Articles

Found 6 Documents
Search

Integrasi Model Pembelajaran Kimia Berbasis Teknologi Informasi dan Hiperteks Lolo Allo, Eda; Side, Sumiati; Permanasari, Anna; Setiabudi, Agus
C H E M I C A Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengembangan telah dilakukan untuk menemukan model-model perkuliahan kimia berbasis hipeteks, dan dikembangkan dengan memperhatikan upaya peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Model perkuliahan dikembangkan interaktif dengan memanfaatkan software Swish Max2. Pengembangan model diawali dengan analisis konsep dan analisis keterampilan berpikir kritis yang potensial dikembangkan dalam perkuliahan. Hasil analisis menunjukkan sedikitnya ada lima pokok bahasan yang tingkat abstraksinya tinggi, yaitu elektrokimia, kesetimbangan kimia, larutan, energetika dan kinetika kimia. Jenis konsep yang teridentifikasi adalah konsep konkrit, konsep berdasarkan prinsip, konsep abstrak dengan contoh konkrit, dan konsep abstrak. Sementara itu, keterampilan berpikir kritis yang dapat dikembangkan dalam perkuliahan adalah (1) Mengidentifikasi/ merumuskan pertanyaan. (2) Mengidentifikasi kesimpulan, mengidentifikasi alasan yang dikemukakan, mengidentifikasi alasan yang tidak dikemukakan, menemukan persamaan dan perbedaan, mengidentifikasi hal yang relevan, menemukan struktur/rumus, merangkum. (3) Menjawab pertanyaan mengapa, menjawab pertanyaan tentang alasan utama, menjawab pertanyaan tentang fakta. (4) Menyesuaikan dengan sumber, memberikan alasan, kebiasaan berhati-hati. (5) Melaporkan berdasarkan pengamatan, melaporkan generalisasi eksperimen, mempertegas pemikiran, mengkondisikan cara yang baik. (6) Menginterpetasikan pertanyaan. (7) Menggeneralisasikan, meneliti. (8) Menerapkan prinsip/rumus, mempertimbangkan alternatif. (9) Menentukan strategi terdefinisi, menentukan definisi materi subyek. (10) Mengidentifikasi asumsi dari alasan yang tidak dikemukakan, mengkonstruksi pernyataan. (11) Merumuskan masalah, memilih kriteria untuk mempertimbangkan penyelesaian, merumuskan alternatif penyelesaian, menentukan hal yang dilakukan secara tentative, merangkum dengan mempertimbangkan situasi lalu memutuskan. (12) Menggunakan strategi logis Kata kunci: Model Pembelajaran Kimia, Teknologi Informasi, HiperteksABSTRACTThe research and development has been done to find models courses using hypertext model, and developed with attention to improve the mastery of concepts and critical thinking skills of students. The models were developed interactively on using Swish Max2 software. The development of models was begun with the concept analysis and critical thinking skills analysis those potentially developed in the course. The results of the analysis showed there were at least five subjects those had high level abstraction, namely electrochemistry, chemical equilibrium, solution, energetic and chemical kinetics. Types of concept those identified were concrete concept, concept based on principles, abstract concept with concrete examples and abstract concept. Meanwhile, critical thinking skills that can be developed in h course are 1) Identifying or formulating question; (2) Identifying conclusions, identifying reasons, seeing similarities and differences, identifying and handling irrelevance, seeing the structure of an argument and summarizing; (3) Answering the why question, primary reason question, and question with fact; (4) Judging the credibility of a source, ability to give reasons, careful habits; (5) Report by observer, report generalize experiment, and conditions of good access; (6) Question interpretation; (7) generalizing, researching; (8) Using principle/formula, considerate of alternative; (9) Determining define strategy, determining define subjects; (10) Identifying assume of not presented reason, construction of question; (11) Define the problem, select criteria to judge possible solutions, formulate alternative solutions, tentatively decide what to do, review, taking into account the total situations, and decide; (12) Using logical strategies.Key words: Chemistry models of teaching, Information Technology (IT), Hypertext
Desain Lembaran Kerja Mahasiswa Berbasis Pembelajaran Aktif-Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Mahasiswa (Penerapan pada Topik Mekanisme Reaksi) Anwar, Muhammad; ., Liliasari; Setiabudi, Agus; Martoprawiro, Muhamad A.
