapi Depresi Ungaran Jawa Tengah. Indikasi kegiatan panasbumi Gedongsongo dicirikan oleh adanya fumarola yang didominasi oleh uap, mataair panas, serta batuan ubahan. Data yang diperoleh dari lapangan dan laboratorium terdiri dari : (i). Selang-seling breksi laharik berfragmen andesit basaltik dengan aliran lava, intrusi andesit piroksen, batuan ubahan, dan bom (berkomposisi andesit-basaltik). (ii). Sesar normal yang berarah baratdaya – timurlaut di sepanjang tebing gunung bagian utara yang diduga berkaitan erat dengan munculnya intrusi andesit piroksen sebagai sumber panas bawah permukaan. (iii). Sesar geser yang mempunyai arah utara – selatan melalui sungai Item ditandai dengan munculnya mataair panas, uap panas dan fumarola ke permukaan. (iv). Batuan ubahan yang terbentuk ditunjukkan oleh munculnya mineral – mineral haloisit, kaolinit, silika amorf, kristobalit, ilit, markasit, dan pirit. Batuan ubahan tersebut terjadi dekat dengan sumber fumarola dan mataair panas di sepanjang sungai Item. Asosiasi kelompok mineral ubahan yang terbentuk, dapat menyarankan suhu batuan reservoir bawah permukaan lapangan panasbumi Gedongsongo berkisar dari 70oC - 200oC dan bersifat asam. Gedongsongo is located at the south flank of the Ungaran Mountain within theUngaran Depression Volcanic Complex, Central Java. Geothermal activities arecharacterized by vapour dominated fumaroles, hotsprings, and hydrothermally alteredrocks. Geological data obtained from field and laboratory works, consist of : (i)interlayering laharic breccia with basaltic andesite fragments and lava flow, alterationrocks, and bombs (basaltic andesite in composition), (ii). The southwest-northeast normalfault along northern part of mountain which is triggered the pyroxene andesite intrussion,assumed as a heatsource and have been controlled to the altered rock formation at thearea, (iii). The north-south strike slip fault through the Item River triggered hotspring andhot vapour dominated fumaroles to the surface, (iv). Altered rocks, which arecharacterized by halloysite, kaolinite, amorphous silica, crystobalite, illite, marcasite, andpyrite. Those alteration mineral assemblages located close to the fumarole and hotspringalong the Item River. The alteration mineral assemblages suggest that the temperature ofreservoir rock beneath the Gedongsongo geothermal field ranges from 70oC - 200oC andacidic environment.   
Profil Endapan Nikel Laterit di Daerah Palangga, Provinsi Sulawesi Tenggara Lintjewas, Lediyantje; Setiawan, Iwan; Kausar, Andrie Al
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.364 KB)

Abstract

Nikel laterit adalah mineral logam hasil dari proses pelapukan dan pengkayaan mineral pada batuan ultramafik. Geologi di daerah Palangga, Provinsi Sulawesi Tenggara, disusun oleh batugamping dari Formasi Eimoko dan Formasi Langkolawa yang memiliki hubungan ketidakselarasan dengan batuan ultramafik di bawahnya sebagai pembawa endapan nikel laterit. Proses pelapukan pada batuan ultramafik menghasilkan karakter dan profil nikel laterit yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisasi nikel laterit berdasarkan pada mineralogi dan profil dari Zona lateritisasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis batuan pembawa nikel laterit di Daerah Palangga adalah harsburgit. Nikel laterit memiliki ketebalan sekitar 15 meter. Zona Limonit memiliki komposisi mineral lempung berupa kaolinit, mineral oksida berupa mineral magnetit, hematit, kromit dan mineral hidroksida berupa gutit. Kedalaman Zona Limonit yaitu sekitar 0 - 3 meter dengan kandungan Ni sekitar 0,76 – 1,78%, Fe sekitar 34,10 – 48,31%, dan SiO2 sekitar 9,42 – 18,02%. Zona Saprolit memiliki komposisi mineral silikat berupa kuarsa, garnierit, antigorit, enstatit, dan lisardit. Kedalaman Zona Saprolit sekitar 3 – 9 meter dengan kandungan Ni sekitar 1,79 – 2,98%, Fe sekitar 10,27 – 34,52%, SiO2 sekitar 22,0 – 49,63%. Batuan dasar (Bedrock) memiliki komposisi mineral silikat, antigorit, enstatit, olivin, augit dan lisardit. Kedalaman batuan dasar (bedrock) sekitar 9 – 10 meter dengan kandungan Ni sekitar 0,95 – 1,28%, Fe sekitar 7,62 – 8,29%, SiO2 sekitar 42,81 – 45,85%. Zona Saprolit merupakan Zona yang kaya akan nikel, dengan mineral penyusun berupa kuarsa, garnierit, antigorit, enstatit, dan lisardit. Nickel laterite is metal mineral formed by weathering and mineral enrichment of ultramafic rocks. Geology of Palangga area, Southeast Sulawesi Province arranged by limestone of Eimoko Formation and Langkowala Formation that have unconformity relation with ultramafic rocks as source of nickel laterite. Weathering process underwent ultramafic rocks resulted in different nickel laterite characters and their profile. The study aims to identify characterization of nickel laterite based on mineralogy and lateritization profile zones. Based on the result of study, source of nickel laterite in Palangga area is harzburgite. Nickel laterite profile has around 15 meters thick. Mineral composition of Limonite Zone is clay mineral as kaolinit, oxide mineral consisted of magnetite, hematite, chromite, and hidroksida mineral as goetite. Depth of Limonite Zone around 0 - 3 meters with Ni grade around 0,76 – 1,78%, Fe around 34,10 – 48,31%, and SiO2 around 9,42 – 18,02%. Mineral composition of Saprolite Zone is silicate mineral consist of quartz, garnierite, antigorite, enstatite, and lizardite minerals. Depth of Saprolite Zone around 3 – 9 meters with Ni grade around 1,79 – 2,98%, Fe around 10,27 – 34,52%, and SiO2 around 22,0 – 49,63%. Mineral composition of bedrock is silikat minerals consits of antigorite, enstatite, olivine, augit, and lizardite minerals. Depth of Bedrock ar ound 9 – 10 meters with grade Ni 1,28%, Fe around 7,62 – 8,29%, and SiO2 around 42,81 – 45,85%. The Saprolit Zone is a Zone that rich in nickel, with mineral composition is quartz, garnierite, antigorite, enstatite, and lizardite minerals.
