Articles

Found 27 Documents
Search

“IF I AM SURE TO DO THAT NOW, ...” PENYUSUNAN UNI PROCRASTINATION SCALE (UPS) Setiawan, Indra
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Procrastination is the irrational delay (Steel, 2007). Behavior delays can be measured through attitude scale. Irrational Procrastination Scale (IPS) is a scale that measures of procrastination. IPS empirically measure Irrational Delay, but there are two aspects of the Indonesian version. Procrastinatory cognitions Inventory (PCI) is a scale that measures aspects of procrastination Iratinal Belief. PCI and IPS have the same irrational aspects, namely, the common factor for these two scales were restructured as new prokrastiasi scale better quality. The study was conducted in two phases. The first phase, aimed to develop a new scale. The second phase aims to test the reliability and validity. Phase preparation using 199 participants from social networks, while testing phase aimed at 33 participants were students of psychology faculty. Common factors of the preparation phase produces a new scale called procrastination Union Scale (UPS). UPS correlation figure is higher than the correlation PCI and IPS. Conceptually, UPS is correlated with aspects of TMT Expectancy (E), Value (V), Impulsifity (I).
SIMULASI KARAKTERISTIK ALIRAN DAN SUHU FLUIDA PENDINGIN (H2O) PADA TERAS REAKTOR NUKLIR SMR (SMALL MODULAR REACTOR) Ramadhan, Anwar Ilmar; Setiawan, Indra; Satryo, M. Ivan
ROTASI VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : ROTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.741 KB)

Abstract

Safety is an issue that is of considerable concern in the design, operation and development of a nuclear reactor. Therefore, the method of analysis used in all these activities should be thorough and reliable so as to predict a wide range of operating conditions of the reactor, both under normal operating conditions and in the event of an accident. Performance of heat transfer to the cooling of nuclear fuel, reactor safety is key. Poor heat removal performance would threaten the integrity of the fuel cladding which could further impact on the release of radioactive substances into the environment in an uncontrolled manner to endanger the safety of the reactor workers, the general public, and the environment. This study has the objective is to know is profile contour of fluid flow and the temperature distribution pattern of the cooling fluid is water (H2O) in convection in to SMR reactor with fuel sub reed arrangement of hexagonal in forced convection. In this study will be conducted simulations on the SMR reactor core used sub channel hexagonal using CFD (Computational Fluid Dynamics) code. And the results of this simulation look more upward (vector of fluid flow) fluid temperature will be warm because the heat moves from the wall to the fluid heater. Axial direction and also looks more fluid away from the heating element temperature will be lower.
ANALISA PERUBAHAN GAS SHIELD Ar 80% + CO2 20% MENJADI GAS SHIELD CO2 100% DENGAN PENGELASAN MIG PADA BAJA STAM 390 G TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN PENETRASI SERTA PENGARUH BIAYA Setiawan, Indra; Firmansyah, Rizki
MESIN TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar biaya produksi mengalami penurunan pada penggunaan gas shield Ar 80% + CO2 20 % menjadi gas shield CO2 100% dengan pengelasan MIG pada steering head main frame baja STAM 390 G terhadap sifat mekanis dan penetrasinya. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25 %. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan  kecepatan las 90 mm/menit dengan menggunakan las MIG (Metal Inert Gas) dan elektroda jenis kawat kontinu MG-51T berdiameter 1,2 mm. Benda uji dilakukan pengujian kekerasan, foto makro untuk mengetahui penetrasi welding dan foto mikro.Dari hasil penelitian tersebut pengaruh dari penggunaan gas shield Ar 80% + CO2 20 % menjadi gas shield CO2 100% dan kecepatan sangat mempengaruhi nilai dari kekerasan, struktur mikro dan penetrasinya. Tingkat tertinggi kekerasan dengan kecepatan 90 mm/menit terdapat pada daerah lasan area (C), hal ini terlihat pada struktur mikronya yang banyak terdapat martensit dan bainit yang cenderung keras karena mengandung karbon. Dan dari hasil foto makro dapat dilihat penetrasi weldingnya pada kecepatan las 90 mm/menit tembusan lasnya dangkal, dikarnakan gerakan elektroda terlalu cepat. Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pengaruh kecepatan pengelasan terjadi perubahan struktur sehingga berpengaruh terhadap kekuatan bahan. Serta penurunan harga dari penggunaan gas shield Ar 80% + CO2 20% menjadi gas shield CO2 100% adalah 384%. Kata kunci: gas shield,MIG,kekerasan,penetrasi welding.
