Septiani Septiani
STMIK AMIKOM Yogyakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan pada Balita Gizi Kurang Terhadap Perubahan Status Gizi di Wilayah Puskesmas Kramat Kabupaten Tegal

Jurnal Riset Gizi Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anak balita merupakan salah satu golongan penduduk yang rawan terhadap masalah gizi. Mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat  pada rentang waktu ini sehingga membutuhkan suplai makanan dan gizi dalam jumlah yang cukup dan memadai. Kurang gizi pada saat balita dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, mental, social, intelektual yang sifatnya menetap dan terus dibawa sampai dewasa.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan pemulihan pada balita gizi    kurang terhadap perubahan status gizi di wilayah Puskesmas Kramat Kabupaten Tegal.Metode : Penelitian in menggunakan jenis penelitian analitik, desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian cohort dalam rancangan dilakukan non randomisassi.Sampel penelitian adalah 23 balita yang mendapat PMT Pemulihan dan 23 balita yang tidak diberikan PMT Pemulihan yang akan dijadikan kelompok control. Analisa peneliti menggunakan uji statistik menganalisa pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap perubahan status gizi  menggunakan uji Anacova Repeated Meansure dengan α  0,05.Hasil :Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian makanan tambahan pemulihan pada balita gizi kurang  terhadap perubahan  status gizi (p value 0,012).Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini adalah status gizi  kelompok pembanding nilai rata-rata Z skor sebelum -2,426, bulan ke-1 yaitu -2,052, bulan ke-2 yaitu -2,157 dan pada bulan ke-3 -2,783. Status gizi kelompok perlakuan status gizi sebelum perlakukan adalah -2,504, bulan ke-1 -2,222, bulan ke-2 yaitu -1,190 dan bulan ke tiga rata-rata z skor menjadi -1,280. Penulis mengharapkan bagi dinas kesehatan agar meningkatkan efisiensi paket PMTP dengan dilaksanakan proses pendampingan program PMTP agar paket yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat diterima anak balita sasaran.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK LAMUN (Cymodocea rotundata) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli (Antibacterial Activities of Seagrass Extracts (Cymodocea rotundata) Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli)

SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.051 KB)

Abstract

Cymodocea rotundata  merupakan salah satu jenis lamun yang berpotensi sebagai antibakteri. Senyawa bioaktif yang bersifat sebagai antibakteri adalah fenol, flavonoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama inkubasi dan konsentrasi ekstrak lamun C. rotundata yang berbeda terhadap aktivitas antibakteri S. aureus dan E. Coli. Metode penelitian yang digunakan yaitu experimental laboratories dengan menggunakan rancangan dasar penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial, pola terbagi oleh faktor lama inkubasi bakteri (24 jam, 48 jam dan 72 jam) dan perbedaan konsentrasi ekstrak lamun (5%, 10% dan 15%). Data dianalisis menggunakan SIDIK RAGAM dan dilakukan analisis lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ), apabila terdapat perbedaan pada perlakuan. Ekstrak lamun C. rotundata efektif sebagai antibakteri dengan kategori sedang yaitu zona hambat berkisar antara 5-10 mm. Konsentrasi optimum untuk menghambat S.aureus dan E.coli adalah 15% dengan lama inkubasi 48 jam dengan zona hambat yang dihasilkan masing-masing sebesar 6, 123 mm. Dan 5, 833 mm.Cymodocea rotundata is a type of seagrass that has a potential as an antibacterial. Bioactive compounds which act as such as antibacterial phenols, flavonoids and tannins. The purpose of this study was to determine the effect of different concentration and time of incubation  of seagrass C.rotundata as antibacterial against  S. aureus and E. coli. The method used was experimental laboratories using the basic design of the study completely randomized design (CRD) with factorial pattern (2 factor). The first factor were different concentration (5%, 10% and 15% ) and second factor were time of incubations (24 hours, 48 hours and 72 hours). Data were analyzed using ANOVA and conducted a further test Honestly Significant Difference (HSD), if treatment gave significant effect. C. rotundata extracts had antibacterial activity with medium category which inhibition zone ranges from 5-10 mm. The optimum concentration for inhibiting S. aureus and e. coli were 15% with incubation time of 48 hours resulting inhibition zone 6,123 mm and 5,833 respectively.