Budhi Setiawan
Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya Jl. Raya Palembang Prabumulih Km. 32 Palembang

Published : 47 Documents
Articles

Aplikasi statistika dalam menentukan nilai karakteristik tanah: sebuah studi pustaka Setiawan, Budhi
Indonesian Journal on Geoscience Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.v3i2.50

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no2.20083In this paper, determination of characteristic value of soil properties based on a statistical method is explained. The value in the limit state design is not the point value as measured by a laboratory or field test. Two confusing concepts in statistical soil mechanics are: the modeling of variability by a random field model and the distinction between the population mean and sample mean. Intrinsically, these two concepts are related to each others. The paper demonstrates that the most confusing thing what is being dilemmas in determining soil characteristic value may be removed by considering a statistical method.  
PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING DENGAN TEKNIK PENGELOMPOKAN (CLUSTERING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Kumala Sari, Intan; Setiawan, Budhi; Saddhono, Kundharu
BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.537 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to improve: (1) the quality of the learning process of writing poetry, and (2) the result of poetry writing ability by applying Quantum Learning method using clustering techniques in the fifth grade students in SD N Kadilangu 1 Demak.This research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the implementation phase, (3) the stage of observation and interpretation, and (4) stage of analysis and reflection. Percentage of student activity during apperception in the cycle I was at 68%, whereas in the second cycle to be 88%. Percentage of student interest and motivation while attending learning activities in the cycle I was increased by 63% to be 80% in cycle II. Percentage of student activeness and attention is 60% to be 75% in cycle II. Increased student ability to write poetry can also be seen from the increasing number of students who can write poetry or a student who reaches the score ≥ 65 in each cycle. In the initial survey, the percentage of students who can reach the passing score is 45%. On the cycle I was 65% and in the second cycle was 88%.. Keywords: learning process, writing ability, poetry, clustering techniques Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis puisi, dan (2) kemampuan menulis puisi dengan menerapkan metode Quantum Learning dengan menggunakan teknik pengelompokan pada siswa kelas lima di SD N 1 Kadilangu Demak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: (1) perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase aktivitas siswa selama apersepsi dalam siklus I adalah sebesar 68%, sedangkan pada siklus II menjadi 88%. Persentase minat siswa dan motivasi saat menghadiri kegiatan belajar pada siklus I meningkat sebesar 63% menjadi 80% pada siklus II. Persentase keaktifan siswa dan perhatian adalah 60% menjadi 75% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis puisi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang bisa menulis puisi atau mahasiswa yang mencapai skor ≥ 65 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai kelulusan adalah 45%. Pada siklus I adalah 65% dan pada siklus II adalah 88%. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mujiantini, Yenik; Setiawan, Budhi; Hastuti, Sri
BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.371 KB)

Abstract

Abstract: The research is aims to improve: (1) the quality of the learning process of writing poetry; and (2) the result of poetry writing ability by applying cooperative method learning together type in the fifth grade students in SD Negeri Mranggen 03 Sukoharjo.This research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the implementation phase, (3) the stage of observation and interpretation, and (4) stage of analysis and reflection. Percentage of student activity during apperception in the cycle I was at 57,69%, whereas in the second cycle to be 88,46%. Percentage of student interest and motivation while attending learning activities in the cycle I was increased by 61,53 % to be 80,76% in cycle II. Percentage of student activeness and attention is 57,69% to be 92,30% in cycle II. Increased student ability to write poetry can also be seen from the increasing number of students who can write poetry or a student who reaches the score ≥ 65 in each cycle. In the initial survey, the percentage of students who can reach the passing score is 46,15%. On the cycle I was 65,38% and in the second cycle was 88,46%.. Keywords:learning, learning together, writing poetry, student activity Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis puisi, dan (2) hasil kemampuan menulis puisi dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe learning together pada siswa kelas V SD Negeri Mranggen 03 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap: (1) perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase keaktifan siswa selama apersepsi pada siklus I berada di 57,69%, sedangkan pada siklus II menjadi 88,46%. Persentase minat dan motivasi siswa saat menghadiri kegiatan belajar pada siklus I meningkat sebesar 61,53% menjadi 80,76% pada siklus II. Persentase keaktifan dan perhatian siswa adalah 57,69% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis puisi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang bisa menulis puisi atau siswa yang mencapai skor ≥ 65 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai kelulusan sebesar 46,15%, pada siklus I sebesar 65,38%, dan pada siklus II sebesar 88,46%. Kata kunci : pembelajaran, learning together, menulis, puisi, keaktifan siswa
The Relevance Between Javanese Pitutur Luhur and Islam Religiosity Zakub, Riky; Widodo, Sahid Teguh; Setiawan, Budhi
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 16 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.31 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v16i1.1659