C H E M I C A Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain lembar kerja mahasiswa berbasis pembelajaran aktif-kooperatif untuk meningkatkan keterampilan generik sains mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Pembelajaran diikuti oleh 70 mahasiswa. Hasil penerapan lembar kerja mahasiswa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam N-Gain penguasaan konsep mekanisme reaksi dan N-Gain keterampilan generik sains, karena perbedaan tahun akademik, nilai KF I, dan IPK mahasiswa. Pengembangan pembelajaran aktif-kooperatif lembar kerja mahasiswa dapat digunakan untuk berbagai latar belakang mahasiswa.Kata kunci : Lembar kerja mahasiswa, pembelajaran aktif-kooperatif, keterampilan generik sains mahasiswaABSTRACT The purpose of this study was to develop a design of Students Worksheet based on active-cooperative learning to improve the Science Generic Skills of students. The method used is Research and development. The learning is followed by 70 students. The implementation result of Students Worksheet is concluded that there are significant differences in N-Gain mastery of the concept of reaction mechanism and the N-Gain of Science Generic Skills  due to differences in academic year, the value of KF I, and GPA of students. Active-cooperative learning Students Worksheet developed can be used for a variety of student backgrounds. Keyword: Work Sheet Students, active-cooperative learning, Students Generic Skills
ADAPTASI KURIKULUM CAMBRIDGE IGCSE CO-ORDINATED SCIENCES TERHADAP KTSP PADA PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID DI RSBI Oktaviani, Dania Puri; Sholihin, Hayat; Setiabudi, Agus
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia
Publisher : Masyarakat Pendidikan Kimia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Adaptasi Kurikulum Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) Co-ordinated Sciences terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Pembelajaran Pokok Bahasan Sistem Koloid di RSBI” dilakukan dengan menggunakan metode pre-eksperimen dan desain penelitian one group pretest-posttest dengan subyek penelitian sebanyak 25 siswa-siswi kelas XI di SMA RSBI di Kota Bandung. Dari hasil analisis kurikulum diperoleh faktor X yang dapat diadaptasi yaitu mengapresiasi tujuan digunakannya pengemulsi dan mengerti aksi dari pengemulsi. Untuk mengadaptasi faktor X ini digunakan model pembelajaran kontekstual (CTL) terutama diberikan pada tahap elaborasi pada langkah pembelajaran CTL. Dari hasil pembelajaran diperoleh pemahaman konsep siswa setiap indikator pembelajaran pada materi sistem koloid mengalami peningkatan dengan nilai N-gain 0,685 dan berada pada kategori sedang. Peningkatan pemahaman konsep yang berhubungan dengan faktor X mengalami peningkatan pada kategori tinggi dengan nilai N-Gain rata-ratanya 0,752. Peningkatan paling signifikan terlihat pada konsep jenis-jenis koloid, peranan koloid dalam kehidupan dan mengapresiasi tujuan digunakannya pengemulsi yaitu dengan N-gain masing-masing 0,921, 0,797 dan 0,779 yang berada pada kategori tinggi. Sedangkan peningkatan pemahaman paling rendah terlihat pada konsep pembuatan koloid dengan N-gain 0,145. Tanggapan siswa pada umumnya memberikan respon positif pada pembelajaran sistem koloid ini. Kata Kunci : Adaptasi, Kurikulum Cambridge IGCSE Co-ordinated Science, KTSP, Pembelajaran Sistem Koloid, RSBI
KEGIATAN LABORATORIUM BERBASIS INKUIRI PADA KONTEKS MATERI SEL AKI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMA Rakhmawan, Aditya; Setiabudi, Agus; Mudzakir, Ahmad
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri dalam bentuk kegiatan laboratorium mampu meningkatkan literasi sains siswa SMA pada aspek konten, konteks, proses dan sikap sains siswa pada konteks materi sel aki.Desain penelitian yang digunakan adalah desain one group pretest posttest design dengan kelas eksperimen menggunakan pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda untuk mengukur kemampuan literasi sains, selain itu angket, lembar observasi, dan pedoman wawancara, serta LKS sebagai pedoman pembelajarannya. <g> dari hasil pembelajaran eksperimen dan pembelajaran kontrol kemudian dibandingkan lalu diperoleh <g> sebesar 55,51% untuk kelas eksperimen, sedangkan <g> sebesar 16,13% untuk kelas kontrol. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri lebih baik dibandingkan pembelajaran hanya inkuiri dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