MENINGKATKAN MUTU BAJA SUP 9 PADA PEGAS DAUN DENGAN PROSES PERLAKUAN PANAS Setiawan, Indra; Nur, Muhamad Sakti
MESIN TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Heat Treatmen yaitu proses pemanasan secara bertahap pada logam dengan tujuan merubah sifat mekanis dan struktur mikro dari logam tersebut, perlakuan panas ini dilakukan pada baja karbon medium dengan variasi temperature rekritalisasi dan pada temperature austenisasi, pengujian kekerasan dengan metode Rockwell dan pengamatan metallografi. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperature, sebelum dan sesudah proses perlakuan panas terhadap nilai kekerasaan dan pengamatan metalografi. Pengujian dilakukan pada benda uji yang tidak mengalami perlakuan panas (baru), dan pada benda uji yang mengalami perlakuan panas dengan temperature 8500C dan penahanan waktu selama 30menit, dengan media pendingin oli, dan kemudian benda tersebut mengalami perlakuan panas ( tempering) dengan temperature 4800C dan penahan waktu 15 menit dengan media pendinginan oli. Hasil dari penelitian ini didapat nilai kekerasaan tertinggi pada baja karbon sedang ( pegas daun bekas) yang mengalami proses perlakuan panas (hardening) pada temperature 8500C yaitu 45.5 HRc, sedangkan nilai kekerasan untuk baja karbon sedang yang tanpa perlakuan panas (pegas daun baru) yaitu sebesar 44.7 HRc, jadi kesimpulannya baja (pegas daun bekas) yang sudah bekas pakai dapat di tingkatkan kembali mutunya Kata kunci : Baja SUP 9, Pegas Daun, Perlakuan Panas, Baja Karbon Medium, Mekanis 
PERANCANGAN SISTEM PROPULSI MOTOR ROKET UNTUK GAYA DORONG 1 TON Qadri, Munzir; Setiawan, Indra; Teguh, Axhmad
MESIN TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengembangan roket di Indonesia masih terbilang sangat lamban. Dalam upaya untuk mewujudkan keinginan agar Indonesia mampu meluncurkan satelit sendiri dengan roket buatan sendiri, setidaknya kita harus mempunyai roket yang baik pula. Sebuah roket yang baik harus memiliki sistem propulsi yang baik agar mampu mengangkat beban muatan dan juga bobot roket itu sendiri. Pada perancangan sistem propulsi motor roket ini, konfigurasi grain propelan yang digunakan yaitu grain star-8 dan grain hollow, yang nanti akan dipilih satu yang terbaik. Jenis Propelan yang digunakan yaitu Propelan Komposit Padat dengan komposisi HTPB (Hydroxy Terminated Poly Butadiene) sebagai fuel-binder, dan AP (Ammonium Perklorat – NH4ClO4) sebagai oksidator. Dalam Penelitian ini, perhitungan analitik yang akan dilakukan meliputi luas permukaan bakar propelan (Ab), kecepatan karakteristik gas (c*), tekanan pembakaran (pc), laju bakar propelan (rp), koefisien gaya dorong (CF), gaya dorong (F), jejari exit nosel (re) dan bilangan Mach (M). Dimana gaya dorong (F) yang direncanakan adalah 1 ton. kata kunci : sistem propulsi, konfigurasi grain, tekanan pembakaran, gaya dorong, bilangan Mach. 