Abstract

Javanese pitutur luhur is an honorable thought as the inheritance from Javanese ancestors in which it is bequeathed from generation to generation. Pitutur luhur is led as guidance for Javanese societies throughout their life. It contains the ancestors’ thoughts about some aspects of life since every human being (including Javanese people) has guidance for life. As religious people, for Muslim societies, it is a must to bring Qur’an and hadith into their guidance of life. This study discusses the relevance between Javanese Pitutur luhur and Islamic religiosity based on Qur’an and hadith. The result of this study shows that there is harmony and relevance between Javanese Pitutur luhur and Islam religiosity as explained in Qur’an and Hadith. To sum up, both of them can be equal to the guidance of life, and to provide directions in the middle of deculturation, dereligiosity, paganism, and secularism towards religious and cultural values.
PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING DENGAN TEKNIK PENGELOMPOKAN (CLUSTERING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Kumala Sari, Intan; Setiawan, Budhi; Saddhono, Kundharu
BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.537 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to improve: (1) the quality of the learning process of writing poetry, and (2) the result of poetry writing ability by applying Quantum Learning method using clustering techniques in the fifth grade students in SD N Kadilangu 1 Demak.This research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the implementation phase, (3) the stage of observation and interpretation, and (4) stage of analysis and reflection. Percentage of student activity during apperception in the cycle I was at 68%, whereas in the second cycle to be 88%. Percentage of student interest and motivation while attending learning activities in the cycle I was increased by 63% to be 80% in cycle II. Percentage of student activeness and attention is 60% to be 75% in cycle II. Increased student ability to write poetry can also be seen from the increasing number of students who can write poetry or a student who reaches the score ≥ 65 in each cycle. In the initial survey, the percentage of students who can reach the passing score is 45%. On the cycle I was 65% and in the second cycle was 88%.. Keywords: learning process, writing ability, poetry, clustering techniques Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis puisi, dan (2) kemampuan menulis puisi dengan menerapkan metode Quantum Learning dengan menggunakan teknik pengelompokan pada siswa kelas lima di SD N 1 Kadilangu Demak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: (1) perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase aktivitas siswa selama apersepsi dalam siklus I adalah sebesar 68%, sedangkan pada siklus II menjadi 88%. Persentase minat siswa dan motivasi saat menghadiri kegiatan belajar pada siklus I meningkat sebesar 63% menjadi 80% pada siklus II. Persentase keaktifan siswa dan perhatian adalah 60% menjadi 75% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis puisi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang bisa menulis puisi atau mahasiswa yang mencapai skor ≥ 65 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai kelulusan adalah 45%. Pada siklus I adalah 65% dan pada siklus II adalah 88%. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mujiantini, Yenik; Setiawan, Budhi; Hastuti, Sri
BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.371 KB)

