Mariani Sembiring
Universitas Sumatera Utara

Published : 23 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pertanian Tropik

EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN MARGINAL DESA SIHIONG BONATUA LUNASI TOBASA UNTUK TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera L.) DAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Sitorus, Bintang; Supriadi, Supriadi; Sembiring, Mariani
Pertanian Tropik Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.714 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan lahan marjinal di Desa Sihiong Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Tobasa mendukung tanaman anggur (Vitis vinifera L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.), dimulai tahun 2012-2014 menggunakan metoda survey, dengan dua tahapan yakni mengklasifikasikan kemampuan lahan di Sihiong dan mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap tanaman anggur dan jambu biji. Data primer dari lapangan adalah kemiringan lereng, erosi, solum, drainase, singkapan batuan dan bahaya banjir/genangan. Analisis properti tanah (tekstur, permeabiltas, bulk density, salinitas, bahan organik, pH, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa) dilakukan di laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian USU Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan daerah Sihiong termasuk kelas III dengan kemampuan lahan aktual kelas III(es). Upaya perbaikan dapat dilakukan untuk mengatasi erosi dengan membuat teras di lahan sedangkan tekstur tanah Lempung Berpasir (t4) tidak dapat dirubah. Dengan adanya perbaikan maka kemampuan lahan potensial Sihiong menjadi kelas III(s). Kemampuan lahan di Desa Sihiong dapat mendukung tanaman Tanaman Anggur (Vitis vinifera L.) pada kesesuaian lahan aktual terendah S3 (eh) dan upaya perbaikan akan meningkatkan kelas potensial menjadi S2 (tc,wa) dengan faktor pembatas tc,wa (temperatur dan ketersediaan air/lama masa kering) tidakdapat/sulit diperbaiki. Kesesuaian untuk tanaman jambu biji (Psidium guajava L.) berada pada kelas S3 (nr,eh) dengan faktor pembatas retensi hara dan bahaya erosi. Alternatif perbaikan dengan pemberian bahan organik yang diperkaya mineral basa dapat meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensial menjadi S2 (tc) dengan faktor pembatas tc (temperatur) yang sulit diperbaiki.Kata kunci: Lahan marginal, Tobasa, anggur, jambu biji,
PENINGKATAN KETERSEDIAAN FOSFAT DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L) DENGAN MENGGUNAKAN TALAROMYCES PINOPHILUS INDIGENOUS DAN PUPUK SP36 PADA ANDISOL TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNG Sembiring, Mariani; Elfiati, Deni; Sutarta, Edi Sigit; Sabrina, T.
Pertanian Tropik Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.319 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jamur pelarut Fosfat, Dosis Pupuk P dan kombinasi jamur Pelarut Fosfat dan Dosis Pupuk P terhadap Pertumbuhan, P-tersedia dan produksi tanaman kentang (Solanum tuberosum L) pada Andisol terdampak erupsi Sinabung. Parameter yang diamati: Berat kering tanaman diukur pada akhir masa vegetatif, Produksi tanaman, Serapan P tanaman dan Analisa P tersedia tanah,dengan metode Bray II diukur pada akhir masa vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan Jamur pelarut fosfat (T. pinophilus )dan SP36 berpengaruh terhadap peningkatan P-tersedia pada perlakuan J1P2 yaitu sebesar 71.65% bila dibanding dengan kontrol walaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata. Pada parameter serapan P tanaman aplikasi perlakuan T. pinophilus dan SP36 berpengaruh nyata dalam peningkatan serapan P tanaman, perlakuan yang terbaik adalah T3P2 tetapi menurun dengan peningkatan dosis SP36 (P3=13g). Berat kering tanaman perlakuan T3P2 yang terbaik dan menurun dengan meningkatnya dosis SP36 (13 g). Peningkatan produksi tanaman kentang yang tertinggi yaitu J2P1 dengan produksi sebesar 1017.5g sedangkan tanaman kontrol 610 g.Peningkatan produksi tanaman kentang yaitu sebesar 66.8% lebih tinggi bila dibanding dengan kontrol. Aplikasi T. pinophilus sebanyak 20 mL dan 6.5g SP36 memiliki produksi yang terbaik, produksi menurun dengan peningkatan dosis T. pinophilus dan pupuk SP36.Kata kunci : Andisol, Dosis Pupuk P, tanaman Kentang, Talaromyces pinophilus
Test of effectiveness decompocers on some types of compost material Pratama, Budi Ananda; Sabrina, Tengku; Sembiring, Mariani
Jurnal Pertanian Tropik Vol 6, No 1, April (2019)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.391 KB)

Abstract

Residu organik hasil kegiatan pertanian merupakan hara bagi tanaman, namun harus melalui proses dekomposisi oleh dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa jenis dekomposer pada beberapa jenis bahan kompos. Penelitian ini dilaksanakan di fakultas pertanian universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan bulan November 2017 - Januari 2018. Penelitian ini desain yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, faktor pertama yaitu bahan kompos, (TKKS, ampas tebu, jerami) dan jenis dekomposer sumber isolat dari, (TKKS, ampas tebu, jerami). hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan kompos yang berasal dari TKKS merupakan bahan kompos yang memiliki kandungan N-total 1.31%, K-total 0.880%, C-organik 34.02%, C/N 30.51% dan total mikroba 2.5 x 108 CFU, lebih tinggi dibandingkan bahan kompos ampas tebu dan jerami. Dekomposer yang berasal dari TKKS merupakan dekomposer yang mampu menurunkan rasio C/N lebih rendah dari dekomposer yang berasal dari bahan lain yaitu 26.59, dengan kandungan K-total 0.556%, lebih tinggi dari yang lain, C-organik 23.79% lebih rendah dari yang lain, namun kandungan N-total tertinggi berasal dari bahan jerami yaitu 0.94%. Interaksi antara bahan kompos dengan dekomposer yang berasal dari isolatnya mampu menurunkan C-organik dan C/N lebih rendah dibandingkan dengan yang lain, namun reaksi dari dekomposer asal terhadap kandungan N-total dari TKKS lebih tinggi yaitu 1.24%, ampas tebu lebih rendah, 1.10% dan jerami lebih tinggi yaitu 0.72% dan K-total kompos dari TKKS sebesar 0.91%, ampas tebu 0.21% dan jerami lebih rendah yaitu 0.22%.