Co-Authors Abdussamad . Achmad Fuad Achmad Hidayatno Adi Septian Putra Atmaja, Adi Septian Putra Adian Fatchur Rochim Aditya Bakti Priahutama Afrilianto, muhammad Agung Nugroho Agus Sukarto Wismogroho, Agus Sukarto Ahmad Asmedi, Ahmad Ahmad Shafi Mukhaitir Ahmad Thoriq, Ahmad ahmad yani Akbar, Padillah Al-Anshory, Umair Alfa Pradipta, Alfa Ambarwati, Levia Hasvi Andreas Handojo Andrey Wicaksono, Andrey Andrian Kristianto Andrie Al Kausar Angkasa, Syahreza S. Anita Yuliyanti Anne Charina Ardyono Priyadi Ariani, Nofi Risa Arif Satria Arifudin Idrus Aris Sugianto, Aris Aris Triwiyatno Arrasyid, Riko Arsyahadij, Miftahuddin Aryati, Yosephine Vania Prima Ashari, Ayu Aisyah At., Mulyadi Atiek Iriany Azis Wisnu Widhi Nugraha, Azis Wisnu Azis Wisnu Widhi Nugraha, Azis Wisnu Widhi B Devina Puspasari bagja waluya, bagja Basari, M. Aziz Bobby Rachmat Saefudin, Bobby Rachmat Budi Setiyono Camalin, Maudia Colin R Trainor Darjat Darjat Darmanto Darmanto David Setiawan, David Dede Rohmat Dede Sugandi Dian Agista Dian Masita Dewi Dianto, Ryan Dista Yoel Tadeus Djedi S. Widarto, Djedi S. Dwi Lesmana Eddy Gaffar Zulkarnain, Eddy Gaffar Eduward Tigor Elly Rasmikayati, Elly Endang Bidayani, Endang Ernowo Ernowo Fadlin Idrus Fajar Wisnu Aribowo Faruk, Mujaddid Feti Fahmimroah, Feti Fifi Swandari Franklin Franklin Friska, Yuliana H, Puput Wahyu Habibi, Muhammad Irfan Hariri, Azka Harlina, Raesa Harsono Harsono Haryadi Permana Hastuti - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta, Diah Dwi Hastuti, Diah Dwi Hendri Donnel Heni Kusdarwati Hepi Hapsari Hill. Gendoet Hartono Imam Santoso Indira, Diah Insani, Fitrah Rahmah Irkham, Irkham Ismawati, Heny Isnan Fauzan Akrom Ivan Aris Panoyo, Ivan Aris Juliana, Venti Jusagemal Aria EL Justinus Andjarwirawan Kausar, Andrie Al Keith Martin Kukuh Priyangga Laras Dwi Kawuri Lili Somantri Lintjewas, Lediyantje Lisye Setiagustina Luwandi Suhartono M Charlotte Benstead Maria Teodora Ping, Maria Teodora Martina Nainggolan Mauridhi Hery Purnomo Mochammad Facta Moetamar Moetamar Muhammad Fairuz Luthfa Muhammad Farchani Rosyid Muhammad Fathul Faris Muhammad Riyadi Muhammad Supono Kurniawan Munawar Agus Riyadi Mutia Dewi Yuniati Noor Yudhi Noviyanto, Alfian Nugroho, Muhammad Arief Nur Syamsiyah Nurul Taufiqu Rochman Paundralingga, Angsoka Yorintha Phil J Benstead Prabowo Tjitropranoto Pradana, Byan Bagas Pradana, Muhammad Ivan Prasetyo, Agus Budi Prestian Rindho S. Raf Drijvers Rahmawati, Dyana Rano Gusman Namara raudatul jannah Rika Arliza, Rika Riva Amrulloh Rizkiyana, Shella Rizky Mulya Sampurno Roron Wicaksono Hadi Saputri, Inderi Mira Saryanti, Dwi Setiyawidi Setiyawidi, Setiyawidi Sigit Purwanto Silalahi, Indra Pribady Sinaga, Bosker SIska Rasiska, SIska Sorikhi Sorikhi, Sorikhi Sri Fatimah Sri Indarto SUDARSONO SUDARSONO Sudjadi Sudjadi SUHARYANTO SUHARYANTO Sukmandaru Prihatmoko Sumardi Sumardi Sumardjo Sumardjo Supriatin, Hj. Ukilah Sururie, Ramdani Wahyu Surya Wisnurahutama Suryani . Syafri Kamsul Arif Taniady, Vicky Tarya J Sugarda Tejo Sukmadi Teuku Winnetou Thinni Nurul Rochmah Thoyyibah, Ita Tri Bagus Susilo Tri Wiyoko Trias Andromeda Tunjung Dwi Madyanto urai salam Uu Nurul Huda, Uu Nurul Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Lies widya astuti Wisnu Ari Adi Yoga Handoko Agustin, Yoga Handoko Yuli Christyono Yulia Yulia Yuslinar, Asep Yusuf Dewantoro, Yusuf Zabib Bashori