ANALISIS TINGKAT KEKERASAN PADA LEFT HAND MAIN LANDING GEAR AXLE SLEEVE HASIL PROSES SHOT PEENING Setiawan, Indra; Priadi, Bayu
MESIN TEKNOLOGI Vol 6, No 2 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landing gear merupakan konstruksi dari roda pendaratan pesawat terbang yang berfungsi untuk menyerap energi yang terjadi pada saat pesawat mendarat (landing). Pada umumnya, landing gear pada suatu pesawat digolongkan menjadi dua bagian yaitu: nose landing gear (landing gear bagian depan) dan main landing gear (landing gear bagian belakang). Nose landing gear berjumlah satu buah dan main landing gear bermacam-macam jumlahnya bergantung jenis pesawatnya. Untuk pesawat penumpang yang merupakan obyek pada penelitian ini, nose landing gear berjumlah satu buah, dan main landing gear berjumlah dua buah (pada sayap kiri berjumlah satu buah dan pada sayap kanan berjumlah satu buah). Selain itu, landing gear juga merupakan salah satu bagian vital dari pesawat terbang yang berfungsi untuk menopang keseluruhan bobot pesawat ketika berada di darat, mulai dari landing hingga take off. Analisis distribusi kekerasan pada axle sleeve landing gear pesawat terbang ini, ditujukan untuk mengetahui pengaruh kekerasan yang terjadi pada axle sleeve landing gear yang telah dimodifikasi. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisa modifikasi axle sleeve dengan metode shot peening, sehingga dapat memastikan bahwa hasil modifikasi tersebut aman. Untuk mencapai tujuan dan manfaat tersebut, peneliti menyusun suatu strategi agar sistematis dalam menganalisa permasalahan. Sehingga hasil penelitian dapat ditampilkan dalam bentuk informasi, khususnya sebagai masukan bagi perusahaan. Harapan yang dikehendaki dalam penelitian ini adalah dengan keamanan pada axle sleeve landing gear maka dapat menghindari pembuangan landing gear, yang mana membutuhkan biaya yang sangat besar, serta masalah terjadinya kecelakaan dapat diminimalisasi, serta tidak terulang kembali. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada modifikasi axle sleeve landing gear pada bagian axle sleeve landing gear pesawat terbang, dengan material baja AISI 4340 dengan proses shot peening dapat dinyatakan aman dipakai. Hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening terhadap modifikasi axle sleeve landing gear, didapatkan suatu kesimpulan bahwa hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening, kekerasan maksimum yang terjadi pada bagian axle sleeve landing gear sebesar 456.8 HV. Kata kunci : axle sleeve, landing gear, Metode Shot Peening
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN MELAKSANAKAN INSTRUKSI SETELAH PENCABUTAN GIGI DI RSGM FK UNSRAT Setiawan, Indra; Mariati, Ni Wayan; Leman, Michael A.
e-GIGI Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-Gigi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.7 KB)

Abstract

Abstract: Instruction after tooth extraction is about what to do and to avoid after tooth extraction which aims to prevent the disruption of wound healing process and any possible complications. This study aimed to know patients’ obedience to the instructions after tooth extraction implemented in RSGM FK Unsrat and at respondents’ houses. This study used mixed methods with a cross sectional design. There were 44 people as respondents obtained by using purposive sampling method. The results showed that some patients ignored instruction, as follows: drug use rules, bite the gauze for 30 minute-1 hour, avoid hot, spicy, hard textured food and not touching the surgery site with tounge. Conclusion: The most ignored instruction by patient was to follow the drug consuming rules.Keywords: instruction after tooth extraction, obediencedAbstrak: Instruksi setelah pencabutan gigi ialah instruksi mengenai hal hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari setelah pencabutan gigi yang bertujuan untuk mencegah terganggunya proses penyembuhan luka dan komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kepatuhan pasien melaksanakan instruksi setelah pencabutan gigi di RSGM FK Unsrat. Jenis penelitian ini ialah mixed method study dengan desain penelitian potong lintang. Penelitian dilakukan di RSGM FK Unsrat dan di rumah responden dengan jumlah responden 44 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data disajikan dalam bentuk diagram dan tabel berdasarkan distribusi frekuensi, serta beberapa pernyataan dari responden. Hasil penelitian menunjukan ditemukan beberapa instruksi yang diabaikan oleh pasien, seperti menaati aturan pakai obat, menggigit kapas atau kassa selama 30 menit-1 jam, menghindari makanan panas, keras, pedas dan tidak menyentuh-nyentuh luka dengan lidah. Simpulan: Instruksi yang paling banyak diabaikan oleh pasien ialah instruksi untuk menaati aturan pakai obatKata kunci: instruksi setelah pencabutan gigi, kepatuhan