Abstract

Abstract: The research is aims to improve: (1) the quality of the learning process of writing poetry; and (2) the result of poetry writing ability by applying cooperative method learning together type in the fifth grade students in SD Negeri Mranggen 03 Sukoharjo.This research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the implementation phase, (3) the stage of observation and interpretation, and (4) stage of analysis and reflection. Percentage of student activity during apperception in the cycle I was at 57,69%, whereas in the second cycle to be 88,46%. Percentage of student interest and motivation while attending learning activities in the cycle I was increased by 61,53 % to be 80,76% in cycle II. Percentage of student activeness and attention is 57,69% to be 92,30% in cycle II. Increased student ability to write poetry can also be seen from the increasing number of students who can write poetry or a student who reaches the score ≥ 65 in each cycle. In the initial survey, the percentage of students who can reach the passing score is 46,15%. On the cycle I was 65,38% and in the second cycle was 88,46%.. Keywords:learning, learning together, writing poetry, student activity Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis puisi, dan (2) hasil kemampuan menulis puisi dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe learning together pada siswa kelas V SD Negeri Mranggen 03 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap: (1) perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase keaktifan siswa selama apersepsi pada siklus I berada di 57,69%, sedangkan pada siklus II menjadi 88,46%. Persentase minat dan motivasi siswa saat menghadiri kegiatan belajar pada siklus I meningkat sebesar 61,53% menjadi 80,76% pada siklus II. Persentase keaktifan dan perhatian siswa adalah 57,69% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis puisi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang bisa menulis puisi atau siswa yang mencapai skor ≥ 65 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai kelulusan sebesar 46,15%, pada siklus I sebesar 65,38%, dan pada siklus II sebesar 88,46%. Kata kunci : pembelajaran, learning together, menulis, puisi, keaktifan siswa
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA (MATERI TEMBANG DOLANAN) BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM KURIKULUM 2013 Veronika, Prima; Setiawan, Budhi; Wardani, Nugraheni Eko
EL HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v19i1.3929

Abstract

The aim of this study is to determine the implementation of Javanese language learning (through dolanan song) based on religious character building in curriculum 2013. It employs qualitative research design with a single case study approach. The results showed that the learning of Javanese language (on dolanan song) can establish religious character building through a scientific approach. Its implementation may involve learning models such as role play, discovery learning and problem based learning. The steps of learning based on scientific approach include activities to observe, ask, gather information, associates, try and communicate.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) berbasis pendidikan karakter religius dalam kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) dapat menanamkan pendidikan karakter religius melalui pendekatan saintifik. Implementasinya dapat menggunakan model pembelajaran Role Playing, Discovery Learning dan Problem Based Learning. Adapun langkah-langkah pembelajaran berbasis pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mencoba, dan mengomunikasikan.
ESTIMASI BENTUK DASAR SUNGAI BERDASARKAN ANALISA BESAR BUTIR SEDIMEN DI MODIFIED AJKWA DEPOSITION AREA (ModADA) TIMIKA, PAPUA Setiawan, Budhi; Sutriyono, Edy; Jayanti, Merri
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tailing is one of waste types produced by mining activity at PT. Freepot Indonesia (PTFI), and it is also called as sirsat, which is the representing abbreviation from sand in mining. The sirsat is placed at ModADA (Modified Ajkwa Deposition Area), an area that has been modified and managed for sirsat deposits. This area is about 235 square kilometres, which is bounded from the surrounding region by West Levee and East Levee. The system used by utilizing the river flow to carry the tailing from the mountain to the deposition area in ModADA.The river flow along the channel contains eroded materials which are correlated with the friction factor, velocity of sedimentation, and geometric configuration showing the bed river morphology. Grain size is a factor influencing the bed river morphology which is used as parameter in this study. The measurement and accumulation of sirsat grains have been conducted since 1997 up to now, and at the same time construction of river cross sections from highland to lowland in ModADA has also been made. These parameters are then utilized for analysis by using statistical approach such as mean, variance, and standard deviation. Estimation of the bed river morphology is carried out by analysing the characteristics of channel base form on the basis of the D50 sediment grain sizes. The estimation of the bed river morphology may be used to predict sedimentation pattern of the river flow in Ajkwa lowland in Timika, Papua.Keywords: ModADA, Grain Size, Bedriver, Sedimentation
EDUCATION CHARACTERISTICS OF STUDENTS IN DEBATE LEARNING SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Gunawan, Boby; Setiawan, Budhi; Rohmadi, Muhammad
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7704