Pengembangan dan Validasi Asesmen Kinerja Dalam Proyek Modifikasi Alat Praktikum Kimia Instrumen Diawati, Chansyanah; Liliasari, Liliasari; Setiabudi, Agus; Buchari, Buchari
Chemistry in Education Vol 6 No 2 (2017): Terbit Bulan oktober 2017
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen asesmen kinerja yang dirancang untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru kimia dalam pembelajaran berbasis proyek modifikasi alat praktikum (PBPMAP). Instrumen yang dikembangkan terdiri dari asesmen kinerja produk lembar kerja mahasiswa (LKM), serta asesmen kinerja proses ujicoba alat spektrofotometer sinar tampak (SST) dan spektrofotometer serapan atom (SSA) hasil modifikasi. Butir task disusun berdasarkan indikator keterampilan berpikir kreatif  framework Torrance. Rancangan awal instrumen dikonsultasikan kepada tiga orang ahli berdasarkan tujuan pembelajaran. Instrumen kemudian divalidasi oleh tiga orang ahli di bidang pendidikan kimia. Ujicoba instrumen dilakukan pada mahasiswa tahun ketiga di Program Studi Pendidikan Kimia Provinsi Lampung (N = 35). LKM dan video rekaman ujicoba alat dari salah satu kelompok mahasiswa dinilai oleh tiga orang rater. Skor dari ketiga rater kemudian dianalisis menggunakan Two-Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi intra-kelas instrumen asesmen kinerja ini adalah memadai (ICC = 0,792). Hal ini menunjukkan bahwa instrumen reliabel dan dapat digunakan untuk mengukur kinerja keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. This study aimed to developed and validate the performance assessment instrument designed to measure creative thinking skills of undergraduate pre-service chemistry teacher in project-based learning lab apparatus modification of chemistry of instruments. The instrument was developed consisting of the assessment of product performance, i.e. the student worksheet; and process performance assessment of testing apparatus modified of visible spectrophotometer and atomic absorption spectrophotometer. Task item arranged based on creative thinking skill indicators Torrance’s framework. A preliminary draft of instrument consulted to three experts based on learning objectives. Instruments were validated by three experts in the field of chemical education. The instrument tested to the third year student in Program Studi Pendidikan Kimia Provinsi Lampung (N = 35). Student worksheet and video of testing apparatus modified from one group of students rated by three raters, then analyzed by Two-Way Anova. The results showed that the consistency intra-class correlation  performance assessment instrument is adequate (ICC = 0.792). This results shows that the instrument reliable and can be used to measure the performance of students creative thinking skills.
Microscopic Observation of Solid-Liquid Reaction: A Novel Laboratory Approach to Teaching Rate of Reaction Setiabudi, Agus; Wahyudin, Asep; Yuliani, Galuh; Mocerino, Mauro
Indonesian Journal of Chemistry Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.701 KB) | DOI: 10.22146/ijc.23642

Abstract

The importance of observation in science and science education has triggered this laboratory development study that investigated the value of an observation kit as a new approach to teaching rate of reaction in general chemistry class. The kit consists of a digital microscope, a “chemical reactor”, and a tailor-made computer application and was used to video-record a solid-liquid reaction and to produce a series of two dimensional solid images that indicate the extent of reaction. The two dimensional image areas were calculated by the computer application and using the assumption that the image area was directly proportional to the mass of the solid, a plot of solid mass versus time could be obtained. These steps have been tested in several solid-liquid reaction systems, with the reaction of solid magnesium oxide with nitric acid solution resulting in the best images which were transferable to rate of reaction data, i.e. a plot of solid MgO mass as a function of time. The plot can be used to explain rate of reaction concepts including average, instantaneous, and initial rate. Furthermore, the effect of concentration on reaction rate could also be explained. This study showed that the observation kit and the generated data set have the advantage of allowing students to clearly and repeatedly visualise a solid-liquid reaction and relate this with the concept of rates of reactions. The observation kit also allows teachers and students to extend its application into inquiry based experiments.