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI BINAMARGA DAN PEMATUSAN Setiawan, Indra; Idayanti, Farida
Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA) Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi
Publisher : STIESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out how far the application of Good Governance principles and its problems to the Performance Effectiveness of the employees of Surabaya city government. The research is qualitative research which is done by analyzing the primary data. Meanwhile, the research method has been done by using co-relational research which is to test the co-relational relationship between the application of good governance principle variables (X) and the dependent variable is effectiveness of employees’ performance (Y). The samples are 182 people which consist of 22 people in administration, 34 people in planning and beneficial department, 14 people in testing department, supervise and control, 21 people in road and bridge department, 80 people in drainage, and 11 people in Local Technical Implementation Unit (UPTD). The data collection technique has been done by using interview and questionnaire. The interval measurement is used as the research analysis. It can be concluded from the result of the research that the application of good governance principles is in the category of major interval which is between 40-49 (medium), it indicates that the good governance principles has been done by Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya is already well. It is supported by the rate of effectiveness of employees’ performance which is in the category of major interval is between 50-65 (medium) which indicates that the application of the effectiveness of employees’ performance has been done by Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya has been running well.Keywords: Effectiveness of the employees, Good Governance principles, Good Governance
Airport Factor in Flight Delays in Indonesia Setiawan, Indra; Majid, Suharto Abdul; Yuliantini, Yuliantini
JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Vol 2, No 3 (2015): JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK
Publisher : STMT Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Airport is a vital subsystem in the air transport system which has an important and strategic role in smoothening air traffic, so that an airport must be designed to be always ready in all situations and conditions to serve airline flights securely, orderly, smoothly, and quickly. The frequent delay faced by Indonesian domestic scheduled airlines is not fully caused by internal factor of the companies. Instead, it can be caused by the airport factor. The problems faced by airports in Indonesia which have impacts on the performance of flight punctuality among other things are capacity, slot time, quality of flight navigation devices, accessibility, professionalism of airport and ATC human resources, infrastructure, facilities, equipment, and the human resources handling security and safety of flights in airport. This article recommends that an in-depth study should be carried out to map the interrelations between the airport factor in the flight delay related to facilities integration and the airport authority in the flight activities in Indonesia. Key Words: airport, factor, flight delay and issue of development
Deregulasi Penerbangan dan Kinerja Perusahaan Penerbangan Niaga Berjadwal di Indonesia Setiawan, Indra; Nursaningrum, Dewi; Pahala, Yosi
JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Vol 2, No 1 (2015): JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOSGISTIK
Publisher : STMT Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis deregulasi penerbangan dan kinerja perusahaan penerbangan niaga berjadwal. Sampel yang terjangkau adalah penerbangan domestik sebanyak 17 perusahaan. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitis. Deregulasi mendorong kemunculan perusahaan penerbangan baru berbiaya rendah. Sampai dengan 2012 pangsa pasar penumpang dalam negeri secara umum sebanyak 78% dikuasai oleh perusahaan penerbangan berbiaya rendah. Garuda Indonesia yang memiliki izin operasi terbang sebagai perusahaan penerbangan dengan layanan penuh hanya mendapatkan pangsa pasar sebesar 22%. Disimpulkan bahwa kecenderungan penumpang dalam negeri sebanyak 78% adalah memilih penerbangan yang berbiaya rendah. Kata kunci: deregulasi, perusahaan penerbangan niaga, kinerja, penerbangan