Abstract

The purpose of this study is to know what character values can be instilled through debate learning. Debate learning is a new basic competence that high school students have to study in this 2013 revision of the 2016 curriculum. In 2016, SMA Negeri 1 Karanganyar became the 1st champion in high school debate competition in Karanganyar regency. The management of debate learning in SMA Negeri 1 Karanganyar has become a benchmark for other schools in implementing debate learning. In addition to the teaching materials and methods used, the main thing in learning this curriculum is about character education for students. This research is qualitative research with case study method. Technique of taking data in this research is by using technique of record and record from result of observation done in class X SMA Negeri 1 Karanganyar. The result obtained from this research is the discovery of 13 character values, namely: 1) honest; 2) discipline; 3) hard work; 4) curiosity; 5) nationalism; 6) appreciate achievement; 7) communicative; 8) love of peace; 9) reading; 10) environmental care; 11) responsibility; 12) manners; And 13) confident.Keywords: character education, debate learning, 2013 revision curriculum IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DEBAT KURIKULUM 2013 PADA SMA NEGERI 1 KARANGANYARAbstrakPembelajaran debat merupakan kompetensi dasar baru yang harus dipelajari siswa SMA pada edisi kurikulum 2013 revisi 2016 ini. SMA Negeri 1 Karanganyar merupakan SMA pedoman bagi sekolah-sekolah lain di lingkungan Kabupaten Karanganyar karena terlihat dari input dan output siswa yang baik. Pada tahun 2016 kemarin SMA Negeri 1 Karanganyar menjadi juara 1 dalam lomba debat tingkat SMA se-kabupaten Karanganyar. Pengelolaan pembelajaran debat yang ada di SMA Negeri 1 Karanganyar menjadi tolok ukur bagi sekolah lain dalam menerapkan pembelajaran debat. Selain materi dan metode ajar yang digunakan, hal utama dalam pembelajaran kurikulum ini adalah mengenai pendidikan karakter untuk siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan melalui pembelajaran debat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik rekam dan catat dari hasil observasi yang dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa ditemukannya 13 nilai karakter, yakni: 1) jujur; 2) disiplin; 3) kerja keras; 4) rasa ingin tahu; 5) nasionalisme; 6) menghargai prestasi; 7) komunikatif; 8) cinta damai; 9) gemar membaca; 10) peduli lingkungan; 11) tanggung jawab; 12) sopan santun; dan 13) percaya diri.Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran debat, kurikulum 2013 revisi
PEMAKAIAN DISFEMISME DALAM BERITA UTAMA SURAT KABAR JOGLOSEMAR Khasan, Auriga Maulana; Sumarwati, Sumarwati; Setiawan, Budhi
BASASTRA Vol 2, No 3 (2014): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.77 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk disfemisme yang digunakan dalam berita utama surat kabar Joglo Semar, alasan digunakannya disfemisme tersebut, dan dampak yang ditimbulkan dari pemakaian bentuk disfemisme dalam berita utama surat kabar Joglo Semar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data yang digunakan adalah berita utama surat kabar Joglo Semar edisi Januari-Maret 2011 yang mengandung disfemisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mencatat dokumen dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis mengalir. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi teori, triangulasi sumber data, dan review informan. Simpulan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, bentuk-bentuk disfemisme yang terdapat dalam berita utama surat kabar Joglo Semar terdiri dari disfemisme bentuk kata dan disfemisme bentuk frasa. Kedua, alasan penggunaan bentuk disfemisme di dalam berita utama surat kabar Joglo Semar, yaitu:  menarik perhatian para pembaca, menegaskan pembicaraan atau menguatkan makna, variasi kata, provokasi, dan  space (penghematan ruang).  Ketiga, dampak penggunaan bentuk disfemisme di dalam masyarakat, yaitu:  membentuk pola berbahasa masyarakat menjadi kasar; mudah terpancing emosi; psikologis menjadi terganggu; dan mengaburkan pemahaman.